NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Tangis Gita tidak lagi keras. Ia hanya terisak pelan, seperti anak kecil yang sudah terlalu lelah untuk menangis, tetapi hatinya masih terluka.

Kirana berlutut di depan putrinya, merapikan rambut Gita yang basah oleh air mata. Dada Kirana terasa seperti diremas perlahan. Bukan satu kali, melainkan terus-menerus, tanpa jeda.

“Gita ....” panggil Kirana dengan suaranya yang hampir pecah. “Kita tetap pergi ke Timezone.”

Gita mengangkat wajahnya perlahan. Mata bening itu sembab, merah, dan kehilangan cahaya cerianya.

“Papa ikut?” tanyanya lirih. Harapan kecil itu masih ada, meski rapuh.

Kirana menelan ludah. “Kita berdua dulu,” jawabnya hati-hati. “Mama temani Gita. Mama janji.”

Gita terdiam. Bahunya turun, napasnya bergetar. “Papa lupa sudah janji sama aku, ya, Ma?”

Pertanyaan polos itu menusuk lebih dalam daripada tudingan apa pun. Kirana memeluk Gita erat. Ia tidak bisa menjawab. Jika berkata jujur, ia takut menghancurkan dunia kecil anaknya. Jika berbohong, ia merasa mengkhianati hatinya sendiri.

“Kita jalan sekarang,” ucap Kirana akhirnya. “Kalau kelamaan, keburu panas di jalan.”

Kirana dan Gita naik bus untuk pergi ke kota madya. Mal terbesar yang banyak didatangi orang-orang, termasuk warga dari kampungnya Kirana, jika ingin menghabiskan waktu liburan dengan bermain.

Di perjalanan, Gita lebih banyak diam. Tidak seperti biasanya yang cerewet dan penuh cerita. Tangannya memeluk tas kecilnya erat-erat, seolah takut kehilangan apa pun lagi hari ini.

Sesekali Kirana menoleh ke spion. Ia melihat pantulan wajah putri kecilnya yang rapuh dan penuh luka yang seharusnya tak ia rasakan di usia itu.

Setibanya di mal, gemerlap lampu dan suara riuh langsung menyambut mereka. Dunia tampak bahagia, tetapi yang Kirana tahu, kebahagiaan itu terasa asing bagi mereka hari ini.

Di depan Timezone, Gita berhenti melangkah. “Ma ....” panggilnya pelan.

“Iya, Sayang?”

“Kalau Papa datang nanti, Mama kasih tahu, ya.”

Kirana mengangguk. “Iya.”

Padahal ia sendiri tidak tahu apakah janji itu akan pernah ditepati oleh Rafka. Karena pria itu sedang mengasuh anak orang lain.

“Kita main apa dulu?” tanya Kirana, mencoba mencairkan suasana.

“Kuda-kudaan,” jawab Gita lirih. “Terus balapan mobil.”

Kirana mengangguk. “Ayo, Mama temani!”

Gita akhirnya bermain, senang. Kirana ikut tersenyum, ikut tertawa, ikut bertepuk tangan. Namun, semua itu terasa seperti peran yang harus ia mainkan, bukan kebahagiaan yang benar-benar ia rasakan.

“Ma, lihat! Gita menang!” seru Gita sambil menunjukkan tiket.

“Hebat!” balas Kirana, mengacungkan jempol.

Di tengah kebahagiaan kecil itu, sebuah suara memanggil. “Kirana?”

Kirana menoleh. Algara berdiri beberapa langkah dari mereka.

“Algara?”

Pria itu berdiri tak jauh dari mereka. Wajahnya tampak terkejut, lalu tersenyum sopan.

“Sendirian?” tanya Algara mencari sosok lain yang kemungkinan sedang bersama wanita itu.

“Berdua sama putriku,” jawab Kirana singkat.

Gita menatap Algara penasaran. “Om ini siapa, Ma?”

“Teman Mama,” jawab Kirana.

Algara jongkok sejajar dengan Gita. “Halo, Cantik. Kenalkan, Om Algara.”

“Halo, Om,” jawab Gita malu-malu sambil berjabat tangan.

Tatapan Algara hangat, tetapi berhenti sejenak ketika melihat wajah Kirana yang pucat dan mata Gita yang sembab.

“Kalian baik-baik saja?” tanyanya.

Kirana tersenyum tipis. “Baik.”

Entah bagaimana, Algara akhirnya ikut menemani mereka. Ia bermain bersama Gita, menggendongnya ke wahana, tertawa bersama, tanpa bertanya, tanpa mengorek luka.

“Om Alga!” teriak Gita riang sambil melambaikan tangan ketika naik mobil-mobilan.

Kirana memperhatikan dari kejauhan. Ada kehangatan yang lama hilang. Bukan cinta, tetapi perhatian tulus.

Justru di situlah Kirana merasa lebih hancur.

Orang asing mampu hadir sepenuh itu, sementara ayah kandung anaknya memilih pergi bermain dengan anak lain.

Ketika waktu hampir habis, Gita memeluk Algara erat.

“Om Alga baik,” ucap Gita tulus. “Terima kasih, ya.”

Algara terdiam sejenak, lalu mengusap kepala Gita.

“Sama-sama, Gita Cantik.”

“Aku senang main sama Om. Kapan-kapan kita main lagi?” ucap Gita dengan tatapan penuh harap.

Algara tersenyum. “Oke, Gita Cantik.”

Mata Gita langsung berbinar. Dia pun tersenyum manis.

Dalam hati Kirana bergetar. Ada rasa haru dan rasa bersalah karena membiarkan orang lain memberi kebahagiaan untuk Gita yang seharusnya datang dari ayahnya.

Di mobil, Gita tertidur dengan sisa senyum. Kirana mengusap pipi putrinya, air matanya jatuh tanpa suara.

“Maafkan Mama, Gita” bisik Kirana. “Mama belum bisa kasih sayang yang layak buat kamu.”

Rumah terasa dingin saat mereka pulang. Kirana menggendong Gita ke kamar, menutup selimutnya dengan hati-hati.

Baru ketika pintu kamar ditutup, tubuh Kirana melemah. Ia bersandar di dinding, menahan isak dan sesak. Dadanya terasa sakit.

Tak lama kemudian, pintu rumah terbuka. Rafka masuk. Langkahnya terhenti ketika melihat Kirana berdiri di ruang tengah, wajahnya pucat, matanya sembab, tetapi sorotnya dingin dan tajam.

“Kita bicara,” ucap Kirana dengan tatapan tajam.

Rafka menelan ludah. Dia bisa melihat kemarahan pada istrinya.

“Kita bicara di dapur,” lanjut Kirana.

Di dapur udara terasa berat. Sunyi, tetapi mencekik. Begitu pintu dapur tertutup, ledakan itu terjadi.

“Bukannya Mas sudah janji sama Gita?” suara Kirana bergetar. “Lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara?”

Rafka terdiam. Kata-kata itu seperti pukulan bertubi-tubi.

“Mas tahu Gita menangis lama, tadi?” lanjut Kirana, suaranya pecah. “Dia nanya apakah Papa lupa sama dia.”

Rafka menutup mata. Dadanya sesak. “Aku salah,” ucapnya pelan.

“Salah?” Kirana tertawa pahit. “Mas bukan cuma salah, tapi Mas juga kejam.”

Rafka mengangkat wajah. Matanya berkaca-kaca.

“Bukannya Mas sudah janji sama Gita?” suara Kirana bergetar, lalu meninggi. “Lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara?”

“Aku cuma kasihan sama Ara ....”

“Lalu Gita?” potong Kirana. “Gita itu anak Mas sendiri?”

Kalimat itu menghantam Rafka tanpa ampun. Seluruh pembelaan yang ia siapkan runtuh seketika.

Bayangan wajah Gita muncul di kepalanya. Wajah mungil dengan mata kecil itu yang jernih, suara polos yang memanggilnya.

“Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!” lanjut Kirana, air matanya berderai. “Apa Mas tahu Gita menangis sampai sesak napas?”

“Aku minta maaf ....” ucap Rafka suaranya parau.

“Maaf?” Kirana tertawa pahit. “Selama ini aku selalu mengalah. Tapi hari ini, Mas menghancurkan hati anak kita.”

Rafka menunduk. “Mas janji, ke depannya tidak akan terjadi lagi.”

Kirana menggeleng, matanya tajam dan dingin.

“Memangnya aku akan percaya lagi sama kamu, Mas?” ucap Kirana lirih, tetapi menusuk. “Tidak pantas seorang pengkhianat membuat janji.”

Rafka tersentak.

“Pengkhianat?” ulangnya.

“Iya,” jawab Kirana tegas. “Karena kamu bukan hanya mengkhianati aku. Kamu mengkhianati anakmu sendiri.”

Kata pengkhianat itu menghantam Rafka lebih keras dari apa pun. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat.

“Aku benar-benar menyesal, Sayang.”

“Penyesalan Mas datang terlambat,” balas Kirana dingin. “Hati anak kecil itu tidak bisa ditempel kembali begitu saja.”

Rafka merosot ke kursi. Tangannya gemetar, ia benar-benar melihat, betapa dalam luka yang ia torehkan.

“Aku ayah yang gagal,” gumam Rafka. “Aku suami yang gagal.”

Kirana memandangnya tanpa belas kasihan. “Sekarang Mas baru sadar?”

Rafka terisak. Air matanya jatuh. Bukan air mata penyesalan sesaat, melainkan rasa bersalah yang akhirnya menemukan wujudnya.

Di kamar, Gita terbangun sebentar. Ia memeluk bonekanya erat, tanpa tahu bahwa di luar sana ayahnya sedang runtuh oleh kesalahannya sendiri.

Kirana berdiri tegak, meski hatinya hancur. Karena malam ini, ia memilih menjadi ibu yang kuat, meski harus kehilangan suami yang selama ini ia cintai.

***

Semoga retensinya tinggi, biar aku makin semangat melanjutkan.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!