Hana Permata Sari, adalah gadis yang pintar, ceria dan lembut,
Hana biasa gadis itu di panggil memiliki kehidupan yang bisa di bilang sempurna, tumbuh dalam keluarga kaya, orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kakak angkat yang selalu menjaganya mempunyai
sahabat sahabat yang begitu care padanya.
Namun di balik kesempurnaan hidupnya tak selaras dengan kehidupan percintaannya.
Kegagalan cinta berkali kali membuat Hana takut untuk membuka hatinya kembali, walaupun Robin sudah membujuknya untuk membuka hati kembali namun tak di hiraukan oleh Hana.
Hingga tiba suatu hari kebekuan hati Hana bisa tercairkan oleh seorang cowok.
Siapakah yang berhasil mencairkan kebekuan hati Hana?
Baca ceritanya ya!
Dan jangan lupa
Like
Comment
Saran dan kritiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA SURYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlibur Ke Puncak
Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, hubungan Hana dan Anwar pun semakin membaik, setelah acara pertunangan mereka, kini bukan Robin lagi yang antar jemput sekolah Hana, melainkan Anwar. Robin hanya akan mengantar jemput Hana di saat Anwar benar benar tak bisa mengantar jemput Hana.
Hubungan mereka bertiga pun tetap terjalin dengan baik. Robin dan Widi pun terlihat ikhlas walaupun cinta mereka pada Hana tak bersambut, dan mereka masih tetap mencintai Hana dalam diam.
Dan hingga tanpa terasa waktu ujian untuk kelas XII pun akan segera di mulai hari senin besok. Dion, Panji dan Cinta pun harus bersiap untuk berjuang mendapatkan nilai yang terbaik, agar mendapatkan Universitas yang terbaik.
Hari ini adalah hari terakhir kelas X dan kelas XI masuk sekolah, dan libur satu minggu untuk ujian kelas XII, dan keluarga Hana dan keluarga Anwar berencana pergi ke puncak dan menginap di Villa keluarga Hana.
Hana berencana mengajak sahabat sahabatnya untuk ikut berlibur ke puncak, Seperti libur libur di tahun lalu Hana selalu menghabiskan liburannya bersama Jonathan dan sahabat sahabatnya, dan tak lupa dengan Robin dan Steve. Dan keinginan Hana pun telah di setujui oleh kedua keluarga, dan sahabat sahabatnya juga Robin dan Steve.
Tiba waktunya untuk berangkat ke puncak pun tiba, semua telah berkumpul di halaman rumah Hana. Mereka melakukan packing dan mengecek semua barang barang yang akan di bawa ke puncak, dan di masukkan ke bagasi mobil.
Mereka membawa tiga mobil, Satu mobil Papa Gio dengan di isi oleh keluarga Hana di tambah Lina, sedangkan mobil ke dua milik Steve di isi oleh Steve, Robin, Rangga dan Leo, sedangkan mibil ke tiga di isi oleh keluarga Anwar.
Setelah selesai prepair, ke tiga mobil tersebut pun berlalu dari halaman rumah Hana, dan pergi menuju ke puncak di mana Villa Papa Gio berada.
Di sepanjang perjalanan, Hana asyik berkelakar dengan Lina dan ke dua orang tuanya, sementara mobil Steve sudah full my!usik, dan mobil keluarga Hanafi yang di kendarai oleh Anwar pun hanya di isi dengan obrolan ringan.
Tak terasa setelah empat jam melakukan perjalanan, mereka puntelah sampai di puncak dan telah berada di halaman villa dengan dua lantai milik papa Gio yang luas dan terlihat asri.
Kedatangan mereka di sambut oleh penjaga Villa papa Gio. Dan mereka pun mengeluarkan perbekalan mereka dari dalam bagasi dan meletakkan sementara di ruang tamu villa.
"Selamat datang ke villa kami !" papa Gio memberi sambutan.
"Semuanya di sini ada 15 kamar, dan kamar yang di atas akan di isi buat keluarga, sisanya kamar di bawah buat kalian
dan kalian boleh pakai kamar sendiri sendiri atau berdua itu suka suka kalian dan senyamannya kalian aja." ucap papa Gio kembali menjelaskan.
"Baik om, terima kasih."ucap Rangga mewakili jawaban yang lainnya.
"OK, you guys, please select the room and bring in your belongings." pinta papa Gio.
Mereka pun membawa barang barang mereka memasuki kamar yang telah mereka pilih, dan mereka memutuskan untuk satu kamar buat sendiri sendiri.
Keluarga Hana dan keluarga Anwar pun telah menempati kamar yang di berikan oleh papa Gio.
Setelah menempati kamar masing dan menata barang barang mereka, tiba waktunya untuk makan malam yang sudah di siapkan oleh, penjaga villa.
Selepas makan malam mereka memutuskan untuk istirahat, karena merasa capek telah melakukan perjalanan selama empat jam.
"Han... " Anwar memanggil Hana yang akan beranjak ke kamarnya.
"hmmm..." jawab Hana
"Kamu dah ngantuk?" tanya Anwar mendekati Hana, berdiri di hadapannya dan menggenggam tangan Hana.
"Emang, kenapa War?" Hana tak menjawab pertanyaan Anwar tapi memberi pertanyaan balik kepada Anwar.
"Temani aku menikmati malam ini, boleh?" tanya Anwar lembut.
"Kita ke balkon aja, war... kita bisa ngobrol di sana." ajak Hana, dan di balas anggukan kepala oleh Anwar.
Anwar dan Hana akhirnya berjalan bersama saling bergandengan tangan menuju ke balkon.
Anwar membawa Hana duduk di kursi malas, dan mendudukan Hana di depan tubuhnya, dan mendekap tubuh Hana, yan duduk di depannya dengan posisi membelakangi Anwar.
"Kamu, kenapa? apa lagi ada masalah?" tanya Hana lembut.
Anwar meletakkan dagunya di bahu Hana, "Gak ada... aku hanya kangen aja sama kamu, beberapa hari ini aku sibuk dengan tugas yang di berikan ayah, jadi gak bisa bermanja denganmu." ucap Anwar.
Hana tersenyum tipis dan mengusap pipi kanan Anwar dengan penuh kelembutan.
"Kenapa sekarang begitu manja?" tanya Hana.
Anwar semakin mempererat pelukannya pada Hana, "Akhir akhir ini entah kenapa aku begitu takut kehilanganmu." ucap Anwar sendu.
"Aku kan udah janji... akan selalu menemanimu dan gak akan pernah ninggalin kamu, kecuali kamu berkhianat kepadaku, aku kan pernah bilang aku akan memaafkanmu, sebesar apapun kesalahanmu tetapi tidak dengan pengkhianatan, apakah ada wanita lain di langkahmu?" tanya Hana mengusap tangan Anwar yang sedang memeluknya.
"Gak ada... aku hanya ingin mencintai kamu dan kamu yang ada di hati aku." jawab Anwar.
"Kalau gitu... kenapa harus takut?" tanya Hana.
"Entahlah..." jawab Anwar melepaskan pelukannya.
"Dah malam Han... kita istirahat, besok pagi aku ingin jalan jalan denganmu." pinta Anwar.
Anwar dan Hana pun beranjak dari duduknya, dan Anwar mengantar Hana hingga di depan kamarnya.
"Istirahatlah...!" Anwar mengusap pucuk kepala Hana dengan lembut, dan di balas anggukkan kepala oleh Hana, dan Hana pun berlalu masuk ke kamarnya dan meninggalkan Anwar di luar kamarnya.
Anwar pun berlalu dari depan kamar Hana setelah Hana menutup pintu kamarnya, Anwar pun melangkah menuju kamarnya untuk mulai beristirahat juga.
Ke esokkan harinya
Pagi ini sahabat sahabat Hana juga memutuskan untuk berjalan jalan menikmati suasana puncak di pagi hari.
Mereka telah berkumpul di halaman villa untuk bersama sama berangkat menikmati suasana puncak di pagi hari.
Robin, Steve, dan Rangga berjalan di depan dan di ikuti oleh Leo, Lina dan Yuda di belakang mereka, dan Hana serta Anwar berada di barisan belakang.
Mereka berjalan jalan sambil di ikuti dengan canda dan tawa, menyusuri jalan setapak dan di antara pepohonan teh di pinggir hutan pinus yang menyejukkan mata.
"Ambil foto bersama yuk... !" ajak Leo
"Kuylah... kita foto bersama, Lin tongsisnya kamu bawa kan?" tanya Rangga.
Lina memberikan tongsisnya kepada Rangga, dan mereka pun memposisikan diri untuk dapat foto bersama.
Cekrek...
beberapa posisi telah di coba, untuk mengambil pemandangan alam di sana, siluet sinar mentari pagi pun menambah keindahan suasana di puncak saat itu.
bersambung
Happy reading
semoga suka dengan ceritanya
Mohon commentnya
likenya
votenya
hadiahnya
dan tekan bintang 5 ya!!!!
😍😍😍😍😍🤗🤗🤗🤗
bikin iri tau nggak. jangan gitu lah🤭🤭