NovelToon NovelToon
Second Wife

Second Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Janda / Selingkuh / Aliansi Pernikahan / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:317
Nilai: 5
Nama Author: yulia puspitaningrum

Pernikahan yang bahagia selalu menjadi dambaan bagi setiap wanita didunia ini, namun terkadang takdir tidak berjalan sesuai apa yang kita harapkan.

Begitupun dengan apa yang dialami Alyssa, wanita cantik berusia 26 tahun itu harus menerima kenyataan pahit. Bahwa pernikahan yang selalu ia jaga hancur oleh penghianatan sang suami.

Rasa kecewa dan sakit yang ia rasakan membuat ia trauma dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi duri dalam rumah tangga orang lain. ia menutup dirinya rapat rapat namun semua itu tidak lantas mengubah prasangka buruk orang orang karena statusnya sebagai seorang janda.

Namun bagaimana jadinya jika takdir memintanya untuk menjadi istri kedua... akankah ia menolaknya mengingat janjinya. atau ia akan menerimanya karena keadaan yang begitu memaksa dirinya...
lalu sanggupkah ia menjalani kehidupannya.

penasaran intip kisahnya disini jangan lupa berikan kritik dan saran yang membangun...
terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. pernikahan yang tak diinginkan

Satu Minggu berlalu, langit pagi itu cerah, terlalu cerah untuk sebuah hari yang seharusnya dipenuhi rasa bahagia.

Alyssa duduk diam di depan cermin. Gaun putih membalut tubuhnya dengan anggun, riasan lembut menghiasi wajahnya jilbab panjang menutupi dadanya.

Namun matanya kosong, tak ada kilau kebahagiaan seperti yang seharusnya dimiliki seorang pengantin.

Di balik pintu kamar rias, suara persiapan pernikahan terdengar samar.

Tawa pelan, langkah kaki, doa-doa lirih. Namun di dalam dada Alyssa, hanya ada sunyi.

Ia menunduk, jemarinya gemetar mencengkeram ujung gaun yang ia kenakan.

"Bu, hari ini Alyssa akan menikah dan Alangkah bahagianya Alyssa jika ibu ada disini."

Tes

Air mata jatuh, membasahi kain putih yang ia kenakan, ia merasa kehilangan karena tidak ada kehadiran sang ibu dihari pernikahannya.

Di ruang akad, Brayen duduk di kursi rodanya wajahnya amat tampan dengan setelan jas hitam yang menggantung rapi ditubuhnya.

Wajahnya tampak tenang, terlalu tenang. Namun hanya dia yang tahu betapa dadanya terasa sesak sejak pagi.

Pernikahan itu bukanlah sesuatu yang ia inginkan, jika saja ia bisa menolak dan pergi mungkin ia sudah melakukannya sejak awal.

Pandangan Brayen beralih menatap layar ponsel dimana masih terpampang wajah istri pertamanya.

Hati Brayen sakit melihat itu, ia merasa bersalah karena akhirnya ia akan mengkhianati Maudy.

"Maaf Maudy, aku sungguh minta maaf aku bersalah padamu. Aku harus menikah demi ibuku demi ibu Alyssa yang saat ini masih membutuhkan biaya pengobatan dariku. Tapi kamu tenang saja, tidak akan ada yang bisa menggantikanmu, cintaku tetap untukmu meskipun kamu masih jauh disana aku akan menunggumu kembali aku berjanji." Lirih Brayen mengusap foto istrinya dengan penuh kelembutan hal itu tidak luput dari perhatian lita. Ia segera mendekati putranya dan menatap putra nya dengan tatapan kecewa.

"Kenapa kamu masih menyimpan fotonya Brayen, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Alyssa kamu tidak boleh menyimpan foto wanita lain." Nasehat ibunya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Brayen.

"Jangan mengaturku ma, aku sudah berbesar hati dengan setuju menikahi Alyssa tapi bukan berarti aku akan melupakan Maudy. Sampai kapanpun dia tetap istriku dan aku tidak akan melupakannya. Jika mama tidak mau memahami aku maka hari ini aku tidak mau menikah."

Lita menghela nafas lelah, ia sudah berusaha menasehati anaknya dan ia menyerah.

Ia tidak bisa mengubah jalan pikiran anak laki lakinya itu, ia hanya bisa berharap semoga Alyssa bisa segera menyadarkan anaknya.

"Kecilkan suaramu, kamu sedang menjadi pusat perhatian saat ini." Lirih Lita akhirnya membuat Brayen terdiam, ia kembali menatap layar ponselnya sementara lita.

Wanita paruh baya itu berlalu untuk menjemput Alyssa.

Tak berapa lama Alyssa masuk kedalam ruangan tersebut. Langkahnya pelan, kepalanya tertunduk, seolah setiap langkah adalah beban.

Brayen yang mendengar keriuhan disekitarnya pun mengangkat wajahnya menatap Alyssa tanpa berkedip.

Bukan terpesona melainkan karena rasa kasihan, ia tau Alyssa juga korban dalam pernikahan ini. Mereka sama sama tidak menginginkannya.

Saat Alyssa sudah berada disampingnya, Brayen berusaha untuk tersenyum. Ia ingin menghibur wanita disampingnya itu dengan senyumnya, namun Alyssa hanya tersenyum tipis seolah olah ia terpaksa mengeluarkan senyumnya.

"Sebelum mulai saya ingin bertanya kepada mbak Alyssa dimana wali beliau?" Ucap penghulu tersebut kepada Alyssa.

"Beliau tidak bisa hadir dan meminta untuk diwakilkan."

Mata Brayen melebar, ia pikir Ayah Alyssa sudah tiada namun nyatanya tidak.

Lalu kenapa ayahnya tidak ada dirumah sakit menemani ibunya. Apakah mungkin mereka sudah tidak bersama, kalaupun iya.

Kenapa laki laki itu tega menyuruh putrinya menanggung beban seorang diri bahkan ia tidak berniat membantunya hingga Alyssa terpaksa menerima pernikahan ini dan mengorbankan kebahagiaannya.

pikiran pikiran itu memenuhi otak Brayen ia jadi semakin kasihan hatinya tersentuh dengan kehidupan Alyssa yang jauh melelahkan dari apa yang ia bayangkan.

"Baik jika seperti itu kita mulai saja acara ijab kabul ini." Tangan Brayen terulur, menjabat tangan penghulu dihadapannya dengan erat.

“Saudara Brayen bin Lukas saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudara Alyssa binti Bima Hartono dengan mas kawin 500 juta, 100 gram emas satu buah rumah dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Alyssa binti Bima Hartono dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

Brayen mengucapkan ijab kabul dengan lantang, tanpa keraguan dihatinya.

"Bagaimana para saksi sah...?"

"Sah." Teriak semua orang beriringan dengan air mata yang membasahi pelupuk mata Alyssa.

Wanita itu menangis dan menundukkan kepalanya dengan perlahan.

Brayen menyadarinya, Dadanya ikut sesak tanpa sadar ia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Alyssa dengan erat seolah sedang menguatkan wanita itu.

Prosesi pernikahan mereka berjalan dengan lancar, orang orang datang memberi ucapan selamat. Dengan senyum yang dipaksakan Alyssa menyalami mereka semua itu tidak luput dari perhatian Brayen setelah semua tamu pulang barulah ia ada kesempatan untuk berbicara dengan Alyssa.

“Alyssa…” panggilnya pelan.

Alyssa menoleh. Tatapannya kosong, tapi terlihat sopan.

"Aku tau ini tidak mudah, bukan hanya untukmu tapi juga untukku." Hening Brayen tidak melanjutkan kata katanya ia mengamati wajah Alyssa takut jika perkataannya menyinggung wanita disampingnya itu.

"Tapi semua ini sudah terjadi jadi kita hanya bisa menerimanya." Alyssa hanya mengangguk ia mengerti dengan apa yang Brayen katakan.

"Aku tau dan aku pun sudah menerimanya. Tapi hatiku tetap saja merasa sedih apalagi ibuku tidak ada disini menemaniku atau bahkan mendoakan ku." Brayen terdiam sorot kesedihan di balik mata Alyssa semakin jelas dan membuat hatinya semakin gelisah.

"Sebenarnya aku sangat berharap dia segera membuka matanya, namun harapanku terasa mustahil apalagi sampai saat ini dia belum menunjukkan tanda tanda untuk bangun." Lirih Alyssa akhirnya kembali meneteskan air matanya.

Brayen segera menghapusnya dengan sapu tangan miliknya ia tidak suka melihat wanita dihadapannya itu menangis.

Alyssa yang terkejut dengan apa yang Brayen lakukan pun langsung menatap laki laki itu dengan pandangan tak percaya. Untuk sejenak mereka saling berpandangan, sampai akhirnya Brayen menjauhkan tangannya dan memalingkan wajahnya kearah lain.

"Maaf.. aku tidak bermaksud begitu." Lirih Brayen terlihat bingung. Berbeda dengan Brayen Alyssa justru tertegun ditempatnya seolah olah mencerna tindakan yang suaminya lakukan..

"Sebenarnya apa yang terjadi padaku, kenapa aku seperti ini. Melihatnya bersedih aku jadi tidak tahan. Tangan ini bergerak begitu saja." Batin Brayen merasa Kesal pada dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!