Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.
_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nael's birthday
Ulang tahun keenam Nael bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Bagi keluarga besar Rodriguez dan Xander, ini adalah proklamasi kemenangan atas segala badai yang sempat mengancam eksistensi mereka. Untuk pertama kalinya, Nael tidak lagi merayakan ulang tahun di tempat tersembunyi dengan kue sederhana dan kehadiran ayahnya yang penuh kekhawatiran. Hari ini, ia merayakannya sebagai pangeran dari dua dinasti paling berpengaruh di New York.
Meskipun Kakek Alan menawarkan untuk menyewa aula utama di Plaza Hotel, Freya tetap pada pendiriannya: ia ingin acara ini intim, hangat, namun tetap megah di dalam mansion keluarga Rodriguez. Ia ingin Nael merasa bahwa rumah kakek buyutnya adalah tempat paling aman di dunia baginya.
...----------------...
Pagi itu, sinar matahari musim semi menerobos masuk melalui jendela besar di kamar utama mansion Pablo Xander. Freya sudah bangun sejak fajar, secara pribadi memastikan setelan jas kecil untuk Nael sudah disetrika dengan sempurna.
Pablo terbangun dan melihat istrinya sedang sibuk merapikan kotak hadiah berukuran besar. Ia bangkit dari tempat tidur, melingkarkan lengannya di pinggang Freya dari belakang.
"Dia masih tidur, Freya. Kau punya waktu untuk bernapas," bisik Pablo sambil mengecup bahu istrinya.
"Aku hanya ingin semuanya sempurna, Pablo. Ini ulang tahun pertamanya bersama kita sebagai keluarga utuh. Aku ingin dia mengingat hari ini sebagai hari di mana dia merasa paling dicintai di dunia," jawab Freya dengan mata berbinar.
Tak lama kemudian, langkah kaki kecil terdengar berlari di koridor. Pintu kamar mereka terbuka lebar, dan Nael melompat ke atas tempat tidur dengan tawa riang.
"Daddy! Mommy! Aku sudah enam tahun!" seru Nael.
Pablo menangkap putranya, mengangkatnya tinggi-tinggi hingga tawa Nael menggema di langit-langit kamar. "Selamat ulang tahun, jagoan. Hari ini adalah harimu."
...----------------...
Pukul dua siang, limusin hitam membawa mereka ke kediaman Kakek Alan. Sepanjang jalan, Nael tidak berhenti bertanya tentang kejutan apa yang menunggunya. Saat mereka tiba, halaman mansion Rodriguez telah disulap menjadi sebuah negeri ajaib bertema "Penjelajah Luar Angkasa", sesuai dengan ketertarikan Nael pada astronomi belakangan ini.
Balon-balon berwarna biru tua dan perak menghiasi lorong masuk. Di pintu utama, Joice dan Anne sudah menunggu dengan wajah yang berseri-seri.
"Cucu Grandpa yang paling hebat!" Joice menyambut Nael dengan pelukan hangat. Joice yang biasanya kaku dan hanya bicara soal bisnis, kini rela memakai topi pesta kertas bergambar roket hanya untuk menyenangkan Nael.
Anne segera membawa Nael menuju meja kue. "Lihat ini, Nael. Grandma meminta koki terbaik di New York untuk membuatkanmu kue berbentuk stasiun luar angkasa."
Nael terpana melihat kue setinggi lima tingkat yang tampak sangat nyata. "Wah! Ini hebat sekali, Grandma !"
Kehadiran Kakek Alan yang Megah
Di ruang tengah yang luas, Kakek Alan duduk di kursi kebesarannya. Di dekatnya, ada sebuah kotak kayu antik yang tampak sangat berat. Saat Nael mendekat, Kakek Alan memberi isyarat agar bocah itu duduk di sampingnya.
"Nael," suara Kakek Alan bergetar karena usia namun tetap penuh wibawa. "Enam tahun adalah usia di mana seorang pria mulai belajar tentang tanggung jawab. Kau telah melalui banyak hal yang tidak dialami anak seusiamu. Kau kuat, dan kau adalah seorang Rodriguez sejati."
Kakek Alan membuka kotak kayu itu. Di dalamnya terdapat sebuah teropong bintang dari kuningan emas yang sangat tua. "Ini milik kakek buyutku. Dia menggunakannya untuk menatap bintang dan bermimpi tentang masa depan. Sekarang, ini milikmu. Jangan pernah berhenti melihat ke atas, Nael. Langit bukan batas bagimu, itu adalah tempat bermainmu."
Momen itu membuat suasana menjadi haru. Pablo berdiri di samping Freya, menggenggam tangannya erat. Mereka tahu bahwa pemberian itu adalah simbol bahwa Nael diakui sebagai pewaris sah dalam garis keturunan Rodriguez.
...----------------...
Makan siang berlangsung dengan suasana yang luar biasa akrab. Tidak ada pembicaraan tentang merger perusahaan atau fluktuasi saham. Yang ada hanyalah cerita-cerita lucu tentang masa kecil Freya dan bagaimana Pablo yang dulu sangat pendiam kini berubah total sejak kehadiran Nael.
"Kau tahu, Pablo," ucap Joice sambil menyesap wiskinya, "aku sempat ragu padamu. Tapi melihat bagaimana kau menjaga Freya dan bagaimana kalian berdua membesarkan Nael... aku harus mengakui, aku tidak bisa memilihkan menantu yang lebih baik."
Pablo menundukkan kepala dengan rasa hormat. "Terima kasih, Joice. Dukunganmu dan Anne adalah alasan mengapa kami bisa berdiri tegak hari ini."
Anne kemudian menoleh ke arah Freya. "Dan kau, Putriku. Yayasan yang kau bangun... itu adalah hadiah ulang tahun terbaik untuk Nael. Kau memberinya nama yang dihormati bukan karena kekuasaan, tapi karena kebaikan."
Setelah makan siang, Freya mengajak semua orang ke halaman belakang. Di sana, di tengah taman bunga yang asri, terdapat sebuah pohon ek muda yang baru saja ditanam.
"Nael, kemarilah," panggil Freya. "Setiap tahun di hari ulang tahunmu, kita akan menanam satu pohon di berbagai tempat. Pohon ini akan tumbuh bersamamu. Ini adalah simbol bahwa hidupmu harus selalu memberikan manfaat bagi bumi dan orang-orang di sekitarmu."
Nael membantu menyiram pohon itu dengan ember kecilnya. "Apakah pohon ini akan menjadi besar, Mommy?"
"Sangat besar, Sayang. Seperti cintanya Daddy dan Mommy padamu," jawab Freya lembut.
Momen Intim Pablo dan Nael
Menjelang sore, saat tamu-tamu mulai pulang dan para tetua sedang bersantai di teras, Pablo mengajak Nael duduk di bangku taman yang menghadap ke kolam ikan.
"Nael," kata Pablo pelan. "Daddy punya sesuatu yang tidak bisa diberikan kakekmu."
Pablo mengeluarkan sebuah kalung perak dengan liontin kecil berbentuk kompas. Di belakangnya terukir nama Nael Xander-Rodriguez.
"Liontin ini memiliki pelacak GPS dan tombol darurat yang terhubung langsung ke ponsel Daddy," jelas Pablo. "Tapi lebih dari itu, kompas ini melambangkan bahwa ke mana pun kau pergi di dunia ini, kau akan selalu tahu jalan pulang. Daddy akan selalu ada untuk menjemputmu."
Nael memeluk ayahnya erat-berkali-kali lebih erat dari biasanya. "Aku tidak ingin pergi ke mana-mana, Daddy. Aku ingin di sini terus bersama Daddy dan Mommy."
Air mata yang jarang terlihat kini menggenang di mata Pablo. Ia menyadari bahwa segala kekayaan yang ia miliki tidak ada artinya dibandingkan dengan pelukan tulus dari putranya ini.
...----------------...
Malam mulai turun menyelimuti New York. Mansion Rodriguez kini diterangi oleh ribuan lampu hias yang membuatnya tampak seperti istana dalam dongeng. Nael akhirnya tertidur di sofa ruang tengah, kelelahan setelah seharian penuh dengan kegembiraan. Ia tidur dengan memeluk teropong bintang dari Kakek Alan dan mengenakan kalung kompas dari ayahnya.
Pablo dan Freya berdiri di balkon lantai atas, memandangi pemandangan taman yang tenang.
"Kita berhasil, Freya," gumam Pablo. "Kita memberinya keluarga yang sesungguhnya."
Freya menyandarkan kepalanya di bahu Pablo. "Ini baru awal, Pablo. Kita akan merayakan ulang tahunnya yang ke-7, ke-10, hingga dia menjadi pria dewasa yang hebat. Kita akan selalu menjaganya bersama."
Joice dan Anne keluar ke balkon, bergabung dengan mereka. Untuk sesaat, empat orang dewasa itu berdiri dalam keheningan yang penuh rasa syukur. Di bawah sana, di dalam rumah itu, masa depan mereka—Nael—sedang bermimpi indah.
Perayaan ulang tahun keenam ini menjadi tonggak sejarah. Tidak ada lagi rahasia yang disembunyikan. Tidak ada lagi rasa malu. Hanya ada kebanggaan dan cinta yang melimpah. Keluarga Rodriguez-Xander bukan lagi sekadar dua nama besar yang dipersatukan oleh kepentingan; mereka adalah satu jantung yang berdenyut untuk melindungi satu sama lain.
Saat bulan purnama muncul di langit Manhattan, Kakek Alan keluar dari ruang kerjanya dan menatap cucu buyutnya yang sedang tertidur. Ia tersenyum tipis, merasa tenang karena ia tahu bahwa dinasti yang ia bangun telah jatuh ke tangan yang tepat—tangan yang tidak hanya kuat memegang kekuasaan, tetapi juga lembut dalam mencintai.
Ulang tahun Nael berakhir dengan kedamaian yang sempurna. Dan bagi Pablo serta Freya, itu adalah hadiah terbaik yang bisa mereka berikan satu sama lain.