NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

​"Ih Bunda apa-apaan sih, aku tadi beneran sudah mandi berdua sama Mas Rohman, is... KAN SALAH NGOMONG LAGI ASTAGFIRULLAH!" Rina memekik panik, menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Matanya melotot horor, menyadari bahwa ia baru saja menggali lubang kuburnya sendiri semakin dalam.

​Bunda nyaris menjatuhkan nampan teh yang baru diambilnya dari dapur, sementara Ayah langsung berdehem sangat keras sampai terbatuk-batuk, berusaha menutupi rasa canggung yang luar biasa. Cak Imron? Ia sudah jongkok di pojok ruangan sambil memegangi perut, tertawa tanpa suara sampai wajahnya membiru.

​"Ini semua gara-gara Mas Rohman kalau nggak mesum tadi pagi!" lanjut Rina dengan nada frustrasi, menunjuk hidung suaminya dengan wajah merah padam. Dalam pikirannya, ia bermaksud menyalahkan Rohman yang terus-menerus menggodanya hingga ia panik, tapi pemilihan katanya benar-benar bencana nasional.

​"Astagfirullah, Dek... diem, malu sayang," bisik Rohman dengan suara yang ditekan sedalam mungkin. Ia menarik tangan Rina yang menunjuk-nunjuknya, lalu menggenggamnya erat agar istrinya itu berhenti meracau. Rohman benar-benar merasa martabatnya sebagai ustadz muda sedang dipertaruhkan di depan orang tua dan mertuanya.

​Tepat saat itu, terdengar suara salam dari pintu depan.

​"Assalamu’alaikum..."

​Seorang pria paruh baya berwibawa dengan sorban hijau melangkah masuk, diikuti oleh seorang wanita paruh baya anggun yang mengenakan cadar tipis. Mereka adalah Nyai Ibrahim, pemimpin pesantren besar yang lokasinya tidak jauh dari rumah Rina, sekaligus kerabat dekat keluarga Rohman.

​"Wa'alaikumussalam..." sahut semua orang serempak.

​Kedatangan Nyai Ibrahim seolah menjadi penyelamat sekaligus penambah beban mental bagi Rina. Rohman segera berdiri untuk menyalami Kyai Rohim dan menyambut tamu yang baru datang, sementara Rina masih mematung di kursinya, merasa seperti terdakwa yang sedang menunggu vonis mati.

​Nyai Ibrahim tersenyum menatap Rina yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus. "Lho, ini menantunya Kyai Rohim ya? Kok kelihatannya tegang sekali? Ada apa ini? Tadi saya dengar suara ramai sampai ke depan."

​Umi Fatimah tertawa kecil, melirik Rina dengan tatapan menggoda. "Ini lho, Nyai... menantu saya ini katanya sedang 'protes' sama suaminya. Maklum, masih pengantin baru, bicaranya masih sering kepleset."

​Abah (Kyai Rohim) akhirnya angkat bicara dengan nada tenang namun penuh wibawa untuk mencairkan suasana. "Sudah, sudah. Rina, jangan dipikirkan lagi. Kami semua mengerti. Nak Rohman, bawa istrimu ke belakang dulu kalau dia masih syok. Biar tenang dulu perasaannya."

​Rohman mengangguk patuh. Ia menatap Rina yang masih menunduk dalam, seolah sedang menghitung motif ubin di lantai.

​"Ayo, Sayang. Kita ke kamar belakang dulu," ajak Rohman lembut. Kali ini ia tidak menggunakan nada intimidasi, melainkan nada pelindung.

​Rina hanya bisa menurut. Ia berdiri dengan kaki yang masih agak gemetar, lalu berjalan mengekor di belakang punggung tegap Rohman menuju rumah belakang yang rencananya akan mereka renovasi. Begitu mereka melewati ambang pintu dapur, Rina langsung memukul pelan punggung Rohman.

​"Mas! Mas Arab jahat banget sih! Kenapa nggak tutup mulut aku pakai lakban tadi?!" rengek Rina begitu mereka hanya berdua.

​Rohman berbalik, lalu menahan kedua tangan Rina. Ia menatap mata istrinya dengan tatapan yang sangat dalam, lalu tiba-tiba ia tertawa kecil. "Rina, Rina... Mas sudah bilang diam, kamu malah teriak mandi berdua. Sekarang satu pesantren Nyai Ibrahim bisa-bisa tahu berita ini besok pagi."

​"MAAAASSS! JANGAN GITUUU!" Rina menjatuhkan kepalanya ke dada Rohman, merasa benar-benar ingin pindah ke kutub utara saat itu juga.

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!