NovelToon NovelToon
Bayangkan Di Rumah Sendiri

Bayangkan Di Rumah Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Di balik kemewahan mansion Omerly, Zerya Clarissa Omerly hidup dalam dunia yang tak pernah memberinya hangat. Prestasi dihitung sebagai kewajiban, senyum dihargai sebagai topeng, dan setiap kata bisa menjadi kesalahan.
Hingga suatu malam di sebuah kafe, Zerya bertemu seorang pria yang bertolak belakang dengan dunianya—Javian Arka Talandra, CEO yang dingin namun misterius. Satu pertemuan itu membuat Javian merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan di rumahnya yang hangat: rasa ingin tahu… dan rasa ingin melindungi.
Saat kedua keluarga bertemu dalam pertemuan bisnis, topeng Zerya mulai retak. Perlahan, Javian menyadari bahwa di balik penampilan sempurna, ada rahasia dan luka yang selama ini tersembunyi. Kini, di tengah intrik keluarga, ambisi, dan ekspektasi yang menekan, Zerya harus menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri—atau terus tersesat di bayangan rumahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Panggung Sandiwara

Ruang rapat utama Talandra Group di Jakarta terasa seperti medan perang yang dibalut kemewahan marmer dan kaca. Di ujung meja oval, Zerya duduk dengan punggung tegak, sementara di sekelilingnya, dua belas direktur pria menatapnya dengan skeptisisme yang kental.

Di layar besar, terpampang data pergerakan saham Vanguard Atlantic. Mereka kini menyentuh angka 14 persen.

"Nona Zerya," suara berat Hendrick Vance memecah keheningan. Ia melepas kacamata bacanya, meletakkannya di atas meja dengan suara tok yang sengaja ditekankan. "Kita semua tahu Javian baru saja menghirup udara bebas pagi ini. Dan kita juga tahu betapa 'dekatnya' Anda dengan beliau."

Zerya tidak berkedip. "Hubungan pribadi saya tidak relevan dengan agenda hari ini, Tuan Vance."

"Sangat relevan," sela Hendrick dengan senyum tipis yang meremehkan. "Vanguard Atlantic memberikan penawaran yang sangat menggiurkan: suntikan modal besar-besaran dan stabilitas pasar. Syaratnya hanya satu: kita harus melakukan dekontaminasi total. Nama Javian harus dihapus dari sejarah Talandra. Selamanya."

Seorang direktur lain mengangguk setuju. "Jurnalis masih menyebut kita 'perusahaan skandal'. Jika kita terus mempertahankan bayang-bayang Javian, Vanguard akan menarik penawarannya dan melakukan hostile takeover yang brutal. Kita akan hancur."

Zerya menarik napas pendek, lalu ia melakukan sesuatu yang sudah ia rencanakan dengan Javian di dalam SUV tadi. Ia tertawa pelan—sebuah tawa yang terdengar dingin dan meremehkan.

"Kalian pikir saya selemah itu?" tanya Zerya, suaranya naik satu oktaf, tajam seperti belati. "Kalian pikir saya akan mengorbankan masa depan Talandra demi seorang pria yang bahkan tidak bisa menjaga kebersihannya sendiri di depan hukum?"

Hendrick Vance sedikit terkejut. Ia tidak menyangka Zerya akan menyerang Javian sefrontal itu.

"Javian adalah masa lalu yang memalukan bagi saya pribadi," lanjut Zerya, berdiri dan menumpukan kedua tangannya di meja. "Dia adalah mentor yang gagal. Jadi, jika Vanguard menginginkan penghapusan namanya, saya adalah orang pertama yang akan menandatangani dokumen itu. Saya ingin Talandra bersih bukan karena mereka memintanya, tapi karena saya tidak ingin berbagi kesuksesan dengan seorang narapidana."

Ruangan itu mendadak sunyi senyap. Hendrick Vance menyipitkan mata, mencoba mencari celah di wajah Zerya. "Jadi, Anda setuju untuk memutuskan hubungan total dengan Javian? Termasuk melarangnya masuk ke gedung ini?"

"Larang dia. Bekukan asetnya yang masih tersisa di sini. Jika perlu, buat pernyataan pers bahwa Talandra mengutuk tindakannya di masa lalu," jawab Zerya tanpa ragu. "Saya ingin kesepakatan dengan Vanguard ditandatangani minggu depan. Pastikan mereka merasa kita ada di pihak mereka."

\*\*\*

Malam harinya, di sebuah apartemen tersembunyi di kawasan Menteng yang tidak tercatat dalam aset Talandra, Javian sedang duduk di depan monitor yang menampilkan rekaman audio rapat tersebut.

Pintu terbuka. Zerya masuk, melepaskan blazer hitamnya dan melemparkannya ke sofa dengan kasar. Wajahnya tampak lelah, namun matanya berkilat.

"Kamu dengar itu?" tanya Zerya.

Javian memutar kursinya, menatap Zerya dengan senyum bangga yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. "Tadi itu sangat kejam, Zerya. 'Mentor yang gagal'?

'Narapidana'? Kamu hampir membuatku merasa terluka sungguhan."

Zerya duduk di depan Javian, mengambil segelas air. "Hendrick Vance adalah masalahnya. Dia tidak hanya setuju dengan Vanguard; dia yang membuka pintu untuk mereka. Aku bisa merasakannya. Dia ingin menggeserku setelah namamu bersih dari papan direksi."

Javian mengangguk, ia memajukan tubuhnya. "Hendrick adalah tipe orang yang tidak akan makan sebelum dia yakin lawannya kelaparan. Dia ingin kamu menjadi CEO boneka sementara dia mengendalikan Vanguard dari balik layar."

"Jadi, apa langkah kita?"

"Kita beri dia apa yang dia mau," bisik Javian. "Besok, aku akan muncul di publik sebagai orang yang hancur. Aku akan terlihat mencoba menemuimu di kantor dan kamu akan mengusirku di depan kamera media. Buat Vanguard merasa mereka sudah menang total."

Zerya menatap Javian, ada keraguan sejenak di matanya. "Itu akan menghancurkan reputasimu sepenuhnya, Javian. Kamu baru saja keluar."

Javian meraih tangan Zerya, menggenggamnya erat. "Reputasiku sudah mati sejak di London, Zerya. Tapi perusahaan ini... perusahaan ini adalah satu-satunya senjata yang kita punya untuk menghancurkan Julian Vane dan siapa pun yang berdiri di belakang Hendrick. Biarkan aku menjadi hantunya, sementara kamu menjadi ratunya."

1
Iqlima Al Jazira
next thor, kopi & vote untukmu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!