NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Malam itu, suasana rumah Pak RT terasa sangat berbeda. Wangi sisa-sisa melati dan harum masakan Bunda masih tertinggal di udara. Setelah rentetan acara akad nikah siri yang mendadak namun sakral selesai, para tamu dan saksi sudah pulang. Rohman pun sudah resmi memboyong tasnya ke kamar Rina, sesuai izin Ayah.

​Rina duduk di tepi ranjang, jantungnya masih bertalu-talu. Ia menatap pintu kamar yang perlahan terbuka. Rohman masuk dengan pakaian yang lebih santai, hanya mengenakan kaos putih dan sarung, namun auranya sebagai seorang suami tetap membuat Rina merasa ciut sekaligus kagum.

​Rohman menutup pintu, lalu menguncinya perlahan. Suara ceklek itu terdengar seperti genderang perang bagi Rina. Ia teringat ucapannya di mobil tadi siang dan mendadak merasa ingin sembunyi di bawah kolong tempat tidur.

​"Sayang..." panggil Rina dengan suara yang sangat lembut, hampir seperti bisikan. Keberaniannya yang meledak-ledak di mobil seolah menguap entah ke mana.

​Rohman menoleh, menatap istrinya dengan tatapan teduh namun ada binar jenaka di sana. "Ya, Khumairah? Ada apa?"

​"Sekarang... boleh enggak, kalau kita peluk dan cium?" tanya Rina malu-malu, jarinya sibuk memilin ujung sprei. "Tadi kan katanya nunggu sah. Sekarang kan... sudah sah."

​Rohman terdiam sejenak, lalu ia melangkah mendekat. Ia duduk di samping Rina, membuat kasur sedikit amblas karena bobot tubuhnya. Wangi tubuh Rohman yang segar menyerbu indra penciuman Rina, membuatnya semakin gugup.

​"Tadi di mobil galak sekali, sekarang kenapa suaranya jadi seperti kucing kecil?" goda Rohman. Ia mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi Rina yang langsung merona merah.

​Tanpa banyak bicara, Rohman menarik tubuh Rina ke dalam dekapannya. Rina tersentak kecil, namun kemudian ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Rohman. Pelukan itu terasa hangat, sangat kokoh, dan berbau surga. Rina memejamkan matanya, merasakan detak jantung Rohman yang ternyata sama kencangnya dengan detak jantungnya sendiri.

​"Peluknya sudah," bisik Rohman di puncak kepala Rina.

​Rohman kemudian melepaskan pelukannya sedikit, lalu memegang dagu Rina agar mereka saling bertatapan. Wajah mereka begitu dekat hingga hembusan napas masing-masing bisa terasa.

​"Soal cium..." Rohman menggantung kalimatnya. Ia tersenyum tipis, jenis senyuman yang membuat Rina merasa lemas. "Mas ingat ada yang bilang tadi siang kalau Mas bukan laki-laki normal. Mas juga ingat ada yang menantang Mas soal 'unboxing'. Jadi, Mas rasa satu ciuman saja tidak akan cukup untuk membayar semua tantangan itu, Rina."

​Rina memejamkan matanya saat wajah Rohman semakin mendekat. Sebuah kecupan lembut mendarat di keningnya cukup lama, lalu berpindah ke kedua matanya, dan terakhir... Rohman mengecup bibir Rina dengan penuh kelembutan namun terasa sangat posesif, seolah sedang menandai hak miliknya.

​Rina merasa dunianya seolah berhenti berputar. Ternyata begini rasanya dicium oleh pria yang dicintai dalam ikatan halal.

​Setelah beberapa saat, Rohman menjauhkan wajahnya, namun tetap menempelkan dahi mereka. "Sudah puas?"

​"Belum..." gumam Rina polos.

​Rohman tertawa renyah, tawa yang sangat lepas. "Sabar, Sayang. Ingat, kamu masih haid. Mas tidak mau kalau diteruskan nanti Mas yang pingsan menahan diri. Malam ini kita cukup pelukan dan tidur saja, ya? Mas mau dengar semua ceritamu selama kita hanya bicara lewat aplikasi."

​Rina cemberut, tapi kemudian ia tersenyum dan kembali memeluk suaminya erat-erat. "Iya, Mas Arab-ku yang ganteng. Tapi janji ya, tujuh hari lagi... jangan kasih ampun aku!"

​Rohman hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil mengelus rambut istrinya. "Istriku ini... benar-benar luar biasa."

​Malam itu, di bawah temaram lampu kamar, mereka menghabiskan waktu dengan bercerita, tertawa, dan sesekali Rina masih mencoba menjahili Rohman dengan godaan-godaan nakalnya, yang selalu dibalas Rohman dengan pelukan yang semakin erat.

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!