NovelToon NovelToon
Menyusui Bayi Mafia

Menyusui Bayi Mafia

Status: tamat
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pernikahan rahasia / Ibu Pengganti / Mafia / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Di mansion mewah yang terasa seperti penjara berlapis emas, Aruna terjebak dalam dilema mematikan:
Menyelamatkan ibunya dengan tetap menjadi bagian dari dunia berdarah ini.
Atau melarikan diri sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada sang bayi—dan ayahnya yang iblis.
"Dia memintaku memberikan hidup bagi anaknya, tanpa menyadari bahwa akulah yang sedang sekarat dalam genggamannya."
kepoin di malam Minggu, bikin malam Minggu mu lebih bermakna dengan sosok aruna dan dante

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Perjanjian di Atas Darah dan Debu

​Kapal kargo pribadi itu membelah ombak Laut Jawa dengan tenang, namun di dalam kabin medis, Aruna berdiri mematung menatap layar monitor satelit yang terhubung langsung dengan Rumah Sakit Medika di Jakarta. Di layar itu, ia bisa melihat sosok wanita yang sangat ia cintai, Sari, sedang terbaring di ruang VIP yang sangat mewah. Napasnya dibantu oleh mesin paling canggih, dan tim perawat terbaik berjaga di sana.

​"Satu miliar rupiah itu hanya uang muka, Aruna," suara Dante memecah keheningan dari arah pintu.

​Aruna menoleh, matanya berkaca-kaca. "Kau masih membiayainya? Bahkan setelah tujuh tahun aku 'menghilang' di Yunani?"

​Dante melangkah masuk, ia menyandarkan tubuh tegapnya di dinding besi kabin. "Valerius tidak pernah melanggar kontrak. Selama kau tetap menjalankan peranmu sebagai kunci dan ibu bagi Leonardo, ibumu akan mendapatkan jantung baru jika dia membutuhkannya. Tapi kau harus ingat, fasilitas medis itu berada di bawah kendali The Gray Guard. Satu kata dariku, dan ventilator itu berhenti."

​Aruna mengepalkan tinjunya. "Kau mengancamku dengan nyawa ibuku lagi, Dante? Setelah semua yang kita lalui?"

​"Bukan ancaman, Aruna. Tapi pengingat," Dante mendekat, suaranya merendah. "Karena sekarang, taruhannya bertambah. Nadia."

​Dante menunjuk ke arah tempat tidur di sudut kabin di mana Nadia sedang tidur terlelap. Gadis kecil itu masih memegang ujung baju Leonardo yang duduk di sampingnya. Resonansi antara Aruna dan Nadia telah membuat Leonardo juga merasa terikat secara emosional dengan adik tiri ibunya tersebut.

​"Nadia butuh perawatan yang sama dengan ibumu," lanjut Dante. "Chip bintang di kakinya itu bukan hanya kode. Itu adalah parasit biometrik. Jika kita tidak sampai di fasilitas Kalimantan untuk melakukan dekripsi manual, chip itu akan mulai 'memakan' saraf motoriknya. Dia akan lumpuh sebelum usianya sepuluh tahun."

​Aruna menatap Nadia dengan pedih. Ia teringat saat pertama kali ia menjual kebebasannya di rumah sakit demi ibunya. Kini, ia seolah harus menjual jiwanya sekali lagi demi adiknya.

​"Dante... siapa sebenarnya yang membiayai pabrik tekstil tempat ibu kecelakaan dulu?" tanya Aruna tiba-tiba. Pertanyaan itu sudah lama mengendap di kepalanya.

​Dante terdiam sejenak. Matanya menatap lurus ke arah Aruna. "Kau sudah tahu jawabannya, Aruna. Adrian Salsabila tidak hanya menciptakanmu. Dia merancang 'kecelakaan' itu untuk memaksamu masuk ke dalam radarku. Dia tahu aku butuh ASI untuk Leonardo yang prematur, dan dia tahu kau adalah satu-satunya yang memiliki kondisi hiperlaktasi langka yang dipicu oleh stres biometriknya."

​Aruna tertawa sumbang, sebuah suara yang penuh dengan kepahitan. "Jadi... semua ini adalah panggung sandiwara ayahku? Kecelakaan ibu, kondisi fisikku, bahkan pertemuan kita di rumah sakit... semuanya sudah diatur agar aku menjadi budakmu?"

​"Kita semua adalah pion dalam permainannya, Aruna," Dante meraih tangan Aruna, ibu jarinya mengusap pergelangan tangan yang dulu bertanda melati. "Tapi perbedaannya adalah, pion ini sekarang memiliki pedang. Dan kita akan menghancurkan papan caturnya."

​"Ma, Nadia panas lagi."

​Suara Leonardo membuat Aruna tersentak. Ia segera menghampiri Nadia. Benar saja, dahi Nadia berkeringat dingin, dan telapak kakinya yang memiliki tanda bintang mulai bersinar merah redup, mengeluarkan aroma gosong yang halus—tanda bahwa chip itu sedang bekerja terlalu keras karena jarak mereka di dalam kapal yang sempat menjauh beberapa meter.

​"Cepat, Aruna," perintah Dante. "Gunakan resonansimu."

​Aruna duduk di tepi tempat tidur, ia mengangkat kaki Nadia dan menempelkannya ke dadanya. Begitu kontak kulit itu terjadi, Aruna merasakan sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Napasnya memburu, dadanya terasa sesak—persis seperti sensasi hiperlaktasi yang ia rasakan tujuh tahun lalu di rumah sakit.

​"Argh..." Aruna mengerang kesakitan.

​"Bertahanlah," Dante memegang bahu Aruna dari belakang, memberikan kekuatan fisik.

​Ajaibnya, seiring dengan detak jantung Aruna yang menyatu dengan nadi Nadia, cahaya merah di kaki gadis kecil itu mulai meredup. Rasa sakit yang tampak di wajah Nadia berangsur hilang, digantikan oleh napas yang teratur.

​Leonardo menatap pemandangan itu dengan wajah serius. "Jadi, Mama adalah baterai untuk Nadia?"

​"Lebih dari itu, Leo," sahut Dante. "Ibumu adalah jangkar. Tanpa dia, Nadia akan hanyut dalam arus data yang menghancurkan tubuhnya. Dan tanpa Nadia, ibumu tidak akan pernah bisa benar-benar bebas dari bayang-bayang Adrian."

​Kapal kargo itu terus melaju menuju selat Makassar. Di kejauhan, hutan bakau Kalimantan yang lebat mulai terlihat sebagai garis hijau gelap di cakrawala. Namun, di radar kapal, sebuah titik merah muncul.

​"Tuan, ada perahu cepat mendekat dari arah buritan," suara Marco terdengar dari interkom. "Mereka menggunakan bendera tentara bayaran lokal, tapi persenjataan mereka adalah standar The Consortium."

​Dante langsung berubah menjadi predator. Ia menarik senapan serbu dari bawah tempat tidur. "Aruna, tetap di sini bersama anak-anak. Jangan lepaskan kontak dengan Nadia, apa pun yang terjadi!"

​"Dante, hati-hati!" teriak Aruna.

​Dante menoleh di ambang pintu, memberikan seringai yang sama yang ia berikan pada Aruna tujuh tahun lalu di rumah sakit. "Aku berjanji pada ibumu untuk menjagamu tetap hidup, Aruna. Dan aku tidak pernah membuang-buang uang satu miliar rupiah untuk sebuah kegagalan."

​Dante keluar, dan tak lama kemudian, suara rentetan tembakan otomatis pecah di atas dek kapal, bersahutan dengan suara ombak yang menderu. Aruna mendekap Nadia dan Leonardo di tengah kabin yang gelap, menyadari bahwa kontrak yang ia tanda tangani dengan darah dan ASI tujuh tahun lalu, kini telah berubah menjadi perang saudara yang akan menentukan siapa yang berhak memiliki masa depan.

​"Ibu... tolong doakan kami," bisik Aruna dalam gelap, sementara di luar sana, peluru-peluru mulai menghantam dinding baja kapal.

1
Widia Aldiev
nggak buyar buyar Thor ceritone koyo Tante sepur wae 😭😭😭
putri lindung bulan: ya kk, akan ada kejutan di bab selanjutnya,baca aja dulu nanti kita akan di buat baper oleh mereka berdua
total 1 replies
Widia Aldiev
Dante kemampuan kau membawa Aruna dan Leonardo pergi pasti para iblis masih mengejar kalian
Widia Aldiev
sampai kapan perang ini akan terjadi Aruna bagaikan binatang buruan yg harus segera di tangkap dan di jadikan santapan liar para pemangsa 😭😭😭
Widia Aldiev
sebegitu mengerikannya dunia mafia kasihan Aruna dan Leonardo 😌😌
Widia Aldiev
mengandung bawang Bombay 😭😭😭😭 akhirnya mereka bersatu apakah Dante akan menikahi Aruna Thor agar mereka menjadi keluarga yg utuh,semoga setelah ini semua mereka hidup berbahagia tanpa ada embel" mafia 🤧😅
Widia Aldiev
WAWWWWW KEREEEEEN THOR 🔥🔥🔥❤️❤️❤️SUNGGUH IMJINASI YG SANGAT LUAR BIASA SEPERTI NONTON FILM LAGA DI BIOSKOP 🥳🥳🥳🥳
Widia Aldiev
dirimu pantas di sebut sebagai RATU VALERIUS Aruna karena kamu yg menyelamatkan Leonardo dan menjadi ibu baginya 🔥🔥🔥 tetap tegar dan terus berjuang demi masa depanmu dan Leonardo ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
oooh Aruna semoga kalian selamat dan bisa hidup bebas juga bahagia 😌😌
Widia Aldiev
😤😤😤😤😪😪😪 kasihan si kecil Leonardo di usia yg masih bayi harus ikut berpetualang kedua orangtuanya
Widia Aldiev
semoga kamu g menyesal Aruna dengan semua yg kamu lakukan pada Dante 😌😌
Widia Aldiev
gmana g bimbbang si Aruna jika dia merasa hanya di manfaatkan saja...yg tegar Aruna dunia memang tak seindah yg di bayangkan..sekedar menghibur diri anggap saja simbiosis mutualisme dirimu dengan Dante 😌😌
Widia Aldiev
terlanjur basah ya sudah mandi sekali...itulah ungkapan yg menurutku pas buat Aruna hidup di dunia bawah yg penuh dengan kekerasan dan taktik tipu daya kalo g pinter" menguasai ya hanya akan berakhir jadi mangsa,lebih baik jadi pemangsa ya Aruna selamat menikmati kehidupan mu yg baru Aruna selamat datang di dunia tipu tipu 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
yaaaaah adegan hot hot popnya menggantung di udara dan lenyap begitu saja padahal udah fokus banget ini bacanya berharap akan ada....😅🤣🤣🤣
Widia Aldiev
MANTAB teka teki mulai terjawab satu persatu dan Aruna makin tak bisa lepas dari Dante karena ia kunci dari semua drama mengerikan yg terjadi 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
BODOH kamu Aruna cari mati namanya jika kau sayang ibumu menurutlah gadis kecil jngan buat Dante menjadi monster yg sesungguhnya lihatlah dia akan melahapmu mentah" 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
serasa nonton film beauty and the best 😅😅Aruna hidup dengan monster seram tp menginginkannya sebagai pendamping dengan cara yg ekstrim...lanjut Thor ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
lihatlah Aruna betapa Dante melindungi dirimu dari para musuhnya so jangan buat Dante naik pitam lagi ya...dapatkan hatinya dan nikmati semuanya yg ia berikan
Widia Aldiev
tak usah ambil pusing dengan kata" wanita yg tak bisa memiliki Dante seutuhnya,lakukan tugasmu Aruna nikmati jalani ingat sekejam" nya Dante dialah yg berjasa terhadap keselamatan ibumu Aruna jangan kau lupakan hal itu,anggap semua balas budimu terhadap Dante,urusan yg lain kamu tak perlu ikut campur,kalo bisa taklukkan Dante ingat seberbahayanya buaya pasti ada pawangnya 😄😄
Widia Aldiev
karyamu sungguh sangat luar biasa Thor ❤️❤️❤️q sampe ikut merasakan suasana di cerita ini merinding,takut, terintimidasi semua jadi satu, bagai jadi pemeran Aruna diri ini 🔥🔥😅😅🙏🙏
Widia Aldiev
semua ada konsekuensinya Aruna jika kamu patuh kamu akan selamat dan bisa melihat ibumu,kini setelah semua kebodohan yg kamu lakukan akhirnya kamu jadi tawanan sesungguhnya oleh Dante bahkan dirimu tak lagi leluasa menemui Leonardo yg menjadi pelita dalam hidupmu 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!