Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di temukannya Kania dkk
"Siapa namamu?" tanya Haiba, dengan nafas yang sudah tak beraturan. Ia menyingkirkan ranting, menggunakan tangannya.
'Kania' jawabnya singkat
"Apa masih jauh?" tanya Hazley, ia membungkukkan tubuhnya. Tangan kanan nya memegang pinggang, rasanya mau copot. Baru pertama hiking, sekarang harus menerobos medan yang ga mudah.
Lain Hazley, lain juga Haiba. Tubuhnya merosot ke atas tanah, ia duduk bersandar di salah satu pohon besar. Nafas mereka ngos-ngosan, nampaknya mereka butuh air.
'Tidak, sebentar lagi kita sampai. Maafkan aku, sudah membuat kalian kelelahan.' jawab Kania sendu
"Emang kamu ga cape?" tanya Haiba, yang langsung mendapatkan pelototan dari Hazley.
'INGAT!!! DIA BUKAN MANUSIA!!' tegur Hazley
'Oh iya lupa, sorry' jawab Haiba, seraya mengipasi wajahnya dengan tangan.
'Aneh, aku tidak merasa lelah sama sekali. Padahal tadi masih terasa cape, sakit dan juga haus?? Kenapa haus ku hilang?? Apa aku sudah minum?' Kania merasa aneh pada dirinya sendiri
"Sudah sudah... Ayo kita lanjut" Haiba bangun, ia mengajak Hazley dan Kania untuk kembali jalan.
Apa yang di katakan Kania memang benar, hanya tertutup semak. Teman-temannya di temukan, mereka semua tergeletak di atas tanah. Haiba dan Hazley gegas mendekati mereka, memeriksa satu per satu.
Denyut nadi nya terasa lemah, kemungkinan dehidrasi dan hipotermia.
"Kita harus segera bawa mereka ke tenda, lanjut ke rumah sakit " ucap Haiba panik
"Yang lain masih lama ga ya sampenya??" tanya Hazley
"Kalo pake teleportasi, ya cepet. Masalahnya ada Anggun ma Gauri, mereka ga mungkin di tinggal kan? Belum lagi Bara ma Doni, apa ga kaget nanti?" jawab Haiba
"Coba saja, siapa tau Kenan ma Kaif bawa mereka berempat. Kita juga butuh bantuan ini, cowok nya ada 3." balas Hazley, saat Haiba hendak memanggil Kenan dan Kaif. Ia di bingungkan dengan reaksi Kania saat ini, ia mematung dan terlihat melamun.
"Lu kenapa?" tanya Haiba Kania menunjuk ke satu arah, Haiba dan Hazley langsung mengikuti arah yang di tunjuknya.
DEG
'Kalo gue berdiri di sini, terus yang ga sadar itu.... Siapa?'
GLEK
.
.
"Bang, ada yang ga beres." ucap Anggun ngos-ngosan, namun Gauri tetap dengan wajah bingungnya.
Kenan yang melihatnya, langsung membuka kan tumbler minumnya. Anggun menerimanya dengan senang hati, ia meminum habis air tersebut.
"Makasih bang" ucap Anggun
"Minumlah" ucap Kaif, saat melihat Gauri tengah membuka minum miliknya. Ia menyodorkan botol minum miliknya, meski bingung. Gauri menerima botol tersebut, lalu mengucapkan terima kasih.
'Cieeeee' ucap Anggun dalam hati, sembari tersenyum. Dan itu terlihat sangat menyebalkan, di mata Kaif.
Bara dan Doni hanya tertawa, seraya menggelengkan kepalanya.
"Ngapa Nggun?" tanya Doni
"Kak Haiba ma kak Hazley, mereka kayanya ngikutin satu arwah. Soalnya gue ga bisa liat, yang di ajak ngobrol ma mereka." jawab Anggun polos, mengejutkan Bara, Doni dan Gauri.
"M-maksud kak Anggun, tadi itu... Mereka...." Gauri tergagap, ia tak bis meneruskan ucapannya. Seumur-umur, sampe dia berusia 17 tahun ini. Dia belum pernah melihat, yang namanya roh halus.
"Jangan becanda lu Nggun, kita baru nyampe ini. Iya kali di santronin kek gituan." celetuk Doni
Tentu mereka sudah tau, kemampuan Kenan dan keluarganya. Karena saat kasus sahabatnya dulu, mereka bisa bertemu sebelum benar-benar pergi.
"Ishhh... Ga cayaan lu mah Don, hayu ga percaya mah. Gue juga ga liat, kek mana yang di ajak ngobrolnya. Ga ada raganya, berarti arwah lah." balas Anggun
Doni menatap Bara, Bara biasa saja. Ia kadang bisa lihat, kadang ga.
"Ya udah kita susul mereka" ucap Kenan, Anggun mengangguk
"Mmm... Gauri, kamu di sini sendiri ga papa?" tanya Kenan
"Biar sama aku aja bang, abang ma para lelaki yang ke sana. Takutnya butuh tenaga, kak Hazley ma kak Haiba udah kasih tanda kok." jawab Anggun
"Kelamaan" Kenan menutup mata, ia memanggil sepupunya
'Haz..
'Ken
'Buruan ke sini'
Kenan membuka kedua matanya, ia mengajak Kaif, Bara dan Doni.
"Kamu ga papa kan yang, kalo aku tinggal?" tanya Kenan
"Ga papa bang, gih sana." jawab Anggun
"Eaaa... Ga bakal ngapa-ngapa si Anggun mah bang, kebal dia mah ma cuaca." ucap Doni, yang kesal melihat kebucinan Kenan. Eaaaa
"Ya udah, kamu ati-ati ya. Kalo ada apa-apa teriak aja, abang bisa rasain. " Anggun mengangguk
"Buruan bang, malah main sinetron." gerutu Kaif, Doni tertawa lepas
"Pegangan kita" ucap Kaif pada Bara dan Doni, membuat mereka mengerutkan dahi.
"Ga usah banyak tanya, buruan napa." ucap Anggun, seraya menarik tangan kedua sahabatnya. Membuat mereka pun, akhirnya menurut.
"Tapi ki..
PLOP
"HAHHH... ILANG, KAK MEREKA HILANG. MEREKA MANUSIA KAN??" teriak Gauri spontan, Anggun juga terkejut. Tapi kagetnya langsung hilang, begitu mendengar Gauri berteriak.
'Astaghfirullah' Anggun mengusap dadanya
"Kamu kaget, sama aku juga. Mereka manusia tulen Ga, cuma Allah kasih kelebihan." jawab Anggun, ia juga sama kaget. Hanya saja mengingat mereka bisa mempertemukan dia, dengan salah satu abangnya yang sudah tiada. Apa yang harus di pertanyakan??? Itu berarti calon tunangan dan keluarganya, adalah orang-orang pilihan.
"Dahlah, sambil nunggu. Kita mah masak mi ae lah, yuk..." Anggun menarik tangan Gauri, agar dia duduk. Anggun mengeluarkan semua alatnya, juga mengeluarkan mi, sayur dan telur. Belum rawit dan saus nya, ia sengaja bawa itu untuk menu pertamanya makan. Wkwkwk
"Kak...
"Udah Ga, mereka manusia. Gue jamin, lu udahan kagetnya. Minum dulu.. minum..." potong Anggun, seraya menyodorkan air dalam botol kemasan.
.
.
PLOP
"Pala gue kleyengan ini" gumam Doni, seraya memegang kepalanya. Begitu juga dengan Bara, namun ia langsung fokus ke sekitarnya.
'Rupanya selain berkomunikasi dengan roh, mereka juga bisa teleportasi. Kereeennn....' ucap Bara dalam hati
"Kalian udah datang, kita kudu buruan bawa mereka ke tenda. Kita selametin mereka sebisa mungkin, mereka kelaparan ma haus." ucap Haiba
Kenan, Kaif dan Bara gegas mendekat. Sedangkan Doni, ia masih bingung dengan perpindahan tempat dirinya.
'Eduunn euy, jol di dieu.' ucap Doni dalam hati
Ketiga pria itu, kembali memeriksa nadi dan nafas Yanto dkk.
"Nadi nya lemah, nafasnya juga ga beres." ucap Kenan
"Iya, makanya kita harus gerak cepet." balas Hazley, Kenan dan Kaif mengangguk. Bara pun ikut memegang Regan. Yanto dan Asep, di pegang oleh Kenan dan Kaif.
Haiba membawa Fika, sedangkan Hazley... Dia membawa Kania.
"Satu yang ga selamat" ucapnya pelan , membuat ketiga pria itu terkejut. Hazley menunjuk ke sampingnya, menggunakan dagu.
Serempak ketiganya menoleh, kembali di kejutkan dengan arwah Kania. Bara bisa melihatnya...
"Mereka tersesat selam 2 hari 2 malam, kelaparan dan kehausan." jelas Haiba
"Ya sudah kita langsung ke tenda"
PLOP
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi