Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekonyolan di Tengah Pertarungan
'Kuys...'
PLOP
PLOP
PLOP
"Ngapain lo manggil kita?? Lo ga liat gue lagi apa ini?? Njirrr lah Ci, baru mau buka celana ini. Mules banget gueeeeeee.... Anjirrrr, kesel bet gue." Maheer marah-marah, seraya menaikkan kembali celananya. Mulasnya, entah pergi kemana.
"Iya, lu manggil di waktu yang tidak tepat. Lo ga tau, gue lagi debat ma kang martabak Ci. Begitu gue buka mata, gue udah beda alam aja ini." Izmi kesal
"Glenna kok ga ikut?" tanya Itoku, membuat yang baru plop langsung mengalihkan tatapan mereka padanya.
"Kenapa?" tanya Itoku
"Ngapain orang bunting, lu bawa-bawa?" tanya Malik
'GRRRRRR... KALIAAAAAAANNN TAK MENGANGGAP KU ADA HAH?!'
Serentak mereka menoleh..
"Wanjaaaayyy.... APAAN TUH??" tanya Malik terkejut
"Ituuu... Beelzebub kan?" tanya Itoku, dengan wajah datarnya
"Yups... Gue manggil kalian, supaya bisa ikut seru-seruan ma kita. Iya ga Ghav??" jawab Cia
"Yoiiii..." jawab Ghava
'Kami harus ikut juga?' tanya aa
'Padahal tadi aku lagi main sama ponakan bayi rubah, tiba-tiba berubah jadi bayi iblis. Takut banget...' ucap dede
"He eleh... Paribasa takut banget, makanya buruan cari jodoh." ucap Cia
'Kamu ga nyambung Ci' ucap dede, seraya berdecak kesal.
"Aku turun tangan atau jangan?" tanya Itoku
"Ck... Salah manggil gue, lu balik sono. Perkara ginian mah, bisa beres ma lu sendiri juga. Ntar ilang serunya.." ucap Cia
"Ok"
Plop
"Si Itoku bener-bener, sementang umurnya lebih tua dari kita." gerutu Izmi
"Tua juga nikahnya, tetep ma yang paling muda. Curang ya, usianya udah 1000 tahun lebih. Tapi mukanya kek kita, mana dapetin cewenya lebih muda lagi." ucap Maheer
BUUUMMM
WAAAAAA
Semua di kejutkan, oleh suara dentuman di belakang mereka.
'AKU AKAN MENGHABISI KALIAN'
BUUUMMM
Lagi, sosok itu kembali membenturkan kedua kepalan tangannya pada lantai. Tanah kembali bergetar, karena saking kerasnya benturan itu.
'Ambekan setan teh' Maheer
'Gegara kita cuekin dia, makanya kesel.' Izmi
'Punjabi huuuu... Pundungan jiga babi' Malik
Cia dan yang lain, memutar malas bola mata mereka.
'Kita berpencar' titah aa, semua mengangguk
Hup
Mereka berdiri mengelilingi sosok besar itu, dengan jarak cukup jauh. Karena sosoknya yang besar, tentu mereka harus waspada pada serangan tiba-tiba.
Cia dan dede, mereka berdiri di depan sosok itu. Yang lainnya sudah bersiap, dengan rantai yang mereka keluarkan dari telapak tangan. Dengan posisinya masing-masing, sembari memutar rantai mereka. Termasuk aa dan dede, yang sudah berubah versi manusia mereka. Dan...
HUP
HUP
HUP
HUP
HUP
'GRAAAAUUUWWWW' sosok itu menggeram marah, saat kedua tangan, kedua kaki dan lehernya terbelenggu oleh rantai.
Sosok itu berusaha keras melepaskan rantai-rantai itu, dia mengangkat kedua tangannya ke atas.
"ROAAAAARRRR"
WAAAAA
KYAAAA
BUGH
BUGH
BUGH
"KALIAN BAIK-BAIK SAJA" teriak Cia cemas, seraya hendak mendekati Izmi. Namun dede menahan tangan Cia, Cia menoleh dan dede menggelengkan kepalanya.
"AMAAAAAAANNN" teriak kelimanya
Cia menghembuskan nafas lega, di saat kelimanya kembali bangun. Sosok itu berlari ke arah Cia, Cia dan dede serentak lompat. Saat sosok itu, hendak menghantam tubuh keduanya.
"Hah hah hah... Hampir aja, mana nyawa gue cuma atu." ucap Cia, dengan nafas tak beraturan. Gerakan tadi sangat tiba-tiba, membuat keduanya menggunakan kekuatan cukup besar.
Sosok itu berbalik
DEBUM
DEBUM
DEBUM
Dia berlari ke arah Izmi dan yang lainnya..
'MENGHINDAAAARRR' teriak aa
Mereka mundur dan..
Hup
"Padahal badannya bongsor, tapi larinya kenceng." ucap Malik
"Mana langkahnya besar-besar lagi, telat nyingkir. Badan kita langsung kelindes ma kakinya, yang segede gaban." sambung Ghava
'BERSIAP' teriak aa lagi, semuanya kembali mengatur posisi. Cia langsung mendekat dengan cepat, ia mengeluarkan katana.
Dede berjongkok, Cia menginjak bahunya.
"MAAF" teriak Cia, seraya melompat tinggi. Ia mengangkat tinggi katana miliknya.
KRASSHHH
AAAAAAARRRGGGGGHHHTTT
BUGH
Salah satu tanduk sosok itu, jatuh ke atas lantai. Bersamaan dengan Cia, yang mendarat dengan sempurna. Sosok itu menatap marah pada Cia, namun Cia tak peduli. Kembali bersiap melakukan serangan, ia memasang kuda-kuda.
'SEKARANG'
Rantai-rantai itu kembali membelit sosok itu, membuat gerakannya tertahan.
"KERAHKAN TENAGA KALIAN, ANGGAP LAGI MAIN TARIK TAMBANG. WOOOYYY..." teriak Ghava, ia memutar rantai untuk melilit pada tangannya. Agar ia bisa memegang erat rantai tersebut, begitu juga yang lainnya.
Sosok itu terus berontak, tetapi kelima orang itu itu sudah belajar dari kesalahan mereka. Mereka menahan sekuat tenaga, agar sosok itu tak kembali melepaskan rantai mereka.
Cia dan dede saling tatap, mereka mengangguk dan berlari ke arah sosok itu. Dede mengeluarkan tombak miliknya, keduanya mengarahkan senjata milik mereka ke depan.
Hup
Cia melompat ke atas sosok itu, dede melompati dan kini ada tepat di belakang sosok itu.
"SEKARANG" teriak keduanya
Cia dari depan, dede dari belakang. Mereka menusukkan senjata milik mereka, lalu menariknya ke bawah sekuat mungkin.
Sreeeeetttttt
AAAARARRGGGHHHHTTT
Kedua alat milik Cia dan dede, merobek tubuh sosok itu dari depan dan belakang. Teriakan kesakitan, terdengar begitu memekakkan telinga.
Semuanya kini memilih untuk menjauh, sosok itu tak lama mengeluarkan cahaya merah, dari robekan yang di buat Cia dan dede.
'AKU BELUM KALAAAAAAHHHH, SELAMA MASIH BANYAK MANUSIA YANG MENCARIKU!!!'
BLAAARRR
"HAH HAH HAH...
Semuanya merebahkan tubuh mereka di atas lantai, yang sudah tak berbentuk. Tak peduli kotor atau pun rusak, yang pasti tubuh mereka butuh relaksasi.
"Buseettt... Tau bakalan cape kek gini, biar si Itoku aja yang lawan itu iblis." ucap Ghava
"Capeeee bosssa, tenaga gue kekuras ini. Gue butuh martabak, mana tadi si mamang nya ngajak gelut lagi." ucap Izmi
"Kang martabak masih lu bahas." ucap Cia
"Masih gue mah, sementang yayangnya yang datang. Gue yang udah datang dari tadi, malah di belakangin. Njiirrr... Ga bisa ini mah, dia ga tau budaya antri kalo kek gini." balas Izmi kembali kesal, ia bahkan langsung duduk.
"Seblok Iz harusnya mah ma lu" ucap Maheer mengompori
"Eeehhh... Kudunya gitu Heer, si Cia jol manggil. Aaaaaaarrrggghhht" Cia tertawa, melihat wajah kesal sepupunya
.
.
"Ruangan mana?" tanya Inaya
"Itu tuh, iya gitu ya?" jawab Kenan tak yakin
"Masuk ajalah, liat weh ke dalem. Lu pan hapal meureun mukanya Ken, pan pernah papasan ma emaknya calon lu." ucap Hazley kesal
"Ya udah ayo" mereka melangkahkan kakinya, ke ruangan yang mungkin kamar ibunya Anggun.
Saat mau masuk, Kenan melihat orang yang memanggil mommy pada ibu tunangannya. Ia pun berbelok arah, ke ruangan yang ada di sebrangnya.
"Lah?? Lu...
"Sssttt... Ngikut aja sih, itu anak yang barengan ma emaknya bini gue." potong Kenan
"Bini bini... Belum muhrim lu" celetuk Hazley
"Mau, bentar lagi. Lu yang kapan?? Calonnya aja belum ada, nyari makanya lu." Hazley dan Inaya kesal bukan main, serentak mereka memukul punggung Kenan
"Aaarrgghhtt... Sakit woy" ucapnya, seraya sedikit melengkungkan tubuh ke belakang.
"Ngomong lagi, nyuruh calon laki. Gue godok lu..." Kenan langsung menjauh
"Ini nih ruangannya"
Tok tok
ceklek
"Kalian... Siapa ya?"
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
ganbate kak