Katanya sakit hati seseorang itu adalah ketika dia diam dan pergi tanpa banyak bicara. Itu yang di lakukan Anjas, dia sakit hati pada istrinya yang selingkuh, tapi bukan pergi untuk menata hati yang hancur, dia justru pergi ke dukun untuk membalas sakit hati.
"Saya ingin dia mati Mbah"
"Ada penyiksaan yang lebih mematikan dari kematian"
"Apa itu Mbah?"
"Rasa cinta yang tak berbalas"
"Bagaimana saya melakukannya?"
"Teluh... Pelet mati"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunci
"Aakhhhh! tolong! lepaskan aku!" teriak Edrick yang sekarang sedang berada di alam Kinasih.
"Hihihi... Martini tidak bisa hadir, jadi aku mewakilinya, aku karyawan baru" ucap kuntilanak itu
Edrick terus meronta-ronta di depan kuntilanak itu, dia di gantung di atas pohon dan di jatuhkan ke atas tumpukan pasir yang begitu tinggi, di sana juga ada banyak orang orang yang sedang bekerja, tapi bukan senyum semangat yang di lihat Edrick, melainkan tangisan darah yang terus mengalir di pelupuk mata mereka.
"Ampun.. tolong ampuni aku, aku tidak mau berada di sini, aku minta maaf dan aku tidak akan melakukan hal hal buruk lagi" mohon Edrick
"Terlambat... orang orang yang ada di sini adalah orang orang yang tidak memikirkan akibat dari apa yang mereka lakukan, mereka di hukum di sini dan setelah selesai, baru mereka di bebaskan, dan kamu kamu akan menjadi salah satunya, budak ratu Kinasih" jawab kuntilanak itu
"Tapi aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu, jadi tolong bebaskan aku!" ucap Edrick
"Bebas... kamu akan bebas, tapi tidak sekarang, nanti setelah kerajaan ratu Kinasih berdiri kokoh" jawabnya lalu memberikan satu gerobak pada Edrick.
"Ambil pasir pasir di lapang itu, bukan dengan sekop tapi dengan tanganmu, kumpulkan setiap butir pasir itu, masukkan ke dalam gerobak dan bawa ke istana ratu Kinasih" ucap kuntilanak itu
"Tidak!"
Ctas.
"Aakkjh!"
"Cepat lakukan!" bentak kuntilanak itu mencambuk punggung Edrick hingga berdarah.
"Ini akibat dari kamu berurusan dengan kesayangan ratu Kinasih!" bentak kuntilanak itu lagi.
Akhirnya, mau tak mau Edrick mengumpulkan setiap butir pasir itu dengan tangannya, gerobak itu tidak akan terisi dengan cepat karena gerobak itu selain besar, pinggirannya juga banyak yang bolong, itu adalah bentuk dari hati Edrick yang memang luas, tapi luasnya itu memiliki banyak keburukan.
"Kamu akan bebas, setelah kamu tahu apa kekurangan dalam diri kamu Edrick, percuma kamu memiliki kasih sayang yang besar untuk keluarga dan kekasih kamu, tapi dalam kasih sayang itu kamu tidak mempedulikan perasaan orang lain" ucap kuntilanak itu membuat Edrick menangis terisak
××××××
Di rumah Anjas.
"Ko aku bisa ada di sini?" tanya Yuna saat malam sudah datang dan dirinya sudah terbebas dari pengaruh Edrick.
"Kamu hampir saja meninggal karena si Edrick Itu,, dia menghipnotis kamu dan membawa kamu ke rumah sakit, kami menolong kamu" jawab Juno
"Innailaihi, iya, aku baru ingat tadi kak Edrick menyamar jadi satpam dan setelah dia meniupkan sesuatu, aku tidak ingat apa apa lagi" ucap Yuna merasa bersyukur karena dia masih selamat.
"Terima kasih kak" ungkap Yuna
"Kakak, kamu panggil si Edrick itu juga kakak, masa aku juga kamu panggil kakak, nggak adil" kesal Juno
"Kan kak Juno lebih tua dari Yuna" ucap Yuna yang sering tak habis pikir dengan tingkah balita dewasa yang ada di depannya itu.
"Aku calon suami kamu, Adisti yang pilih kamu jadi kamu jangan membuat dia kecewa, mulai sekarang panggil aku mas" jawab Juno membuat Anjas menatapnya datar.
"Mas ojek" ledek Anjas
"Mas Juno, kan lucu tuh seperti panggilan kak Ais mas Anjas" jawab Juno sama sekali tidak marah
"Turuti Yuna, kalau tidak dia akan marah lima hari naik pohon mangga di depan" ucap Anjas
"Iya Om Juno suka guling guling di pasil juga kalau sedang melajuk" ucap Adisti
"Kalian tidak ada yang membuat namaku jadi baik di depan Yuna, selalu saja menistakan aku yang tampan ini" sinis Juno
"Hahaha... kamu menggemaskan" ucap Aisyah mencubit pipi Juno.
"Sayang kamu jangan begitu, cuci tangan kamu" protes Aisyah
"Astagfirullah, kak Anjas pikir aku ini najis harus di cuci segala! pipi Juno ini bersih dan suci" gerutu Juno
Kruukk...
"Tuh pelut kak Yuna bunyi, ayo makan Adis juga lapal" ajak Adisti cekikikan karena wajah Yuna terlihat memerah karena malu
"Yuna lapar?" tanya Juno langsung di geplak Anjas
"Tidak peka, Yuna kamu jadi mama tiri Aisyah saja, papa Rizwan lebih peka, dan dia sudah membuatkan kamu makanan di dapur" ucap Anjas
"Tidak! masa Om Rizwan punya istri yang usianya masih delapan belas tahun, anaknya saja sudah dua puluh tiga tahun, nggak cocok" protes Juno modus memeluk Yuna
"Astagfirullah mas, ayo tarik adik kamu, aku nanti tambah gemas mau cubit dia" keluh Aisyah
"Ayo"
"Awws... sayang tolong aku, aku di jewer kulkas lima pintu!" teriak Juno membuat Yuna terkekeh.
Yuna turun dari kasurnya di bantu Aisyah, mereka berjalan sambil berpegangan tangan supaya keduanya tidak jatuh, itu karena Yuna masih pusing dan Aisyah harus hati hati membawa tiga janin di perutnya.
Sampai di ruang makan, semuanya sudah tersaji, Rizwan sudah duduk menunggu mereka dan Juno segera membantu Yuna agar duduk di sampingnya dan tidak duduk di samping Rizwan.
"Kenapa dia?" tanya Rizwan
"Takut kalah saing pa, kan perempuan sekarang lebih suka yang dewasa" jawab Anjas
"Boleh juga tuh" ucap Rizwan bercanda
"Om... Jangan Om, Juno sudah dua kali patah hati karena perempuan yang Juno taksir malah menyukainya kak Anjas" rengek Juno memelas.
"Ya mana mungkin Om menjadikan Yuna istri Om, bisa punya dua anak asuh nanti, satu Adisti dan satu Yuna" ucap Rizwan terkekeh
Saat makan, Yuna mendapatkan telepon dari kedua orang tua Edrick, mereka menanyakan tentang Edrick yang mungkin menemui Yuna, tapi Anjas dengan tegas meminta Yuna untuk merahasiakan masalah hari ini pada siapapun dan Yuna menurut, dia mengatakan kalau Edrick sama sekali tidak menemui dia.
"Tidak apa apa, semuanya akan baik baik saja, kamu tidak perlu khawatir, orang jahat itu akan belajar bagaimana cara menghargai nyawa orang lain setelah kejadian ini" bujuk Juno
"Yuna takut kalau sampai kak Edrick melakukan itu pada orang lain juga" ucap Yuna
"Tidak akan, dia tidak akan melakukan itu pada orang lain, aku jamin itu" ucap Anjas
Aisyah melihat Anjas begitu serius, dia yakin kalau Anjas sudah melakukan sesuatu pada Edrick yang pastinya akan membuat Edrick tak akan lagi melakukan kejahatan bahkan akan hilang dalam waktu yang cukup lama.
"Alam Kinasih bukan hanya alam gaib yang membuat para budaknya bekerja, tapi juga membuat para budaknya menyadari kesalahan mereka, setelah mereka sadar dan di pastikan tidak akan melakukan kejahatan lagi, mereka akan bebas" baton Anjas
"Itu sebabnya, istana ratu Kinasih tidak pernah selesai di bangun, itu karena beberapa budaknya sudah mulai sadar dan kembali ke alam manusia lagi" ucap Suro