NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 : Perang Panas

​Pintu Aula Terlarang tertutup dengan dentuman berat yang menggema, menyisakan keheningan yang jauh lebih mematikan daripada badai di hutan tadi. Wan Long dan Bai Hua masih berdiri---dan duduk---di posisi masing-masing, terpisah jarak sekitar lima meter. Namun, udara di antara mereka terasa seolah-olah dialiri listrik bertegangan tinggi.

​"Sialan," desis Wan Long. Ia meremas lencana 'Bebas Hukuman Mati' di tangannya hingga buku jarinya memutih. "Ini semua gara-gara kau, Mei Lin. Kalau kau tidak sok pahlawan dengan jarum-jarummu itu, aku bisa saja menghabisi mereka tanpa harus tertangkap basah oleh pria tua itu!"

​Bai Hua memutar kursi roda peraknya, menatap Wan Long dengan sorot mata yang bisa membekukan api. "Jangan memutarbalikkan fakta, Jenderal Sialan. Jika aku tidak sok pahlawan, punggungmu sudah berlubang terkena tombak. Kau yang ceroboh, dan sekarang aku harus terjebak dengan parasit sepertimu!"

​Tiba-tiba, rasa nyeri yang tajam menyerang dada mereka secara bersamaan. Rasanya seperti ada kawat berduri yang ditarik paksa di dalam pembuluh darah jantung mereka.

​"Ugh!" Wan Long mencengkeram dadanya, berlutut dengan satu kaki.

"Akh..." Bai Hua memegang sandaran kursi rodanya, napasnya memburu.

​Mereka saling melirik dengan penuh kebencian. Racun Lian-Xin mulai bereaksi karena jarak mereka yang terlalu jauh untuk kondisi tubuh yang baru saja terpapar racun.

​"Cepat... mendekatlah," perintah Wan Long dengan gigi terkatup.

​"Kau yang punya kaki, kau yang mendekat!" balas Bai Hua, meski keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya.

​Dengan geraman rendah, Wan Long berdiri dan berjalan mendekat hingga ia berada tepat di samping kursi roda Bai Hua. Begitu jarak mereka kurang dari dua meter, rasa sakit yang menghimpit dada itu perlahan mereda---mereka kini adalah satu paket.

"Aku makin membencimu, Jenderal."

"Heh, aku juga lebih membencimu!"

​***

​Malam itu, Paviliun Pangeran Pertama berubah menjadi zona militer. Sesuai perintah Kaisar, mereka tidak boleh berpisah. Wan Lon terpaksa tidur mendekat ke arah Bai Hua.

​Bai Hua tidak tinggal diam. Ia menggunakan bubuk kapur putih untuk menggambar garis tegas di tengah-tengah lantai kamar yang luas itu.

​"Apa-apaan ini?" tanya Wan Long sambil menatap garis itu dengan dahi berkerut.

​"Garis kedaulatan," jawab Bai Hua dingin. Ia menunjuk area di sisi kanan. "Itu wilayahmu. Dan ini wilayahku. Jika ada satu helai rambutmu atau ujung bajumu melewati garis ini, aku tidak akan segan-segan menguji jarum baru yang mengandung racun kelumpuhan saraf permanen padamu."

​Wan Long mendengus sinis. Ia mencabut belati hitamnya dan menusukkannya ke lantai kayu tepat di tengah garis tersebut. "Jangan terlalu percaya diri. Aku juga tidak sudi menghirup udara yang sama denganmu jika bukan karena nyawaku taruhannya. Tetaplah di singgasana perakmu itu, dan jangan pernah berpikir untuk menyentuh dokumen yang sedang kukerjakan."

​Wan Long duduk di dipan rendah yang ditarik paksa mendekati wilayah Bai Hua agar tetap dalam radius sepuluh meter. Ia mengeluarkan gulungan kertas dan mulai memetakan pergerakan Menteri Bai.

​"Kau tahu," Bai Hua bicara tanpa menoleh, sambil membersihkan laras tersembunyi di kursi rodanya. "Kaisar memberikan tanda 'Bebas Hukuman Mati' itu bukan karena dia baik. Dia ingin kita melakukan tugas paling berbahaya, tugas yang kemungkinan besar akan membuat kita dieksekusi oleh rakyat atau faksi lain. Dia hanya menjamin kita tidak mati di tangannya, tapi dia tidak peduli jika kita mati di tangan orang lain."

​Wan Long melirik Bai Hua dari sudut matanya. "Aku tahu. Dia ingin kita menjadi algojo yang bersih-bersih rumah, lalu setelah rumahnya bersih, dia tinggal membuang sapunya ke penjara bawah tanah."

​"Lalu apa rencanamu, Jenderal? Terus menjadi anjing penjaganya?"

​Wan Long menyeringai, sebuah seringai yang sangat tidak mirip dengan Pangeran Idiot. "Aku tidak pernah menjadi anjing siapa pun. Kita akan ikuti permainannya, hancurkan Menteri Bai dan Permaisuri, lalu setelah kita mendapatkan penawarnya... aku akan memastikan Kaisar menyesal telah mengikatkan rantai ini pada kita."

"Tapi keuntungan nya, kau jadi tak perlu berakting bodoh lagi kan. Kau bebas berekspresi loh, Wang Yu."Bai Hua tertawa lumayan keras. Sudut bibir nya terangkat.

"Cih."

***

Keesokan paginya, istana digemparkan oleh pemandangan yang tak masuk akal. Menteri Bai yang datang dengan wajah penuh kemenangan---mengira putrinya sudah tewas di hutan---mendadak mematung di koridor utama.

​Dari arah paviliun, muncul Wan Long yang berjalan dengan langkah tegap, mengenakan zirah hitam Panglima Pengawal Istana yang baru. Di sampingnya, menempel sangat dekat, adalah Bai Hua di kursi roda peraknya. Aura di antara mereka begitu tajam, membuat para pelayan yang lewat langsung menunduk ketakutan.

​Menteri Bai mundur selangkah, wajahnya berubah dari pucat menjadi ungu gelap. "K-kau... Bai Hua? Bagaimana bisa kau..."

​Bai Hua menghentikan kursi rodanya tepat di depan ayahnya. Ia memberikan senyum paling manis yang pernah dilihat Menteri Bai---namun matanya sedingin es.

​"Selamat pagi, Ayah. Maaf mengecewakan rencanamu, tapi sepertinya aku terlalu keras untuk dikunyah oleh serigala-serigalamu," sapa Bai Hua.

​Wan Long melangkah maju, meletakkan tangannya di bahu kursi roda Bai Hua---sebuah gestur yang terlihat mesra bagi orang luar, namun sebenarnya adalah cara agar jarak mereka tetap aman.

​"Menteri Bai," suara Wan Long menggelegar, penuh otoritas. "Kaisar telah menugaskan kami untuk mengaudit seluruh catatan perbendaharaan perbatasan... sore ini. Di rumahmu. Pastikan tidak ada satu lembar kertas pun yang 'hilang' atau terbakar, atau aku akan menganggapnya sebagai pengakuan dosa."

​Menteri Bai gemetar hebat. Ia menatap putrinya, lalu menatap Wan Long yang kini tampak seperti dewa kematian. "Pangeran... kau... tidak lagi..." ia gemetar. Pangeran tidak idiot... Justru nampak menakutkan.

​"Aku lebih sadar daripada sebelumnya, Ayah Mertua," bisik Wan Long tepat di telinga Menteri Bai. "Dan aku ingat setiap koin yang kau curi dari rakyatku."

​Bai Hua melirik Wan Long. "Sudahlah, ayo pergi. Aku tidak tahan dengan bau pengkhianatan yang menyengat di sini."

​***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Pa Muhsid
buka puasa gak usah beli kolak udah ada yang manis😍😍😍 wangyu dan meilin
Pa Muhsid
bbc berlapis ok👍
mimief
wkwkwkwkwkwk
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
Roti Bakar
lanjutttt kpn upp?
mimief
gimana?
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
Pa Muhsid
cinta sejati😘😘😘❤❤❤ berbungkus benci (benar "cinta)
Dede Dedeh
rame... pisan lanjut thor
Pa Muhsid
visual nya mana tor
mimief
wah...seru
jadi bayangin visual merekanya bertarung
SusanTee
lnjutt
mimief
bukan??🤣🤣🤣
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mimief
iy..ya
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, susah susah gampang sistem retensi ini. bikin bingung😭😭😭😭
total 1 replies
mimief
senjata makan tuan ya gaes .
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sahabat pena
ga punya kak
sahabat pena: siap kak. semangat up nya
total 2 replies
Roti Bakar
ah aku paham! Jd si kaisar biarin para anjing saling tarung gitu yahh??? (permaisuri-wanjin-meteri bai vs bai hua-wan long) trs dia tinggal leyeh leyeh 🤭
Roti Bakar
oh wan jin , dia kn anak permaisuri yah?? brarti dia disitu atas printah permaisuri dong
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️💪
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
mimief
Waduuuh...
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa
Roti Bakar
ini kpn up nya????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!