NovelToon NovelToon
Santet Kelamin

Santet Kelamin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Selingkuh / Dendam Kesumat
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

Setiap kali Bimo berhasrat dan mencoba melakukan hubungan seks dengan wanita malam,maka belatung dan ulat grayak akan berusaha keluar dari lubang pori-pori kelaminya,dan akan merasa terbakar serta melepuh ...

Apa yang Bimo lakukan bisa sampai seperti itu?

Baca ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekar

Waktu berlalu seperti aliran air yang tenang di permukaan, namun menyimpan pusaran mematikan di dasarnya. Dalam hitungan hari, nama Bimo telah bertransformasi dari seorang asing yang mencurigakan menjadi sosok yang di kagumi di Desa Karang Anyar dan sekitarnya. Perubahan fisiknya yang drastis kulit yang kini bersih, wajah yang tampak berwibawa, serta sorot mata yang teduh membuat warga benar-benar percaya bahwa pemuda ini telah mendapatkan "hidayah" yang luar biasa.

Bimo kini bukan sekadar penggali kubur. Ia adalah pahlawan sosial. Ia sering terlihat membantu memperbaiki jembatan yang rusak, membersihkan selokan desa tanpa diminta. Keramahan dan tutur katanya yang terukur, yang dulu ia gunakan untuk menipu para pemegang saham di Jakarta, kini ia dedikasikan sepenuhnya untuk membangun benteng reputasi di pedesaan.

Warga mengelu-elukannya. Setiap kali Bimo lewat, para tetua akan menyapa dengan hangat, dan para ibu akan menawarkan makanan atau minuman. Bimo telah berhasil menjadi "permata" yang ditemukan di tumpukan sampah.

Hadirnya Cahaya dari Desa Sebelah

Reputasi "Bimo yang Shaleh" tidak berhenti di batas desa Karang Anyar. Kabar tentang ketulusan dan ketampanannya sampai ke telinga keluarga Pak Kades Desa Sumberingin desa di mana Bimo melakukan penodaan kedua. Di sana hidup seorang gadis bernama Sekar, putri tunggal dari petinggi desa yang sangat disegani.

Sekar adalah gadis yang dibesarkan dalam lingkungan yang terjaga, penuh tata krama, dan haus akan sosok pria yang tulus. Saat ia pertama kali melihat Bimo yang sedang membantu gotong royong di balai desa Sumberingin, hatinya bergetar. Ia melihat Bimo bukan sebagai buruh kasar, melainkan sebagai pria yang "selesai dengan dunianya" dan memilih jalan pengabdian.

Ketertarikan Sekar dimulai dari hal-hal kecil. Ia mulai mengirimkan rantang nasi siang ke area pemakaman tempat Bimo bekerja. Terkadang berisi nasi jagung dengan urap, terkadang camilan tradisional seperti nagasari dan lemper yang ia buat sendiri dengan penuh perasaan.

"Ini untuk Mas Bimo," ucap Sekar suatu sore dengan wajah yang memerah, menyerahkan sebungkus pisang goreng hangat saat Bimo baru saja selesai merapikan nisan. "Ayah bilang, Mas Bimo sudah banyak membantu desa kami tanpa mau dibayar."

Bimo menatap Sekar dengan tatapan yang dalam sebuah tatapan yang dirancang untuk meluluhkan hati, meski di baliknya hanya ada kehampaan. "Terima kasih, Mbak Sekar. Sebenarnya saya yang berterima kasih karena diijinkan mencari pahala di desa ini. Pemberian Mbak ini terlalu mewah buat orang seperti saya."

Hasrat yang Mati dan Muslihat yang Hidup

Ada sebuah fenomena aneh yang terjadi di dalam diri Bimo. Sejak ia menyetubuhi dua mayat perawan, hasrat seksualnya terhadap wanita yang masih bernapas seolah mati total. Baginya, kehangatan kulit manusia yang hidup terasa menjijikkan dan "berisik". Ia kini hanya menginginkan dinginnya kulit jasad yang diam dan kaku. Hasratnya telah terpatri pada kematian.

Namun, Bimo adalah seorang manipulator ulung. Ia menyadari bahwa Sekar adalah kunci emas. Jika ia bisa memenangkan hati putri petinggi desa, maka posisinya akan tak tergoyahkan. Ia akan memiliki kekuasaan politik dan sosial yang bisa melindunginya dari kecurigaan apa pun di masa depan. Jika suatu saat rahasianya terbongkar, ia akan memiliki perlindungan dari orang nomor satu di wilayah itu.

Maka, Bimo mulai memainkan perannya. Ia memberikan "secercah harapan" kepada Sekar. Ia tidak menolak perhatian gadis itu, namun ia juga tidak menunjukkan nafsu liar. Ia bersikap seperti pria terhormat yang sedang menahan diri karena merasa tidak pantas.

"Mbak Sekar itu orang terpandang. Saya ini hanya penggali kubur," ucap Bimo suatu malam saat mereka duduk di depan surau, menatap rembulan. "Saya tidak ingin Mbak mendapat fitnah karena dekat dengan orang seperti saya."

Kalimat itu justru membuat Sekar semakin jatuh cinta. Ia melihatnya sebagai kerendahan hati yang langka. "Mas Bimo, di mata Allah semua orang itu sama. Yang membedakan hanya ketakwaannya. Dan saya melihat ketakwaan itu ada di setiap peluh yang Mas cucurkan untuk desa ini."

Bimo tersenyum tipis. Di dalam hatinya, ia tertawa terbahak-bahak. Betapa mudahnya menipu orang-orang yang mengedepankan perasaan, pikirnya.

Dialog Palsu di Bawah Pohon Kamboja

Hubungan mereka semakin dekat, setidaknya di permukaan. Sekar sering menemani Bimo duduk di pinggiran pemakaman saat sore hari, mengobrol tentang banyak hal mulai dari agama, filosofi hidup, hingga masa depan.

Bimo dengan sangat lihai menyusun cerita-cerita palsu. Ia bercerita tentang "penyesalan masa lalunya" (yang ia samarkan tanpa menyebutkan detail dosa sesungguhnya) dan bagaimana ia ingin membangun sebuah yayasan untuk anak yatim jika suatu saat ia memiliki rejeki.

"Mas Bimo benar-benar tulus ya," ujar Sekar sambil menatap profil wajah Bimo dari samping. "Setiap kata yang keluar dari mulut Mas terasa seperti air yang menyejukkan."

Bimo menoleh, memberikan perhatian yang nampak begitu intens. Ia memegang ujung kerudung Sekar yang tertiup angin dengan sangat sopan sebuah gerakan yang membuat jantung Sekar seolah berhenti berdetak.

Semua perhatian itu adalah palsu. Bimo tidak merasakan getaran apa pun saat menyentuh kerudung Sekar. Baginya, Sekar hanyalah sebuah "bidak catur" dalam permainan besarnya menuju kesembuhan total. Ia membiarkan Sekar mencintainya, membiarkan Sekar merajut mimpi tentang pernikahan, sementara di dalam kepalanya, ia hanya menghitung hari kapan mayat perawan ketiga akan muncul.

Kendali di Tangan Sang Predator

Bimo merasa sangat puas dengan progresnya. Ia kini memiliki segalanya: kesehatan yang pulih, reputasi yang harum, dan cinta dari putri seorang penguasa desa. Ia merasa kendali penuh ada di tangannya.

"Kalau aku bisa menikahi gadis ini," pikir Bimo saat ia sendirian di gubuknya, "aku tidak perlu lagi mengendap-endap seperti pencuri. Aku bisa memiliki akses ke mana saja. Bahkan jika aku butuh mayat perawan berikutnya, aku bisa mencarinya di luar wilayah ini dengan fasilitas yang diberikan ayah Sekar."

Kegilaan Bimo telah mencapai level baru. Ia tidak lagi merasa takut pada santet ulat sengkolo, karena ia merasa sudah "menjinakkan" ulat tersebut dengan caranya sendiri. Ia merasa lebih cerdas dari Ratih, dan dia ingin sekali bertemu Ratih bukan untuk meminta maaf melainkan mengucapkan terima kasih sudah menjadikan dirinya seperti ini.

Sekar, di sisi lain, mulai menceritakan tentang Bimo kepada ayahnya dengan penuh antusias. Sang Petinggi Desa yang awalnya skeptis, mulai memperhatikan Bimo dan diam-diam merasa bangga jika pemuda itu menjadi bagian dari keluarganya. Aura "orang suci" yang dipancarkan Bimo benar-benar menutup mata batin semua orang di sekitarnya.

Mata Ratih yang Semakin Tajam

Namun, di tengah puja-puji warga dan romansa palsu dengan Sekar, ada satu pasang mata yang menatap dengan kebencian yang mendidih. Ratih melihat semuanya. Ia melihat bagaimana Bimo menggunakan Sekar sebagai tameng. Ia melihat bagaimana seorang gadis suci seperti Sekar sedang dipersiapkan untuk masuk ke dalam lubang buaya.

Ratih berdiri di perbatasan desa, menggenggam erat botol minyak pemberian Mbah Suro. "Kamu benar-benar tidak punya batas, Bimo," bisik Ratih. "Kamu menggunakan cinta orang tulus untuk menutupi jejak kakimu yang berdarah. Tapi kamu lupa, Sekar bukan mayat. Sekar adalah nyawa yang hidup, dan nyawa yang hidup punya perlindungan yang tidak bisa kamu manipulasi dengan kata-kata manis."

Ratih menyadari bahwa Bimo kini sudah berada di puncak "kejayaannya". Dan ia tahu, hukum alam selalu bekerja: semakin tinggi seseorang terbang dengan sayap yang terbuat dari kebohongan, semakin hancur pula ia saat sayap itu meleleh di bawah matahari keadilan.

Malam itu, Bimo menerima kiriman kue serabi dari Sekar dengan secarik surat kecil berisi doa agar Bimo selalu dalam lindungan Allah. Bimo membaca surat itu sambil mengunyah serabi tersebut dengan nikmat, lalu meremas surat itu dan melemparnya ke dalam tungku api.

"Lindungan Allah?" Bimo tertawa dingin. "Aku tidak butuh lindungan. Aku butuh lima mayat lagi, dan setelah itu, aku yang akan menjadi tuhan atas hidupku sendiri."

1
Rembulan menangis
makin seru ya thor ,
Rembulan menangis
thor ,mkasih telah mmbuat si bimo ketipu rupnya si sari tdak punya sari murni lg sarinya sudah gk ory 🤣
Halwah 4g: 🤭🤭🤭🤭 iya kak mklum sinden tempo dlu
total 1 replies
Akbar Aulia
bimo,kamu itu jelmaan kucing ya🤭 punya nyawa 9 lolos terus
Halwah 4g: hehehehejejhje...kyaknya iya ka
total 1 replies
dzafara dza
kapan tobatnya sih thor nih si Bimo🤣
Ineke Susanti: mungkin nanti klo tumbalnya dh lengkap baru deh tobat🤭
total 2 replies
Anjany
kpn Bimo kena batunya Thor.
Halwah 4g: biasaaaa ka..kek para pejabat korup..susah matinya..🤭
total 1 replies
Taramia
emang sudah bukan manusia kan si Bimo
Halwah 4g: 🤭🤭 spertnya bukan ka
total 1 replies
Taramia
emang dasarnya jahat si Bimo mah
Rembulan menangis
thor yg pngantin gendoruwo kok blm juga up sih
pnasaran lanjutanya
Halwah 4g: ooohhhh..ada yg baca ya ka..q pikir sepi GK ada yg baca..jdi q blm up..hehehehe...ok hbis isya q up buanyakkkkkkkkkkk 🤭
total 1 replies
Nia Rahmi
bnr2 sdh jd setan dlm wujud manusia si bimo ini
Halwah 4g: nyata kaaa...berarti klo setan mau di wjutin tuh jadinya salah satunya Bimo hihihihi....
total 1 replies
Yeni Yulita
meskipun bimo berubahpun tak kan hilang jiwa psikopatnya
Halwah 4g: mnurut psikologis orng ktanya gtu,klo dh kecanduan sekli yg menyimpang,akan susah buat berubah ka 🤭
total 1 replies
dzafara dza
panjang nih kayaknya ceritanya
Halwah 4g: gak ka, pngen segera di tamatkan 🤭
total 1 replies
Kustri
gengsi kegedean, rasain sakit hati ratih yg diubah jd siksaanmu🤣
Kustri
rasakno, enak tho😂
dzafara dza
di tunggu kehancuran bimi nih thor
Lintang
hadeh, kalo emang dari awal punya sifat asli yg tidak baik, pasti mau sekeras apapun orang membimbing nya ke jalan kebenaran, pasti ujung-ujungnya sifat asli nya itu lah yang menghalangi nya
Lintang
gila, pengen bertaubat ada aja ya rintangannya? Wkwkw
Nia Rahmi: iya begitu emg dlm kehidupan nyata..tanpa adanya bimbingan seorg guru maka jln menuju taubat akn susah dicapai
total 1 replies
Lintang
ujian bimo berat banget ya? Pengen balik ke jalan yg benar ada aja rintangannya hehee
dzafara dza
luar biasa keren
dzafara dza
author pinter banget bikin cerita👍👍👍
Halwah 4g: terimakasih kka..love u bertubi-tubi 🤭
total 1 replies
dzafara dza
aku ikut tegang ngebayangin kalau aku ada disana gimna dengan keimanan setipis tisu ini astagfirullah
Halwah 4g: 🤣 klo Thor pasti dah guling2..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!