NovelToon NovelToon
Santet Kelamin

Santet Kelamin

Status: tamat
Genre:Horor / Selingkuh / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:244.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Me Tha

Setiap kali Bimo berhasrat dan mencoba melakukan hubungan seks dengan wanita malam,maka belatung dan ulat grayak akan berusaha keluar dari lubang pori-pori kelaminya,dan akan merasa terbakar serta melepuh ...

Apa yang Bimo lakukan bisa sampai seperti itu?

Baca ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekar

Waktu berlalu seperti aliran air yang tenang di permukaan, namun menyimpan pusaran mematikan di dasarnya. Dalam hitungan hari, nama Bimo telah bertransformasi dari seorang asing yang mencurigakan menjadi sosok yang di kagumi di Desa Karang Anyar dan sekitarnya. Perubahan fisiknya yang drastis kulit yang kini bersih, wajah yang tampak berwibawa, serta sorot mata yang teduh membuat warga benar-benar percaya bahwa pemuda ini telah mendapatkan "hidayah" yang luar biasa.

Bimo kini bukan sekadar penggali kubur. Ia adalah pahlawan sosial. Ia sering terlihat membantu memperbaiki jembatan yang rusak, membersihkan selokan desa tanpa diminta. Keramahan dan tutur katanya yang terukur, yang dulu ia gunakan untuk menipu para pemegang saham di Jakarta, kini ia dedikasikan sepenuhnya untuk membangun benteng reputasi di pedesaan.

Warga mengelu-elukannya. Setiap kali Bimo lewat, para tetua akan menyapa dengan hangat, dan para ibu akan menawarkan makanan atau minuman. Bimo telah berhasil menjadi "permata" yang ditemukan di tumpukan sampah.

Hadirnya Cahaya dari Desa Sebelah

Reputasi "Bimo yang Shaleh" tidak berhenti di batas desa Karang Anyar. Kabar tentang ketulusan dan ketampanannya sampai ke telinga keluarga Pak Kades Desa Sumberingin desa di mana Bimo melakukan penodaan kedua. Di sana hidup seorang gadis bernama Sekar, putri tunggal dari petinggi desa yang sangat disegani.

Sekar adalah gadis yang dibesarkan dalam lingkungan yang terjaga, penuh tata krama, dan haus akan sosok pria yang tulus. Saat ia pertama kali melihat Bimo yang sedang membantu gotong royong di balai desa Sumberingin, hatinya bergetar. Ia melihat Bimo bukan sebagai buruh kasar, melainkan sebagai pria yang "selesai dengan dunianya" dan memilih jalan pengabdian.

Ketertarikan Sekar dimulai dari hal-hal kecil. Ia mulai mengirimkan rantang nasi siang ke area pemakaman tempat Bimo bekerja. Terkadang berisi nasi jagung dengan urap, terkadang camilan tradisional seperti nagasari dan lemper yang ia buat sendiri dengan penuh perasaan.

"Ini untuk Mas Bimo," ucap Sekar suatu sore dengan wajah yang memerah, menyerahkan sebungkus pisang goreng hangat saat Bimo baru saja selesai merapikan nisan. "Ayah bilang, Mas Bimo sudah banyak membantu desa kami tanpa mau dibayar."

Bimo menatap Sekar dengan tatapan yang dalam sebuah tatapan yang dirancang untuk meluluhkan hati, meski di baliknya hanya ada kehampaan. "Terima kasih, Mbak Sekar. Sebenarnya saya yang berterima kasih karena diijinkan mencari pahala di desa ini. Pemberian Mbak ini terlalu mewah buat orang seperti saya."

Hasrat yang Mati dan Muslihat yang Hidup

Ada sebuah fenomena aneh yang terjadi di dalam diri Bimo. Sejak ia menyetubuhi dua mayat perawan, hasrat seksualnya terhadap wanita yang masih bernapas seolah mati total. Baginya, kehangatan kulit manusia yang hidup terasa menjijikkan dan "berisik". Ia kini hanya menginginkan dinginnya kulit jasad yang diam dan kaku. Hasratnya telah terpatri pada kematian.

Namun, Bimo adalah seorang manipulator ulung. Ia menyadari bahwa Sekar adalah kunci emas. Jika ia bisa memenangkan hati putri petinggi desa, maka posisinya akan tak tergoyahkan. Ia akan memiliki kekuasaan politik dan sosial yang bisa melindunginya dari kecurigaan apa pun di masa depan. Jika suatu saat rahasianya terbongkar, ia akan memiliki perlindungan dari orang nomor satu di wilayah itu.

Maka, Bimo mulai memainkan perannya. Ia memberikan "secercah harapan" kepada Sekar. Ia tidak menolak perhatian gadis itu, namun ia juga tidak menunjukkan nafsu liar. Ia bersikap seperti pria terhormat yang sedang menahan diri karena merasa tidak pantas.

"Mbak Sekar itu orang terpandang. Saya ini hanya penggali kubur," ucap Bimo suatu malam saat mereka duduk di depan surau, menatap rembulan. "Saya tidak ingin Mbak mendapat fitnah karena dekat dengan orang seperti saya."

Kalimat itu justru membuat Sekar semakin jatuh cinta. Ia melihatnya sebagai kerendahan hati yang langka. "Mas Bimo, di mata Allah semua orang itu sama. Yang membedakan hanya ketakwaannya. Dan saya melihat ketakwaan itu ada di setiap peluh yang Mas cucurkan untuk desa ini."

Bimo tersenyum tipis. Di dalam hatinya, ia tertawa terbahak-bahak. Betapa mudahnya menipu orang-orang yang mengedepankan perasaan, pikirnya.

Dialog Palsu di Bawah Pohon Kamboja

Hubungan mereka semakin dekat, setidaknya di permukaan. Sekar sering menemani Bimo duduk di pinggiran pemakaman saat sore hari, mengobrol tentang banyak hal mulai dari agama, filosofi hidup, hingga masa depan.

Bimo dengan sangat lihai menyusun cerita-cerita palsu. Ia bercerita tentang "penyesalan masa lalunya" (yang ia samarkan tanpa menyebutkan detail dosa sesungguhnya) dan bagaimana ia ingin membangun sebuah yayasan untuk anak yatim jika suatu saat ia memiliki rejeki.

"Mas Bimo benar-benar tulus ya," ujar Sekar sambil menatap profil wajah Bimo dari samping. "Setiap kata yang keluar dari mulut Mas terasa seperti air yang menyejukkan."

Bimo menoleh, memberikan perhatian yang nampak begitu intens. Ia memegang ujung kerudung Sekar yang tertiup angin dengan sangat sopan sebuah gerakan yang membuat jantung Sekar seolah berhenti berdetak.

Semua perhatian itu adalah palsu. Bimo tidak merasakan getaran apa pun saat menyentuh kerudung Sekar. Baginya, Sekar hanyalah sebuah "bidak catur" dalam permainan besarnya menuju kesembuhan total. Ia membiarkan Sekar mencintainya, membiarkan Sekar merajut mimpi tentang pernikahan, sementara di dalam kepalanya, ia hanya menghitung hari kapan mayat perawan ketiga akan muncul.

Kendali di Tangan Sang Predator

Bimo merasa sangat puas dengan progresnya. Ia kini memiliki segalanya: kesehatan yang pulih, reputasi yang harum, dan cinta dari putri seorang penguasa desa. Ia merasa kendali penuh ada di tangannya.

"Kalau aku bisa menikahi gadis ini," pikir Bimo saat ia sendirian di gubuknya, "aku tidak perlu lagi mengendap-endap seperti pencuri. Aku bisa memiliki akses ke mana saja. Bahkan jika aku butuh mayat perawan berikutnya, aku bisa mencarinya di luar wilayah ini dengan fasilitas yang diberikan ayah Sekar."

Kegilaan Bimo telah mencapai level baru. Ia tidak lagi merasa takut pada santet ulat sengkolo, karena ia merasa sudah "menjinakkan" ulat tersebut dengan caranya sendiri. Ia merasa lebih cerdas dari Ratih, dan dia ingin sekali bertemu Ratih bukan untuk meminta maaf melainkan mengucapkan terima kasih sudah menjadikan dirinya seperti ini.

Sekar, di sisi lain, mulai menceritakan tentang Bimo kepada ayahnya dengan penuh antusias. Sang Petinggi Desa yang awalnya skeptis, mulai memperhatikan Bimo dan diam-diam merasa bangga jika pemuda itu menjadi bagian dari keluarganya. Aura "orang suci" yang dipancarkan Bimo benar-benar menutup mata batin semua orang di sekitarnya.

Mata Ratih yang Semakin Tajam

Namun, di tengah puja-puji warga dan romansa palsu dengan Sekar, ada satu pasang mata yang menatap dengan kebencian yang mendidih. Ratih melihat semuanya. Ia melihat bagaimana Bimo menggunakan Sekar sebagai tameng. Ia melihat bagaimana seorang gadis suci seperti Sekar sedang dipersiapkan untuk masuk ke dalam lubang buaya.

Ratih berdiri di perbatasan desa, menggenggam erat botol minyak pemberian Mbah Suro. "Kamu benar-benar tidak punya batas, Bimo," bisik Ratih. "Kamu menggunakan cinta orang tulus untuk menutupi jejak kakimu yang berdarah. Tapi kamu lupa, Sekar bukan mayat. Sekar adalah nyawa yang hidup, dan nyawa yang hidup punya perlindungan yang tidak bisa kamu manipulasi dengan kata-kata manis."

Ratih menyadari bahwa Bimo kini sudah berada di puncak "kejayaannya". Dan ia tahu, hukum alam selalu bekerja: semakin tinggi seseorang terbang dengan sayap yang terbuat dari kebohongan, semakin hancur pula ia saat sayap itu meleleh di bawah matahari keadilan.

Malam itu, Bimo menerima kiriman kue serabi dari Sekar dengan secarik surat kecil berisi doa agar Bimo selalu dalam lindungan Allah. Bimo membaca surat itu sambil mengunyah serabi tersebut dengan nikmat, lalu meremas surat itu dan melemparnya ke dalam tungku api.

"Lindungan Allah?" Bimo tertawa dingin. "Aku tidak butuh lindungan. Aku butuh lima mayat lagi, dan setelah itu, aku yang akan menjadi tuhan atas hidupku sendiri."

1
Argeymi Frananda Lestary
Dari semua cerita novel yg prnah qw baca, kyaknya cuma ini yg bisa bikin pembaca ikut deg"an pas perang gaib, dan bner" bnyak bgtt pljrannya, bner" bisa BKIN orang sadar klau d dunia cuma buat cari bekal d akhirat nanti , untuk authornya💪💪💪💪 semangat trus kk, qw tunggu novel selanjutnya
🔵🌹 Widian🧕
baca novel ini bikin emosi naik turun, luar biasa author nya .
Dengan bahasa dan deskripsi yang mudah dipahami, berasa kita menyaksikan sendiri.
Semangat berkarya Thor /Good//Good//Good//Good/
🔵🌹 Widian🧕
wahh....bagus sekali cerita nya, di bagian endingnya, aku sampe nangis karena perjuangan dan jalan taubat Ratih yang penuh rintangan.
keren Thor 👍👍👍
Halwah 4g: terimakasih kka
total 1 replies
🔵🌹 Widian🧕
aku kagum dengan sosok Ratih, perempuan lemah yang dulu menyimpan dendam ,kini sudah menemukan jalan Nya.
moga kedepannya Ratih selalu Istiqomah dan bahagia dengan jodoh yg sudah Allah siapkan.
Srikandi Dewi Larasati
banyak komentar yg menyudutkan Ratih.. meski dia adalah korban.. dan aq bisa memaklumi hingga diriny mmpunyai dendam terhadap Bimo.. karena sikapny terhadap Ratih sdah sangat keterlaluan.. Jika bnyak yg komentar Ratih bodoh karena terlalu percaya pada Bimo.. yaa, wajarlah.. jika lagi bucin sperti kalian jga jika bertemu dgn cwo cakep dan terlihat tajir..
sekarang yg tobat justru Ratih.. yg kalian sdutkan.. bukan Bimo yg kalian anggap kasihan gara2 perilaku Ratih.. Itu yg di sebut karma.. apa yg mereka tanam.. itu juga yg kelak mereka petik hasilnya.. dan itu jga yg di sebut hukum semesta.. atau sebab akibat yg tidak bisa terbantahkan..
Halwah 4g: namnya juga pelajaran hidup ka..hehehehehe.. makasih ya ka...buat komennya
total 1 replies
Srikandi Dewi Larasati
fitnah memang sangatlah keji dan kejam.. dan penulisnya bikin yang baca jadi geram sendiri.. itulah penulis terbaik.. yg bisa membuat pembacanya ikut larut ke dalam ceritanya.. sukses selalu..
Fadhliyah
aku sangat terharu thor😥😭. beneran
selama ini merasa jadi orang yg paling menderita. hidup sendiri di usia tua. dan apa apa selalu minta sama Allah. aku sadar ibadahku masih kurang🥲
Halwah 4g: peluk jauh kka sayang...kka hebat selalu menjadikan Allah sebagai tempat sandaran satu satunya..
total 1 replies
Widia Cupu
plongh rasanya
Widia Cupu
akirnya
Widia Cupu
udah lah Bimo tobat o lee kasian juga
Widia Cupu
lagi2ratih jadi korban
Srikandi Dewi Larasati
kirain tulus tobat.. trnyata...
Srikandi Dewi Larasati
Kadang hati seorang pendendam akan puas bila melihat orang yg telah menyakitinya sdah tersiksa oleh penderitaan hingga lupa diri dan menjadi sombong.. dan kesombongan itu justru adalah sifat dasar iblis..
jadi jgan heran jika orang sombong itu biasanya perilakukannya jga kek iblis.. tak punya rasa iba lgi.. seperti Ratih..
Srikandi Dewi Larasati
ini yang di sebut hukum sebab akibat..
Bimo menjadi seperti itu pasti ada sebab.. dan apapun kejahatan pasti ada timbal balik yang harus di terima.. dan itu adalah hukum karma..
Tak ada kejahatan akan berbuah manis bukan.. jadi seperti itulah hukum alam bekerja..
Rhea Kim
😭kereennmn ceritanyaaa

tapi yg bunuh rani, bunuh anak pak kades.bunuh sinden....
belum terungkap ke polisi yak... jasadnya rani belum ketemu...

bang aryaa.... jugaaaa kagak ketemu ketemu🤣🤣🤣... nyasar kali yakkk...

tapi bagusss jalan ceritanya.... pilihan katanya baguss.... jadi nyaman membacanya🥰🥰🥰
Rhea Kim: iyaa bagusss ceritanya kakak.... 🔥🔥🔥🥰🥰
total 2 replies
Rhea Kim
ceritanyaaaa baguss bangett kakak🥰🥰🥰🥰
Rhea Kim
Alhamdulillah... ikut lega😭😭😭
sunardi imogiri
mungkin itu yg di sebut menyimpan bangkai serapat mngkin.. tpi akhirnya tetap baunya akan trcium jga..
Rhea Kim
syariiiiiiee
kadang insting ortu itu bener lo
Rhea Kim
ya Allah nagiss aq ... kayak terhanyut kasian gtu ama orang2 yg baik ...

cobaan nya g main2...
Halwah 4g: hehehehhehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!