NovelToon NovelToon
Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Status: tamat
Genre:Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:155.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: lala_syalala

Alisa Putri adalah seorang guru TK yang lembut dan penuh kasih, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk keceriaan anak-anak.

Namun, dunianya yang berwarna mendadak bersinggungan dengan dunia dr. Niko Arkana, seorang dokter spesialis bedah yang dingin, kaku, dan perfeksionis.

Niko merupakan cucu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi keluarganya.

Pertemuan mereka bermula lewat Arka, keponakan Niko yang bersekolah di tempat Alisa mengajar.

Niko yang semula menganggap keramahan Alisa sebagai hal yang "tidak logis", perlahan mulai tertarik pada ketulusan sang guru.

Sebaliknya, Alisa menemukan bahwa di balik dinding es dan jubah putih Niko, tersimpan luka masa lalu dan tanggung jawab berat yang membuatnya lupa cara untuk bahagia.

Bagaimana kelanjutan???

Yukk baca cerita selengkapnya!!!

Follow IG: @Lala_Syalala13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Kita Berbeda

Di sisi lain kota, di apartemen mewahnya yang dingin Niko duduk di tepi tempat tidurnya menatap tangannya yang tadi sempat menyentuh rambut Alisa.

Dokter yang biasanya logis itu kini harus mengakui satu diagnosa baru untuk dirinya sendiri yaitu ia telah jatuh dan tidak ada peralatan medis di dunianya yang bisa menyembuhkan getaran ini.

Pagi itu udara di TK Pelangi Bangsa terasa sedikit berbeda, bukan karena cuacanya yang sebenarnya cukup cerah dengan hembusan angin sepoi-sepoi melainkan karena atmosfer di ruang guru yang mendadak terasa lebih "panas" dari biasanya.

Alisa melangkah masuk ke area sekolah dengan perasaan yang jauh lebih ringan, setidaknya sampai ia menyadari bahwa hampir semua mata staf dan beberapa orang tua murid tertuju padanya saat ia turun dari sedan hitam milik Niko tepat pukul tujuh pagi.

Niko tidak turun dari mobil, namun ia menurunkan kaca jendela cukup lama hanya untuk mengatakan.

"Jangan lupa botol air mineral yang kuberi tadi, minum setiap dua jam." Kata-kata itu diucapkan dengan nada memerintah yang sangat khas, cukup keras untuk didengar oleh Bu Ratna, staf tata usaha yang sedang menyapu teras.

Begitu mobil Niko menghilang di balik gerbang, Bu Ratna langsung menghampiri Alisa dengan sapu yang masih di tangan.

"Aduh, Bu Alisa... itu tadi dokter Niko, kan? Pamannya Arka yang ganteng tapi mirip kulkas itu?" tanya Bu Ratna dengan mata berbinar penuh selidik.

Alisa tersenyum canggung sembari merapikan tasnya.

"Iya Bu Ratna, Pak Niko hanya berbaik hati mengantar karena kebetulan rumahnya searah dengan rute jemput Arka." seru Alisa agar tidak terjadi fitnah.

"Searah?" Bu Ratna tertawa kecil, nada suaranya naik satu oktav.

"Rumah sakit Medika Utama itu di pusat kota, rumah Bu Alisa di selatan dan sekolah ini di tengah. Itu bukan searah Bu Alisa tapi itu namanya menyengajakan diri." seru Bu Ratna.

Alisa hanya bisa memberikan senyum sopan sebagai tameng lalu segera bergegas menuju kelasnya.

Namun melarikan diri dari gosip di lingkungan sekolah ternyata lebih sulit daripada menjelaskan konsep gravitasi pada anak balita, di ruang guru suasananya jauh lebih intens.

“Ciee... yang sudah punya dokter pribadi." goda Pak Satria yang sedang menyesap kopi di sudut ruangan.

Meski suaranya terdengar bercanda, ada nada getir yang tidak bisa ia sembunyikan sepenuhnya.

“Pantas saja kemarin isotonik dari saya tidak dilirik, ternyata seleranya dokter spesialis bedah.” ucap pak Satria.

Alisa duduk di kursinya dan mencoba mengabaikan komentar itu.

“Pak Satria jangan mulai deh, Pak Niko hanya merasa bertanggung jawab karena saya pingsan saat menjaga keponakannya itu saja.” bantah Alisa.

“Tanggung jawab dokter itu di rumah sakit ya Bu Alisa, kalau sudah sampai antar jemput ke rumah dan sekolah itu namanya tanggung jawab hati.” timpal Bu Maya, guru kelas sebelah yang biasanya paling kalem.

“Dan lagi, satu sekolah sudah tahu kalau Dokter Niko itu cucu pemilik rumah sakit, dia itu salah satu bujangan paling sulit didekati di kota ini. Bagaimana ceritanya seorang guru lembut seperti kamu bisa menaklukkan gunung es itu?” lanjut Bu Maya.

Alisa merasa pipinya mulai memanas, ia tidak suka menjadi pusat perhatian, apalagi untuk hal-hal yang bersifat pribadi.

Ia membuka buku absen murid-muridnya, mencoba mencari kesibukan.

“Kami hanya berteman karena Arka, tolong jangan dilebih-lebihkan nanti Pak Niko tidak nyaman.” tutur Alisa.

Namun gosip tidak berhenti di sekolah, di Rumah Sakit Medika Utama kabarnya jauh lebih heboh.

Niko yang biasanya menjadi sosok yang paling ditakuti oleh para dokter residen karena ketegasannya, kini menjadi bahan bisikan di kafetaria.

"Kau dengar tidak? Dokter Niko menjemput seorang wanita setiap pagi sebelum ke rumah sakit." bisik seorang perawat pada temannya.

"Iya! Dan aku lihat kemarin dia tersenyum tipis saat sedang membalas pesan di ponselnya, bayangkan Dokter Niko tersenyum pada ponsel!" balas yang lain.

Niko yang sedang berjalan menuju ruang radiologi tanpa sengaja mendengar percakapan itu, ia berhenti sejenak membuat kedua perawat itu hampir pingsan karena ketakutan dan Niko menatap mereka dengan tatapan datarnya yang legendaris.

"Jika kalian punya energi berlebih untuk membicarakan urusan pribadi saya, saya sarankan gunakan energi itu untuk memeriksa ulang stok oksigen di bangsal B. Sekarang!" ucap Niko dingin.

Setelah kedua perawat itu lari tunggang-langgang sedangkan Niko melanjutkan langkahnya.

Namun di dalam hati ia merasa sedikit terganggu bukan karena gosipnya, tapi karena ia menyadari bahwa ia memang melakukannya.

Ia menjemput Alisa, ia memikirkan Alisa, dan ia benar-benar tersenyum saat Alisa mengirimkan foto sarapan kale-nya tadi pagi.

Di ruangannya Niko dikunjungi oleh Kakeknya yaitu Tuan Aris Arkana, pendiri sekaligus pemilik yayasan rumah sakit tersebut.

Tuan Aris adalah pria tua yang masih terlihat gagah dengan tatapan yang sama tajamnya dengan Niko.

"Niko Kakek dengar kau sedang dekat dengan seorang guru?" tanya Tuan Aris tanpa basa-basi, duduk di kursi di depan meja cucunya.

Niko menghela napas, ia tidak kaget berita ini sampai ke telinga kakeknya.

"Dia gurunya Arka, dia jatuh sakit saat mengurus Arka, jadi aku hanya memastikan dia pulih dengan benar." ucap Niko.

"Memastikan pulih itu tugas staf medis bukan tugas dokter bedah utama yang punya jadwal operasi padat." Tuan Aris menyipitkan matanya.

"Tapi Kakek tidak keberatan asalkan kau tahu batasanmu, ingat kau adalah wajah dari rumah sakit ini, banyak keluarga dari kalangan kita yang menaruh harapan padamu." ucap kakek Aris.

Niko meletakkan bolpoinnya.

"Kakek, jika yang Kakek maksud adalah perjodohan dengan putri rekan bisnis Kakek, lupakan saja, aku dokter bukan komoditas dagang." protes Niko.

Tuan Aris tertawa kecil, suara tawanya terdengar kering.

"Sifat keras kepalamu itu persis sekali dengan ayahmu, baiklah Kakek tidak akan ikut campur sekarang, tapi ingat dunia kita berbeda dengan dunianya, pastikan dia sanggup berdiri di sampingmu saat lampu sorot mengarah padamu." ucap kakek Aris.

Setelah kakeknya pergi, Niko berdiri di depan jendela besar ruangannya Ia menatap hiruk-pikuk kota di bawah sana.

Kata-kata kakeknya tentang "dunia yang berbeda" bukan hal baru baginya.

Ia tahu hubungannya dengan Alisa jika memang bisa disebut hubungan akan menghadapi tantangan status sosial yang klise namun nyata.

Tapi menurutnya apakah hubungan harus selalu setara dari kondisi finansial, jika ingin memuaskan keinginan sang kakek maka Niko yang akan sengsara.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Nuri 73749473729
kok sudah end sich... lanjut dong thor sampai niko junior lahir💪
Rahma Inayah
akhir yg bahagia
Rahma Inayah
lnjut Thor
Asyatun 1
keren banget thoor
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
kebeneran dan kejujuran pasti menang asal kita sabar
Atim Harsijanah Aminah
Sangat bagus dan banyak ilmu yg sy dapat dari cerita ini.terutama pengetahuan daru duania medis👍
Lala_Syalala: terima kasih kak atas ulasan baiknya, semoga suka ya sama ceritanya, kalau ada kesalahan dalam penulisan boleh saling belajar yaaa,,, jangan lupa boleh banget mampir dicerita author lainnya 🙏😊🤗🤗
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Lala_Syalala
tinggal beberapa bab lagi, rencananya bakalan selesai hari ini,, yukkk pantengin terus ya ceritanya...🙏😊🤗🤗🤗
Asyatun 1
lanjut
Rina Rembah
crazy up
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
monica tidak secara langsung membunuh orang pasien dan tidak layak jd seorang dokter
Marie Louis AK
dasar Monica tdk ada akhlak SBG dokter. basmi saja orang bejat itu. dan bawa kakeknya Nico yg sdh bau tanah tdk bertobat.
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
thor jadi kan Alisa cewek yang kuat jangan dikit dikit sakit kasian niko pikul beban sendiri.
monica kasih pelajaran biar dya g ganggu nikah n alisa
sumala trulala 🌟🌠
thor tolong episode selanjutnya niko bawa alisa ke luar negeri aja biar hidup nya gak kayak gini terus males gw baca nya (💢`Д´)
sumala trulala 🌟🌠: serius?, oke ku tunggu pokok nya harus happy ending 😍
total 2 replies
Lala_Syalala
pantengin terus yukkk, udah berada di ujung cerita nihhh, tinggal beberapa bab lagi up🙏😊🤗🤗🤗
Mutia
Sudah bbrp hari mereka menikah, biasanya setiap pria sdh tak sabar ingin belah duren, tp apakah disini sdh terjadi, knp gak pernah disinggung, selalu berputar2 dg istilah medis apapun kondisinya... apakah mereka gak punya hasrat setelah sll berdekatan, SPT-nya TDK logis...
Asyatun 1
lanjut
Mutia
Apakah ada org sampe segitunya spt Niko?😄
Mutia
Masa sih penyakit lambungnya gak sembuh2 dg melakukan diet ketat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!