NovelToon NovelToon
Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:44.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Senjahari_ID24

Blurb

Arjuna Syailendra dan Anggita Jelita, menerima perjodohan demi kepentingan masing-masing. Bersama bukan karena cinta, tetapi hanya sebatas azas manfaat.

Akankah rasa berdebar tak terencana tumbuh di hati mereka? Sementara Arjuna hanya menganggap Anggita sebagai pelampiasan dari cinta tak berbalas di masa lalu.

Ikuti kisah mereka yang akan menguras emosi. Selamat membaca🤗.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6a

BAB 6a

Toko kelontong sembako dan kebutuhan rumah tangga yang terletak di jalan utama daerah Gambir milik Ningrum sudah berbulan-bulan tak terurus. Debu tebal melapisi di mana-mana terutama ventilasi udara. Sarang laba-laba ikut menghiasi di sudut ruangan. Kaca etalase buram dan rolling doornya pun usang.

Beberapa bulan ke belakang, Anggi tak sempat mengurusi dikarenakan sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan di Royal Textile. Fokus berdedikasi segiat mungkin supaya mendapat rupiah lebih demi biaya berobat ibunya. Ditambah setelah menikah Juna melarangnya untuk bekerja dan berkegiatan di luar rumah. Dengan berat hati, Anggi harus rela melepaskan profesinya di Royal Textile juga tak bisa mengurusi toko kelontong yang barangnya tinggal sedikit itu.

Juna mengatakan istri presdir tidak usah bekerja demi menjaga imagenya sebagai suami. Juga menekankan, lagi pula semuanya berujung pada uang dan untuk hal itu Juna memang memenuhinya hingga melimpah ruah, dengan catatan harus patuh padanya.

Toko tersebut memang mangkrak imbas dari sakitnya Ningrum juga akibat kehilangan pemasok lantaran banyaknya hutang barang tak terbayarkan salah satunya karena ulah Ayu. Ningrum yang saat itu sudah sakit-sakitan dan bolak-balik ke rumah sakit, memercayakan semua keuangan dikelola anak sulungnya yang memang menganggur. Ningrum juga sudah memberikan jadwal bayar kepada Ayu untuk membayar pemasok tepat waktu. Sempat menghitung juga bahwa laba yang didapat sudah cukup untuk menutupi membuatnya merasa lega.

Namun, Ayu memakai semua keuntungan toko untuk berhura-hura dan berbelanja barang-barang mahal di mall. Kejadiannya bukan sekali dua kali, ternyata sudah berkali-kali. Baru terbongkar setelah limit berhutang toko kelontong Ningrum mencapai batas dan tidak mendapat kiriman barang lagi.

Anggi juga Ningrum tak mampu membayar karena uang yang ada pun habis mengalir ke rumah sakit. Kartu jaminan kesehatan dari pemerintah hanya membantu sedikit. Awalnya toko hampir disita karena tempo yang diberikan sudah mendesak, bersamaan dengan waktu Anggi menerima pinangan keluarga Arjuna. Saat itu para penagih utang datang ke rumah ketika acara pinangan resmi digelar. Akhirnya semua masalah keuangan diselesaikan keluarga Juna, sehingga toko kelontong peninggalan bapaknya bisa terselamatkan.

"Ffuhh, banyak banget yang harus dibersihkan." Gumam Anggi setelah melihat-lihat keseluruhan isi toko.

Anggi menghampiri mobil Camaro warna silver yang paling sering dipakainya pergi keluar. Pak Oman si sopir pribadi menurunkan jendela saat majikannya mengetuk kaca.

"Iya, Bu. Ada apa?" tanyanya sopan.

"Pak, bisa tolong carikan orang-orang yang biasa bersih-bersih juga orang-orang yang ahli di bidang mendesain kafe?"

"Kalau untuk bersih-bersih, saya dan para ART di rumah Ibu sama tukang kebun bisa mengerjakannya. Tapi untuk orang yang ahli di bidang mendesain saya tidak punya kenalan. Kalau Pak Pandu sekertarisnya Pak Bos pasti lebih tahu dan pasti banyak kenalan," terang Pak Oman yang rambutnya sudah mulai memutih itu.

"Pandu ya?" Anggi mengetuk-ngetukkan telunjuknya resah di dagu. Keinginannya membuka coffe shop belum dibicarakan dengan Arjuna dan jika menelepon Pandu otomatis suami otoriternya akan tahu dan entah bagaimana reaksinya.

Jujur saja, saat ini dirinya tengah uji nyali. Anggi masih memutar otak guna mencari alasan supaya izin dari Juna didapat. Ia bahkan meminta bantuan secara tersirat supaya tidak terkesan membebankan pada ibunya dan Anggi yakin seratus persen pasti Ningrum akan bicara pada mertuanya. Marina merupakan mertua yang open minded juga sangat menyayanginya, dan Anggi memiliki harapan besar akan mengantongi izin jika para ibu yang angkat bicara pada Juna.

"Makasih informasinya, Pak. Nanti saya hubungi Pandu. Untuk sekarang, tolong jemput dua ART dan biarkan satu di rumah. Untuk tukang kebun dua-duanya minta untuk ikut serta. Saya ingin toko dibersihkan hari ini. Barang-barang yang sekiranya masih berguna silakan diambil  saja dan yang sudah tidak terpakai dibuang rapi. Sedangkan untuk etalase yang masih layak pakai mau saya hibahkan ke warteg juga tukang kopi di seberang jalan setelah dibersihkan nanti. Tolong cepat ya, Pak. Jangan lupa bawa peralatan bersih-bersih juga."

"Baik, Bu."

Setelah mobil melaju, Anggi memilih masuk ke gang yang terletak di samping toko, ingin mengunjungi tempat tinggal Ningrum yang menjadi tempatnya bertumbuh, berlokasi sekitar dua ratus meter dari depan gang. Juga hendak meminta kakaknya agar segera berangkat ke rumah sakit.

Rumah sederhana bercat biru langit tertangkap mata, dengan riang Anggi berjalan, ingin sekalian berbenah rumah karena menurut perkiraan dua minggu lagi Ningrum sudah bisa pulang. Namun, tangannya yang hendak mengetuk terhenti di udara tepat di depan pintu. Netranya membeliak kaget saat membaca selembar kertas yang menempel di kaca jendela bertuliskan huruf besar.

RUMAH INI DIJUAL.

TBC

1
Suherni 123
bawang lagi... bawang lagi 😭😭😭
Suherni 123
ikut terharu,,, selamat datang baby boy, selamat buat Juna dan Anggita
Suherni 123
bawang lagi 😭
Suherni 123
bawang... bawang 😭😭😭😭
Suherni 123
uji nyali ya Jun 😄😄😄
Suherni 123
mewek lagi 😭😭😭😭😭
Suherni 123
mulai 🥹🥹🥹🥹
Suherni 123
baca terakhir tuh nyeseknya kerasa banget,, ikut sedih 🥹
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , ceritanya bagus sekali dgn kata2 yg bagus jg . salam sehat sejahtera , bahagia n sukses selalu
Jong Nyuk Tjen
rasain deh s ayu , anak ga tau diri. Ud hamil ga tau siapa bapaknya eh gilany msh aj berjudi hasil jual jam tangan adikny. Mending s ayu masuk sel aj deh biar tau rasa
Jong Nyuk Tjen
ternyata s ayu itu jd PSK ya , kasian. Muka cantik tp ga d manfaatkan dgn cara yg bener
Jong Nyuk Tjen
dr pertama baca , bnyk sekali kata2 yg bagus n bermakna dalam utk kita renungkan. Terimakasih thor
Jong Nyuk Tjen
enak ya Jun skrng posisi ny terbalik. kamu skrng yg hrs mengalah ke anggi
😂
Jong Nyuk Tjen
😂😂😂
Jong Nyuk Tjen
good jobs anggi , buang semua yg ad kaitannya dgn vn , viona
Jong Nyuk Tjen
ternyata s ajun itu bodoh ny setinggi gunung , tampan n tajir tp cinta ny ke viona bertepuk sebelah tangan , aku kira dia sebut2 namany viona itu ternyata cuma dia ny aj yg gila ke viona . Kasian deh kamu jun
Nur Inayah
aku baca lagi entah yg sudah keberapa puluh kali, habisnya cerita ARNGGI ini bikin candu, gak ada kata bosan🤭🤭
valent
baca ulang lg , kangen juna - anggi , lg bosen jg di NT ngga nemu2 cerita yg bagus .


kak ,kapan nulis lg ?
Qothrun Nada
gk nyangka kan Anggi,calon anakmu membantu mu menuntaskan dendam mu, Arjuna gk berkutik kan kalau menyangkut anak😀
Qothrun Nada
si Arjuna itu yg harusnya mengalami mual dan muntah, ngidam pengen makan ini dan itu, biar tau rasa 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!