NovelToon NovelToon
SUARA 2 [RUKMINI]

SUARA 2 [RUKMINI]

Status: sedang berlangsung
Genre:Horror Thriller-Horror / Iblis / Hantu
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"

"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."

Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.

Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..

"WANI TEKO WANI MATI!"

[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 27.Ibuku terkena getah dari mulutnya sendiri. [RUKMINI]

Ayah dan ibunya Rukmini saat ini sedang berada di halaman rumah dan mereka sedang ribut, mereka meributkan ucapan ayah nya Rukmini barusan.

"Maksude bapak opo!? Bapak suruh ibu layani tamu nya Mini!?" Ucap nya karena tidak percaya suaminya bisa bicara demikian, Ayah Rukmini tersenyum dan tertawa canggung.

"Hehe.. Ibu kan lebih pandai dari pada Mini, sayang bu mereka bayar nya gede - gede." Ucap ayahq Rukmini, entah setan apa yang masuk ke otak nya.

"Bisa - bisa nya bapak suruh istri sendiri layani tamu!" Bentak ibunya Rukmini marah.

"Ibu pun suruh Rukmini begitu, iku juga bojo nya Parto begitu kok." Ucap ayah Rukmini, ibunya sampai tidak bisa berkata apa - apa lagi saking syok nya.

"Bapak serius ngomong begini sama ibu?" Tanya ibunya Rukmini memastikan, dan ayah nya Rukmini mengangguk.

"Ibu ndak mau, iku tugas nya Rukmini." Ucap ibunya Rukmini dan dia berbalik pergi.

Tapi, ayah Rukmini itu seperti tidak rela kalau harus mengembalikan uang yang sudah di terima nya pada para tamu - tamu yang menunggu Rukmini. Ayah Rukmini lalu berbalik badan dan menatap ibunya Rukmini yang sudah berjalan ke arah pintu samping.

'Ndak, ndak iso nek begini..' Batin ayah Rukmini.

Ibunya Rukmini sudah hampir membuka pintu belakang rumah nya tapi tiba - tiba, pandangan nya gelap..

"Brugh!"

Ternyata ibunya Rukmini di pukul oleh suami nya sendiri dengan pilaran kayu sampai pingsan, setelah nya dia di bawa oleh ayah nya Rukmini ke kamar nya Rukmini.

"Maap yo bu, sayang uang nya nek di balikin. Rukmini iso, ibu pasti juga iso." Ucap nya, lalu mencekoki ibunya Rukmini dengan tuak atau anggur.

Bagi yang biasa minum mungkin tidak akan merasakan apapun hanya sekali atau dua kali teguk, tapi bagi yang belum pernah sama sekali minum tentu saja efek nya cepat.

"Bapak mau apake ibu?" Ucap ibunya Rukmini lemah karena kepala nya pusing. Pusing bekas di pukul dan pusing efek tuak.

"Manut yo bu, sayang uang nya nek di kembalikan. Nek gelap - gelap pasti mereka juga ndak akan tau kalo itu ibu bukan Mini." Ucap ayah Rukmini, dan mencekoki kembali istrinya itu dengan tuak.

"Bapak kok tega mbe (sama) ibu." Ucap ibunya Rukmini lirih.

"Shh! Meneng (diam)!" Bentak ayah Rukmini, ia mematikan semua lampu teplok dan lilin di sana lalu keluar..

Ibunya Rukmini sungguk tidak berdaya sama sekali, tubuh nya jadi begitu lemas. Tak lama lalu pintu kamar Rukmini kembali terbuka, ibunya Rukmini semakin tidak bisa melakukan apapun.

"Hari ini Mini lagi ndak enak badan, jadi gelap - gelapam saja mau nya." Ucap ayah Rukmini, ibunya Rukmini bisa mendengar itu tapi tidak bisa melakukan apapun.

"Mmhh.." Yang ada suaranya malah seperti orang menggoda.

"Yo wes, ndak apa - apa." Ucap tamu nya, ayah Rukmini lalu menutup pintu kamar itu.

Dan.. sangat naas, ibunya Rukmini di jadikan pengganti Rukmini oleh ayah nya. Ibunya Rukmini menangis dan bertetiak kesakitan semalaman itu, teriakan nya bahkan lebih keras dari pada saat Rukmini dulu..

Ibunya Rukmini tidak bisa melawan, hanya bisa pasrah dan menahan semua kesakitan nya sendiri. Dia tidak menyangka suaminya sendiri menyerahkan nya pada tamu - tamu Rukmini yang malam itu jumlah nya ada 7 orang.

Keesokan harinya..

Rukmini sampai di rumah sekitar jam 5 pagi, dia sengaja pulang sepagi itu bersama wa Minten. Saat dia sampai di rumah, Rukmini keheranan karena pintu rumah nya terbuka lebar.

"Kok kebuka lebar ngunu pintu nya, kan den ayu libur." Ucap Wa Minten, dia lebih dulu masuk ke dalam rumah.

Wa Minten terkejut karena di dalam rumah Rukmini banyak botol tuak/anggur yang sudah kosong, banyak juga gelas - gelas seolah semalaman itu banyak tamu dan lebih terkejut lagi melihat ayah Rukmini tepar di atas tikar.

"Oh, mungkin mereka lek - lekan (begadang), den ayu." Ucap wa Minten pada Rukmini, Rukmini sendiri melirik ke arah kamar nya.

Dna entah kenapa Rukmini seperti mendengar suara isakan kecil, isakan perempuan. Wa Minten yang semula tidak mendengar apapun bahkan kini ikut mendengar isakan itu.

"Ada yang nangis, mbok." Ucap Rukmini, dan wa Minten mengangguk.

"Iyao, den ayu." Ucap Wa Minten.

Rukmini dan wa Minten kemudian berjalan menuju ke arah kamar Rukmini dan membuka pintu nya. Dan ya.. suara nya dari sana, tapi Rukmini heran karena kamar nya gelap tanpa sedikitpun penerangan.

"Sudah.. hiks.. Hiks.. Sudah, saya sudah ndak kuat, sakit."

Rukmini tertegun mendengar suara perempuan yang menangis dan merintih, wa Minten lalu meraba - raba kantong nya dan menyalakan korek api. Wa Minten berjalan dan menyalakan lampu teplok di kamar itu dan barulah terlihat kamar Rukmini sangat berantakan.

Selain kamar yang berantakan, Rukmini terkejut melihat seorang perempuan tanpa busana berada di atas ranjang nya, Rukmini pun bergegas menghampirinya dan ternyata.

"Ibu!?" Ucap Rukmini dia terkejut melihat ibunya tanpa busana di atas ranjang nya.

"Lho, kok koe di sini, toh?!" Ucap wa Minten, ibunya Rukmini lalu menangis.

"Mini, tolong ibu nduk. Ibu di paksa bapakmu melayani tamu - tamu mu, ibu ndak kuat.. Badan ibu sakit semua." Ucap ibunya Rukmini.

DEG!

Rukmini tertegun dan terdiam.. Tapi kemudian senyum nya terbit. Itu adalah apa yang Rukmini rasakan dulu dan ibunya tidak mau dengar, hari ini Rukmini akhir nya melihat ibunya merasakan apa yang dia rasakan dulu saat masih di awal - awal.

"Ibu bilang nek sudah terbiasa nanti juga ikut menikmati, aku sudah menikmati mosok ibu ndak?" Ucap Rukmini, dia lalu berjalan menuju ke lemari pakaian nya dan mengambil sehelai kain jarik.

Rukmini kembali berjalan menghampiri ibunya dan kemudian menutupi tubuh ibunya yang seolah tidak bisa bergerak itu dengan kain yang dia ambil.

"Mini, badan ibu sakit semua hiks! Hiks!" Ibunya menangis.

"Lha ngopo (kenapa) toh nangis, bu? Aku dulu juga bilang begitu tapi ibu ndak mau dengar." Ucap Rukmini, dia menatap kesekeliling ranjang dan kelambu nya.

Sepertinya semalam terjadi pertarungan sengit, sprei, kelambu semua berantakan. Itu mengingatkan Rukmini pada masa dia di awal dulu, dia tidak boleh berteriak apalagi menangis. Ibunya hanya terus mengatakan nanti lama - lama akan terbiasa dan ikut menikmati.

"Den ayu.. Iki gimana?" Tanya wa Minten, Rukmini tersenyum.

"Biar saja mbok, iki pasti bapak ndak mau kehilangan uang makanya ibu pun di jebak." Ucap Rukmini, wa Minten manggut - manggut.

"Mbok, mbok tolong bawa orang kesini, bawa ibuku minggu depan. Sekarang mbok pulang saja, aku sudah sampai dengan selamat." Bisik Rukmini di telinga wa Minten, dia punya rencana..

"Baik den ayu, kalo begitu saya permisi." Ucap wa Minten.. Dia tidak sama sekali bertanya alasan nya, Rukmini tersenyum sambil mengangguk.

Wa Minten pun pergi, dan setelah wa Minten pergi.. Rukmini lalu pergi menuju ke meja rias nya dan duduk di sana sambil berkaca dan menatap ibunya dari pantulan kaca.

"Sekarang ibu tau toh, apa yang aku rasakan dulu. Sakit nya seperti apa, sekarang ibu sudah merasakan nya.." Ucap Rukmini, ibunya hanya bisa menangis dengan tubuh kaku nya.

"Tapi iki belum seberapa bu, nanti.. masih ada hari berikutnya." Ucap Rukmini, ibunya menggeleng sambil menangis.

"Ndak! Ndak mau." Ucap nya.

"Awal - awal memang sakit bu, nanti lama - lama juga terbiasa dan ibu ikut menikmati. Seperti yang ibu bilang dulu, toh.." Ucap Rukmini, senyum nya terbit.

BERSAMBUNG!

1
SENJA
hmmn apa khalid awal kejatuhan mini
Nureliya Yajid
semangat thor lanjut
Nureliya Yajid
lanjut thor
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Astaghfirullah... Kenapa harus mengorbankan orang lain? kenapa tidak kalian saja🥺
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tipu daya iblis memang sedahsyat itu😣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
untung istri khalid nurut
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
ish bengisnya s rukmini
Desyi Alawiyah
𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘵𝘶... 𝘋𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘪𝘩
Ai Emy Ningrum: kedjam sekali /Sob/
total 1 replies
Hary Nengsih
sadis nget
Desyi Alawiyah
𝘜𝘥𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘒𝘩𝘢𝘭𝘪𝘥, 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘵.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯...

𝘈𝘥𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶, 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢.. 😫
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: iyaa, malah nurut sama dukun 😌
total 3 replies
Desyi Alawiyah
𝘗𝘢𝘩𝘢𝘭𝘢 𝘰𝘱𝘰 𝘵𝘰𝘩 𝘥𝘦𝘯 𝘈𝘺𝘶... 😯😌
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Hhhmmm 😤😤
≛⃝⃕|ℙ$ °🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟ļịãŊã꙳○𖨆°
Sudah khalid percuma ngomong sama ibliss 😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
astaghfirullah, kenapa sampai mengorbankan orang yang tidak berdosa tidak ini semakin tidak bener saja sesatnya sudah keterlaluan sekali mereka bukan manusia lagi tapi iblis, semoga segera nanti ada yang bisa menumpas mereka semua 😭😭
intan naysila
ya Allah rukmini makin sesat aja, kasian Khalid.. dia mau menyelamatkan justru dia terancam dan terpojok
zoeyy
😍😍
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg namanya iblis, pasti aja terus²an nyari cara buat menyesatkan😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... Semoga kita semua terhindar dari orang² seperti Rukmini ini
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘮𝘪𝘯 𝘺𝘢 𝘳𝘢𝘣𝘣𝘢𝘭 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪𝘯.. 🤲
total 1 replies
SENJA
ih mini tega banget 😤
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener bener sangat sesat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!