tentang dia yang samar keberadaannya tapi pasti tentang rasa cintanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Syarat dari Keheningan
Kantor pusat label rekaman di London itu adalah monster kaca dan baja yang tampak angkuh di antara bangunan tua. Elara dan Arlo berdiri di lobi yang luas, dikelilingi oleh poster-poster artis papan atas yang tersenyum lebar—kontras yang menyakitkan dengan wajah mereka yang pucat dan kurang tidur.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk dikenali. Dalam sepuluh menit, mereka sudah berada di lantai paling atas, di sebuah ruangan kedap suara yang dipenuhi dengan layar monitor canggih. Di sana, seorang pria bernama Julian, eksekutif yang mengambil alih aset Marcus, menunggu dengan senyum kemenangan.
"Arlo. Elara. Kalian datang lebih cepat dari perkiraanku," Julian menyandarkan tubuhnya di kursi kulit. "Hitung mundur di situs itu benar-benar efektif, bukan? 'The Resonance Seekers' melakukan pekerjaan pemasaran kami secara cuma-cuma."
"Hentikan hitung mundurnya, Julian," suara Arlo rendah namun stabil. Tidak ada lagi getaran ketakutan. "Kalian tidak punya hak atas rekaman itu. Itu adalah hasil curian dari sistem Marcus."
Julian tertawa kecil. "Secara teknis, Marcus bekerja di bawah kontrak kami. Apa pun yang dia hasilkan, termasuk eksperimen gilanya di Skotlandia, adalah milik perusahaan. Dunia menginginkan penutup dari 'About You', Arlo. Mereka ingin mendengar frekuensi yang bisa membuat mereka merasakan cinta yang hancur. Dan kami akan memberikannya."
---
Strategi Kebisingan
Elara melangkah maju, meletakkan sebuah flash drive di meja Julian. "Arlo akan memberikan apa yang kalian mau. Penutup yang sempurna untuk lagu itu. Satu rekaman vokal dan instrumen terakhir yang akan melengkapi frekuensi tersebut."
Julian mengernyit, curiga. "Kenapa tiba-tiba kau mau bekerja sama?"
"Karena aku lelah bersembunyi," potong Arlo. "Tapi aku punya syarat. Kalian harus merilis lagu ini secara serentak di semua platform secara gratis. Tidak ada penjualan, tidak ada hak cipta eksklusif. Dan setelah lagu ini dirilis, kalian harus menandatangani surat pernyataan bahwa seluruh hak intelektual atas nama 'Arlo Sang Arsitek' dan 'About You' telah berakhir."
Julian tampak berpikir. Baginya, publisitas dari rilis ini jauh lebih berharga daripada penjualan langsung. "Lalu, apa isinya?"
"Sebuah harmoni terakhir," jawab Arlo tenang.
---
440 Hertz dan Kepunahan
Arlo masuk ke dalam bilik rekaman. Melalui kaca besar, Elara melihat Arlo mengenakan headphone. Pria itu tidak menyentuh instrumen mahal di dalam sana. Ia hanya berdiri di depan mikrofon, memegang peluit kayu kecil yang diam-diam ia ambil dari toko buku di Manchester.
Arlo mulai memainkan satu nada panjang. Bukan nada yang menyayat hati, bukan frekuensi yang membuat orang menangis. Itu adalah nada yang sangat datar, sangat biasa, dan sangat membosankan. Kemudian, ia mulai bernyanyi, tapi bukan lirik puitis. Ia membacakan angka-angka koordinat, statistik cuaca, dan nama-nama jalan di Manchester dengan nada monoton.
"Apa yang dia lakukan?" Julian berdiri, bingung. "Ini sampah! Di mana emosinya?"
"Itu syaratnya, Julian," Elara tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca melihat Arlo. "Kalian menginginkan rekaman asli dari Arlo? Inilah dia. Kebenaran bahwa rasa sakit itu sudah tidak ada. Arlo sedang melakukan 'dekonstruksi'. Dia memasukkan frekuensi penawar ke dalam rekaman itu."
Di dalam bilik, Arlo memejamkan mata. Ia sedang memasukkan teknik yang disebut *white noise* yang disamarkan dalam suaranya. Frekuensi ini dirancang khusus: siapa pun yang mendengarkannya bersama dengan lagu "About You" yang lama, akan merasakan efek psikologis di mana lagu lama itu menjadi terdengar tawar dan tidak lagi memiliki daya tarik emosional.
Ia sedang menghancurkan mahakaryanya sendiri dari dalam.
---
Kebebasan di Balik Pintu Keluar
Satu jam kemudian, mereka keluar dari gedung itu. Dokumen pembatalan kontrak telah ditandatangani. Julian mengira dia mendapatkan emas, tidak menyadari bahwa Arlo baru saja memberikan "racun" yang akan membuat seluruh katalog lagu lamanya kehilangan kekuatannya di telinga para penggemar fanatik.
Mereka berjalan menuju tepi Sungai Thames. Elara menarik napas dalam-dalam, merasakan udara London yang berat namun terasa lebih ringan dari sebelumnya.
"Kau melakukannya, Arlo," bisik Elara. "Kau membunuh 'Sang Arsitek'."
Arlo mengeluarkan flash drive asli yang berisi rekaman mentah dari Skotlandia—satu-satunya salinan yang benar-benar asli yang ia sembunyikan di saku mantelnya. Tanpa ragu, ia melempar benda kecil itu ke tengah sungai.
"Byur"
"Sekarang," Arlo menoleh ke arah Elara, senyumnya kini benar-benar sampai ke matanya. "Hanya ada kita. Bukan nabi, bukan dewi. Hanya dua orang yang perlu mencari cara bagaimana membayar sewa apartemen bulan depan."
Namun, saat mereka berbalik untuk pergi, ponsel Elara bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk. Isinya hanya satu baris angka frekuensi yang belum pernah Arlo gunakan sebelumnya.
Kau pikir keheningan itu gratis?
Aku suka gaya tulisan seperti ini. Cara kamu ngedeskripsiin tiap bait suasana, benda dan waktu, bikin aku bener-bener masuk ke dalam diri El. Sukses selalu thor, semangat ⭐