NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri Identitas

Aroma antiseptik yang tajam di koridor rumah sakit itu seakan menghimpit paru-paru Sky, menciptakan sesak yang lebih menyakitkan daripada asap tebal yang baru saja ia terjang di mal tadi. Di balik topeng Black yang kini telah ia tanggalkan, Sky hanyalah seorang pria yang hancur oleh rasa bersalah; ia berhasil menyelamatkan puluhan nyawa asing.

Namun hampir kehilangan nyawa yang paling berharga baginya. Setiap detak jantungnya terasa seperti pengingat akan kebodohannya membiarkan Evelyn berada dalam bahaya, hingga ia menemukan tunangannya itu tergeletak tak berdaya di tengah kekacauan

Keheningan koridor itu pecah saat pintu UGD berayun terbuka, memunculkan sosok Rion, sepupunya yang dikenal sebagai dokter jenius di usia muda.

Wajah tampan Rion tampak letih namun serius, sebuah kontras yang tajam bagi Sky yang masih gemetar karena adrenalin dan ketakutan. Saat Rion mendekat dan menyampaikan kabar bahwa Evelyn serta ketiga bayi kembar mereka berada dalam kondisi kritis namun stabil, dunia Sky seakan runtuh sekaligus terangkat kembali.

Mengetahui tiga nyawa mungil yang kini berhasil berjuang di dalam rahim Evelyn—buah hati yang bahkan belum sempat ia rayakan keberadaannya sepenuhnya—membuat rasa bersalah itu menghujam lebih dalam--- ia hampir saja kehilangan segalanya demi tugasnya sebagai sang penyelamat.

"Makasih, Rion!" Ucap Sky tulus.

Rion menepuk bahu sepupunya. " It's okay.. tapi lain kali kau harus lebih hati - hati.. wanita yang mengandung kembar Tiga lebih berisiko di bandingkan satu atau dua.. kau harus benar-benar menjaga Evelyn, jangan biarkan dia kelelahan. " Sky hanya mengangguk, wajah nya menunjukkan kelegaan.

Sementara di tempat lain, sisa-sisa kemegahan pusat perbelanjaan itu kini hanya berupa kerangka beton yang menghitam, diselimuti aroma menyengat dari plastik yang meleleh dan debu reruntuhan yang masih menyesakkan dada.

Di tengah keheningan yang mencekam pasca-ledakan bom yang menghancurkan struktur bangunan, proses evakuasi masih berlangsung dengan lambat di bawah temaram lampu darurat yang berkedip lemah. Sosok misterius bernama Black telah lebih dulu menjinakkan "si jago merah" sebelum api sempat melahap habis seluruh gedung, meninggalkan jejak kepahlawanan yang sunyi di balik dinding-dinding yang retak.

Di area lobi yang kini berantakan, para korban yang berhasil diselamatkan oleh Black tampak terduduk lemas dengan tatapan kosong--- tubuh mereka dihiasi luka gores dan lebam kemerahan akibat gelombang kejut ledakan, sementara petugas medis bergerak sigap di antara puing-puing kaca yang berserakan untuk memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang masih terjebak dalam trauma.

Di tengah kekacauan paramedis dan tangisan yang tertahan, Shyla melangkah melewati garis polisi dengan tatapan tajam yang tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Sebagai pemimpin tim investigasi sekaligus adik dari Sky, Shyla memiliki intuisi yang jauh lebih tajam daripada detektif biasa.

Sambil mengamati pola kerusakan pada struktur utama dan cara api merambat sebelum dipadamkan, sebuah firasat dingin merayapi punggungnya--- pola ini terlalu rapi, terlalu taktis untuk sebuah serangan acak.

Baginya, setiap serpihan logam dan arah jelaga di dinding membisikkan sebuah kebenaran gelap bahwa insiden ini bukanlah sekadar ledakan bom biasa, melainkan sebuah pesan yang dirancang dengan presisi yang mengerikan.

"Aneh.. firasat ku mengatakan ada sesuatu yang aneh.. CCTV di depan Mall sama sekali tidak berfungsi.. Kekuatan ku juga tidak bisa di pakai.. Siapa sebenarnya pelaku?" Gumam Shyla.

Ketegangannya memuncak ketika seorang bawahannya berlari terengah-engah dengan wajah pucat pasi, melaporkan temuan krusial di area yang tak terduga. Tanpa membuang waktu, Shyla bergegas menuju kamar mandi wanita yang hancur, di mana pada salah satu dinding yang retak, tercetak sebuah deret angka yang seketika membuat darahnya berdesir dingin--- 2072. Angka familiar itu seolah menjadi pesan gelap yang sengaja ditinggalkan untuknya, menyeret Shyla masuk ke dalam labirin konspirasi yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.

"Lagi - lagi angka ini.. Siapa sebenarnya pelaku?"

"Lapor, Ketua! Saya baru saja mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit yang membawa beberapa korban.. Di salah satu korban yang tewas.. Terdeteksi sebuah virus beracun namun saat di tes.. Hasilnya negatif dan tidak di temukan racun apapun."

"Apa maksud mu? Lalu bagaimana dia bisa tau jika ada racun di tubuh korban?" Tanya Shyla dengan mata menyipit.

"Warna kulit nya berubah menjadi keunguan.. Korban merupakan Ibu dan anak.. Yang lebih parah lagi, mereka adalah Istri dan anak dari Menteri Pertahanan." Kata Iqbal-- Bawahan Shyla.

"What?! Istri Menteri Pertahanan?!" Kenapa mereka yang tewas selalu orang-orang yang memiliki kekuasaan?" Kata Shyla dalam hati di akhir kalimat.

Iqbal mengangguk. "Saat ini Menteri Pertahanan masih menjalani pemeriksaan intensif karena terkena luka bakar, "

"Kita ke rumah sakit sekarang!" Tanpa banyak kata, Shyla segera masuk ke dalam mobil dan menuju rumah sakit.

Lorong rumah sakit yang biasanya steril kini terasa mencekam, dipenuhi gema langkah kaki Shyla yang tergesa menuju keheningan Ruang Jenazah. Di balik pintu besi yang dingin itu, aroma tajam antiseptik beradu dengan sisa bau hangus yang menyesakkan dada.

Shyla berhenti tepat di depan sebuah dipan besi tempat sesosok tubuh terbujur kaku di balik kain putih yang ternoda abu. Namun, saat jemarinya menyentuh tepian kain, sebuah getaran aneh merayapi ujung sarafnya.

Alih-alih merasakan jejak panas dari ledakan mall atau sisa racun yang korosif, Shyla justru menangkap resonansi energi yang jauh lebih purba dan halus. Ada jejak aliran kekuatan sihir yang tertinggal di sana—bukan sihir hitam yang berbau busuk dan jahat, melainkan sebuah kekuatan asing yang terasa murni namun mematikan, seolah kematian wanita ini bukanlah sebuah kecelakaan, melainkan sebuah ritual yang terencana dengan sangat rapi.

"Apa ada orang lain yang memiliki Kekuatan sihir sama seperti Keluarga kami.. Jika ada, siapa dia? Ini bukan sihir hitam.. Auranya sangat tidak asing. " Batin Shyla benar-benar di buat bingung.

Shyla bergegas keluar dari ruangan itu, butuh udara segar untuk mencerna keganjilan yang baru saja ia saksikan. Saat pintu berayun terbuka, ia hampir menabrak sosok Sky yang berdiri di lorong. Tanpa sempat menyapa atau menjelaskan sepatah kata pun.

Shyla segera mencengkeram lengan Sky dengan kuat, menariknya menjauh dari keramaian koridor menuju sudut yang lebih privat, matanya menyiratkan urgensi yang tak terbantahkan bahwa apa yang terjadi di dalam sana jauh lebih berbahaya daripada sekadar kecelakaan ledakan biasa.

"Kakak, ini sangat serius! Ada salah satu korban yang meninggal.. Tapi bukan karena terjebak di dalam api.. Tubuh nya yang terbakar sedikit mengeluarkan warna biru pada kulit nya.. Itu bukan racun.. Itu adalah energi sihir, seseorang menggunakan kekuatan sihir untuk membunuh wanita dan anak nya. " Jelas Shyla mengigit bibir bawah nya.

Sky mengepalkan tangan nya. "Apa ini sihir hitam? Apa dia yang sudah mengakibatkan kebakaran itu?"

Shyla menggeleng. "Ini bukan sihir hitam, " Sky langsung menatap saudari kembarnya dengan tajam. " Aura sihir ini begitu familiar.. Aku bisa merasakan nya."

"Apa maksud mu? Apa kau mengenal siapa orang itu?" Tanya Sky meminta penjelasan.

Shyla menundukkan kepala sejenak sebelum berani menatap sang Kakak. " Kita.. Aura sihir itu sama seperti yang ada dalam diri keluarga kita.. Seolah.. Sihir itu berasal dari darah keluarga kita, bukan orang lain!"

Deg...

"M--Maksud mu?"

"Aku tidak tau apa ini.. Tapi.. Aku merasa jika orang itu memiliki ikatan dengan keluarga kita."

Shyla membisikkan kenyataan yang mengerikan-- aura sihir yang merenggut nyawa wanita dan anak nya di dalam sana memiliki frekuensi yang identik dengan energi di dalam tubuh keluarga nya atau Sky sendiri. Seolah-olah sang pembunuh bukan hanya sekadar pengguna sihir biasa, melainkan seseorang yang memiliki ikatan darah atau jalinan jiwa yang sangat erat dengan Sky, membuat pria itu terpaku dalam keterkejutan yang membeku.

"Siapa sebenarnya dia? Apa benar dia ada hubungan nya dengan keluarga ku?"

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!