.
" bunda aku najwa melihat ayah bawa tante seksi masuk kamar kemarin. " cerita najwa pada bunda nya naura.
naura terkejut dengan ucapan sang putri, anak yang berumur 4 tahun itu menceritakan apa yang dia lihat.
" terus apa yang mereka lakukan di sana sayang. " tanya naura.
" najwa melihat ayah naik di tubuh tante itu mereka tidak menggunakan baju bunda. " kata najwa.
" waktu tante itu datang siapa aja di rumah. " tanya Naura dengan lembut.
" semua orang ada kok bunda.. tapi nenek dan kakek tidak marah liat ayah bawa tante itu di bawa masuk kamar sama ayah. " cerita najwa kembali.
ternyata benar yang di ucap kan teman-teman nya kalau suaminya berhianat pada nya..
" astaghfirullah aku tidak menyangka mas Bram tega menghianati aku padahal selama ini aku sudah setia dengan nya. " batin Naura..
Di balik senyum cantik nya itu banyak hal yang naura simpan baik tentang jati dirinya maupun yang lain. akan kah banyak rahasia yang terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 35
Para warga sangat sedih melihat para tentara itu pulang,, mereka semua berterimakasih karena selama ini melindungi mereka selalu.
"Kalian semua hati-hati, kalau ada waktu luang mampir lah kesini untuk menemui kami" ucap pak kades.
"Insyaallah pak kades, kamu semua pasti merindukan tempat ini setelah sampai di rumah.. Kalian semua tenang aja tidak ada lagi yang akan ganggu hidup kalian lagi" ucap kapten Bagaskara.
Mereka semua pun pamitan dan langsung menuju bandara.. Keluarga mereka sudah nunggu di sana.
Selama perjalanan kapten Bagaskara terus melamun, dia harus cari wanita yang sanggup dia nikahi setelah pulang dari kota II.
"Gimana ini, aku harus cari wanita yang siap aku nikahin setiba di rumah sakit.. Aku tidak terlalu mengenal perempuan kecuali Rosa dan dokter Naura" batin Bagaskara.
"Kapten Bagaskara kenapa kok diam aja, dari tadi aku lihat kapten melamun terus" tanya Naura.
"Aku lagi pusing dokter, ini bapak aku masuk rumah sakit dan memaksa aku segera menikah" cerita nya.
"Ya dokter nikah aja kalau begitu, apa susahnya" .
"Masalah nya aku belum punya pasangan dokter Naura. Kalau ada aku pasti tidak pusing seperti sekarang ini" ucap Bagaskara.
"Hahahahahah kapten bisa aja.. Kan ada dokter Rosa itu bukannya dia tergila-gila dengan kapten".
"Aku cuma anggap rosa teman gak lebih kok" ucap Bagaskara.
"Sekarang gak cinta tapi setelah kalian menikah cinta itu pasti tumbuh karena sering bersama" tutur Naura.
"Gimana kalau dokter Naura aja yang aku nikahin setelah tiba di kota kita" bisik Bagaskara.
"Ngaco aja kapten ini.. Aku seorang janda lo emang kapten mau" goda Naura.
"Aku terima dokter meskipun janda. Sampai rumah kita akan menikah dan akan lamar dokter Naura di depan orang tua dokter" putus Bagaskara.
"Astaghfirullah aku kan cuma bercanda tapi dia beneran mau nikah dengan ku.. Gimana ini" batin Naura. Dia tidak menyangka Bagaskara menanggung perkataannya dengan serius.
"aku mohon dokter menikah lah dengan ku setelah sampai, tolong bantu aku dokter" mohon Bagaskara.
"tapi tidak baik main-main dengan pernikahan kapten".
" kita tidak main-main tapi nikah beneran. mari kita jalani pernikahan ini selama 1 tahun kalau tidak ada cinta yang tumbuh di antara kita maka kita cerai" Bagaskara menceritakan semua hidup nya sama Naura.. kenapa sampai sekarang dia belum menikah juga.
"yang buat bapak sampai rumah sakit, karena ucapan salah satu saudaranya yang mengatakan aku tidak suka perempuan tapi menyukai lawan jenis makanya aku sampai sekarang belum menikah" lanjut Bagaskara.
"astaghfirullah tega banget mereka bicara seperti itu sama saudaranya sendiri" heran Naura.
"dari dulu kedua orang tuaku selalu di jauhi sama keluarga besar. menurut mereka kami tidak pantas berada di keluarga itu karena kami hanya orang miskin" Bagaskara mengingat semua perlakuan keluarga sama dirinya dan orang tuanya.
Naura prihatin dengan hidup Bagaskara yang selalu di remehkan oleh orang di desanya, Naura pun setuju untuk menikah dengan kapten Bagaskara.
______
Mereka pun sudah sampai di bandara, para keluarga tentara menyambut kedatangan keluarga nya dengan terharu. Mereka semua melepaskan rindu yang tidak terbendung.
"Bunda" teriak najwa berlari menuju sang bunda.
"Sayang bunda kangen banget sama kamu" Naura memeluk erat sang putri tersayang.
"Aku juga kangen sama bunda" ucap najwa.
Setelah puas melepaskan kangen dengan putri nya, Naura pun berpelukan dengan orang tuanya dan abang nya.
"Akhirnya kamu pulang dengan selamat dek, selamat datang kembali" ucap kevin.
"Terima kasih kak.. Abang gibran mana kok gak ikut".
" gibran lagi terbang sayang sedang kan mbak dinda mu nunggu di rumah saja " jelas Maureen.
"Sayang bukan kah ini kapten Bagaskara" tanya Jordan.
"Ya om saya Bagaskara, kebetulan kalian semua kumpul di sini aku mau ngelamar Naura dan menikahi nya hari ini" ungkap Bagaskara.
"Apa kamu mau nikahin adik aku sekarang juga, bukannya kamu harus lapor dulu sama atasan mu" tanya kevin.
"Masalah itu gampang pak kevin yang penting sekarang kami sah dulu" kata Bagaskara.
"Begini mommy, daddy, kak kevin kenapa kapten Bagaskara mau menikah hari ini juga karena bapaknya lagi terbaring di rumah sakit, beliau ingin melihat putranya menikah" jelas Naura.
Dia menceritakan apa yang menimpa bapaknya Bagaskara kepada orang tuanya. Sebenarnya Naura juga belum nyalin tapi dia kasihan melihat kapten nya itu.
"baik kah kalau kalian sudah memutuskan untuk menikah, ayok kita menuju rumah sakit untuk bertemu dengan orang tua kapten dan kamu kevin cari penghulu" perintah Jordan.
kevin pun pamit duluan, dia akan menyusul setelah mendapatkan penghulu. sebelum ke rumah sakit Jordan dan Bagaskara menuju mall untuk membeli cincin pernikahan.
"sayang mommy mohon jangan bawa najwa tinggal dengan mu, biar dia tinggal sama kami aja" pinta Maureen.
"kalau masalah itu mommy langsung tanya kan saja sama anaknya sendiri".
" sayang nya Oma, kalau bunda sudah menikah dengan om tentara najwa mau ikut sama bunda apa tinggal sama Oma dan opa aja " tanya Maureen.
"aku mau tinggal sama Oma dan opa aja.. aku tidak mau ganggu bunda dan om tentara" ucap polos najwa.
"kamu gak marah bunda kamu menikah dengan om tentara" tanya Maureen.
"tidak Oma justru aku senang karena bunda ada yang jagain" najwa sangat mengerti.
Maureen langsung memeluk cucu kesayangannya itu dengan penuh bangga.
"Naura apa setelah menikah kamu dan Bagaskara akan tinggal di mana di rumah mu atau di tempat tinggal Bagaskara?".
" dimana pun dia mau mom, aku akan nurut kok.. mau di rumah dinas yang telah di siapkan bagi tentara yang sudah menikah sekalian aku pun siap " ucap Naura.
"mommy berharap ini pernikahan mu yang terakhir sayang".
"aku tidak tahu ini akan kemana arahnya mom karena kamu menikah bukan karena cinta tapi tidak ada salahnya aku aminin ucapan mommy" batin Naura.
selama perjalanan menuju toko perhiasan Jordan berpesan sama Bagaskara supaya menjaga Naura dengan baik-baik.
"kapten om mohon jangan pernah sakiti hati anak om.. buat lah dia bahagia selalu. selama ini percintaannya tidak pernah mulus".
" om tenang aja, aku akan selalu membuat Naura bahagia dan tidak akan membuat nya menangis, om bisa pegang janji ku" ucap Bagaskara.
"seandainya kamu sudah tidak mencintai nya lagi, balikin dia secara baik-baik kepada om".
Bagaskara berjanji tidak akan pernah menduakan Naura.. bukan cuma Naura tapi najwa pun akan dia buat bahagia selalu.
kedua lelaki itu pun sampai di toko perhiasan, Bagaskara segera memilih cincin pernikahan di bantu sama Jordan.
" kapten biar om yang bayar, om tidak mau penolakan.. ini sebagai hadiah pernikahan kalian " ucap Jordan.
Bagaskara menemuinya cincin yang bagus dan cocok di tangan Naura. cincin itu simple tapi harganya selangit.. setelah membayar cincin itu mereka pun menuju rumah sakit.
..
apa lg kluarga mrstui....