NovelToon NovelToon
Sandiwara Di Ujung Dendam

Sandiwara Di Ujung Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aliyah Ramahdani

Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah tamparan

Rangga pulang ke rumahnya, dia sedikit heran tak menemukan Mayang di kamarnya. biasanya Mayang menyambut kedatangannya, tapi hari ini tak ada sambutan darinya

" Mbok, Mayang dimana?" tanyanya pada mbok siti

" Nona Mayang ada di kamar mbok, tuan" jawabnya

" Di kamar mbok? ngapain dia di sana?"

" Mbok juga kurang tau tuan. tadi nona Mayang seperti ketakutan dan menyebut nama nona Hana terus, tuan" jawab mbok

Rangga segera melangkah ke kamar mbok Siti. dia melihat Mayang yang sedang terbaring di sana, dia pun segera menghampirinya

" Mayang? kamu kenapa? apa semua baik-baik saja?" tanyanya

" Rangga, aku takut" ucapnya memeluk Rangga

" Apa yang kau takutkan?"

" Kak Hana. dia selalu menggangguku. wanita itu bilang jika dia melihat Hana dan ayah. bahkan dia sempat berbicara pada Hana" ucapnya

" Siapa wanita yang kau maksud?"

" Angel"

" Angel? untuk apa dia kemari?"

" Dia membawakan hadiah untukku" jawabnya menunjuk sebuah paperbag

" Lalu apa yang dia katakan? mungkin dia hanya menakutimu" ucapnya

" Tidak. dia tau persis ciri khas kak Hana. dia mengatakan jika wanita itu mengenakan kacamata, rambut pendek seperti ciri-ciri kak Hana" ucapnya

" Mungkin kebetulan saja" ucap Rangga menenangkan Mayang

" Tapi dia bilang kak Hana mengenakan pakaian bergaris dan rok panjang. bukankah itu pakaian yang sama saat kita membuangnya di pegunungan. Aku takut Rangga..!" ucapnya panik

" Huustt... tenang dong sayang"

" Aku gak mau tidur di kamar kita lagi, wanita itu bilang jika kak Hana berdiri di depan pintu kamar kita, Rangga"

" Kamu gak usah takut sayang, ada aku di sini" ucapnya terlihat tenang, padahal dia juga merasa sedikit takut

Mayang melupakan apa yang di katakan oleh Fira tadi tenteng tangga, dia hanya memikirkan perasaan takutnya. dia sudah merasa tak nyaman lagi tinggal di rumah itu

********

Pak Widodo menghubungi angel dan berkata jika saham Rangga sudah berkurang di perusahaan itu. pak Widodo meminta agar angel segera membuat Rangga menyerahkan seluruh aset dan sahamnya pada angel

Angel pun setuju, sekarang dia punya senjata untuk membuat Rangga menyerahkan sendiri aset dan saham perusahaan padanya. dia pun segera mengajak Cindy untuk ikut dengannya

" Pak Rangga, di depan ada nona angel ingin bertemu dengan anda" ucap sekretaris

" Aku sudah katakan, jika nona angel datang untuk menemuiku, minta padanya untuk langsung masuk saja" ucap Rangga sedikit kesal

" Maaf pak, baiklah saya akan memintanya untuk masuk" jawabnya segera berlalu

Mayang melangkah lebih dulu dan di ikuti oleh Cindy. Rangga sedikit salah tingkah sebab tak biasanya angel masuk dengan membawa Cindy

" Sayang, ayo masuk " tawarnya

Tanpa senyum dan tingkah manja seperti biasanya, angel pun langsung duduk dengan anggun. dia menatap dan memainkan kuku cantiknya yang panjang

" Sayang, kamu kenapa? tidak biasanya kamu diam seperti ini" ucap Rangga duduk di samping angel

" Aku ingin membatalkan dan akan mengeluarkanmu dari kandidat pria yang akan menjadi suamiku. dan kau tau kan siapa yang akan menjadi pemenangnya sekarang. pak Krisna" ucap angel menekan kata Krisna

" Maksud kamu apa? kenapa aku harus di keluarkan?" tanyanya protes

" Kamu tak tau kesalahanmu? coba pikir lagi apa ada tindakanmu yang membuatku berubah pikiran?" ucap angel menatap tajam pada Rangga

Rangga sempat berpikir, dia merasa jika hubungannya dengan Cindy di ketahui oleh angel. tapi dia juga merasa jika itu tidak mungkin

" Aku tak tau kesalahan apa yang aku lakukan padamu. jadi tolong jelaskan" ucapnya

Angel seketika berdiri dan menyilangkan tangannya di depan dada

" Cindy..!!" panggilnya sedikit keras

" Iya Bu angel" jawab Cindy segera menghampiri angel. posisinya kini saling tepat di samping Rangga

Plak.....!!!

Satu tamparan mendarat mulus di pipi Cindy. dia sangat terkejut karena tak bersiap menerima tamparan itu. meskipun angel sudah pernah mengatakannya

Plak....!!!

Satu tamparan kini ikut mendarat di wajah Rangga. sama halnya dengan Cindy, Rangga pun sangat terkejut. padahal rasa terkejutnya saat angel menampar Cindy belum hilang, kini dia makin terkejut dengan sikap angel

" Jadi kau berani menjalin hubungan dengan priaku di belakangku, Cindy? kau pikir dirimu siapa..!!!?"

" Maafkan saya Bu. saya khilaf" jawab Cindy tertunduk

" Mulai saat ini kau... saya pecat...!!! aku tak suka caramu seperti ini. pergi...!!!" teriak angel pada Cindy. dia pun segera keluar dari ruang Rangga

" Sayang, maafkan aku. dia yang menggodaku dan memberikan obat pada minumanku, sayang. tolong percaya padaku" ucap Rangga

" Dan kau, mulai saat ini jangan pernah lagi menghubungiku. berani sekali kau main gila dengan sekretarisku. kau melakukannya di dalam ruangan ini? aku sangat kecewa padamu...!!!"

" Maafkan aku. aku- aku salah, dia yang mulai menggodaku dan memberikan minum untukku, aku yakin dia sudah mencampur obat di minuman itu"

" Aku tak butuh alasan klasik seperti itu. aku pikir kau benar-benar mencintaiku. ternyata begini kelakuanmu saat aku tak ada. apa kurangnya aku? apa aku kurang menarik bagimu? dasar buaya..!!" ucap angel sebelum keluar dari ruangan itu

Dia sangat yakin jika Rangga akan menghentikannya. dia pun mulai berhitung. baru saja hitungan kedua, Rangga pun mengejar dan memanggil namanya

" Angel... tunggu..!!" ucapnya menarik tangan angel

" Lepaskan aku..!!" ucap angel berusaha melepaskan cengkraman tangan Rangga

" Tolong dengar penjelasanku. itu tidak seperti yang kau bayangkan. aku benar-benar tidak sadar saat melakukan itu padanya. aku mohon maafkan aku dan tolong beri aku kesempatan" bujuknya

" Aku sudah terlanjur kecewa denganmu" ucapnya melepaskan tangan Rangga dan segera berlalu

Setelah angel menghilang di depan matanya, Rangga kembali ke ruangannya dan meminta sekretarisnya untuk memanggil pak Widodo

Tak lama pak Widodo pun datang. dia segera masuk dan menemui Rangga

" Permisi tuan, ada perlu apa anda memanggil saya?" tanya pak Widodo

" Angel sedang marah padaku dan dia ingin membatalkan keikutsertaan ku dalam pemilihan calon suami. apa yang harus aku lakukan sekarang?"

" Maaf tuan, tapi nyonya angel tidak gampang memaafkan, tuan" jawabnya

" Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? aku tidak bisa kalah seperti ini, apa lagi sainganku hanya tersisa si brengsek Krisna itu" ucapnya. pak Widodo mengepalkan tangan mendengar namanya anaknya di sebut oleh Rangga

" Pantas saja tuan, saya dengar tuan Krisna memberikan semua aset dan perusahaan miliknya pada nyonya angel" ucap pak Widodo

" Apa? dia sampai senekat itu? sialan, dia sangat suka bermain curang rupanya" ucap Rangga

" Memangnya berapa aset yang di miliki pria itu?" tanya Rangga

" Lumayan banyak tuan. semua asetnya jika di jumlahkan ada sekitar empat puluh miliar" jawab pak Widodo

" Hahaha.. hanya segitu asetnya? bikin malu saja Krisna itu" ucapnya tertawa

" Apa aku harus melakukan hal yang sama untuk menyakinkan angel?" tanya nya

" Sepertinya itu satu-satunya cara untuk meluluhkannya. saya yakin dia akan berubah pikiran jika anda menunjukkan keyakinan dan ketulusan anda pada nyonya angel" ucap pak Widodo berusaha membujuk rangga

Setelah pak Widodo keluar dari ruangannya, Rangga pun akhirnya mencoba untuk menghubungi Cindy. dia berpikir bahwa Cindy pasti tau apa yang mungkin bisa membuat angel luluh

" Ada apa lagi kau menghubungiku? apa kau belum puas? karena kau, aku di pecat" ucap Cindy terdengar emosi

" Maafkan aku. aku juga tidak bermaksud membuatmu di pecat. hanya saja aku tak tau darimana angel mengetahui hubungan kita? dia bahkan membatalkan keikutsertaanku"

" Itu urusanmu. untuk apa kau memberitahuku?"

" Kamu masih marah? gimana kalo kita makan siang sekarang?" tawar Rangga

" Aku gak mau.. bagaimana jika Bu angel melihat kita"

" Tenang saja. sekarang kamu dimana? aku akan datang menjemputmu"

" Baiklah, datanglah ke mall"

" Oke. tunggu aku ya" ucap Rangga kemudian mengakhiri panggilannya

Tak berapa lama, Rangga pun tiba dan meminta Cindy untuk menemuinya di parkiran. Cindy bergegas menghampirinya. dia langsung masuk ke dalam mobil Rangga

" Kita mau makan dimana?" tanya Cindy sedikit cuek

" Kamu masih marah sayang? maafkan aku, ya" ucapnya menarik tangan Cindy

" Aku gak marah, aku hanya gak suka caramu seperti itu. kamu bilang aku yang pertama menggodamu" ucapnya kesal

" Aku terpaksa sayang, maafkan aku ya. sebagai permintaan maaf, aku akan memberimu hadiah" ucap Rangga memberikan sesuatu padanya

Cindy menerima hadiah itu dan segera membukanya. matanya langsung terbelalak melihat satu set perhiasan yang berkilau

" Ini buat aku?" ucapnya

" Iya, aku sengaja membeli perhiasan berlian itu untukmu, sebagai permintaan maafku. gimana? kamu suka gak?" ucapnya

" Iya aku suka, terima kasih sayang" ucap Cindy memeluknya

" Jadi kamu sudah memaafkan aku,kan?"

" Iya sayang" Jawabnya tersenyum

" Ya sudah kalau begitu, ayo kita berangkat" ucap Rangga kemudian mengajukan mobilnya keluar dari parkiran

sementara di belakang mobil mereka, fira sedang membuntuti ke mana mobil Rangga pergi

1
Mega Arum
segera bukak sandiwara angel thoor..
Mega Arum
lanjut thoor...
Mega Arum
buat Mayang gila Thoor... ,
Mega Arum
semoga angel bs segera merebut perusahaanya kembali...
Mega Arum
Lanjuut thoor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!