NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Pelana di Royal Riding Club

Kawasan Royal Riding Club pagi itu tampak jauh lebih ramai dari biasanya. Karena hari libur nasional, banyak keluarga bangsawan kelas atas yang datang membawa anak-anak mereka untuk berlatih. Kereta-kereta kuda mewah berjejer, dan aroma rumput basah bercampur dengan aroma kopi mahal dari area kafe klub.

Shaneen turun dari mobil dengan gaya yang sangat chic. Dia memakai setelan berkuda custom berwarna biru navy gelap yang sangat pas di tubuhnya, lengkap dengan sepatu boot hitam mengkilap. Rambutnya diikat low ponytail yang rapi. Sisi OCD-nya langsung bekerja; dia memastikan sarung tangannya terpasang simetris sempurna.

Matthias sudah menunggunya di depan kandang utama. Dia tampak sangat maskulin, berdiri tegak sambil berbincang dengan penjaga istal.

"Tuan Falken, di mana kuda pesananku?" Tanya Shaneen sambil menghampiri. "Aku sudah meminta kuda betina yang tenang untuk pemanasan."

Penjaga istal membungkuk dengan wajah penuh sesal. "Maafkan kami, Lady Shaneen. Karena hari ini sangat ramai dan banyak keluarga Duke serta Marquis yang datang mendadak, semua kuda sudah keluar. Hanya tersisa satu..."

Shaneen menoleh ke arah yang ditunjuk penjaga itu. Seekor kuda jantan besar berwarna hitam legam bernama "Ares". Kuda itu sedang meringkik liar, kakinya menghentak tanah dengan kuat. Kuda itu tampak sombong, persis seperti pemiliknya.

"Ares?" Shaneen mengerutkan kening. "Itu kudamu, Tuan Falken. Aku tidak mungkin menungganginya sendirian, dia terlalu liar untuk ukuran kuda sewaan."

Matthias tersenyum tipis, sebuah senyum kemenangan yang sangat menyebalkan bagi Shaneen. "Benar. Dia tidak suka orang asing. Dan karena tidak ada kuda lain, pilihannya hanya dua, kau batal berkuda dan pulang sekarang, atau... kau naik bersamaku."

Beberapa bangsawan tua yang sedang duduk di teras klub mulai berbisik-bisik sambil melihat ke arah mereka.

"Lihat itu, Duke Falkenhayn dan Putri Asturia," bisik seorang Lady tua. "Luar biasa serasi, bukan?"

Shaneen merasa terpojok. Aturan nomor satu, jangan mempermalukan nama keluarga di depan umum. Jika dia menolak dan pulang, gosip akan beredar bahwa Putri Asturia takut berkuda. Dengan terpaksa, Shaneen menghela napas panjang.

"Hanya kali ini saja, Tuan Falken. Jangan berani-berani melakukan gerakan tambahan," ancam Shaneen dengan suara rendah.

Matthias naik ke atas Ares dengan sekali lompatan jantan. Dia kemudian mengulurkan tangannya pada Shaneen. Begitu tangan mereka bersentuhan, Shaneen merasakan sengatan listrik yang aneh—hangat dan kuat. Matthias menarik Shaneen naik dengan mudah, mendudukkannya di depannya, di pelana yang sama.

Begitu Shaneen duduk, dia langsung membeku. Posisi ini jauh lebih intim daripada yang dia bayangkan. Punggungnya menempel pada dada bidang Matthias yang kokoh. Tangan Matthias yang besar melingkari tubuhnya dari belakang untuk memegang tali kendali, membuat Shaneen seolah-olah sedang dipeluk erat.

"Pegang kendalinya denganku, Ninin," bisik Matthias pelan. Napasnya mengenai telinga Shaneen, membuat pipi gadis itu merona merah.

"Jangan panggil aku begitu di sini!" Desis Shaneen, mencoba menjaga jarak meski tidak ada ruang tersisa. "Dan tanganmu... kau sengaja memelukku ya?"

"Aku hanya menjaga agar kau tidak jatuh. Ares sedang dalam suasana hati yang buruk," balas Matthias santai, padahal di dalam hati dia sedang sangat menikmati aroma mawar yang menguar dari rambut Shaneen.

Saat Ares mulai berjalan perlahan melewati jalur hutan yang indah, semua mata bangsawan tertuju pada mereka. Shaneen, dengan segala keanggunannya, tampak sangat serasi berada dalam dekapan pelindung sang Jenderal.

Tiba-tiba, Ares sedikit melompat karena terkejut melihat seekor kelinci yang melintas. Secara refleks, Shaneen memekik kecil dan menyandarkan seluruh tubuhnya ke dada Matthias, tangannya mencengkeram lengan kekar Matthias dengan kuat.

Matthias segera mempererat pelukannya di pinggang Shaneen, menahan tubuh gadis itu agar tidak terguncang. Dia menundukkan kepalanya, bibirnya hampir menyentuh dahi Shaneen.

"Aku memegangmu, Ninin. Kau aman," ujar Matthias dengan suara yang sangat lembut, jauh dari nada kaku militernya.

Shaneen terdiam, detak jantungnya berdegup tidak karuan. Dia benci kekacauan, dia benci hal yang tidak teratur, tapi anehnya, berada di dalam dekapan Matthias yang kuat ini, rasanya sangat pas. Sangat simetris dengan hatinya yang selama ini kosong.

Sial, Matthias benar-benar tahu cara membuatku tidak berdaya, batin Shaneen sambil mencoba menenangkan napasnya. Sedangkan Matthias tersenyum puas.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!