NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Dasar Jurang Ratapan

Surga Pertama - Kedalaman Jurang Ratapan.

Sesuai dengan namanya, angin yang bertiup melintasi tebing-tebing es vertikal di jurang ini menghasilkan suara lolongan yang memekakkan telinga, seolah-olah jutaan hantu sedang disiksa di dasar jurang.

Shen Yu dan Lin Xue menuruni tebing curam itu dengan hati-hati. Tanpa kemampuan untuk terbang dengan bebas akibat tekanan Hukum Alam yang masif, mereka harus melompat dari satu pijakan es ke pijakan lainnya.

Darah masih sesekali menetes dari bahu kanan Shen Yu, membeku seketika saat terkena udara. Wajahnya semakin pucat, namun matanya tetap tajam, memindai kegelapan di bawah sana.

"Kita hampir sampai di dasar," bisik Shen Yu.

Kabut es perlahan menipis, digantikan oleh uap panas yang berbau belerang. Di dasar Jurang Ratapan, anomali alam terjadi. Retakan-retakan vulkanik menyemburkan magma hitam, bertabrakan dengan es abadi dan menciptakan kolam-kolam air mendidih.

Di sekitar tepian kolam magma itulah, rumput-rumput berwarna merah menyala dengan urat keemasan tumbuh subur. Rumput Api Sumsum.

Namun, rumput itu tidak tumbuh tanpa tuan.

Shen Yu menahan lengan Lin Xue, menariknya bersembunyi di balik es raksasa.

Di depan mereka, sebuah kamp penambangan kasar telah didirikan. Belasan kultivator berwajah garang, mengenakan jubah kulit binatang kosmik, berpatroli dengan cambuk berduri di tangan. Mereka adalah kelompok bandit yang menguasai wilayah ini, semuanya berada di ranah Dewa Fana Tahap Menengah hingga Akhir.

Di bawah pengawasan mereka, puluhan pria berpakaian compang-camping bekerja seperti binatang. Kaki mereka dirantai dengan besi hitam yang menekan Dantian mereka. Mereka menggali bijih kristal dan memanen Rumput Api Sumsum dengan tangan kosong yang melepuh terkena uap magma.

"Cepat gali, anjing-anjing Alam Bawah!" raung salah satu bandit, melecutkan cambuknya ke punggung seorang budak tua hingga kulitnya robek. "Jika kuota Kristal Dao tidak terpenuhi hari ini, aku akan melempar kalian ke kolam magma!"

Lin Xue memalingkan wajahnya, menggigit bibir bawahnya. Budak-budak itu... semuanya memancarkan aura kultivasi yang ditekan. Mereka bukan manusia biasa. Mereka adalah para jenius yang berhasil menembus tabir dari berbagai dunia fana, hanya untuk berakhir sebagai budak tambang di Surga Pertama.

Tatapan Shen Yu menyapu para budak itu dengan dingin. Baginya, kelemahan adalah dosa. Namun, pandangannya tiba-tiba terhenti pada sosok budak tua yang baru saja dicambuk.

Budak tua itu memiliki luka bakar di separuh wajahnya, rambutnya rontok dan kotor. Tapi saat budak itu mendongak menahan rasa sakit, Shen Yu mengenali garis wajah dan sisa-sisa aura Dao Pedang yang sangat familiar.

Mata Shen Yu sedikit menyipit.

Itu adalah Mo Han.

Tiga ribu tahun yang lalu, di Benua Tengah Alam Fana, Mo Han adalah Patriark Sekte Pedang Pembelah Langit. Dia adalah legenda mutlak, musuh bebuyutan Shen Yu di masa lalu sebelum Shen Yu mencapai puncaknya. Mo Han adalah orang pertama di eranya yang berhasil membelah langit dan "naik" ke Alam Atas dengan disaksikan jutaan mata yang memujanya.

Legenda yang dipuja sebagai dewa di Alam Bawah itu, kini sedang berlutut memungut serpihan batu di genangan lumpur beku.

"Tragedi yang ironis," gumam Shen Yu tanpa ekspresi.

"Guru, kau mengenalnya?" tanya Lin Xue pelan.

"Mantan kenalan lama. Seseorang yang dulu berpikir bahwa naik ke surga akan memberinya takhta abadi," jawab Shen Yu. Dia melepaskan cengkeramannya pada bahu Lin Xue dan perlahan menarik Sabit Penebas Langit dari cincin penyimpanannya.

"Tetap di sini, Xue'er. Aku butuh Rumput Api Sumsum itu. Dan sepertinya, kita tidak bisa membelinya dengan baik-baik."

"Tapi lukamu—"

"Luka ini tidak akan membunuhku. Tapi bandit-bandit itu akan mati sebelum mereka menyadari aku terluka."

Shen Yu melangkah keluar dari balik es, jubah peraknya berkibar tertiup uap panas. Dia tidak menyembunyikan hawa keberadaannya. Niat membunuh yang murni dan gelap langsung mengunci seluruh kamp penambangan itu.

"Siapa di sana?!" Pemimpin bandit, seorang pria botak dengan bekas luka melintang di wajahnya, langsung menoleh. Dia berada di ranah Dewa Fana Tahap Akhir.

Melihat hanya satu orang yang berjalan mendekat, dan menyadari fluktuasi Qi Shen Yu yang lemah akibat luka, pemimpin bandit itu tertawa keras.

"Hahaha! Lihat ini, saudara-saudara! Ada tikus yang mengantarkan nyawanya sendiri! Jubahnya terlihat mahal, bunuh dia dan ambil hartanya!"

Tiga bandit melesat maju, mengayunkan golok besar yang dilapisi Dao Angin Membeku. Kecepatan mereka sangat luar biasa menurut standar Alam Bawah.

Namun di mata Shen Yu, mereka penuh dengan celah.

Mereka terlalu mengandalkan tekanan hukum Alam Atas, batin Shen Yu. Insting bertarung mereka tumpul.

Shen Yu mencondongkan tubuhnya ke depan. Bahu kanannya berdenyut, jadi dia tidak menggunakan tebasan lebar. Dia memegang sabitnya dengan tangan kiri.

SRAAK!

Dalam satu gerakan yang sangat efisien dan mematikan, Shen Yu menyelinap di bawah ayunan golok pertama, memutar gagang sabitnya, dan menebas leher ketiga bandit itu dalam satu garis lengkung yang mulus.

Ketiadaan melahap pertahanan Qi mereka seolah itu hanya kertas tipis.

Tiga kepala terlepas dari tubuhnya secara bersamaan, darah menyemprot mewarnai es menjadi merah.

Tawa di kamp itu berhenti seketika. Pemimpin bandit membelalakkan matanya. "B-Bagaimana mungkin? Dia hanya di tahap awal! Serang bersama-sama! Gunakan Formasi Pembeku Tulang!"

Sisa sepuluh bandit mengepung Shen Yu. Mereka merapal segel tangan, mencoba mengunci ruang di sekitar Shen Yu dengan hukum es.

Shen Yu hanya mendengus. "Hukum es murahan."

Dia menghentakkan kakinya. Aura Ketiadaan meledak, menolak hukum es yang mencoba mengikatnya. Mengabaikan rasa sakit yang merobek meridian bahu kanannya, Shen Yu melesat ke tengah formasi mereka seperti serigala masuk ke kandang domba.

Dia tidak beradu Qi. Dia menggunakan seni pembunuhan murni.

Sabitnya memotong urat kaki, menusuk Dantian, dan membelah tenggorokan. Setiap gerakannya dihitung tanpa membuang tenaga sedikit pun. Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, sembilan mayat bandit bergelimpangan di atas lumpur, tak bernyawa.

Pemimpin bandit itu kini berdiri sendirian, kakinya bergetar hebat. "K-Kau... dari faksi mana kau berasal?! Monster sepertimu tidak mungkin pelarian tanpa nama!"

Shen Yu berjalan mendekat perlahan, darah menetes dari bilah sabit hitamnya.

"Aku hanya seorang petani dari Alam Bawah, datang untuk melihat Ladang Pil," bisik Shen Yu dingin.

Pemimpin bandit itu meraung putus asa, melemparkan palu gadamnya dengan seluruh kekuatan Dewa Fana Tahap Akhir-nya.

Shen Yu tidak menghindar. Dia memutar pergelangan tangan kirinya. Ketiadaan terkonsentrasi di ujung sabit.

TRANG!

Sabit itu membelah palu gadam tersebut beserta tubuh si pemimpin bandit dari kepala hingga selangkangan. Potongan tubuhnya jatuh berdebum ke dalam kolam magma.

Keheningan kembali menyelimuti dasar Jurang Ratapan, hanya diselingi suara gelembung magma yang pecah.

Para budak tambang mundur ketakutan, meringkuk memeluk rantai mereka. Mereka mengira pembantai berjubah perak ini adalah algojo dari Pengadilan Langit.

Shen Yu mengabaikan mereka. Dia berjalan ke pinggir kolam magma, mencabut lima batang Rumput Api Sumsum dan menyimpannya.

Lalu, dia berbalik dan berjalan menghampiri Mo Han.

Budak tua itu gemetar hebat saat melihat bayangan Shen Yu menutupi tubuhnya. Dia tidak berani mengangkat wajahnya.

"Patriark Pedang Mo Han," panggil Shen Yu, suaranya sedatar permukaan es. "Apakah surga tidak seindah yang kau bayangkan saat kau membelah langit Benua Tengah tiga ribu tahun lalu?"

Tubuh Mo Han tersentak hebat. Mendengar gelar lamanya disebut, dan mengenali nada suara itu, dia mendongak dengan cepat. Mata tuanya yang keruh melebar, dipenuhi ketidakpercayaan yang absolut.

"S-Shen... Yu?" Mo Han tergagap, suaranya parau karena lama tidak minum. "Kaisar Malam... K-Kau berhasil naik?"

"Sayangnya, ya. Dan pemandangan di sini cukup membuatku muak," Shen Yu mengayunkan sabitnya ke bawah, memotong rantai besi hitam yang mengikat kaki Mo Han.

Mo Han menatap rantainya yang terputus, lalu menatap Shen Yu. Tiba-tiba, pria tua yang dulunya begitu sombong itu menangis histeris. Dia memeluk kaki Shen Yu, mencium lumpur es di kaki musuh lamanya itu.

"Selamatkan aku, Shen Yu! Tolong bawa aku pergi dari neraka ini!" tangis Mo Han putus asa. "Dunia ini... ini bukan surga! Kami semua hanyalah ternak bagi mereka! Bakat, gelar, kultivasi masa lalu kita... semuanya tidak berguna di sini!"

Shen Yu menatap pria tua di kakinya dengan tatapan tanpa emosi. Pemandangan ini mengonfirmasi betapa kejamnya rantai makanan di Tiga Puluh Tiga Surga. Dewa-dewa di atas sana telah menghancurkan martabat para penakluk fana hingga menjadi debu.

Lin Xue berjalan mendekat, menatap Mo Han dengan sorot mata campur aduk. Namun dia tidak membiarkan belas kasihannya melemahkan pertahanan mereka.

"Bangunlah, Mo Han," perintah Shen Yu dingin. Dia menendang pelan pria tua itu agar melepaskan kakinya. "Aku tidak memelihara anjing, dan aku tidak punya waktu untuk mengurus orang tua yang sudah patah semangat."

Shen Yu melemparkan sebuah botol kecil berisi Pil Penyembuh Fana ke pangkuan Mo Han.

"Aku baru tiba hari ini. Aku butuh telinga dan mulut yang tahu seluk-beluk Surga Pertama. Jika kau masih ingin hidup dan melihat dewa-dewa yang menyiksamu ini berdarah... kumpulkan sisa-sisa budak fana ini yang masih memiliki tulang punggung. Tunggu perintahku di Kota Patahan Es."

Mo Han mencengkeram botol pil itu erat-erat. Api kebencian yang selama tiga ribu tahun padam oleh keputusasaan, kini perlahan menyala kembali di matanya yang keruh saat melihat sosok tiran mutlak di depannya.

"A-Aku mengerti... Aku bersumpah setia padamu, Kaisar Malam."

Shen Yu berbalik, tidak lagi memedulikan Mo Han maupun sisa budak di sana. Dia membawa Lin Xue berjalan menuju sebuah gua es di dinding jurang, tempat yang cukup tertutup untuk meramu obat.

"Guru," panggil Lin Xue saat mereka sudah masuk ke dalam gua. "Mengapa membiarkannya hidup? Dia mungkin akan mengkhianati kita pada Pengadilan Langit demi kebebasannya."

Shen Yu duduk bersila, meringis pelan saat membuka jubahnya yang bersimbah darah beku.

"Orang yang sudah pernah diinjak hingga ke dasar neraka memiliki dua pilihan: mati, atau menggigit kaki yang menginjaknya," kata Shen Yu, menatap Rumput Api Sumsum di tangannya.

"Pengadilan Langit tidak akan pernah menerimanya. Dan kita... kita butuh pion buangan untuk mengacaukan papan catur musuh."

Shen Yu mengulurkan rumput merah itu pada Lin Xue. "Bantu aku memurnikan ini. Malam ini, kita obati lukaku. Besok, kita buat nama Kaisar Malam kembali ditakuti, bahkan oleh para dewa."

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!