Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 : Mulutku Kecut
Kenzie sudah sampai di rumah Kenzo beberapa menit yang lalu, tak lama kemudian, bel pintu berbunyi.
"Silahkan masuk, Dok."
Setelah dari belanja, Kenzie memiliki inisiatif untuk mendatangi tempat praktek dokter umum yang tempat praktiknya tidak jauh dari perumahan Kenzo. Kebetulan saat Kenzie datang, masih sepi pasien, dan bersedia untuk datang ke rumah karena ternyata selalu langganan servis mobilnya di Kenzo.
Mendengar suara pintu dibuka, Kenzo langsung membuka selimutnya.
"APA INI?!" seru Kenzo langsung duduk dengan tatapan panik.
"Silahkan duduk dulu, Dok." ujar Kenzie menunjuk pada sofa di kamar Kenzo.
Kenzie berusaha tenang, ia mendekati Kenzo untuk membisikkan sesuatu.
"Mamak-mamak kita sedang perjalanan mau kesini, jadiii, kamu harus berobat biar cepat sembuh dan mereka nggak lama-lama disini. Kalau nggak mau, aku balik lagi ke kontrakan!" ancam Kenzie.
"APA!"
"Ngapain mereka kesini?" protes Kenzo dengan suara berbisik.
"Itu kenapa pakai dokter segala sih! aku disuntik juga?"
"Ssttt! nurut nggak! malu dikit, cowo kok heboh lihat dokter!" gertak Kenzie dengan suara berbisik.
Kenzo menatap dokter dan Kenzie secara bergantian. Seketika rasanya ingin kabur. Ia menahan rasa takut dan malu secara bersamaan.
"Saya sudah sehat kok! NIH!"
Kenzie menyembunyikan tawanya melihat Kenzo yang tiba-tiba menunjukkan ototnya dan berusaha meyakinkan agar terhindar dari tindakan dokter.
"Pura-pura sehat itu berat, mari segera berobat." ujar dokter dengan nada Dilan.
Kenzie hampir saja melepas tawanya, sedangkan Kenzo langsung melotot.
"Tapi, jangan di operasi ya, Dok?" ujar Kenzo.
Kenzie langsung tertawa, "Ups maaf!"
"Kurang ajar harga diri gue jatuh hancur lebur!" umpat Kenzo dalam hati.
Dokter itupun juga tertawa pelan sembari mengeluarkan peralatan medisnya.
"Cek tensi darah dulu, ya." ujar dokternya.
Kenzo mengangguk sambil meringis.
"Tetap tenang," ujar dokter itu.
Setelah selesai cek tensi darah, dokter tersebut langsung memeriksa sembari bertanya-tanya.
"Suntik aja Dok, biar cepat sembuh." ujar Kenzie.
"NO NO! NGGAK MAU, NGGAK USAH!" tolak Kenzo.
"Suntik itu nggak sakit kok, yang bikin sakit itu karena kita overthinking," ujar dokter.
"Nggak mau disuntik ya sudah!" timpal Kenzie dengan menatap ancaman.
Tatapan mata Kenzie memberikan isyarat dan ancaman yang membuat Kenzo gemeteran. Ia langsung berpikir untuk membuat keputusan ini.
"Ya, masa maunya nyuntik terus, sekali-kali gantian disuntik, biar tau rasanya ... biar imbang." ujar dokter dengan suara berbisik.
Kenzo dan Kenzie langsung saling menatap.
"TIDAK!" Kenzo dan Kenzie membantah secara bersamaan.
"Kenapa kalian panik? kalian 'kan sepupuan?" ujar dokter itu karena Kenzie mengaku sebagai sepupunya.
Dokter itupun tertawa kecil dan memerintahkan Kenzo agar merubah posisinya tanpa mempedulikan kedua anak muda yang masih belum bisa mengontrol raut wajahnya.
"Janji nggak sakit ya, Dok?!"
"Janji," jawab dokter itu seraya mengangkat kelingkingnya.
"Nanti saya kasih es krim," bujuk sang dokter seperti menghadapi pasien anak kecil.
Kenzo menutup telinganya sembari meringis, namun, tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"EH!"
"Loh, kemana dia?" tanya Kenzo saat tidak melihat Kenzie dikamarnya.
Dokter itupun mengangkat kedua bahunya.
"Walaupun sepupu, dia tetap punya rasa malu untuk melihat pantat saudaranya." ujar dokter dengan candaan.
Kenzo bermaksud untuk menyuruh Kenzie keluar dari kamarnya karena ia malu. Namun, ternyata Kenzie sudah berinisiatif sendiri.
"Ayo cepat, masa kalah sama anak kecil." sindir dokter.
Kenzo masih mengomel tidak jelas.
Kenzie memilih keluar dari kamar Kenzo karena geli. "Ya kali! masa aku harus lihat bokongnya si songong! hih iyyuuhh!"
Kenzie bergidik geli membayangkannya.
Tidak lama kemudian, dokter itupun keluar dari kamar Kenzo.
"Saya jelaskan dulu untuk obat-obatnya karena sepupumu masih nangis setelah disuntik,"
Kenzie langsung tertawa.
"Dasar!" bathin Kenzie.
Kenzie sudah menerima obat untuk Kenzo dan juga langsung membayarnya.
Setelah memastikan dokter itu pergi, Kenzie langsung bergegas ke kamar Kenzo untuk memastikan kondisi suaminya itu.
"Apa lu ketawa-ketawa!" bentak Kenzo.
Kenzo langsung mengusap air matanya saat Kenzie masuk ke kamar. Namun, bentakan Kenzo tidak membuat Kenzie sedih, karena ia tau suaminya itu dalam sedang menahan rasa malu.
"Ini obatnya, semoga cepat sembuh biar aku cepat pulang!" ujar Kenzie.
Tanpa menunggu jawaban dari Kenzo, Kenzie langsung ke dapur untuk memasak dengan sisa-sisa waktu yang ada. Terutama membuatkan sup untuk Kenzo.
...
45 menit berlalu, Mia dan Laras sudah tiba di kediaman Kenzo.
"Syukurlah Mama sama Ibu sudah sampai," ujar Kenzie menyambut.
"Iya, tadi sempat kejebak macet karena ada truk kecelakaan," jawab Mia.
"Mana Kenzo?" tanya Laras sembari celingukan.
"Di kamar, Bu ... tadi abis minum obat, jadinya ngantuk." jawab Kenzie.
Kenzie sudah memastikan kamar itu aman dari barang-barangnya, karena sudah pasti Mia dan Laras akan tidur dikamar itu.
"Mama masuk ya," ujar Mia meminta izin pada Kenzie untuk menemui Kenzo dikamarnya.
"Oh, iya silahkan atuh, Ma. Buka aja pintunya, nggak papa." jawab Kenzie.
Mia langsung masuk ke kamar Kenzo dan melihat putranya itu masih tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Merasa ada yang mengusap rambutnya, Kenzo langsung menggeliat.
"Kenzie, aku kedinginan, mau di peyuk kayak tadi."
Mia dan Laras tertawa sehingga membuat Kenzo langsung membuka mata.
"Mama!"
"Udah nggak papa, iya nanti dipeluk sama Kenzie." ujar Mia bersamaan dengan Kenzie menyusul masuk.
"Ada apa nih kok ngomong peluk-peluk Kenzie?" bathin Kenzie.
Melihat ada Laras disana, Kenzo juga langsung menyapa seraya mengulurkan tangannya.
"Apa yang dirasakan, Kenzo?" tanya Laras.
"Panas, dingin, sedikit pusing, kurang enak makan, rasanya hambar." jawab Kenzo.
"Kamu pasti kurang istirahat, yang sabar, jangan rewel kalau sudah diurusin sama istrimu," timpal Mia.
"Iyaaa, sekarang sudah enakan kayaknya," ujar Kenzo sembari menyingkirkan selimut.
...
Karena kedatangan Mia dan Laras masih siang, mereka pun istirahat di kamar setelah makan siang. Kenzie yang menghindari satu ruangan dengan Kenzo, ia memilih memasak untuk makan malam nanti.
"Mau ngapain?" tanya Kenzie melihat Kenzo keluar kamar.
"Ke belakang, bosen di kamar terus." jawab Kenzo.
"Jangan ngerokok!"
"Hemmm!"
"Ham hem ham hem!" gerutu Kenzie.
Jam setengah 5 sore Kenzie sudah selesai masak, karena ia pernah mendengar bahwa Mia sedang menjalani program diet sehingga tidak makan malam kecuali saat berkunjung ke acara lain.
"Masih betah aja di belakang!" gumam Kenzie sambil mengintip dari balik pintu.
Kenzie menyusul Kenzo ke kursi yang ada di belakang itu.
"Nggak ngerokok malah ngevape!"
"Benar-benar ndableg!" omel Kenzie.
"Ngapain sih kamu ikut-ikutan kesini? tiba-tiba muncul kayak demit!" balas Kenzo juga mengomel.
"Kalau kamu sakit, siapa yang repot, ha!" balas Kenzie.
"Sabar dulu kek, tahan sampai sembuh, apa susahnya sih!"
"Mulutku kecut, kalian nggak ngerasain sih!" balas Kenzo membela diri.
"EH EH!"
"Ssstt!" bisik Kenzo sambil menajamkan pendengarannya karena mendengar suara langkah kaki.
"Kenapa?" tanya Kenzie ikut berbisik.
Double Up Dong Pliiis🥰
semoga mangkin rukun dan samawa rumah tangga nya.
trus loncing dah baby ken nya🤣🤣🤣
Kalau besok ada kesempatan, author akan update pas waktu sahur ya, pastinya lebih seru 😁
Jangan lupa di subscribe 😍
sesuai harapan ku...
mangkin lama pasti si kenzo mangkin nempel Sama kenzi
kalau bisa cepet aja kebongkar keburukan pasangan gak halal mereka.
pengen liat nanti kenzo bucin sama kenzi...
kan seru couple ken..🤭