NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cimai

Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.

Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.

Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.

Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.

Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?

Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 : Kenzo Demam

Agar tidak kehilangan jejak lagi, Kenzo menunggu Kenzie di depan toilet. Kenzie benar-benar tidak berbohong bahwa ia hendak buang air besar.

"Eh, buset!"

"Ngapain sih!" protes Kenzie saat dikejutkan dengan Kenzo yang berada di depan pintu kamar mandi.

"Biasa aja kali!" balas Kenzo.

Selain buang air besar, Kenzie juga merapikan rambut dan wajahnya yang berantakan.

"Nggak mau ganti baju?" tanya Kenzo.

Kenzie langsung spontan melihat pakaiannya yang pasti akan tidak nyaman dipakai saat tidur. Setelah mempertimbangkan, Kenzie masuk ke kamar.

"Bajumu ada dikamarku semua buat jaga-jaga kalau tiba-tiba mereka datang," ujar Kenzo yang mengawasi dari pintu.

Kenzie memejamkan matanya sembari menarik napas panjang.

"Nggak jadi ganti baju!" ujar Kenzie.

Kenzie mendekati pintu dengan maksud untuk mengusir Kenzo dari pandangannya. Namun, Kenzo sigap menahan karena sudah menebak gerakan Kenzie.

"Bisa kita bicara dengan normal?" tanya Kenzo semakin serius.

"Aku sudah bilang, nggak ada yang perlu dibicarakan!" jawab Kenzie ketus.

Kenzo kembali menarik napas panjang menghadapi perempuan dihadapannya ini. Biar bagaimanapun, ialah yang menjadi sebab sikap Kenzie seperti ini.

"Pilih kasih kesempatan untuk bicara atau aku akan meminta hakku sebagai suami tanpa persetujuan kamu?"

"Pilih mana, hem?"

Kenzo menutup pintu kamar dan mendekati Kenzie yang sudah melangkah mundur karena gelagapan sendiri.

"Ke-Kenzo, ja-jangan!"

"I-iya, bicara." ujar Kenzie ketika punggungnya sudah terpojokkan di dinding.

Perjalanan masih sangat panjang, Kenzo masih membutuhkan drama ini untuk terlihat semakin alami.

Setelah berhasil membuat Kenzie terpojok dengan jarak mereka yang sangat dekat, akhirnya cara ini membuahkan hasil.

Dengan senyum yang terbentuk di sudut bibir, Kenzo mengikuti Kenzie yang sudah keluar lebih dulu. Kenzie duduk di sofa dengan wajah yang semakin ditekuk.

"Pertama, aku minta tolong buka blokirannya," pinta Kenzo.

Tanpa drama, Kenzie langsung mewujudkan permintaan itu.

"Apa lagi?!"

"Sudah maafin aku apa belum?" tanya Kenzo.

"Sudah!"

"Ikhlas nggak?" tanya Kenzo sengaja menggoda dan memanfaatkan situasi untuk iseng.

"Sudah 'kan?" balas Kenzie.

"Mau tidur!" lanjutnya.

"Serius nggak ambil baju ganti?" tanya Kenzo.

"NGGAK PERLU!" tolak Kenzie.

Kenzie langsung beranjak tanpa menunggu merespon Kenzo.

Kenzie langsung mengunci pintu kamar agar tidak ada yang tiba-tiba muncul. Tidur dengan menggunakan pakaian yang ia kenakan sekarang sangat tidak nyaman. Namun, daripada harus masuk ke dalam kamar Kenzo lagi, ia lebih bertahan dengan apa yang dipakainya sekarang.

"Kenapa gue jadi tersinggung gini dicuekin dia?" gumam Kenzo.

Kenzo langsung menyandarkan kepalanya, sembari membuka kancing baju.

"Kayaknya gue nggak enak badan nih, pahit banget mulut gue."

Setelah mendengar suara pintu dikunci, Kenzo juga langsung ke kamar karena merasa tubuhnya sedang kurang fit.

...

Keesokan paginya, Kenzie bangun lebih lambat, sudah hampir jam setengah 6. Ia membutuhkan waktu lebih untuk menyadarkan ingatannya.

Sejak bangun, Kenzie belum melihat Kenzo. Ia penasaran karena takut jika berada di rumah ini sendirian.

"Jangan-jangan ditinggal pergi lagi!" gumam Kenzie.

Kenzie ke belakang, "Nggak ada juga, siapa tau lagi ngerokok!"

"Berarti emang belum bangun," gumam Kenzie memang belum memeriksa kamar.

Kenzie masih ragu untuk mengetuk pintu kamar Kenzo, namun, ketika melihat jam sudah hampir jam 7, ia pun khawatir karena motor dan mobil Kenzo ada dirumah.

Kenzie sudah mengetuk pintu 3 kali, tetapi tidak ada jawaban. Setelah mencoba membuka, pintu ternyata tidak dikunci.

"Lah, dia kenapa?"

Kenzie langsung mempercepat langkahnya saat melihat Kenzo menggigil. Meskipun sedang marah, ia tetap tidak tega.

"Aduh, panas banget badannya."

Kenzie pun panik, saat ia hendak ke dapur, tangannya di tahan oleh Kenzo.

"Jangan panggil dokter," pinta Kenzo.

Kenzie langsung mengernyitkan keningnya.

"Kalau sakit ya ke dokter lah," balas Kenzie.

Kenzo langsung menggeleng cepat.

"Aku cuma kurang istirahat aja, tolong ambilkan paracetamol di sana," ujar Kenzo menunjuk tempat kotak obat.

Meskipun laki-laki, Kenzo memiliki aib tersendiri, yaitu takut untuk berobat ke dokter.

Kenzie ingin meledeknya, tapi, saat ini masih ia tahan.

"Tunggu, harus makan dulu." ujar Kenzie.

Kenzo mengangguk nurut daripada harus berhadapan dengan dokter.

Untung saja, saat mereka belanja waktu itu, Kenzie mengambil beberapa tepung, termasuk tepung beras.

Kenzie akan membuatkan bubur agar lebih cepat. Melihat Kenzo sakit juga membuatnya tidak tega untuk pergi sekarang.

"Masih panas, tunggu dingin."

"Minum air hangat ini, abis itu di kompres dulu jidatmu." ujar Kenzie.

Kenzo hanya mengangguk, ia duduk lalu mengambil gelas tersebut dan meminumnya secara perlahan.

"Kamu ganti baju dulu," suruh Kenzo.

Kenzie langsung mengiyakan karena mumpung di kamar ini.

Setelah ganti pakaian, Kenzie kembali ke kamar Kenzo.

"Seharusnya pacarmu ada di sini, jaga kamu, ngurusin kamu, biar aku yang pulang." ujar Kenzie sembari menempelkan kain di kening Kenzo.

"Jangan bahas yang nggak ada di sini," jawab Kenzo.

Kenzie menatap kesal karena mereka seperti pasangan selingkuh.

Dengan duduk bersandar, namun, kepala terasa lemas. Kenzo tetap membuka mulutnya saat Kenzie menyuapi bubur.

"Hambar," protes Kenzo.

"Jangan rewel! kalau sudah diurus itu jangan berisik, harus nurut!" balas Kenzie tidak mau kalah.

"Galak," gumam Kenzo.

"Biarin galak!" balas Kenzie justru membuat Kenzo tersenyum.

Satu mangkuk bubur itu sudah habis karena Kenzie menggunakan mangkuk sedang dan selalu memaksa agar Kenzo mau menghabiskannya, tidak lupa mengancamnya akan memanggil dokter.

"Ini obatnya,"

Kenzie menyodorkan obat yang sudah ia kupas.

"Eh eh! jangan langsung tiduran, duduk dulu!" tegas Kenzie.

"Nggak kuat," keluh Kenzo.

Kenzie serba bingung.

"Telepon papa, bilang aku lagi sakit, belum bisa balik sekarang," suruh Kenzo menunjuk ponselnya yang ntah ada dimana.

Kenzie pun mencari dimana ponsel Kenzo, karena telunjuk Kenzo menunjuk pada meja yang kosong.

"Hpmu itu ditaruh mana?" tanya Kenzie.

"Sini," jawab Kenzo.

Kenzie menyingkap selimut tebal tersebut dan ternyata ponsel ada di sana.

"Siapa namanya?" tanya Kenzie.

"Papa bos," jawab Kenzo.

Kenzie langsung menelepon Zaky dan tidak lama kemudian sudah muncul menitan.

"Assalamu'alaikum Pa," ucap Kenzie.

(Wa'alaikumussalam, loh kenapa kok pagi-pagi telepon pakai nomor Kenzo?)

"Kenzo demam, Pa, jadi belum bisa kesana sekarang." jawab Kenzie.

(Dimana Kenzo?)

"Masih tiduran, Pa."

(Suruh berjemur, pagi-pagi kok tiduran, nggak dapat vitamin)

"Iya Pa,"

Kenzie sengaja mengeraskan suara telepon supaya Kenzo juga bisa mendengarnya.

(Ke dokter aja kalau nggak mau berjemur!)

"Nggak perlu!" tolak Kenzo.

"Yang sopan," bisik Kenzie.

"Ya sudah, Pa, cuma itu aja." ujar Kenzo mengambil alih ponselnya.

(Ya, masih kangen aja kamu itu, haha)

"Apasih!" Kenzo dan Kenzie kompak tidak terima.

Kenzo langsung menutup ponselnya setelah digoda oleh papanya sendiri.

Melihat Kenzo sedang sakit membuat Kenzie tidak tega, tapi, ia juga merasa kesal karena tadi malam.

"Kenapa aku sekesal ini kalau ingat semalam dia sama pacarnya, eh, sekarang aku yang jagain dia sakit!" bathin Kenzie.

"Kenzie, jangan kabur ya." pinta Kenzo dari dalam selimut.

"Hm!"

AC sudah tidak dihidupkan, tetapi Kenzo masih kedinginan sehingga membuat Kenzie serba salah.

"Masa iya aku sambil mijitin dia gitu?" bathin Kenzie.

1
Susi Ermayana
jujur uda sampek gregetan sana si kenzo kemaren yang hampir keblabasan sama si ulet bulu..
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Sweet Girl
Udah kayak Mol aja, Panah penunjuk nya.🤭
Sweet Girl
Emang bukan jari kakinya yang sakit Tor...??
Cimai (IG : cimai_author): Bukan Kak, karena lututnya yang kesandung sudut meja 😁
total 1 replies
Sweet Girl
Yakin Pak Zaky... Kenzo putra satu satunya lhooo.
Sweet Girl
Baik benget tu si Lidanya Buaya.
Sweet Girl
Belum Lebaran Zie...🤣
Cimai (IG : cimai_author): Lebih cepat lebih baik, Kak 😄
total 1 replies
Sweet Girl
Udah basahin Kakak lagi tu Zie...
Sweet Girl
Belum waktunya mati, Zie...
Sweet Girl
Mungkin udah punya gebetan baru Ken...
Sweet Girl
Udah kayak Silet tajamnya 🤭
Sweet Girl
Untung masih ada stock sabarnya.
Sweet Girl
Hhaaah!? ini udah Lebaran lagi lhoooo🤪
Cimai (IG : cimai_author): Tidak terasa 😭
total 1 replies
Sweet Girl
Bwahahaha, Ndak ada yang punya Bang... buang aja da...
Cimai (IG : cimai_author): Jangan dong😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Awas benci Sama Cinta Setipis Tisu Lho😄
Cimai (IG : cimai_author): Biasanya sih gitu 😄
total 1 replies
Cimai (IG : cimai_author)
Mohon maaf untuk novel sebelumnya yang sudah menghilang (Dinikahi Bos Tampan) 🙏
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!