NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Arga berdiri tegap di anjungan laut lepas.

Pria itu bekerja di perusahaan minyak milik Bumi Artha, dengan seragam biru dongker yang dikenakannya juga topi pelindung.

Arga berjalan di antara pipa-pipa raksasa di sekelilingnya demi memantau beberapa pekerjaan dari bawahannya.

Mata Arga tak pernah lepas dari layar monitor yang memperlihatkan grafik tekanan, aliran minyak, dan indikator keselamatan terus bergerak dinamis, menuntut kewaspadaan penuh.

"Surya kamu bisa cek aliran minyak ke kilang ini," pinta Arga.

"Baik Pak," jawab Surya.

Debur ombak menghantam pondasi kaki anjungan, terdengar samar dengan burung pantai yang beterbangan.

Terdengar samar di balik dengung suara mesin bor yang bekerja tanpa henti.

Angin laut membawa aroma garam menusuk sampai hidung, hal ini sudah nampak biasa karena menjadi bagian dari pekerjaan yang Arga tekuni selama bertahun-tahun.

Tak lama, beberapa rekan-rekan kerjanya menghampiri Arga dengan tersenyum---sementara Arga tengah berkutik dengan monitor memantau grafik.

"Wihh, penganten baru," goda salah satu temannya---wanita yang mengenakan seragam warna biru dongker.

"Romannya masih bau kembang nih," celetuk salah satu teman prianya.

Meraka hanya tertawa---Arga pun sama juga tertawa.

Tangannya menepuk bahu temannya sekilas, namun pandangannya tetap tertuju pada monitor.

"Penganten baru tapi belum pecah telor," jawab Arga dengan santai.

"Lah bapak Supervisor belum pecah telor?" tanya salah satu bawahannya.

"Masih baru kenal ama bini proses pengenalan," jawab Arga santai.

"Tapi keliatan beda sekarang lu Ga, lebih fokus dan rapih." Salah satu Barge Engineer yang mengawasi sistem bersama Arga.

"Jangan-jangan mikirin istri terus ya, soalnya dari tadi kami liat semangat sambil senyam-senyum," ujar rekan Arga yang sesama supervisor.

"Yah gimana ya, pengantin baru," jawab Arga sambil memantau keselamatan kerja.

"Tunggu dua bulan nanti bisa ehem-ehem deh," ujar staff supervisor.

Arga yang jengkel langsung menoyor kepala salah satu staffnya, tapi dengan cara bercanda.

"Asem lu," sahut Arga.

Setelah bercanda singkat itu mereka semua kembali bekerja, Arga sebagai supervisor mengawasi indikator keselamatan yang sedang di pantau surya.

Juga beberapa kilang minyak, yang sedang Arga pantau agar tak terjadi kebocoran pipa.

Mata Arga melirik ke arah para pekerja yang berseragam biru tua yang lalu-lalang di dek anjungan laut lepas.

"Najib! Helm ama alat keselamatannya pasang yang bener pastikan jangan ada yang kendor," pinta Arga yang wajahnya panik memastikan semuanya aman.

"Iya siap, makasih Pak."

Setelah memastikan helm dengan benar, tali pengikat pengaman, dan prosedur dipatuhi tanpa kompromi.

Fase pengeboran hari ini krusial, satu kelalaian kecil dapat berdampak besar.

Sorak kecil terdengar sebelum mereka semuanya berpencar ke pos masing-masing.

Arga kembali memantau lewat monitor, dirinya amat merindukan istrinya yakni Rania, menarik napas dalam lalu matanya menatap cakrawala.

Tak lama salah satu temannya mendekatinya untuk melaporkan pekerjaannya sudah selesai.

"Pak kerjaan saya udah selesai," ujar Najib.

"Bagus," jawab Arga singkat masih memantau monitornya memastikan bawah tak ada pipa yang bocor.

"Pak Arga, nanti malam kita mau kedatangan para perempuan," ucapan Najib.

Hal ini membuat Arga menoleh sejenak ke arah Najib.

"Hah, maksudnya?" tanya Arga.

"Yah cewek-cewek cantik buat nemenin kita malam ini, pekerja cewek udah masuk kamar. Kita seneng-seneng," ucap Najib.

"Yaudah tapi saya nggak mau jajan sembarangan," jawab Arga singkat.

Najib yang mendengar jika Arga dengan tegas mengatakan tak mau ikut jajan perempuan langsung mengerti, tapi Arga tetap minum.

Siang ini para pekerja di tambang anjungan laut lepas sangat sibuk dengan kegiatannya, sampai senja.

Saat Magrib Arga masuk mess yang disiapkan perusahaan, melaksanakan solat magrib dan berdoa.

"Ya allah lindungi hamba dari godaan setan yang terkutuk."

Malam hari pun tiba Arga keluar kamar mess, benar saja disana ada para wanita bertubuh molek dan berlengak-lengok selayaknya wanita malam.

Arga keluar masih mengenakan seragam warna biru tuanya, dan melihat disana teman-temannya sangat sibuk dengan wanita malam.

Mata Arga sangat kaget melihat salah satu wanita malam---rambutnya di gerai dengan ikal di bawahnya, wajahnya sedikit bule, mengenakan kemeja putih tipis, dan rok hitam dengan belahan tengah di pahanya.

"Karin...," suara Arga terdengar lirih.

Dirinya melihat bagaimana mantan kekasihnya dulu menjadi seperti ini, matanya nampak tak percaya.

Bagaimana mungkin seorang gadis yang menjadi anak kepala sekolah----menjadi wanita seperti ini, hal yang amat membuat Arga heran

Tak lama mata keduanya saling menatap, bibir Karin yang sexy nampak terbit seulas senyum menggoda.

"Arga," ujar Karin menatap mantan kekasihnya saat SMA.

"Eh Karin, apa kabar?" tanya Arga.

"Baik kok," jawab Karin singkat.

Di jawab oleh Arga hal yang sama.

"Lo kenal Karin Ga?" tanya Surya temannya.

"Temen SMA gua," jawab Arga singkat.

Mereka semua menikmati malam di lepas pantai, anjungan laut lepas---Sementara Karin sibuk menggoda para pria yang menjadi ladang penghasilannya.

Dirinya mencari pekerja tambang yang jabatannya lebih tinggi untuk hidupnya, jika tak dijadikan istri setidaknya Karin tak masalah di jadikan gundik.

"Astagfirullah," ujar Arga mengedipkan matanya---Ingatannya malah memikirkan Rania.

Tak lama dering ponsel membuyarkan kesenangan Arga dan suasana menjadi hening, langsung Arga mengangkat panggilan telepon.

Itu ternyata Rania.

"Hallo Assalamualaikum sayang," ujar Arga.

Rania di rumah baru saja membersihkan rumah dan akan pergi mandi, dirinya menelepon sang suami untuk menanyakan soal grup alumni SMA.

"Hallo Mas, walaikumsallam.

Arga mengatakan, jika sejak tadi belum mengecek pesan WhatsApp karena begitu sibuk.

"Sebentar aku cek dulu," ujar Arga.

Arga langsung kaget ternyata dirinya di masukan ke grup alumni SMA, sesuai yang di katakan Rania jika yang memasukan keduanya adalah Bonar Salim.

Rania juga mengatakan jika tadi Bonar secara kurang ngajar mengajaknya bertemu, hal yang amat tak di sukai Rania.

"Aku harap kamu juga tetap setia, Mas."

Rania bicara pada Arga.

"Iya sayang aku disini tetap setia kok," ujar Arga langsung berkeringat dingin.

*

*

*

1
Nany Susilowati
pemaksaan banget sih wahai kau eyang putri
Putri Sabina: namanya juga nenenk² kak
total 1 replies
Nany Susilowati
berarti eyang Rania egois donk
Putri Sabina: ya namanya nenek² kak, gampang emosi kalo di kerasin malah di kutuk jadi makin kundang🤣boomers
total 1 replies
falea sezi
😓moga aja selamat
Putri Sabina: amiin kak
total 1 replies
falea sezi
😒kayak g ada hotel aja lu berdua🤣 kere ya main nya di semak2
Putri Sabina: ngakak ya ampun kak🤣
total 1 replies
anak orang { Hiatus }
gemes banget ama mertua dan neneknya yang maksa
Putri Sabina: yah di kehidupan nyata banyak yang kaya gitu kak🤭
total 1 replies
falea sezi
rania gatel amat skg 🤣 meski suami tau tempat kali jangan di hutan pamali hadeh
Putri Sabina: nanti juga kena kak😩🤣
total 1 replies
falea sezi
Arga uda ahli banget jangan jangan tukang celup
Putri Sabina: tukang celup nggak tuhh🤣🤣 John sins aja kalah ya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
sutiasih kasih
smoga karin cpt kena pnyakit kelamin😄😄
Putri Sabina: amiin🙏
total 1 replies
sutiasih kasih
udah g usah pke lm juna... lngsung seret ke jalur hukum serelah si bonar bonyokkk...
Putri Sabina: nanti juga kena kak🤭
total 1 replies
sutiasih kasih
apaan si bonar sihhh....
bner" g ada otaknya...🙄🙄
Putri Sabina: dokter tapi kagak ada otak yaa kakk🤭
total 1 replies
falea sezi
lanjuttt
Putri Sabina: besok lanjut kak
total 1 replies
falea sezi
dpet bekas kayak Arga hmmm
falea sezi
mukulin cewe sumpah banci lu Arga najis
Putri Sabina: pengaruh karin kak🥺
total 1 replies
falea sezi
suka deh novel ada visual gini jd halu nya bisa enak hehee
Putri Sabina: iya kak😉ide author🤙
total 1 replies
Aisyah Nabila
good kakkk
Putri Sabina: makasih udh mampir kak😉
total 1 replies
sutiasih kasih
di sini yg rugi rania lho arga...
dpt bekasan jalang...
sutiasih kasih: itu krna rania g tau aja klo sebrengsek itu suaminya...
total 2 replies
sutiasih kasih
mmipimu ktinggian karin...
msa iya arga mau dgnmu yg toilet umum... & bhkn udh g keitung sp aj yg udh nyelup km...
Putri Sabina: bener kak🥺, takut kena penyakit yaa kak
total 1 replies
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!