NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

belenggu rasa iba

​Debu dari runtuhnya Benteng Bayangan perlahan mengendap, meninggalkan kesunyian yang mencekam di bawah langit hutan yang gelap. Di tengah reruntuhan itu, Kaisar Jian Feng berlutut dengan satu kaki, pedang besarnya tertancap di tanah sebagai penopang agar tubuhnya tidak ambruk. Darah merah kental terus merembes dari luka menganga di dadanya, menetes perlahan ke atas marmer yang pecah. Napasnya berat dan serak, namun matanya yang mulai meredup tetap terpaku pada satu titik: Mei Lin.

​Mei Lin berdiri mematung hanya beberapa meter darinya. Di sekelilingnya, Pasukan Bayangan telah membentuk lingkaran sempurna, menghunus tombak dan pedang mereka. Tidak ada celah untuk lari. Tidak ada tempat untuk sembunyi. Namun, bukan ujung tombak yang membuat langkah Mei Lin terhenti, melainkan pemandangan pria perkasa yang kini tampak begitu rapuh di hadapannya.

​"Kenapa..." bisik Mei Lin, suaranya bergetar. "Kenapa Tuan melakukan itu?"

​Jian Feng tidak menjawab. Ia hanya terbatuk, mengeluarkan lebih banyak darah, sebelum akhirnya tubuhnya limbung. Sebelum ia jatuh sepenuhnya ke tanah, Mei Lin secara insting berlari dan menangkap bahu pria itu. Tubuh Jian Feng terasa sangat panas dan berat, aroma cendana yang biasa ia hirup kini berganti dengan bau anyir darah yang menyengat.

​"Yang Mulia!" teriak pemimpin pasukan hitam, hendak mendekat.

​"Jangan mendekat!" sahut Mei Lin dengan nada yang tidak pernah ia gunakan sebelumnya. Ada keberanian yang lahir dari rasa kemanusiaan. "Dia membutuhkan bantuan medis segera. Jika kalian terus berdiri di sana, dia akan mati!"

​Dengan bantuan dua prajurit, Mei Lin membimbing tubuh Jian Feng menuju tenda militer yang segera didirikan di perbatasan hutan. Di dalam tenda yang temaram, Mei Lin dipaksa untuk menghadapi kenyataan bahwa ia adalah satu-satunya orang yang diizinkan Jian Feng untuk menyentuh lukanya. Sang Kaisar, meski setengah sadar, akan mengerang murka dan mencoba menghunus belati kecilnya setiap kali tabib istana mendekat, namun ia menjadi tenang saat merasakan jemari halus Mei Lin menyentuh keningnya.

​Mei Lin mengambil kain putih dan air hangat. Dengan tangan gemetar, ia mulai membersihkan darah dari dada bidang Jian Feng. Setiap kali kain itu menyentuh luka robek yang disebabkan oleh energi gelap Kaelen, jantung Mei Lin berdenyut perih. Ia melihat betapa dalamnya luka itu—luka yang seharusnya ditujukan untuknya.

​"Kau bodoh," gumam Mei Lin sambil meneteskan air mata, tanpa sadar berbicara pada sang tiran. "Kau memperlakukanku seperti binatang, mengurungku, dan membuatku membencimu... tapi kenapa kau justru memberikan nyawamu untukku?"

​Saat ia membalut luka itu dengan perban, jemari dingin Jian Feng tiba-tiba bergerak dan mencengkeram pergelangan tangan Mei Lin. Lemah, namun tetap terasa posesif. Mata Jian Feng terbuka sedikit, menatap Mei Lin dengan sorot yang tidak lagi haus darah, melainkan penuh dengan kerapuhan yang tersembunyi.

​"Jangan... pergi lagi..." bisik Jian Feng, suaranya nyaris hilang sebelum ia kembali jatuh pingsan.

​Mei Lin terdiam, membiarkan tangannya tetap dalam genggaman pria itu. Ia tahu bahwa mulai besok, ia akan kembali ke istana megah yang menjadi penjara baginya. Ia tahu bahwa dunia luar tidak lagi bisa ia jangkau karena pasukan ini akan menjaganya lebih ketat dari sebelumnya. Namun, melihat pria yang selalu tampak tak terkalahkan ini terbaring tak berdaya demi dirinya, ada sesuatu yang retak di dalam benteng kebencian Mei Lin.

​Ia tidak punya pilihan selain ikut kembali ke istana. Bukan lagi karena paksaan semata, melainkan karena kini ada beban rasa utang budi yang mengikat kakinya lebih kuat daripada rantai besi mana pun. Mei Lin duduk di samping tempat tidur darurat itu sepanjang malam, menjaga sang naga yang terluka, menyadari bahwa takdir mereka kini telah terjalin dalam ikatan darah dan pengorbanan yang tak mungkin bisa ia putuskan.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!