Terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan. Membuat Yan Jian di anggap sebagai sampah dan dijadikan sebagai Budak Tambang, setelah kedua orang tuanya di bunuh.
Namun, takdir langit berkata lain. Saat dirinya benar-benar berada di ambang kematian, ia mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, yang membuatnya bangkit kembali.
Selain mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, Yan Jian juga mendapatkan Cincin Ruang Ajaib dari Ratu Iblis Yao Huo, di mana di dalam cincin ruang itu, terdapat Dunia Terpisah.
Sejak saat itu, Yan Jian pun memulai perjalanannya di dunia kultivasi yang kejam. Bertemu musuh-musuh kuat, dan juga terlibat dalam kisah cinta segitiga yang rumit.
Bagaimanakah Kisah Yan Jian di dunia kultivasi yang kejam ini? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau ingin aku menghunuskan pedangku?
"Ratu Iblis Yao Huo ... ternyata kau belum mati!" ucap Lin Bing dengan nada sedingin es.
Mendengus! "Cih! Apa kau tidak lihat? Sekarang, aku tidak lagi memiliki tubuh fisik, aku hanyalah secercah jiwa yang bersemayam di Alam Kesadaran bocah kecil ini."
Namun, Permaisuri Es tiba-tiba mengangkat tangannya, telunjuknya menunjuk tajam kepada sang Ratu Iblis.
"Yao Huo! Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Yan Jian bisa mati ...." bentak Permaisuri Es dengan nada yang tinggi, tetapi sang Ratu Iblis memotong perkataannya.
"Baiklah, baiklah, aku tahu itu!" sela Yao Huo yang dikenal sebagai Ratu Iblis, "Kau tentu tahu, aku adalah sosok yang sama-sama terlahir dari esensi langit dan bumi, sama halnya seperti dirimu. Namun aku sedikit berbeda, kekuatan sejatiku adalah murka langit dan bumi. Sekarang, kebencian dan kemarahan bocah itu telah kembali membangkitkan aku, jadi ... aku tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikan bocah itu." kata Ratu Iblis, lagi.
"Ja— jadi ... apa yang harus kita lakukan?" Permaisuri Es itu sangat begitu panik.
Ratu Iblis menjawabnya; "Sudahlah, tidak perlu cemas seperti itu! Kau ... memilih bocah ini... pastinya kau sangat mempercayai kemampuan bocah ini, kan?" tanya Ratu Iblis.
Permaisuri Es itu tertegun sesaat sebelum menjawab pertanyaan Ratu Iblis. "Tapi ...."
Ratu Iblis menghela nafasnya, kemudian berbicara, "Saat ini kita hanya bisa bertaruh! Jika Yan Jian bisa mengatasi krisis ini! Maka dia akan mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi jika dia gagal, maka yang akan menantinya hanyalah kematian!" jelas Ratu Iblis.
"Apa maksudmu, Yao Huo? Dan kenapa kau bisa berada di alam kesadaran anak ini?" Permaisuri Es bertanya dengan nada yang sangat dingin.
"Hm! Ceritanya sangat panjang. Sebaiknya kita lihat saja dulu, kualifikasi apa yang dimiliki bocah itu sehingga kau mengorbankan dirimu untuknya!" kata Ratu Iblis. Dan Permaisuri Es pun terdiam tanpa berbicara.
...----------------...
Sedangkan saat itu, di atas Arena Pertarungan. Aura kematian yang terpancar dari tubuh Yan Jian itu semakin begitu menakutkan.
Dewa Sungai telah melakukan segala cara untuk menekan Yan Jian, tetapi upayanya sia-sia.
Dari kejauhan, Xiao Yu berteriak; "Adik, berhenti!"
Tetapi Yan Jian acuh tak acuh, tak menghiraukan Xiao Yu, melainkan pandangan tertuju tajam kepada Liu Gu.
"Liu Gu! Aku tidak memiliki dendam terhadapmu, dan aku menantangmu karena aku menginginkan Pedang yang ada di tanganmu, tetapi kenapa ucapanmu begitu kejam? Dan kau ... tidak seharusnya menghina kedua orang tuaku! Walaupun aku harus bercucuran darah hari ini, aku tidak akan pernah melepaskan mu!" Yan Jian berbicara dengan nada yang dingin.
"Bocah kurang ajar! Apa yang ingin kau lakukan?"
Saat semua orang tengah berusaha untuk bertahan dari ganasnya badai angin yang terjadi di Kediaman Keluarga Liu.
Liu Jin Tian melihat bahwa anaknya sedang berada dalam bahaya, sehingga ia pun berteriak seperti itu.
Yan Jian pun menoleh ke arah Liu Jin Tian, tetapi segera kembali memalingkan pandangannya, mengarah kepada Liu Gu. Lalu Yan Jian pun berbicara.
"Kau ... ingin aku menghunuskan pedangku, kan?" tanya Yan Jian, nada bicaranya semakin dingin dan menekan, membuat Liu Gu benar-benar dilanda ketakutan.
Namun, Liu Gu tidak menjawabnya, melainkan tubuhnya semakin bergetar, dan cairan hangat itu keluar dari pusaka kehormatannya, membuat celananya menjadi basah.
Yan Jian pun perlahan turun dari udara, mendarat di atas permukaan lantai Arena Pertarungan yang hancur berantakan.
Saat itu, tangan kirinya telah memegang sarung pedangnya, dan tangan kanannya telah siap mencabut pedang dari sarungnya.
"Liu Gu! Aku akan menghunuskan pedangku, tetapi jangan salahkan aku jika kau tidak akan bisa melihat matahari lagi!" kata Yan Jian.
Yan Jian pun meraung panjang, mencabut pedangnya, tetapi seolah-olah pedang itu sangat berat. Namun, baru saja bilah pedang itu tertarik hanya lima centimeter saja, itu mengeluarkan dentuman demi dentuman yang sangat dahsyat, bahkan arena pertarungan benar-benar hancur, seolah-olah banyak tebasan pedang yang menghancurkan arena, walaupun pedang Yan Jian belum terhunus.
"Jian, hentikan!"
"Berhenti, adik!"
Saat itu, Liu Qingchen datang di waktu yang sama dengan Xiao Yu yang memasuki Arena Pertarungan.
Liu Qingchen mencoba untuk mendekat, tetapi Yan Jian menghentakkan sebelah kakinya di atas permukaan lantai yang hancur, membuat Liu Qingchen pun terhempas keluar arena, bahkan terus terhempas hingga dia tenggelam di aliran Sungai Panjang.
"Bocah kecil, cepat, hentikan! Kau akan melukai banyak orang!" Dewa Sungai Li Hai berteriak dengan nadanya yang meninggi. Namun, di saat ia berteriak seperti itu, dia juga masih berusaha untuk bertahan dari badai angin, bahkan sosok Dewa Sungai pun tidak mampu menahan gejolak energi kematian yang sangat mengerikan itu.
Sedangkan Yan Jian terus meraung, hatinya masih merasa bimbang antara menghunus pedang atau tidak! Dia tidak ingin mengingkari janjinya sendiri, tetapi dia juga tidak terima jika kedua orang tuanya di hina oleh orang.
Namun, Xiao Yu perlahan mendekat, tangannya berada di depan wajahnya, dia benar-benar tertekan oleh badai angin yang sangat kencang. Namun, tekadnya yang kuat membuatnya terus melangkah maju, setiap langkahnya menancapkan kaki di atas lantai yang hancur, bahkan kini tubuhnya mengalami beberapa luka sayatan pedang tak kasat mata, seolah-olah badai angin itu memiliki ketajaman bilah pedang.
Hingga Xiao Yu pun berhasil mencapai Yan Jian, dan seketika memeluk Yan Jian dengan sangat erat, lalu berbicara, "Adik, hentikan! Ini bukan adikku yang aku kenal!" kata Xiao Yu dengan nafas yang tersengal-sengal.
💪👍💪
bintang lima untukmu thor, semangat dan sukses selalu