Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Kedatangan Dua Rubah
"Byan, kakek minta kita menemuinya di HAS Company," ucap Feri, setelah dia membaca pesan dari kakek Hasan.
Abyan menoleh pada Meila yang duduk di sampingnya. "Sayang, apa kamu ingin jalan-jalan ke mal?" Tanya Abyan pada istrinya itu.
Bukan Abyan tidak mau mengajak Meila keperusahaan untuk bertemu kakek Hasan. Takut Meila jenuh menunggunya dan kakek Hasan bicara. Karena yang akan dibicarakan pria tua itu bukan masalah yang biasa, seperti pesan yang kakek Hasan sampaikan padanya.
"Itu ide bagus. Aku baru saja akan meminta izin untuk mengajak Meila ke mall," sahut Dewi.
"Pergilah, kamu bisa bersenang-senang di sana hari ini." Abyan mengeluarkan kartu untuk dia berikan pada Meila. "Beli saja apa yang kamu inginkan," ucap Abyan.
Meila ragu untuk menerima kartu itu. Dulu dia pernah diberikan kartu oleh Zayan, tapi tidak pernah dia belanjakan, selain untuk kebutuhan Zayan.
Black card itu diambil oleh Mariska, lalu dia simpan di tas milik Meila. "Kakak ipar, ayo kita habiskan uang suamimu," ucap Mariska.
"Itu untuk istriku, Mariska. Kamu sudah punya sendiri," tegur Abyan.
"Aku tahu, ini punya kakak ipar. Tapi kalau kakak ipar yang mau membelikan sesuatu untuk Aku, tentu saja tidak akan aku tolak," balas Mariska.
Jika Meila hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan adik iparnya itu, maka Dewi tertawa lepas. Kapan lagi dia melihat seorang Abyan yang kaku bisa berekspresi seperti sekarang ini. "Ternyata tuan muda Hastomo perhitungan juga ya masalah uang," gumamnya dalam hati.
"Aku tidak bisa menemani kamu, karena kakek meminta Aku dan Feri ke perusahaan."
"Tidak apa-apa Mas. Aku bisa pergi bersama Mariska dan kak Dewi."
"Arbie dan Aku juga tidak bisa menemani kalian. Kami harus ke perusahaan Aksara, membereskan kekacauan di sana." Erik yang bicara.
Dari warung makan tersebut, mereka berpisah, pergi ke tujuan masing-masing. Maka disinilah Meila berada saat ini, bersama Dewi dan Mariska, di mall terbesar di kota itu. Dengan Dave sebagai pengawal mereka. Mengawasi ketiganya dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Ditempat lain, Mirza meninggalkan keluarganya, setelah yakin mereka semua bisa menerima tinggal di kontrakan yang kecil itu. Mirza tidak akan tinggal bersama mereka. Ada tugas yang harus dia selesaikan, sebelum dia benar-benar bisa bebas dari rasa bersalahnya pada Meila.
Sebelumnya, disaat Hana dan yang lainnya menemui Abyan, Mirza justru menemui Erik, sebagai kakak laki-laki Meila saat ini, karena Meila sudah menjadi bagian dari keluarga Alamanda. Bukan meminta proyek yang dipegang Meila, Mirza datang sebagai sama-sama kakak laki-laki Meila.
Tujuannya hanya satu, untuk meminta tolong Erik menyampaikan permintaan maafnya pada Meila. Untuk saat ini, Mirza belum berani menemui Meila secara langsung, mengingat terlalu banyak kesalahan yang dia lakukan selama ini pada adiknya itu, meskipun terpaksa karena tekanan dari Hana yang memintanya untuk tidak bersikap baik pada Meila.
Erik hanya mengiyakan saja, tanpa berjanji. Mirza tetap dalam pengawasan. Memang dia bukan target utama, apalagi menurut Meila, sikap Mirza tidak seburuk Melisa.
Erik menyampaikan satu pesan pada Mirza. "Tunjukkan permintaan maaf kamu dengan perbuatan dan sikap."
Mirza mengangguk paham. Itu artinya, Erik memintanya untuk mengawasi keluarganya. Melaporkan apa saja yang keluarga itu rencanakan. Dan diluar dugaan Mirza, ternyata ada konspirasi yang terjadi di masa lalu. Kesalahan Hana dan kedua orang tuanya bukan hanya memperlakukan Meila dengan tidak baik selama ini, namun ada hal besar yang terjadi di masa lalu, termasuk tentang keberadaan dirinya.
Mobil yang ditumpangi Feri dan Abyan baru saja memasuki area perkantoran. Abyan dan Feri melihat Flora dan Alexa memasuki kantor mereka.
"Apa kakek meminta mereka juga datang kesini?"
Feri mengangkat kedua bahunya. Dia juga tidak tahu apa tujuan dua rubah di depan mereka.
Melihat Abyan dan Feri turun dari mobil, Flora dan Alexa langsung menghampiri Abyan.
"Abyan, ada yang mau tante bicarakan sama kamu. Tante dan Alexa ikut keruangan kamu ya."
"Aku datang bukan untuk berkerja, tapi untuk menemui kakek."
"Sebentar saja," pinta Flora, sedikit memaksa.
Tidak ingin jadi perhatian pegawai mereka, akhirnya Abyan mengizinkan keduanya ikut keruangan Abyan. "Baiklah," ucap Abyan.
Flora dan Alexa mengikuti langkah Abyan dan Maxim ke ruang kerja Abyan. Sesampainya di ruang kerja, Flora dan Alexa langsung duduk di depan meja Abyan.
"Katakan saja langsung. Kakek sudah menunggu di ruangannya."
"Byan, Alexa sudah menyelesaikan S2 nya. Dia mau belajar untuk bekerja. Berikan kesempatan untuk bekerja disini menjadi sekretaris kamu.
Abyan menatap Flora dengan tajam. "Mariska juga sudah menyelesaikan S2 nya. Dia juga mau belajar bekerja, tapi tidak aku tempatkan dia sebagai sekretaris ku. Tidak perlu Aku jelaskan lagi ucapanku." Abyan kembali menatap Flora.
"Tante harusnya paham. Kenapa tidak Tante tempatkan saja dia di kantor kakek. Biar dia menjadi sekertaris kakek."
Alexa menatap Abyan dengan mata melotot. "Kak Byan, kenapa kamu berkata seperti itu. Kita ini saudara, sama-sama tumbuh dari kecil. Apa kamu tidak mau membantu Aku?"
"Aku bukan tidak ingin membantu kamu. Kalau mau bekerja disini, silakan hubungi Feri saja. Dia akan mengurusnya. Itu pun kalau masih ada posisi yang kosong. Dan kamu memenuhi kriterianya. Untuk sekretaris jangan berharap. Aku sudah punya sekretaris yang sudah lama bekerja dengan Aku. Tidak mungkin Aku memberhentikan dia dan menerima kamu."
"Byan, bagaimana kalau Alexa menjadi asisten sekretaris kamu. Dia juga baru belajar untuk bekerja."
Abyan tersenyum mengejek melihat wanita yang seharusnya dia panggil nenek itu. Hanya karena usia kakek Hanan tidak jauh berbeda dengan usia daddy Rayendra, jadi Abyan dan Feri diminta memanggilnya om, dan Flora, tante. Flora begitu antusias ingin Alexa masuk ke perusahaannya. Tentu Abyan tahu tujuan dari adik ipar kakek Hasan itu.
Abyan menatap Feri. "Alexa mau bekerja disini, ada posisi yang kosong?"
Feri menatap Alexa dan Flora dengan datar. Dia tidak mood meladeni mereka siang ini. "Kalau dia mau bekerja disini, dia bisa menjadi SPG atau OB. Kita sedang membutuhkan dua posisi itu."
"Feri, kamu pikir Alexa pantas bekerja sebagai OB?" Tanya Flora marah.
"Kalau menurut Tante tidak pantas, mengapa datang kesini mencari kerja untuk dia?"
Feri mengeluarkan handphone nya dan menghubungi nomor kakek Hasan. Pada panggilan pertama, kakek Hasan langsung mengangkat panggilan dari Feri.
"Kenapa kalian lama sekali?"
Mendengar suara kakek Hasan, Flora sedikit memucat. Dia sudah mendapatkan peringatan dari Hanan, untuk tidak mendekatkan Alexa dengan Abyan, atas perintah kakek Hasan.
"Kami kedatangan tamu, adik ipar dan keponakan Kakek, di ruang kerja Byan. Mereka ingin Alexa menjadi sekretaris Abyan. Tolong beritahu mereka, Abyan tidak butuh sekretaris lagi. Aku sudah menawarkan posisi SPG dan OB pada Alexa, karena hanya posisi itu yang kosong. Tapi mereka tidak menerimanya." Memang terkesan seperti anak kecil yang melapor pada ibunya, tapi Feri bicara dengan tegas. Menghadapi Flora dan Alexa tidak bisa dengan cara lemah.
Feri adalah orang yang tidak bisa diajak berkompromi begitu saja. Dia tegas dan sedikit menakutkan bagi keluarga besar Hastomo. Abyan dan Maxim dibesarkan oleh kakek Hasan langsung penuh dengan kedisiplinan.
"Baiklah, akan Kakek sampaikan pada Hanan,"
Abyan menyunggingkan senyum melihat apa yang dilakukan Feri. Dia puas melihat wajah ketakutan Flora. Ibu dua anak itu langsung mengajak Alexa keluar dari ruang kerja Abyan. Hal tersebut langsung mendapat protes dari putrinya.
"Mommy, kenapa kita langsung pulang?"
"Alexa, kamu dengar sendiri, Feri menghubungi paman kamu. Mommy tidak mau, Daddy kamu marah karena Mommy tidak mendengarkan peringatan dari daddy kamu.
"Ya, tapi sampai kapan kita diam terus? Keburu jalang itu menguasai harta kak Byan. Atau kita datangi saja mansion kak Byan."
"Tidak bisa Alexa. Kita tidak diizinkan daddy kamu datang ke sana tanpa dirinya."
"Daddy tidak akan tahu. Kalau kita kesana. Kita pura-pura baik sama perempuan itu. Bawakan dia buah, tawarkan pertemanan. Sisanya biar Aku yang urus."
Flora tampak berpikir mengenai ide putrinya itu. Mereka terlalu lama diam, sampai-sampai Abyan tahu-tahu sudah menikah. Suaminya terlalu berhati-hati dalam bertindak untuk merebut kembali perusahaan dan mansion Hastomo, yang seharusnya menjadi milik suaminya itu, sebagai putra dari Hastomo. Bukan Abyan dan Feri, yang hanya cicit.
"Bagaimana Mom?" Tanya Alexa tidak sabar.
Tidak ada salahnya juga, mereka mencoba. Pura-pura mengantarkan makanan untuk Meila. Abyan dan Feri tidak akan melarang dia dan Alexa mengantar makanan untuk Meila. Dengan mencoba mendekati Meila, mereka bisa memiliki peluang besar untuk menyingkirkan istri Abyan itu.
"Baiklah, kita ke mansion Rayendra. Tapi kamu harus bisa bermain mulus, Alexa. Jangan sampai meninggalkan jejak."
"Mama tenang saja."
Baru saja keduanya masuk ke dalam mobil, handphone Flora berbunyi. "Daddy, Mom," ucap Alexa setelah melihat nama yang tertera di layar handphone ibunya itu.
"Jangan lakukan apapun Flora. Harus berapa kali lagi aku ingatkan. Tunggu putra kita pulang, baru kita singkirkan Abyan dan Feri."
tp yg lemah siap2 dapet sisa ny aja ,,🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
rumit juga yx hidup sebagai bangsawan ,,
byk yg iri ,,
gx cuma org lain ,,
saudara sndri pun saling memburu ,,
next kakak ,,
makiin seruu cerita ny ,,
tar klian bs kmpul d dlm sel y.....😝😝😝.....
makin penasaran ma kelanjutan ny
zayan msh ngarep sm meila,tp knp mau bkin meila celaka????smp byar orng pula.....emng udh ga wras sih otaknya....
belum aj tu kena Batu ny si duo keket ,,
greget banget si liat mereka berdua ,,
Wahai org2 yg bermuka Dua ,,
ayoo kasih ke zayan , melisa Dan Alexa yg lgi cari muka ,,
biar adil hancur ny ,,
Apa meilia lagi Hamidun 🤔?
Smngttttt....
baru x baca cerita penasaran sama visualny ,,
🤭🤭😁😁😁
next kk ,,