NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Dexter

Istri Kesayangan Tuan Dexter

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

"Ini cek satu miliar. Tapi serahkan putri mu." Dexter.

Dexter yang dikenal dingin terhadap perempuan. Tapi tertarik pada seorang gadis yang ditemuinya.

Dengan caranya sendiri, dia memaksa untuk menikahi gadis itu. Bahkan tidak segan-segan memberikan cek senilai satu miliar.

"Pa, aku tidak ingin menikah dengan pria tua dan cacat." Wilona.

Sementara gadis yang diincar Dexter adalah Kiandra. Seorang gadis yang memiliki identitas ganda.

Siapa gadis itu sebenarnya? Apa yang istimewa dari gadis itu sehingga membuat Dexter tertarik? Bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan gadis itu.

Kalau penasaran baca yuk.

Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

Kiandra tersipu saat melihat Dexter keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk untuk menutupi bagian tubuhnya.

Sementara Dexter bersikap biasa saja, seolah tidak ada orang lain di dalam kamarnya. Bahkan dia dengan santai mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Kiandra.

Kiandra, walaupun seorang ketua di dunia bawah, tapi dia seorang manusia, lebih tepatnya seorang perempuan yang merasa tertarik dengan lawan jenis.

"Kenapa wajahmu memerah?" tanya Dexter tanpa merasa bersalah.

"A-aku, aku keluar dulu," kata Kiandra tanpa berani menatap Dexter.

Kiandra berjalan tertunduk, hingga tanpa sadar dia menabrak pintu. Dexter tersenyum tipis menahan tawa melihat tingkah Kiandra yang terlihat salah tingkah.

Setelah keluar dari kamar dan menutup pintu. Kiandra menyandarkan tubuhnya di tembok sambil memegangi kedua belah pipinya.

"Aduh, kenapa aku menjadi seperti ini? Sadar Kiandra, sadar. Kamu itu ketua dunia bawah dan sudah sering melihat pria tanpa baju," gumamnya.

"Aaaaaa...!" Kiandra memekik ketika pintu kamar terbuka. Kemudian dia berlari kecil menuruni tangga.

Kali ini Dexter tertawa kecil melihatnya. Entah kenapa? Melihat tingkah Kiandra membuatnya ingin tertawa.

Ponsel Dexter berdering, Dexter segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.

"Halo Ma, ada apa?"

"Kamu di mana Nak? Kenapa tidak pulang ke rumah?"

"Aku di rumah ku Ma."

"Baiklah, mama akan ke sana."

"Jangan sekarang Ma."

Arsy mengernyitkan keningnya. Tidak biasanya putranya seperti itu. Arsy pun curiga, kemudian dia teringat beberapa hari lalu ketika Dexter meminta izin untuk menikah.

"Apa menantu mama ada di sana?"

"Tidak ada Ma, aku hanya ingin menginap di sini saja."

Arsy tidak percaya. Menurutnya alasan Dexter tidak masuk akal. Arsy pun menutup teleponnya secara sepihak. Kemudian dia bersiap-siap untuk mendatangi rumah Dexter.

Sementara Dexter langsung turun ke bawah. Dia mencari Kiandra di dapur, namun tidak menemukannya.

"Di mana nyonya?" tanya Dexter pada pelayan.

"Nyonya tadi keluar, mungkin ke halaman belakang," jawab pelayan.

Dexter pun menyusul ke halaman belakang. Ternyata Kiandra sedang duduk di kursi kayu menghadap ke taman.

"Bersiaplah, kita akan jalan-jalan," kata Dexter.

"Aku malas mau jalan-jalan," kata Kiandra.

"Ayolah, bukankah cewek suka berbelanja?" tanya Dexter.

Kiandra menggeleng. Namun Dexter menarik tangannya pelan. Kiandra pun terpaksa menurut saja.

Dexter meminta Kiandra untuk mengganti pakaiannya. Dan merias wajahnya serta merubah penampilannya.

Kali ini Kiandra berpenampilan cantik. Dia berpikir, jika berpenampilan jelek takut membuat suaminya malu.

"Begini, kan cantik," kata Dexter.

Kiandra tersipu karena di puji. Biar bagaimanapun, dia seorang perempuan yang senang dipuji. Apalagi yang memujinya adalah suaminya.

"Bisa menyetir?" tanya Dexter. Kiandra mengangguk. Dexter pun menyerahkan kunci mobil kepada Kiandra.

Dexter pura-pura tidak tahu jika Kiandra memiliki identitas ganda. Dia ingin Kiandra sendiri yang menjelaskan semuanya.

Mobil pun melaju setelah keluar dari pintu gerbang. Mobil mereka berpapasan dengan mobil yang dikendarai oleh Arsy dan Zio.

"Dasar anak nakal, kita datang, dia malah keluar," kata Arsy.

Arsy memutar setir mobilnya. Kemudian melaju mengejar mobil yang dikendarai Dexter dan Kiandra.

"Ada yang mengejar mobil kita," kata Kiandra.

Dexter tersenyum, dia meminta Kiandra untuk terus menyetir. Namun Kiandra melajukan mobilnya. Dia berpikir ada musuh yang ingin mengincar mereka.

"Santai saja, mereka bukan orang jahat," kata Dexter.

Kiandra menoleh ke Dexter. Namun tetap melajukan mobilnya. Hingga akhirnya mereka pun tiba di tempat yang di tuju.

"Siapa mereka?" tanya Kiandra.

"Nanti juga bakal tahu," jawab Dexter.

Dexter membawa Kiandra masuk ke dalam lift. Mereka menuju lantai tiga di sebuah mall. Kiandra tidak ada rencana untuk berbelanja. Namun Dexter tetap membawanya hanya untuk menghindari kedua orang tuanya.

"Gunakan kartu ini, kamu akan mendapatkan apapun secara gratis," kata Dexter.

"Tidak perlu, uang pemberian mu juga ada," kata Kiandra.

Namun Dexter tetap menyerahkan kartu khusus kepada Kiandra. Kiandra yang merasa tidak enak pun menerimanya.

"Beli saja apa yang kamu inginkan," kata Dexter.

Baru saja hendak masuk ke dalam sebuah toko, Kiandra dan Dexter pun bertemu dengan Wilona dan teman-temannya.

"Wow, baru saja menikah sudah jalan dengan pria lain. Bagaimana kalau suami yang tua dan lumpuh itu tahu? Sudah pasti akan diceraikan detik ini juga," kata Wilona.

Namun matanya tertuju pada Dexter yang begitu tampan. Wilona tidak tahu, jika pria tua yang dia ejek adalah orang yang sama dengan pemuda yang ada di depannya.

"Aku mau jalan dengan siapa saja, itu bukan urusanmu," kata Kiandra.

Kemudian Kiandra dan Dexter pun masuk ke toko pakaian. Pegawai toko pun langsung menunduk hormat ketika melihat Dexter yang datang.

"Silakan Tuan, Nona," ucap pegawai toko.

"Terima kasih," ucap Kiandra.

"Sial, darimana Kiandra mendapatkan cowok setampan itu?" batin Wilona.

Wilona dan teman-temannya pun ikut masuk. Mereka langsung menghampiri Kiandra yang sedang memilih pakaian.

"Heh, jangan mentang-mentang kamu punya suami kaya, sehingga kamu bebas membayar seorang gigolo," kata Wilona.

"Haah. Sepertinya peringatan ku belum cukup membuat mu jera," kata Kiandra.

"Kamu!" Wilona menuding kan jari telunjuknya kepada Kiandra.

"Maaf Nona, jika ingin membuat keributan jangan di sini," kata pegawai toko.

Wilona mengangkat tangannya hendak menampar pegawai yang menegurnya. Namun, Kiandra dengan cepat menangkap tangan Wilona.

Pegawai toko yang hanya pasrah sambil menutup mata, namun beberapa detik tidak ada tamparan menyentuh pipinya.

Dengan perlahan dia membuka matanya. Ternyata tangan yang hendak menamparnya sudah ditahan oleh Kiandra.

"Panggil penjaga keamanan," kata Kiandra. Kemudian menyentak tangan Wilona, sehingga dia terhuyung, tapi tidak sampai jatuh.

"B-baik," ucap pegawai toko itu.

"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri," kata Wilona.

Wajahnya memerah menahan emosi. Dia merasa selalu kalah dengan Kiandra. Tidak seperti dulu yang selalu menang melawan Kiandra.

Dengan perasaan kesal, Wilona pun keluar bersama teman-temannya. Di depan pintu masuk, mereka berpapasan dengan Arsy dan Zio yang hendak masuk.

"Mama," kata Dexter.

Arsy yang melihat putranya duduk di sofa pun menghampirinya. Arsy langsung duduk di dekat Dexter.

"Ngapain Mama kemari?" tanya Dexter.

"Mana menantu Mama?" Bukannya menjawab, Arsy malah bertanya balik.

Dexter tidak menjawab, namun matanya melirik ke arah Kiandra. Arsy yang mengerti pun menoleh ke Kiandra.

Tanpa berkata apa-apa, Arsy langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Kiandra.

Sementara Zio duduk menemani Dexter. Keduanya memperhatikan Arsy yang menghampiri Kiandra.

"Bagaimana menurut Papa?" tanya Dexter.

"Kamu sendiri bagaimana? Kami hanya merestui hubungan kalian, selebihnya terserah kalian," jawab Zio.

Sementara Arsy memperhatikan Kiandra yang sedang memilih-milih pakaian. Kemudian dia memberikan kode kepada pegawai toko untuk menjauh.

"Silakan dipilih Nona," kata Arsy.

Kiandra menoleh, dia tidak tahu jika yang berbicara dengannya adalah ibu mertuanya. Kiandra tersenyum manis memandang Arsy. Dan mengira jika Arsy adalah pemilik toko ini.

1
Cindy
lanjut kak
🇦 🇵 🇷 🇾👎
zio
Nice1808
keluarga handerson tiada tanding kebaikannya, klo dunia nyata ada mungkin kita ikut senang🤣ini dunia novel🤭👍👍👍lanjut thor
Lucy
lanjut double up thor🤭dexter dan kiandra bnr2 org baik🤭😄👍
Sani Srimulyani
andai saja keluarga Henderson ada di dunia nyata, pasti rakyat ikut sejahtera....
Pa'tam: Hehe, kenyataannya semuanya hanyalah khayalan penulisnya semata.
total 1 replies
Sani Srimulyani
Henderson dilawan.....🤭
Cindy
lanjut kak
dik sugiyantoro
kalo mama regina dulu ratu dunia bawah berarti kenal dong dong dengan papa zio papanya Dexter, kan sama mantan pimpinan dunia bawah sebelum diteruskan oleh Dexter.
kaylla salsabella
eh... datang cuman buat duel uji nyali🤣🤣🤣
Astuti tutik2022
"Dan aku pastikan Itu tak akan pernah terjadi" 🤣🤣🤣.kata hati Dexter
Nice1808
🤣🤣🤣Datang cuma mau ngetest suaminya kiandra tapi regina salah krna suami kiandra gk trklaahkan palagi keturunan kluarga Henderson dan mafia 🤣🤣
Lucy
hahaha DTG cuma mau menguji suami kiandra🤭tapi salah kalian kalah dgn keturunan kluarga henderson
StAr 1086
Dateng cuma untuk menguji Dexter doang....
Cindy
lanjut kak
StAr 1086
Next
Astuti tutik2022
Tenanglah nyonya Regina Kiandra tdk slh plih suami. dijamin 100persen setia.
Dewi kunti
doyan ya Ama yg legit2😄😄😄😄😄
Dewi kunti
kuliahnya sejak tadi gitu😄😄😄😄
kaylla salsabella
lanjut thor
Sani Srimulyani
ternyata yang menjadi ibu angkatnya Kiandra sahabat baik ibunya. Pantesan selama ini dia dididik dengan baik dan juga keras, takutnya salah pilih suami seperti ibunya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!