Santet 2

Santet 2

Bab 1. Sakit yang aneh

"Jadi gimana keadaan Yuli sekarang?" Tina datang berkunjung ke rumah sang adik karena ingin melihat bagaimana keadaan Yuli.

"Masih seperti itu, Kak." Nando menjawab dengan wajah lesu karena dia juga bingung tidak tahu dengan penyakit sang istri.

"Ya Allah kenapa dia mendadak saja sakit seperti ini dan penyakit dia cukup aneh." Tina berkata dengan hati yang begitu hancur.

"Aku sudah mengunjungi dokter ke sana kemari tapi tetap saja tidak membawa perubahan untuk Yuli." ucap Nando.

"Kamu yang sabar dan ikhlas mengurus istri, jangan pernah berpaling atau meninggalkan dia walau keadaan Yuli semakin bertambah parah." Tina memberi pesan kepada sang adik agar Nando tidak menjauh.

Takut juga di dalam hati Tina bila suatu saat Nando mulai bosan dan meninggalkan Yuli begitu saja karena keadaan Yuli semakin hari justru semakin bertambah parah, sudah melakukan banyak pengobatan tapi ternyata tetap tidak membawa hasil untuk wanita tersebut sehingga sudah pasti rasa lelah ada di dalam diri Nando.

Lelah adalah hal yang wajar bila sedang mengurus orang sakit seperti ini dan terlebih sebagai seorang pria maka sudah pasti di dalam diri Nando ada percikan birahi yang harus di tuntaskan juga, namun disaat seperti ini tentu saja tidak bisa karena Yuli jelas tidak bisa melayani sang suami.

Hal itu juga yang sudah di pikirkan oleh Tina karena dia takut bila Nando malah tergiur dengan wanita lain dan kemudian berselingkuh, sebab usia mereka juga masih muda sehingga sudah pasti hasrat yang ada di dalam diri masih membara dan itu sangat berbahaya bila Nando tidak sanggup menahan hawa nafsu.

Yuli juga tidak tahu sakit karena apa karena mendadak saja dia langsung tumbang seperti itu dan seluruh tubuh penuh dengan koreng serta nanah, dokter mengatakan itu hanya penyakit kulit biasa namun sudah diberi obat serta salep apa saja tetap tidak mempan sehingga Yuli sudah merasa enggan untuk berobat lagi.

Kabar beredar dengan cepat dengan mengatakan bahwa Yuli bisa saja terkena santet karena penyakit itu terlihat begitu aneh, beberapa orang juga mengatakan bahwa rumah yang di huni oleh mereka terlihat tidak bercahaya alias suram sehingga mungkin saja rumah itu membawa penyakit bagi pasangan suami istri yang baru menikah sekitar tujuh tahun itu.

Anak mereka baru satu dan sebenarnya masuk sekolah adalah tahun ini sehingga sudah pasti ada rasa ingin di antar oleh sang Mama juga, namun apa mau di kata karena nasib justru berkata lain sehingga Yuli tidak mungkin bisa mengantar sang anak ke sekolah dengan keadaan yang sangat mengerikan seperti sekarang ini.

"Yuli." Tina duduk di pinggir ranjang sambil sedikit menahan nafas.

"Aku bau, Mbak! jangan terlalu dekat seperti itu." Yuli merasa malu juga.

"Enggak apa apa, nama nya orang sakit maka sudah pasti bau." Tina berusaha untuk menahan tangis yang siap pecah.

"Tolong jaga Deva ya, Mbak." Yuli menitipkan sang anak karena dia memang sama sekali tidak bisa merawat Deva.

"Iya, kamu sudah tidak usah memikirkan itu karena yang perlu kamu pikirkan adalah cepat sembuh." Tina mengangguk dengan hati yang begitu hancur.

"Apa mungkin menurut Mbak aku masih bisa sembuh?" Yuli mulai ragu karena penyakit ini semakin hari justru semakin parah saja.

Tina mengangguk cepat karena dia tidak mungkin mengatakan tidak dengan keadaan Yuli yang seperti itu dia harus tetap memberikan semangat agar Yuli tidak menyerah begitu saja, lagi pula penyakit ini tidak dikatakan sebagai penyakit berbahaya walau sekarang keadaan Yuli bertambah parah namun tetap saja dokter mengatakan ini hanya penyakit kulit biasa.

"Setiap malam tubuh terasa panas seolah terbakar, aku ragu apa mungkin ini bisa sembuh." Yuli berkata dengan mata mulai mengambang.

"Aku yakin pokoknya kamu besok akan sembuh, jadi kamu tidak usah berpikir yang aneh-aneh." Tina meraih tangan sang adik dengan hati-hati.

"Jangan pegang aku, nanti tangan Mbak juga akan berbau." Yuli berusaha menolak karena dia sangat malu dengan keadaan ini.

"Ya Allah apa mungkin dia memang kena santet? bila hanya penyakit kulit biasa tapi kenapa bisa separah ini." Tina berkata di dalam hati.

"Yuli, Kamu tidak usah berpikir yang ruwet seperti itu karena nanti akan menambah masalah untuk kamu!" Nando muncul sambil membawa bubur.

"Tapi keadaan aku semakin hari justru semakin parah, aku tidak yakin kalau ini adalah penyakit kulit." ucap Yuli dengan suara begitu pelan.

"Jadi kamu percaya kalau ini santet!" Nando malah membentak dengan sangat keras sehingga Tina yang sedang duduk saja menjadi begitu kaget.

Mendengar bentakan sang suami maka Yuli jadi terdiam dan tidak berani lagi untuk menangis karena dia merasa mungkin saja Nando sudah lelah mengurus dia sejak dulu hingga sampai saat ini, bukan hanya tenaga saja yang Nando keluarkan tapi juga uang untuk biaya pengobatan ke dokter kulit.

Sudah pasti ada rasa lelah dan juga bosan karena terus mengurus orang sakit seperti ini, sehingga kadangkala Nando memang membentak sang istri dengan nada yang begitu tinggi sehingga membuat Yuli terdiam dan tidak berani lagi untuk membantah ucapan sang suami karena dia memang merasa hanya sebagai beban saja saat ini.

"Nando!" Tina tidak terima walau Yuli adalah seorang adik ipar namun dia tetap saja merasa itu sangat menyakitkan.

"Ya dia itu yang tidak pernah bisa mau diam, aku sudah mengurus seperti ini tapi dia terus saja menambah beban pikiran!" kesal Nando.

"Maafkan aku, Bang." isak Yuli sangat pelan.

"Harus nya kamu sangat berterima kasih karena aku masih mau merawat kamu seperti ini, tapi kamu tidak pernah bisa diam dan terus membuat aku pusing!" bentak Nando dan kemudian dia segera pergi dari dalam kamar untuk menenangkan pikiran.

"Ya Allah Nando!" Tina saja merasa begitu iba dan bingung harus bagaimana saat ini.

"Hiks, Hiks." Yuli menangis pilu dengan keadaan yang begitu buruk.

"Sudah, jangan menangis terus karena nanti akan menambah rumit suasana ya." Tina berusaha membujuk dan dia mengambil bubur yang tadi di buat oleh Nando.

"Bang Nando pasti sangat lelah mengurus aku seperti ini." isak Yuli semakin perih saja.

"Maka nya kalau kamu memang tahu dia sangat lelah jadi sudah jangan berbicara yang macam-macam, terima saja dan nurut apa yang dia katakan ya." Tina berkata lembut.

Yuli mengangguk karena mungkin saja itu adalah keputusan yang tepat dan dia juga tidak mungkin bisa protes, padahal Yuli berkata demikian karena dia merasa tidak enak dan merasa sungkan kepada sang suami yang terus saja mengurus dia seperti itu dengan mengeluarkan tenaga serta uang begitu banyak.

Selamat datang di karya baru Novita Jungkook untuk kesekian kali nya, jangan lupa like dan komen kalian semua, semoga tidak bosan dengan karya othor ini ya besti ku.

Terpopuler

Comments

Siti Sarifah

Siti Sarifah

sukses untuk karya baru author.... sehat selalu untuk author 💪💪💪

2026-01-22

0

tse

tse

terima kasih mak, udah ada yang baru aja nih...
lanjut mak

2026-01-21

3

Endang Sulis

Endang Sulis

aku baru tahu sudah ada karya baru ,babnya juga sudah lumayan banyak , maaf best ketinggalan kereta aku🤭🤭🤭

2026-02-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Sakit yang aneh
2 Bab 2. Firasat Nando
3 Bab 3. Tiga teman
4 Bab 4. Penderitaan Yuli
5 Bab 5. Firasat Niko
6 Bab 6. Tragedi
7 Bab 7. Kabar buruk
8 Bab 8. Membawa kerumah sakit
9 Bab 9. Tersesat
10 Bab 10. Menghubungi teman
11 Bab 11. Debat dengan Nando
12 Bab 12. Di temukan
13 Bab 13. Nando masih keras
14 Bab 14. Kabur
15 Bab 15. Bayi bajang
16 Bab 16. Rumah sakit
17 Bab 17. Bertemu Meri
18 Bab 18. Memang santet
19 Bab 19. Purnama menolak
20 Bab 20. Memberitahu Tina
21 Bab 21. Bertengkar
22 Bab 22. Percintaan
23 Bab 23. Perjuangan Tina
24 Bab 24. Muntah rambut dan silet
25 Bab 25. Wanita merokok
26 Bab 26. Farel melihat lagi
27 Bab 27. Kena tinju
28 Bab 28. Ingin santet lagi
29 Bab 29. Di tarik lagi
30 Bab 30. Siksaan Nabila
31 Bab 31. Kedatangan duo gendeng
32 Bab 32. Kematian
33 Bab 33. Kembang kunyit
34 Bab 34. Berdebat
35 Bab 35. Bertemu duo gendeng
36 Bab 36. Rasa iba Nilam
37 Bab 37. Mendatangi apartemen
38 Bab 38. Meri pingsan
39 Bab 39. Di bully besti
40 Bab 40. bertarung
41 Bab 41. Gagal
42 Bab 42. Curiga nya Reni
43 Bab 43. Yuli ketemu
44 Bab 44. Sudah memakan bayi lain
45 Bab 45. Cacing besar
46 Bab 46. Di beri DP
47 Bab 47. Hantu Nabila
48 Bab 48. Selamat
49 Bab 49. Di tolong Ica
50 Bab 50. Cerita Nando
51 Bab 51. Menyiksa Nando
52 Bab 52. Menemui Ica
53 Bab 53. kisah Ica
54 Bab 54. Menemui Sadewa
55 Bab 55. Foto gadis
56 Bab 56. Sedikit terbongkar
57 Bab 57. Nilam syok
58 Bab 58. flashback
59 Bab 59. Flashback part2
60 Bab 60. Ingin di nikahi
61 Bab 61. Yudith
62 Bab 62. Menghina bayi
63 Bab 63. Kena tampar lagi
64 Bab 64. bayi mengamuk
65 Bab 65. Cacing merah
66 Bab 66. Di bawa pergi
67 Bab 67. Menyiksa Ica
68 Bab 68. Hilang lagi
69 Bab 69. Menyiksa Nando
70 Bab 70. Bertengkar
71 Bab 71. Menemukan rumah dukun
72 Bab 72. Kunti Suketi
73 Bab 73. Firasat maharani
74 Bab 74. Mencari Yuli
75 Bab 75. Rumpun pandan
76 Bab 76. Purnama mengamuk
77 Bab 77. Lobang jebakan
78 Bab 78. Muncul
79 Bab 79. Adu kekuatan
80 Bab 80. Sumur dalam rumah
81 Bab 81. Suasana sengit
82 Bab 82. Kalah dengan seruling
83 Bab 83. Membawa raga Yuli
84 Bab 84. Sukma geram
85 Bab 85. Debat warga
86 Bab 86. Dapat mangsa
87 Bab 87. Mengambil Niko
88 Bab 88. Membawa Niko
89 Bab 89. Kaki yang membusuk
90 Bab 90. Kedatangan Arya
91 Bab 91. Sedih nya Yudith
92 Bab 92. Menyiksa
93 Bab 93. Nando histeris
94 Bab 94. Mencari mayat dukun
95 Bab 95. Siksaan Nando
96 Bab 96. Masih berlanjut
97 Bab 97. santet mayit
98 Bab 98. Menemukan
99 Bab 99. Dapat bayi
100 Bab 100. Putusan akhir
101 Bab 101. Selesai
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1. Sakit yang aneh
2
Bab 2. Firasat Nando
3
Bab 3. Tiga teman
4
Bab 4. Penderitaan Yuli
5
Bab 5. Firasat Niko
6
Bab 6. Tragedi
7
Bab 7. Kabar buruk
8
Bab 8. Membawa kerumah sakit
9
Bab 9. Tersesat
10
Bab 10. Menghubungi teman
11
Bab 11. Debat dengan Nando
12
Bab 12. Di temukan
13
Bab 13. Nando masih keras
14
Bab 14. Kabur
15
Bab 15. Bayi bajang
16
Bab 16. Rumah sakit
17
Bab 17. Bertemu Meri
18
Bab 18. Memang santet
19
Bab 19. Purnama menolak
20
Bab 20. Memberitahu Tina
21
Bab 21. Bertengkar
22
Bab 22. Percintaan
23
Bab 23. Perjuangan Tina
24
Bab 24. Muntah rambut dan silet
25
Bab 25. Wanita merokok
26
Bab 26. Farel melihat lagi
27
Bab 27. Kena tinju
28
Bab 28. Ingin santet lagi
29
Bab 29. Di tarik lagi
30
Bab 30. Siksaan Nabila
31
Bab 31. Kedatangan duo gendeng
32
Bab 32. Kematian
33
Bab 33. Kembang kunyit
34
Bab 34. Berdebat
35
Bab 35. Bertemu duo gendeng
36
Bab 36. Rasa iba Nilam
37
Bab 37. Mendatangi apartemen
38
Bab 38. Meri pingsan
39
Bab 39. Di bully besti
40
Bab 40. bertarung
41
Bab 41. Gagal
42
Bab 42. Curiga nya Reni
43
Bab 43. Yuli ketemu
44
Bab 44. Sudah memakan bayi lain
45
Bab 45. Cacing besar
46
Bab 46. Di beri DP
47
Bab 47. Hantu Nabila
48
Bab 48. Selamat
49
Bab 49. Di tolong Ica
50
Bab 50. Cerita Nando
51
Bab 51. Menyiksa Nando
52
Bab 52. Menemui Ica
53
Bab 53. kisah Ica
54
Bab 54. Menemui Sadewa
55
Bab 55. Foto gadis
56
Bab 56. Sedikit terbongkar
57
Bab 57. Nilam syok
58
Bab 58. flashback
59
Bab 59. Flashback part2
60
Bab 60. Ingin di nikahi
61
Bab 61. Yudith
62
Bab 62. Menghina bayi
63
Bab 63. Kena tampar lagi
64
Bab 64. bayi mengamuk
65
Bab 65. Cacing merah
66
Bab 66. Di bawa pergi
67
Bab 67. Menyiksa Ica
68
Bab 68. Hilang lagi
69
Bab 69. Menyiksa Nando
70
Bab 70. Bertengkar
71
Bab 71. Menemukan rumah dukun
72
Bab 72. Kunti Suketi
73
Bab 73. Firasat maharani
74
Bab 74. Mencari Yuli
75
Bab 75. Rumpun pandan
76
Bab 76. Purnama mengamuk
77
Bab 77. Lobang jebakan
78
Bab 78. Muncul
79
Bab 79. Adu kekuatan
80
Bab 80. Sumur dalam rumah
81
Bab 81. Suasana sengit
82
Bab 82. Kalah dengan seruling
83
Bab 83. Membawa raga Yuli
84
Bab 84. Sukma geram
85
Bab 85. Debat warga
86
Bab 86. Dapat mangsa
87
Bab 87. Mengambil Niko
88
Bab 88. Membawa Niko
89
Bab 89. Kaki yang membusuk
90
Bab 90. Kedatangan Arya
91
Bab 91. Sedih nya Yudith
92
Bab 92. Menyiksa
93
Bab 93. Nando histeris
94
Bab 94. Mencari mayat dukun
95
Bab 95. Siksaan Nando
96
Bab 96. Masih berlanjut
97
Bab 97. santet mayit
98
Bab 98. Menemukan
99
Bab 99. Dapat bayi
100
Bab 100. Putusan akhir
101
Bab 101. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!