mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32 hati yang gelisah
Yari nampak duduk di bangku kosong di teras samping.
Laki laki itu memilih tempat gelap.
Perlahan di keluarkannya ponselnya dari dalam saku kemejanya.
Tak lama layar ponsel itu tampak menyala.
Yari kembali membuka pesan yang terkirim ke nomornya siang tadi.
Sebuah foto...
Ini adalah foto kedua yang dikirimkan oleh nomor yang sama setelah kemaren.
Kali ini,
pesan itu berisi Foto Xyra yang nampak sedang terlelap dan kondisi pucat di atas sebuah tempat tidur mewah.
Sebuah foto yang di sertai sebuah pesan
" dia pantas untuk di perlakukan lebih baik..."
Yari menatap lama pesan itu sebelum akhirnya ia memutuskan menekan gambar telephon berwarna hijau.
Dering suara panggilan terdengar,
Sekali....
Dua kali....
Panggilannya tak kunjung terjawab hingga entah di dering panggilan yang ke berapa kali akhirnya di angkat oleh seseorang di seberang sana.
Panggilan Yari di terima, tapi tak ada suara yang terdengar cukup lama hingga akhirnya..
" jika tidak ada yang ingin kau katakan....untuk apa kau menghubungiku ?! "
Suara dingin terdengar datar dan tajam, Yari tak tahu siapa pemilik suara itu.
Namun satu hal yang ia tahu....pemilik suara itu menginginkan istrinya.
" siapa kamu....kau yang mengirimkan foto foto itu padaku ?! " tanya Yari pada akhirnya
" hemm...."
" apa maksudmu ?! "
" maksudku sudah jelas jika kau adalah laki laki cerdas...
Lepaskan dia..."
" tak tahu malu....siapa yang kau minta aku lepaskan ?! "
" wanita yang tak pantas menjadi istrimu karena dia lebih pantas menjadi istriku..."
" sialan...siapa kamu, lancang sekali bicaramu..." Yari kehilangan kesabaran.
" kau yang lancang....
kau tidak tahu sedang bicara dengan siapa ?!
lepaskan dia baik baik atau aku akan mengambilnya dengan cara paksa, laki laki pengecut sepertimu sama sekali tidak pantas untuknya..."
" jangan bicara sembarangan dan jangan kurang ajar...
Istriku tak akan pernah menjadi milikmu...." geram Yari.
" kita lihat saja nanti...."
Klik...
Yari mematikan lebih dulu sambungan telephonnya.
ia meremas kuat ponsel di dalam genggamannya.
" ada apa ?! Apa ada masalah ?! " sebuah pertanyaan yang tiba tiba terdengar membuat Yari kaget.
" sejak kapan bibi berdiri di sana ?! " tanyanya kepada Fara yang ternyata adalah pemilik suara itu.
" baru saja...
Suaramu terdengar marah barusan, ada apa ?! Apa ada masalah di showroommu ?! " tanya Farah lagi kepada Yari dengan menatap cemas.
Jarak umur Farah dan Yari terpaut cukup dekat. Farah tiga tahun lebih tua dari Yari.
Farah pernah menikah namun kemudian ia bercerai dengan mantan suaminya. Ia tak memiliki anak dengan sang mantan suami.
Farah bekerja di perusahaan air minum cabang yang berada tak jauh dari tempat tinggal mereka sebagai tenaga administrasi.
" tidak ada apa apa " jawab Yari singkat
" kau yakin ?! Tapi aku dengar kau bicara tentang istri,
Apa itu ada kaitannya dengan istrimu ?! " tanya Farah lagi.
Yari memutar tubuhnya dan menatap Farah.
" ada apa ?! kenapa bibi ingin tahu ?! Apa sekarang bibi sudah menjadi lebih perhatian kepada Xyra istriku ?! "
Farah sedikit terkesiap dengan nada bicara Yari kepadanya.
" Yari...kau salah paham, aku.... "
" ah ya...tentu aku salah paham,
Selama ini memang siapa yang mau perhatian kepadanya...." jawab Yari lagi sambil ngeloyor pergi dan meninggalkan Farah begitu saja.
Farah termangu sejenak, ia sungguh kaget melihat reaksi Yari barusan.
Sementara Yari sendiri,
Usai berbicara ketus kepada sang bibi, laki laki itu terus melangkah ke arah tangga.
Terus menapaki anak tangga dan menuju kamarnya berada.
Yari membuka pintu dengan pelan dan menutupnya kembali dengan pelan.
Yari melangkah ke arah tempat tidur di mana Xyra nampak berbaring saat ini.
Ia melangkah mendekat dan semakin mendekat. Perlahan laki laki itu nampak berjongkok tepat di hadapan Xyra yang nampak terlelap dengan posisi miring.
Yari menatap dalam wajah sang istri,
" apa kau mengkhianatiku ?! " bisiknya pelan
" atau ada laki laki lain yang sama sepertiku dan sangat menginginkanmu ?! " bisiknya lagi
" apa benar kau tak pantas untukku ?! Tapi kenapa ?! Apa karena aku yang tak bisa menjagamu ?! "
Yari masih sibuk berkata sendiri,
" aku bersumpah aku mencintaimu Xyra...tak akan pernah ada wanita lain di dalam hatiku selain dirimu...." ucap Yari lagi masih dengan begitu pelannya hingga nyaris tak terdengar.
Laki laki itu merasakan dadanya terasa sesak dan hatinya kian gelisah kala ia teringat ucapan laki laki yang tadi ia hubungi.
Perlahan,
Yari meletakkan kepalanya di pinggir Xyra dan tanpa sadar, ia menyentuh lengan sang istri.
Xyra terbangun,
" ehmm...." lenguh Xyra pelan sambil membuka mata.
" mas..." cicitnya ketika ia melihat sang suami duduk di lantai.
Yari mendongak menatapnya.
" kenapa duduk di lantai, ayo bangun...." ucap Xyra khawatir.
" tidak apa apa....aku hanya takut mengganggu tidurmu " jawab Yari sambil tersenyum tipis.
" tapi sepertinya aku memang sudah mengganggumu,
Lihat...kau jadi terbangun karenaku " ucap Yari lagi.
" tidak,
aku terbangun sendiri, jam berapa sekarang ?! " jawab Xyra sekaligus bertanya.
" jam sembilan...kenapa ?! "
" iyakah....?! aku sudah tertidur lama rupanya,
ibu pasti mencariku " cicit Xyra dengan berusaha untuk bangun.
" mau kemana, tetap berbaring dan jangan kemana mana "
Yari bangun dari duduknya di lantai dan menahan Xyra untuk bangun.
" ibu pasti mencariku, aku belum siapkan makan malam " cicit Xyra.
" jangan pikirkan itu...kamu sakit dan kamu butuh istirahat " jawab Yari sambil kembali membuat Xyra berbaring dan ia kemudian ikut berbaring di sisi sang istri.
Yari membawa Xyra ke dalam dekapannya dan memeluknya erat seolah takut kehilangannya.
Namun berbeda dengan biasanya.....
Xyra tak langsung membalas pelukan sang suami,
Tubuhnya terasa membeku.
Dekapan Yari membuatnya teringat akan dekapan Bryan tadi.
Jantung Xyra seketika berdetak kencang.
" kenapa ?! Kenapa kau diam ?! " tanya Yari pelan.
" hemm....?! " Xyra tergagap.
" kenapa tak balas memelukku ?! Kau sudah bosan padaku hemmm ?! " tanya Yari lagi sambil menatap sang istri.
Xyra menggeleng cepat dan langsung memeluk Yari erat.
" tidak...kenapa bertanya begitu ?! " jawab Xyra
" aku merasa berbeda karena kamu tak balas memelukku " jawab Yari
Xyra menggeleng lagi,
Wanita itu meletakkan kepalanya di dada sang suami.
Yari mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala wanita itu.
" mas..." panggil Xyra
" hemm..."
" jika aku berhenti bekerja...bagaimana menurutmu ?! " tanya Xyra pelan dan hati hati sekali
Yari menunduk menatap sang istri yang saat ini juga tengah menatapnya.
" ada apa ?! Apa ada yang mengganggumu di sana ?! " tanyanya kemudian.
" tidak....aku hanya merasa lebih lelah " jawab Xyra berbohong
" kau tidak bohong ?! "
" ti...ti...tidak mas " jawab Xyra tergagap
" tak apa...berhentilah, tanpa kau bekerjapun aku masih sanggup memberimu uang dan membiayai kebutuhanmu... " jawab Yari kemudian.
" tapi ibu...."
" jangan pikirkan ibu...ibu urusanku " jawab Yari kemudian.
" sudah..jangan banyak bicara lagi....lanjutkan tidurmu " lanjut laki laki itu dan mengeratkan dekapannya.
Sementara Xyra...
Entah kenapa, berada di dekapan Yari tiba tiba ia merasa gelisah dan....
Tidak nyaman...
" ya Tuhan...apa yang kurasakan ini....." desis Xyra jauh di dalam lubuk hatinya.
aku harap xyra ketemu bryan dulu sebelum ketemu sama si yari
selamat menuai apa yang kau tanam Bu Santi.