Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Rahasia
Ayden yang mendengar itu tersenyum geli sebelum masuk ke kursi pengemudi, Zelia menatap ke Elisa yang sudah mulai sedikit menangis dan anak-anak panti asuhan lain nya yang melambangkan tangan mereka, Zelia menghela nafas lalu masuk ke mobil, duduk di kursi penumpang belakang, Renzo menutup pintu mobil, lalu Renzo masuk dan duduk di kursi penumpang depan, mobil mulai berjalan keluar dari halaman panti asuhan Cemara itu dan berjalan menuju mansion.
...****************...
Di mansion, Nias sedang menelpon Arka.
"Halo sayang? ayo ke mansion, kebetulan Renzo lagi pergi", Ajak Nias.
"Oke sayang, aku ke sana", Jawab Arka dengan senang hati, Nias tersenyum bahagia saat Arka setuju untuk datang, lalu mematikan telpon nya, dan segera berjalan menuju balkon kamar, sudah melihat Arka dari jauh yang berlari ke arah mansion nya Renzo, kebetulan rumah Arka tidak jauh dari mansion nya Renzo, Arka memanjat dinding mansion dengan, dari dinding satu, ke dinding lain nya, menginjak celah dan menangkap celah dinding dengan ahli karena sering melakukan semua ini tentu nya, Nias menangkap tangan nya Arka untuk membantu Arka naik ke balkon, lalu Arka berhasil naik, Arka tersenyum, memeluk Nias dengan penuh cinta, Nias membalas pelukan nya.
"Kangen ih", Ucap Nias dengan lembut, Arka terkekeh kecil.
"Kangen? lo gak kangen suami lo?", Tanya Arka dengan mengejek, Nias terkekeh geli, menggelengkan kepala nya.
"Ih lo kan udah tau kalau gue nikah sama Renzo cuman karena dia yang cinta gue, bukan gue yang cinta dia, jadi nya gue gak bisa nolak karena kasian, dia udah untung gue terima lamaran nya, untung nya dia banyak duit nya jadi ya lumayan lah buat gue", Jawab Nias dengan muak, Arka terkekeh kecil, melepaskan pelukan nya hanya untuk menatap wajah nya Nias yang lelah, Arka menghela nafas.
"Lo lelah kenapa sih? lelah habisin duit nya Renzo? bukan nya lo nikahin gue aja", Tanya Arka dengan jahil, Nias tertawa kecil lalu mencubit perut nya Arka.
"Idih ogah gue! apa coba? badan lo itu bikin gue gak tertarik, mendingan si Renzo badan nya berotot, tinggi, sama ganteng, ya walau gue gak cinta secara langsung sih, gue cuman suka doang", Jawab Nias dengan jijik, Arka melepaskan Nias, lalu memalingkan wajah nya dengan kesal.
"Iya-iya gue tau ah, lo bikin gue insekiur tau gak?", Ujar Arka dengan cemberut, Nias tertawa lalu memeluk leher Arka.
"Iya-iya gue salah, maaf", Ucap Nias dengan memohon, Arka tidak bisa menahan senyum nya lalu membalas memeluk Nias.
"Lo jahat banget ke Renzo", Bisik Arka, Nias menyeringai.
"Gue tau, udah biarin aja", Balas Nias dengan bisikan juga.
"Sayang?! Nias!", Suara Renzo yang muncul tiba-tiba membuat Nias segera melepaskan pelukan nya dari Arka.
"Sana pergi!", Bisik Nias, Arka mengangguk-anggukkan kepala nya sebelum memanjat turun keluar dari mansion, Nias segera berjalan masuk ke dalam kamar, tersenyum ke Renzo.
"Jadi? gimana? udah nemuin anak nya?", Tanya Nias dengan lembut, Renzo tersenyum menghampiri Nias dengan langkah perlahan.
"Iya, nama nya Zelia, dia umur nya tujuh belas tahun", Jawab Renzo, Nias tersenyum senang dengan berita itu, mengangguk, lalu melihat ke pintu yang terbuka, menunjukkan Zelia yang tersenyum manis, sembari melihat-lihat bangunan mansion yang mewah dan megah dengan tatapan kagum, lalu Zelia menatap ke Nias, tersenyum manis penuh pesona.
* Sialan... dia lebih cantik dari aku, bahaya nih, tapi Renzo pasti lebih cinta aku, tapi Renzo nanti pasti lebih sayang ke Zelia *
Ucap Nias dalam hati dengan khawatir, Zelia mendekat, membungkukkan tubuh nya setelah berada di hadapan nya Nias.
"Aku Zelia, Mommy", Ucap Zelia dengan penuh hormat, Nias sedikit terkejut dengan panggilan nya Zelia untuk diri nya sendiri, tetapi tetap tersenyum agak gugup.
"Iya sayang", Jawab Nias dengan malu-malu, Zelia berdiri tegap lagi.
"Baby, ayo, Daddy antar ke kamar baru kamu, dan nanti malam Daddy dan Mommy bakal antar kamu ke mall buat beli baju baru untuk mu ya?", Ucap Renzo pada Zelia dengan penuh kelembutan, Zelia tersenyum bahagia, mengangguk-anggukkan kepala nya dengan antusias.
"Makasih banyak Daddy, makasih banyak Mommy, Zelia bakal jadi anak yang baik, tenang aja Zelia udah di ajarin adab yang baik ke orang tua sama Ibu Elisa", Jawab Zelia dengan antusias terkendali, Renzo tersenyum, mengelus rambut Zelia, lalu menarik pergelangan tangan nya Zelia dengan lembut, menuntun nya ke kamar tamu yang sekarang menjadi kamar pribadi nya Zelia yang sudah di renovasi dengan ranjang Queen size, sofa mewah, ada meja belajar dengan rak buku besar yang berisi buku yang banyak, ada juga televisi besar di depan nya sofa mewah itu, ada ruang kamar mandi di dalam kamar, dan ada pintu ruangan baju yang besar, Zelia berbinar tapi juga terkejut dengan tidak percaya kalau kamar mewah ini akan menjadi milik nya.
"Ini kamar mu, Baby, suka? kalau gak suka bilang aja ke Daddy, nanti Daddy renovasi ulang", Ucap Renzo, dengan berharap Zelia akan menyukai nya, Zelia menatap kembali ke Renzo, tersenyum bahagia.
"Gak perlu renovasi ulang kok Daddy! Zelia suka kamar nya! makasih banyak ya!", Jawab Zelia dengan bahagia, lalu memeluk Renzo dengan tulus, Renzo agak terkejut merasakan pelukan tulus ini, karena Renzo tidak pernah mendapatkan pelukan tulus dari Nias maupun siapa pun itu, Renzo membalas pelukan nya dengan penuh kasih sayang.
"Daddy... Daddy benar-benar sayang Zelia kan?", Tanya Zelia, Renzo melepaskan pelukan nya untuk menatap Zelia dengan tatapan sulit.
"Baby? apa yang Baby katakan? tentu saja Daddy sayang kamu, Baby, jangan takut, ada Daddy di sini, kamu bisa jujur pada Daddy tentang apa pun itu", Ujar Renzo dengan serius, Zelia menghela nafas, mengangguk.
"Daddy mau tau cerita kenapa Baby ada di panti asuhan?", Tanya Zelia, Renzo menjadi serius, menuntun Zelia ke sofa di dalam kamar nya Zelia, lalu duduk di sofa, membiarkan Zelia duduk di samping nya.
"Ya Baby, cerita kan ke Daddy, Daddy mendengarkan sekarang", Ucap Renzo, memasang kedua telinga nya dengan baik, Zelia mulai bercerita.
"Jadi... keluarga ku bertengkar hingga ada kekerasan, dan aku juga korban kekerasan itu, aku di asuh oleh nenek ku, dan nenek ku selalu bilang kalau dia sayang aku, ya iya lah aku percaya banget karena waktu itu aku masih berumur sembilan tahun, tapi nenek aku malah kasih aku ke ibu Elisa, terus aku gak terlalu percaya lagi sama kata-kata manis itu, jadi Zelia mastiin kalau Daddy beneran sayang aku", Renzo tersenyum, memeluk Zelia dengan erat.
"Percaya lah Baby, Daddy benar-benar sayang kamu, kalau Daddy gak sayang, Daddy gak bakal adopsi kamu Baby, tapi karena Daddy beneran sayang, Daddy adopsi kamu", Jawab Renzo dengan penuh ketulusan, Zelia tersenyum, walau tidak sepenuh nya yakin kalau Renzo menyayangi nya.
"Tapi Daddy, tadi Mommy kayak gak suka gitu sama aku", Bisik Zelia, Renzo tersenyum tipis.
"Gak papa sayang, dia belum terbiasa sama anak muda, tunggu Baby, Daddy mau bilang ke Ayah Daddy kalau kamu udah di sini", Jawab Renzo, sembari mengelus-elus rambut Zelia dengan lembut, Zelia mengangguk, paham kalau Renzo dan Nias tidak di karuniai anak, Renzo melepaskan Zelia untuk mengambil ponsel dan mengetik layar ponsel dengan pelan.
"Ayah, aku udah adopsi anak, nama nya Zelia dia perempuan", Lalu mengirim pesan nya, Jhonson langsung membalas pesan dari Renzo.
"Iya nak, Ayah dan Bunda bakal ke mansion kamu", Renzo agak tegang karena tidak menyangka kalau Jhonson dan Vione akan datang sekarang juga, tapi tau kalau Renzo tidak bisa mengelak dari keinginan nya Jhonson untuk datang berkunjung, Renzo menatap ke Zelia.
"Baby, Ayah sama Bunda Daddy bakal berkunjung ke sini, nanti kalau Ayah atau Bunda ku bertanya, kamu kasih jawaban yang terbaik ya?", Ucap Renzo, Zelia ikut tegang dan takut, tapi Zelia tau kalau Zelia tidak boleh mengecewakan Renzo.
"Iya Daddy, Zelia usahain yang terbaik", Jawab Zelia dengan agak takut, Renzo mengangguk.
"Ya Baby, kamu bisa mandi dulu, Daddy bakal cari baju yang Daddy beli beberapa hari lalu yang sebenar nya punya Mommy mu, tapi seperti nya Mommy kamu gak tau kalau aku beli baju baru", Jawab Renzo, Zelia mengangguk lalu bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi, Renzo bangkit juga dari sofa, berjalan keluar dari kamar Zelia menuju kamar utama, yaitu kamar nya Renzo dan Nias, saat sampai di kamar utama, Renzo melihat Nias sedang senyum-senyum sendirian dengan ponsel nya, Renzo menaikkan satu alis nya.
"Sayang? lagi apa sih?", Tanya Renzo, Nias tersentak lalu menoleh.
"Eh sayang, ini.. lagi ngobrol sama grup teman-teman", Jawab Nias dengan terburu-buru dan panik sembari mematikan ponsel nya, Renzo tersenyum kecil, lalu mengambil tas dengan brand mahal di bawah ranjang, Nias berbinar melihat itu.
"Aku gak tau itu ada di bawah sana sayang, buat siapa?", Tanya Nias, Renzo menjawab dengan santai.
"Buat kamu, tapi karena kamu sibuk sama teman-teman kamu sampai-sampai kamu gak sadar aku beli ini buat kamu, jadi nya ini buat Zelia aja", Nias cemberut lalu segera bangkit dari sofa meninggalkan ponsel nya yang tergeletak di sofa, berjalan menghampiri Renzo lalu melihat isi nya, berbinar saat melihat gaun mahal dan sepatu hak tinggi mahal, Nias menatap ke Renzo dengan tatapan sulit.
"Beneran gak buat aku aja, sayang? aku suka ini, aku juga mau...", Ucap Nias dengan kecewa, Renzo menghela nafas, mengambil kantung brand mahal itu.
"Maaf sayang, ini buat Zelia, aku kan udah sering beliin kamu banyak brand mahal, nanti aku beliin sekalian pas kita beli baju buat Zelia ke mall sebagai ganti nya buat ini ya sayang?", Jawab Renzo dengan tegas tetapi tetap lembut, Nias tersenyum senang, mengangguk-anggukkan kepala nya dengan patuh, Renzo tersenyum, mengecup dahi nya Nias dengan penuh cinta, Nias tersenyum.
"Yaudah aku mau mandi dulu ya, gerah nih", Ucap Nias dengan manis, Renzo mengangguk, lalu Nias bergegas berjalan menuju kamar mandi, Renzo memeriksa tas brand mewah itu sekali lagi sebelum terdiam karena mendengar suara dering telpon, lalu Renzo menoleh ke arah sumber suara itu, melihat ponsel Nias yang menyala dan berdering, Renzo segera mendekati sofa lalu melihat layar ponsel Nias yang tertera nama Cayang, Renzo mengerutkan kening nya.
* Siapa ini? Arka? atau siapa? *
Tanya Renzo pada diri nya sendiri dalam hati
...-Bersambung-...