NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Kerjasama Licik Raja Vampir & Asistennya

“Oh aku sudah tenang,” Ivory menoleh padanya.

“Aku sudah bisa tenang, jika tidak melihat tangan kananmu ini hobi banget bikin orang stres massal. Beraninya dia mengganggu kakakku!”

“Hei!” Denzel berniat protes.

“Diam, atau aku yang akan menendang burung kutilang mu itu!” ancam Elena dengan tatapan tajamnya yang spontan membuat Denzel memilih berlindung dibalik punggung Dorian yang malah asyik menonton.

“Dan kau,” Ivory menunjuk Ragnar sekarang, “Apa sekarang kau ingin membela orangmu itu? Padahal sudah jelas dia mengganggu karyawan. Aahh… benar juga, kalian berdua itu sama saja. Suka mengganggu karyawan wanita. Boss dan anak buah memang sama-sama mesum.”

Karyawan mulai berbisik semakin riuh. “Waah, gossip panas ini! Selama aku bekerja di sini, baru kali ini mendengar atasan melecehkan karyawannya.”

“Iya, padahal belum ada satu bulan mereka memimpin langsung perusahaan.”

Ragnar menghela napas panjang. “Kita datang ke sini bukan untuk ikutan ribut dengan mereka, Ivory. Kita harus segera pergi untuk melakukan pertemuan penting sekarang.”

“Sayangnya aku sudah berminat lagi untuk menemani anda pergi sekarang,” Ivory mendekat setengah langkah, suaranya diturunkan tapi tetap terdengar, “… sebelum dia minta maaf kepada kakakku.”

Ragnar mengangkat alis. “Kau yakin Denzel yang salah?”

Ivory berpikir sejenak, lalu mengangguk serius. “Iya, tentu saja aku sangat yakin. Pasti dia yang memulai lebih dulu dengan kakakku.”

Ragnar menggeleng pelan. “Kau ini selalu—”

“— harus membela kakakku?” potong Ivory penuh percaya diri. “Iya. Terima kasih sudah menyadarinya.”

Beberapa karyawan akhirnya tidak kuat lagi dan tertawa terbuka. Apalagi melihat Ceo dan Direktur mereka kalah telak dalam berdebat dengan Ivory dan Elena, bahkan hanya diam saat di salahkan ataupun disudutkan.

Ragnar menatap Ivory lama, kemudian beralih pada Denzel yang masih berlindung di belakang Dorian. Lalu akhirnya menyerah dengan senyum kecil. “Denzel, minta maaf padanya.”

“APA?!” seru Denzel tak percaya. “Tidak mau, aku tidak bersalah dan tidak melakukan apapun padanya. Kenapa aku harus minta maaf, Yang Mulia?” Saking kesalnya Denzel tanpa sadar memanggil dengan sebutan yang biasa ia gunakan saat Ragnar menggunakan statusnya sebagai Raja Vampir.

“Kau sendiri yang mengatakan padaku bahwa apapun dan siapapun yang salah dalam suatu hubungan, maka pria yang harus minta maaf. Kau juga pria, bukan? Jadi, minta maaf saja agar semua ini segera selesai,” bisik Dorian mengingatkan ucapan Denzel semalam.

“Denzel, minta maaf!” ulang Ragnar kali ini penuh penekanan.

“Baiklah… baik!” Denzel terpojok, ia tidak bisa melawan perintah rajanya apalagi menelan utuh ucapannya sendiri. “Elena, aku minta maaf tentang teleponmu semalam maupun ucapanku yang tadi.”

“Sudahlah. Sebaiknya setelah ini kau jangan menggangguku lagi,” balas Elena yang enggan menerima permintaan maaf tersebut.

Ivory mengangguk puas. “Bagus. Tapi ingat—” ia menarik tangan Elena, “kalau kau berani macam-macam lagi, aku tidak akan segan menjadikan burung mungilmu itu menjadi burung geprek.”

“Ish, kau ini….”

“Sabar, Denzel! Ingat, dia reinkarnasi ratu kita,” bisik Dorian yang menjadi penenang bagi Ragnar maupun Denzel.

“Ayo, kita pergi! Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, bukan? Kita bisa terlambat kalau menundanya lagi,” ujar Ragnar langsung meraih tangan Ivory dalam genggamannya.

“Eeeh, mau dibawa kemana adikku?” Elena segera meraih tangan Ivory yang satunya.

“Tentu saja bekerja! Kalian berdua tidak datang ke perusahaan milikku untuk bermain, bukan? Kecuali kalau kau mengijinkan aku untuk menikahinya.” Kata Ragnar dengan santainya, tanpa peduli dengan karyawan lain yang sudah heboh atas ucapannya.

“Tenanglah, Kak! Aku hanya menemuinya bertemu klien,” ucap Ivory sembari memberikan isyarat kepada Kakaknya bahwa ia masih ingat den jelas pembicaraan mereka semalam.

Meski ada keraguan dalam hatinya, kali ini Elena mencoba percaya sepenuhnya kepada Ivory. Ia pun melepaskan tangan adiknya, membiarkan Ragnar membawanya pergi. Elena menatap cemas Ragnar dan Ivory yang berjalan pergi, meninggalkan ruang kerja yang riuh oleh tawa, bisikan, dan satu kesimpulan bahwa Ivory memiliki hubungan khusus dengan bos mereka.

Sampai akhirnya Elena menyadari sesuatu, Ragnar dan adiknya hanya pergi berdua saja meninggalkan Dorian yang tersenyum penuh arti menatap kepergian Rajanya bersama sang reinkarnasi ratunya. Alhasil, itu malah membuat Elena semakin cemas karena sudah pasti Bos dan asistennya itu pasti tengah merencanakan sesuatu terhadap adiknya.

“Hai, kenapa kau di sini? Bukankah seharusnya kau ikut dengan mereka?” tanya Elena yang tak bisa menahan rasa cemasnya.

“Tidak, aku memiliki tugas yang lebih penting,” jawabnya dengan senyuman yang semakin membuat Elena berprasangka buruk.

“Yakh, katakan kemana mereka akan pergi?” desak Elena, jelas sekali berniat menyusul.

“Denzel, tolong urus calon istrimu itu agar tidak mengganggu rencana besar Yang mulia,” bisik Dorian seraya mendorong tubuh Denzel untuk menghadapi Elena yang bersiap mengejar dan mendesaknya mengatakan tujuan kepergian Ragnar dan Ivory.

“Aish, sialan vampire satu ini. Burungku baru saja terancam dan sekarang harus menghadapi penyihir ini lagi,” gerutu Denzel dengan menahan perasaan kesalnya yang setengah mati.

“Apa katamu? Penyihir? Kau mengatai ku sebagai penyihir, Hah?” sentak Elena yang mendengarnya walau samar-samar.

“Tidak, kau salah dengar! Dan sebaiknya kau ikut aku sekarang untuk bicara di tempat lain.”

Tanpa ijin, Denzel langsung saja meraih tangan Elena dan memaksanya mengikuti dirinya pergi ke suatu tempat. Sudah jelas Elena menolak dan berusaha memberontak, melepaskan genggaman tangan Denzel pada tangannya. Namun, usahanya hanya sia-sia karena Denzel memegang tangannya sangat erat.

Dorian diam-diam tertawa dengan kelakuan Denzel yang menolak keras, tapi ujung-ujungnya tetap berusaha menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Hingga ia sendiri hampir melupakan tugasnya selanjutnya. Dan di lorong sepi dekat pantry, Dorian menekan nomor yang sudah dihafalnya.

“Selamat siang, Tuan Felipe,” katanya ramah begitu sambungan tersambung. “Saya Dorian, asisten Tuan Rowan.”

Ia mendengarkan sejenak, lalu melanjutkan dengan nada seolah sedang meminta bantuan kecil. “Begini, Tuan Felipe. Ada sedikit perubahan jadwal mendadak. Tapi agar tidak terkesan tidak profesional… bolehkah anda yang menghubungi sekretaris kami secara langsung?”

Dorian tersenyum tipis, menatap lantai mengilap di depannya. “Iya, Nona Ivory Asteria. Dia yang akan menemani pertemuan hari ini. Kalau dari anda langsung, pasti lebih mudah diterima.”

Beberapa detik berlalu. “Terima kasih banyak, Tuan Felipe. Saya benar-benar berutang.”

Sambungan terputus. Dorian menghela napas lega, lalu ia segera bersiap menyusul untuk menjalankan rencana selanjutnya. Sebab ini adalah bagian rencana awal, masih ada beberapa rencana lagi yang harus ia selesaikan dalam scenario kali ini.

...****************...

Sementara itu, Ivory sedang merapikan berkas rapat di pangkuannya ketika ponselnya bergetar. Nomor tak dikenal, muncul di layar ponselnya. Meski ragu, Ivory tetap menerima panggilan telepon tersebut. Di sisinya, Ragnar duduk tenang sembari sesekali mencuri pandangan ke arahnya.

“Selamat siang, Ivory Asteria sedang berbicara di sini.”

Ekspresinya berubah perlahan saat ia mendengarkan. “Oh… begitu ya, Tuan Felipe. Saya mengerti. Tidak apa-apa, tentu saja. Nanti akan saya sampaikan ke Tuan Rowan.”

Bersambung ….

1
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Iya Kak, selamat menunaikan ibadah puasa juga.. 🙏🙏🙏
Desyi Alawiyah
Ayolah, kenapa kalian ngga berdamai aja sih... Kalian kan berselisih hanya karena salah paham... 🤨

Jangan sampe ada pertumpahan darah. Ya, meskipun kaum Vampir memang identik dengan hal itu... 😩
Desyi Alawiyah
Mirip. Tapi jiwa sang Ratu Vampir, Ivory Esmeralda, ada di dalam tubuh Ivory Asteria... ☺
Fahmi Ardiansyah
ivori keras kepala sok jual mahal entar klu udh kejadian baru nyesel n cari2 Ragnar.
Desyi Alawiyah
Kasihan lihat Ivory dan Elena.. Terutama Elena..

Tubuhnya masih belum menerima kekuatan sihirnya... Sehingga Denzel harus turun tangan untuk mengendalikan sihir hitam milik Elena...

Ivory yang sabar yah, aku yakin kakakmu akan baik-baik saja.. Benar kata Ragnar, sebaiknya kamu tinggal di Istana dulu.. Karena kaum Werewolf masih berkeliaran... 😩
Desyi Alawiyah
Nah, itu kata yang tepat... "Raja Vampir gila yang memaksa ingin menemukan reinkarnasi Ratu nya. " 🤣🙏
Desyi Alawiyah
Wah, ada lanjutan kisah Xavier Kak...
Desyi Alawiyah
Pada akhirnya, Ivory ngga bisa menghindar lagi... Dia memang udah ditakdirkan menjadi Ratu Vampir...

Dan sekarang, Ivory udah pulang ke rumahnya, ke Istana nya bersama Ragnar...

Kabar Elena gimana yah? Apa dia udah baik-baik saja?
Desyi Alawiyah
Karena memang itu rumahmu, Ivory.. Rumahmu dan Ragnar... Istana Agharon..
Sri Yatun
di mana KA kisah selanjutnya Kay dan yg lain ko g ada di novel toon
Fahmi Ardiansyah
akhirnya ivory ketemu juga Ama Ragnar.
Desyi Alawiyah
Masih kurang Kak, ayo update lagi..
Desyi Alawiyah
Aduh, ikut deg-degan deh aku... Semoga Dorian bisa membawa Ivory dengan selamat...

Karena kalo ngga, nyawa Dorian sendiri yang jadi taruhannya 🤣
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Nanti kalo Ragnar memarahimu, kamu salahin aja Denzel, Dorian.. 😋
Fahmi Ardiansyah
kak kelanjutannya kisah key n axlin mana kok gak di lanjutin LG.
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
iya pasti ivory akan terkejut klu tau Denzel ngasih ciuman buatan.
Desyi Alawiyah
Makasih kak udah update.. 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!