Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Kedatangan Tamu
“Jodoh itu seperti misteri, karena kita tidak akan tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita di masa depan”
\_ Ayu Purnma\_
Keesokan paginya, Ayu seperti biasa menyiapkan makanan untuk keluarganya. Dia sedang berkutat di dapur, tak lama Guntur datang ke dapur.
“Kak masak apa ?” Tanya Guntur yang sudah duduk di kelas 8 SMP
“Astagfirullah, kamu ngagetin saja kak Tur” Ucap Ayu
“Yeh… siapa yang ngagetin kakak, aku barusan tanya sama kakak lagi masak apa dengan nada rendah” Jawab Guntur
“Kakak lagi ngelamun yah ?” Lanjut Guntur bertanya
“Nggak, cuma kakak lagi sedikit tidak enak badan aja” Jawab Ayu berbohong
“Oh…, kakak masa kapa ?” Tanya Guntur mengulang
“Kakak masak telur balada sama sayur kangkung” Jawab Ayu
“Kak kapan-kapan aku mau nyobaan ayam geprek ya, itu juga kalau kakak udah punya uang. Aku penasaran soalnya, karena udah minta sama mama belum di belikan juga dan kalau aku nagih pasti kakak tahu sendiri mama itu gimana” Ujar Guntur
“Iya, nanti malam kakak akan buat ayam geprek” Jawab Ayu
“Serius kak ?” Tanya Guntur dengan mata berbinar
“Iya serius” Jawab Ayu
Tak lama Cika datang ke sana …
“Mau makan ayam geprek aja bangga banget, kaya mau makan pizza mahal saja” Cibir Cika
Mendengar ada suara dari arah belakang, membuat Ayu dan Guntur menoleh ke belakang.
“Apaan sih, kamu nyambung aja sama pembicaraan kita” Ketus Guntur
“Kamu yang sopan yah sama aku, meski pun aku adik sepupu kamu tapi aku itu lebih tua dari kamu Guntur” Ujar Cika
“Bodo amat, aku tidak peduli dengan itu” Jawab Guntur
“Sudah-sudah, kalian malah bertengkar kaya gini” Lerai Ayu
Lalu Ayu mengambil piring dan nasi yang ada di meja, dan duduk di bawah karena belum memiliki meja makan.
“Kamu cepat makannnya Gun, annti kesiangan ke sekolahnya” Ucap Ayu
“Iya kak” Jawab Guntur
“Kamu ada apa ke sini, Cik ?” Tanya Ayu
“Aku ke sini mau memberikan bolu, karena aku hari ini ulang tahun” Jawab Cika sambil memberikan piring yang berisi bolu
“Terima kasih ya Cika, kamu gak kuliah ?” Ujar Ayu
“Nggak, lagi bosen aku kuliah terus” Jawab Cika
“Seharusnya kamu bersyukur, bisa kuliah tidak seperti aku yang tidak ada uang buat kuliah” Ucap Ayu
“kamu jangan ikut campur sama urusan aku Yu, itu sih derita kamu yang tidak bisa kuliah dan malah uangnya untuk kak Yudi yang sedang kuliah” Ujar Cika
“Aku ikhlas kok, bantu kak Yudi membiayai kuliahnya” Jawab Ayu
Karena kesal kakaknya di maki, Guntur langsung angkat bicara …
“Kalau kamu ke sini hanya untuk menyakiti kak Ayu dengan kata-katamu, mendingan kamu pergi dari sini. Ganggu kita saja, kita yang lagi sarapan” Ucap Guntur
Lalu Cika pergi dari sana tanpa permisi, membuat Ayu geleng-geleng kepala.
“Tur, kamu bicara yang sopan sama Cika. Meski pun di aitu adik sepupu kita, tapi umurnya itu di atas kita” Ucap Ayu memberitahu
“Tapi kalau tidak seperti itu, dia akan terus bicara yang membuat kakak sakit hati” Jawab Guntur
“Sudah, sekarang cepat kamu berangkat ke sekolah nanti kamu ke siangan lagi” Ujar Ayu
“Baik kak, kalau gitu aku berangkat dulu ya” Jawab Guntur sambil menyalami kakaknya
“Iya, kamu hati-hati di jalannya” Ucap Ayu
Lalu Ayu bersiap akan berangkat bekerja …
*****
Setelah Ayu bersiap, tak lama mereka kedatangan tamu.
“Assalamu’alaikum” Ucap Seseorang
“Wa’alaikumsalam” Jawab Lastri dan Asep
“Eh, Pak Darma dan bu Maryam silahkan masuk. Ada apa datang ke gubuk kami ?” Ujar Asep
Ya, yang datang bertamu ke rumah Asep ada Darma beserta istri dan anak pertamanya majikan Aizam sekaligus tetangga mereka. Darma terkenal dengan orang kaya yang dermawan, tetapi sering gonta-ganti wanita meski pun sudah memiliki istri yaitu Maryam. Maryam dengan sabar, selalu memaafkan kesalahan yang di perbuat oleh suaminya karena dia sudah berjanji kepada mendiang kakaknya untuk menjaga anak-anaknya.
“Maaf, pagi-pagi menganggu waktunya. Kami ke sini ingin bertemu dengan pak Asep dan keluarga beserta Ayu” Jawab Darma
“Tidak menganggung sama sekali pak, hanya saja kami terkejut bapak datang ke gubuk kami pagi-pagi” Ucap Asep
“Kami ke sini, membawa niat kepada keluarga pa Asep” Jawab Darma
“Maksud bapak bagaimana ?” Tanya Asep yang tidak mengerti
Dari kejauhan Aizam dan melihat ada di tamu …
“Tumben pak Darma, pagi-pagi ke sini ada apa yah ?” Ucap Aizam
“Ada apa Zam ?” Tanya Yudi mengagetkan adiknya
“Astagfirullah” Ucap Aizam sambil mengelus dadanya
“Ih kakak, ngagetin saja. itu ada pa Darma di ruang tamu” Lanjut Aizam
“Lah terus kenapa ?” Tanya Yudi
“Iya, tumben saja dia datang ke rumah kita pagi-pagi begini” Jawab Aizam
“Mungkin ada keperluan yang sangat penting, kamu jangan terlalu kepo sama urusan orang tua” Ucap Yudi
Di ruang tamu, mereka masih berbincang-bincang sebelum menyampaikan niat pertamanya.
“Lansung saja ke intinya ya pa Asep, kedatangan bersama Rendy ke sini ingin mengenal Ayu lebih jauh. Kalau di perjelasnya, Rendy ingin melamar Ayu” Ucap Darma
Mendengar ucapan Darma, membuat mereka terkejut
“Maksud bapak bagaimana ?” Tanya Asep
“Maksudnya saya ingin Ayu menjadi menantu saya dan menjadi istrinya Rendy, sudah lama Rendy menyukai Ayu tetapi dia belum berani mengungkapkannya” Jawab Darma lalu Asep melihat ke arah Rendy
“Benar apa yang di katakana oleh pak Darma, nak Rendy ?” Tanya Asep
“Iya pak, saya menyukai Ayu sudah sejak lama tetapi karena saya belum punya penghasilan jadi saya enggan untuk mendekatinya” Jawab Rendy
“Tapi bapak belum bisa memberikan jawabannya, karena yang harus menjawab pertanyaan kamu itu hanya Ayu” Ucap Asep
“Ma, tolong panggilkan Ayu” Titah Asep
“Iya pa” Jawab Lastri
Lalu Lastri bergegas ke kamar Ayu, tapi pada saat akan ke kamar Ayu lastri di cegat oleh Yudi dan Aizam karena merasa penasaran.
“Ma” Panggil Yudi
“Ada apa kak ?” Tanya Lastri
“Rendy bener mau ngelamar Ayu ?” Tanya Yudi
“Iya” Jawab Lastri
“Kok bisa ?” Tanya Aizam
“Ya mama, gak tahu lah” Jawab Lastri
Lalu Lastri meneruskan melangkah ke kamar Ayu
“Yu” Panggil Lastri
“Iya ma, ada apa ?” Tanya Ayu yang baru saja selesai bersiap
“Di luar ada pak Darma dan Rendy, ingin bertemu dengan kamu” Jawab lastri
“Mau apa ?” Tanya Ayu merasa bingung
“Ikut aja sama mama, biar lebih jelas” Jawab Lastri
“Perasaan aku tidak punya salah apa-apa sama mereka” Gumam Ayu sambil mengikuti langkah ibunya
Sesampai di ruang tamu …
“Duduk di sini Yu” Ucap Asep menepuk di sebelah kanannya
“Iya pak” Jawab Ayu lalu mendekati bapaknya
Darma angkat bicara …
“Nak Ayu, kami datang ke sini memiliki niat untuk nak Ayu” Ucap Darma
“Nia tapa maksud bapak ?” Tanya Ayu semakin bingung
“Kita kan sudah bertetanggan sejak lama, dan mungkin Rendy sering melihat kamu dalam beberapa kegiatan dan mungkin setiap hari jadi menumbuhkan rasa suka kepada nak Ayu. Dan saya datang ke sini inging melamar nak Ayu, untuk anak sulung saya Rendy. Bagaimana nak Ayu ?” Ujar Darma membuat Ayu semakin bingung
“Saya harap, kamu mau menerima menjadi istrinya Rendy dan menjadi putri saya” Ucap Maryam
“Saya ingin meminta waktu dulu kepada tante dan keluarga, karena saya ingin memikirkannya dulu” Jawab Ayu
“Kalau itu keputusan kamu, kami menerimanya. Kalau begitu saya beserta keluarga langsung pamit ya pak Asep bu Lastri, dan semoga Ayu menerima lamaran ini” Ucap Maryam
“Iya, semoga ya bu” Jawab Asep
Lalu Maryam beserta keluarganya pergi dari rumah Ayu, sepeninggalan keluarga Maryam, Lastri langsung menegur Ayu.
“Kanapa kamu tidak menerima lamaran dari mereka Yu ?” Tanya Lastri geram
“Ayu merasa bingung ma, karena aku tidak menyukai bang Rendy tolong pengertiannya ma” Jawab Ayu
“Kamu itu telah menunda berlian untuk keluarga kita, kalau kamu menerima keluarga mereka pasti keluarga kita akan kecipratan Ayu” Sarkas Lastri
“Ma sudah, ini keputusan Ayu. Biar Ayu yang memutuskannya, jangan memaksa keinginan dia” Ujar Asep
“Terus saja manjakan dia, jadi ngelunjakkan dia. Sudah untung dia di rawat di rumah ini, dasar anak pembawa sial” Sarkas Lastri
“MAMA SUDAH, KAMU SANGAT KETERLALUAN. AYU ITU MASIH ANAK MAMA, TIDAK BAIK BERBICARA SEPERTI ITU” Teriak Asep
“Cape bicara sama bapa, mama mau keluar saja” Ujar Lastri melenggang meninggalkan rumahnya