Seorang pria wibu mendapatkan kekuatan untuk menyalin kemampuan dari 3 orang yang berbeda, dan dunia yang dia kunjungi adalah dunia One Punch Man.
Karena sudah tahu siapa saja orang-orang kuat di dunia ini, wibu itu kemudian berlari ke Kota Z untuk menemui pria botak tertentu untuk menyalin kemampuan nya.
"Aku akan menjadi hero yang terkenal dan menggendong kecantikan disetiap sisi hahahaha"
MC nantinya akan bisa berpindah dunia ke anime lain dan menjadi sosok pahlawan di dunia anime yang sedang terancam.
Genre :
Action, Harem (Wajib)Romance, Fanfiction, Overpower, Bisnis, Mencari Uang, Membuat Kerajaan, Poligami (Wajib), Berpindah Dunia Anime.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ero-Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34. Siapa Yang Sebenarnya Sedang Diuji?
Mendengar jawaban meremehkan dari saikyou, wajah Shinazugawa semakin menakutkan karena marah. "Jika kau memang sangat ingin bertarung, aku akan meladenimu. Ikut aku ke halaman!" Kata Shinazugawa dengan penuh amarah. Obanai, Uzui, Rengoku, Tokito dan Giyu kemudian menyusul.
"Maaf Saikyou-san, semuanya menjadi seperti ini" Ucap Oyakata-sama.
"Tidak masalah Kagaya-kun, sebenarnya aku juga sudah memprediksi akan menjadi seperti ini. Lagipula jika mereka tidak tahu kekuatanku, mana mungkin mereka akan tenang membiarkanku menjaga punggung mereka."
Mendengar jawaban saikyou, Oyakata-sama hanya tersenyum. Saikyou juga paham kalau semua ketegangan ini juga sudah diprediksi oleh Oyakata-sama, Lagipula dia juga orang yang sangat licik.
Sementara itu Shinobu, Mitsuri dan Gyomei yang masih di dalam ruangan juga mendengar jawaban saikyou.
Awalnya mereka pikir saikyou akan panik karena Shinazugawa menerima tantangannya. Namun yang dilihat mereka hanyalah orang yang menjawab dengan percaya diri.
***
Di halaman kediaman Ubuyashiki, saikyou berdiri sendirian sementara para Hashira berdiri didepannya.
Ubuyashiki atau Oyakata-sama meskipun tidak dapat melihat juga ikut hadir di menonton mereka di teras bersama kedua anaknya.
Kedua anak Ubuyashiki kemudian menyerahkan Bokuto (Pedang Kayu) standar namun ukurannya sangat kecil untuk saikyou.
"Tidak, aku tidak butuh pedang kayu. Aku akan menggunakan tangan kosong saja"
"Sialan, sampai mana kau berusaha mengejekku" Ucap Shinazugawa merasa diremehkan.
"Sejak awal aku memang tidak berencana menggunakan pedang, Lalu Shinazugawa-kun kau bisa mulai menyerangku sekarang!!" Kata saikyou dengan gesture tangan memanggil.
"Sialan kau, ambil pedangmu!!" Tidak mau menyerang, Shinazugawa kembali memperingatkan saikyou.
"Huh, Gyaa Gyaa Gyaa.. Kau ini berisik sekali, apakah kau mau datang menyerangku atau tidak? Jika kau bisa membuat kakiku bergerak, itu akan menjadi kemenanganmu"
"Hmmmm.. meskipun aku tidak menyukainya, aku suka gayanya yang "meriah" dan sombong"
"Namu Amida Butsu, Kesombongan membawa petaka" Kata Gyomei sambil berdoa.
"SIFAT MEREMEHKAN BUKANLAH TINDAKAN YANG BAIK!" Teriak Rengoku
"Shinazugawa, cepat berikan dia pelajaran!!" Tambah Obanai.
"Haaagghhh.. Jika kau memang ingin mati maka, MATILAH!!" Teriak Shinazugawa
Maju kedepan Shinazugawa melompat dan mulai memasang kuda-kuda untuk menggunakan salah satu jurus dari teknik pernapasan anginnya.
"Kaze no kokyū (Teknik Pernapasan Angin)"
"Ichi no kata: Jin Senpū - Sogi (Bentuk Pertama: Pemotong Angin Puyuh Debu)"
Menggunakan teknik ini, Shinazugawa berputar dan melesat ke depan dengan kecepatan membutakan dan menebas terus menerus dalam pola siklon horizontal.
Kemampuan ini dapat mencabik-cabik area sekitar yang dilewati oleh serangan Sanemi. Namun didepan serangan itu, saikyou hanya diam dan menunggu.
'Cih ' melihat saikyou tidak berusaha menghindar ataupun bertahan, Sanemi menjadi kesal. Namun dia juga bukan orang jahat, pukulannya yang bisa membunuh sedikit dikurangi namun tetap bisa membuat orang lain cedera dengan satu serangan itu.
Saat pedang mendekat ke arah pinggul saikyou. Saikyou menggunakan dua jarinya begitu cepat lalu menjepit pedang kayu sanemi dan menghentikan jurusnya.
"Hah" Sanemi kewalahan saat pedangnya dijepit begitu kuat, dia bahkan mencoba menarik pedangnya, tapi kekuatan saikyou sangat besar hingga dia bahkan tidak bergeming sedikitpun.
"Shinazugawa ada apa?" Kata uzui.
"Shinazugawa-san" Gumam Mitsuri yang menutup matanya dengan tangan, takut saikyou dipukul, mengintip dari balik celah jarinya.
Semua Hashira yang melihat serangan Shinazugawa dihentikan menggunakan dua jari begitu terkejut. Mereka tahu seberapa kuat Shinazugawa, tidak ada satupun dari mereka yang bisa menahan serangan Shinazugawa menggunakan dua jari seperti saikyou, meskipun Shinazugawa hanya menggunakan pedang kayu sekalipun.
Shinazugawa juga bukanlah orang yang terlihat suka bercanda ataupun menahan diri. Jadi melihatnya seperti tidak bisa melakukan apapun benar-benar aneh.
"LEPASKAN!!" Teriak Shinazugawa sambil menendang kaki saikyou. Tetap saja, itu tidak membuat saikyou bergeming, bahkan mengerutkan dahinya saja tidak.
Dengan lambaian tangannya, saikyou menarik pedang kayu bersama Shinazugawa dan melemparnya ke udara.
"Uuuuuhhhhhggggg" gumam lirih Shinazugawa saat mencoba melawan saat dilempar oleh saikyou.
Whoooooossss.
"Kaze no kokyū (Teknik Pernapasan Angin)"
"Roku no kata: Kokufū Enran (Bentuk Keenam: Kabut Gunung Angin Hitam)"
Untuk mengurangi dampak jatuh ke permukaan, Sanemi memutar tubuhnya dalam gerakan pukulan ke atas, menciptakan tornado tebasan.
Berkat itu, dia berhasil berhenti di udara, namun karena dia berhenti tepat diatas kolam. Dia langsung jatuh tercebur.
Byuuurrrrrrrrr.
Dari kolam Shinazugawa kemudian melesat dan menerjang kembali ke arah saikyou menggunakan jurusnya kembali.
"Kaze no kokyū (Teknik Pernapasan Angin)"
"Ichi no kata: Jin Senpū - Sogi (Bentuk Pertama: Pemotong Angin Puyuh Debu)"
Dari dalam kolam, pusaran angin saiklon berputar hebat kembali mengarah pada saikyou, namun berbeda dari sebelumnya. Sanemi tidak menggunakan teknik ini untuk menyerang saikyou.
Dia berhenti tepat didepannya, sambil melayang dia merubah tekniknya dengan memasang kuda-kuda yang berbeda.
"Kaze no kokyū (Teknik Pernapasan Angin)"
"Ni no kata: Sōsō - Shinato Kaze (Bentuk Kedua: Cakar, Angin Pemurnian).
Shinazugawa mengangkat pedang ke atas tepat di atas kepala dan melepaskan empat tebasan vertikal sekaligus ke bawah pada saikyou menyerupai cakar.
Wooooooosssshhh
Lagi dan lagi, serangan itu tidak cukup dan pedangnya berhasil ditahan dengan di jari saikyou.
"Serangan yang bagus, tapi serangan seperti ini saja tidak akan cukup untuk membuat kakiku bergerak" Kata saikyou pada Shinazugawa Sanemi hingga wajahnya semakin marah dan menakutkan.
"SIALAAAAAN.. JANGAN MEREMEHKAN AKU!!!" Teriak sanemi berusaha melepaskan pedangnya lagi. Sekali lagi Sanemi dilempar kembali masuk ke dalam kolam.
Setelah dua kali dilempar kedalam kolam, Sanemi terdiam sambil memikirkan rencana untuk mencari kelemahan saikyou. "Sialan, dasar berengsek"
Sementara saikyou menunggu serangan berikutnya dari Sanemi, saikyou melirik ke arah,para Hashira yang diam memperhatikan pertarungan mereka.
"Jadi, apakah ada lagi yang mau mengetesku?" Kata saikyou pada para Hashira yang masih terkejut karena Sanemi dipermalukan seperti itu.
"Hashira Suara, Tengen Uzui, Hashira Api, Rengoku Kyojuro, Hashira Ular, Obanai Iguro, dan Hashira Batu, Himejima Gyomei. Sebelumnya kalian mempertanyakan aku bukan, majulah!! aku tidak masalah melawan kalian semua sekaligus. Bukankah kalian ingin tahu seperti apa aku"
Mereka semua terdiam kecuali Obanai Iguro yang melesat langsung ke arah saikyou saat dipermalukan seperti itu.
"Hebi no kokyū (Pernapasan Ular)"
"Go no kata: Enen Chōda (Bentuk Kelima: Ular Meluncur)
Obanai mengambil pedang kayu yang sebelumnya diberikan untuk saikyou dari anak Ubuyashiki dengan sangat cepat, menggunakan pedang itu Obanai melengkungkannya dari kanan ke kiri dengan kecepatan luar biasa. Dalam cerita asli, teknik ini mampu memenggal kepala beberapa target sekaligus dan semua gerakannya sangat lincah.
Tapi dalam penglihatan saikyou, Obanai masih terlalu lambat, saikyou tahu dia mengincar bagian pinggul saikyou. Saikyou juga telah merasakan seseorang telah melompat di belakangnya dan berniat mengincar lehernya, tentu saja dia adalah Shinazugawa.
"Kaze no kokyū (Teknik Pernapasan Angin)"
"Ni no kata: Sōsō - Shinato Kaze (Bentuk Kedua: Cakar, Angin Pemurnian)
Kali ini saikyou menggunakan tubuhnya untuk menahan kedua serangan mereka berdua. Akibat serangan mereka suara benturan hebat terdengar dan..
Craaaack!!
Craaaack!!
Kedua Bokuto (Pedang Kayu) itu hancur hingga membuat mereka terkejut.
'Seberapa keras tubuh orang ini?' pikir mereka.
Saat mereka akan mundur untuk mengambil jarak, tiba tiba lengan besar menangkap baju mereka dan melemparkan Obanai dan Sanemi ke arah kolam.
Wooooosshhh!!
Byuuuuurrrr!!
"Huh, untung saja ini pedang kayu, jadi pakaianku tidak robek" Kata saikyou dengan ringan dan tidak memandang tinggi serangan dua Hashira.
"Jadi apakah ini sudah selesai, aku pikir kalian akan menguji-ku apakah aku pantas atau tidak menjadi seorang Hashira? Tapi sebenarnya siapa yang sedang diuji disini?"
Bersambung~