Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Blue Ocean Heart
Kalung Blue Ocean Heart pernah menyabet gelar juara dalam ajang apresiasi perhiasan paling bergengsi di Italia beberapa bulan lalu. Karya itu dipuji bukan hanya karena kemewahannya, tetapi juga karena nuansa romantis yang melekat kuat di setiap detailnya.
Namun, kemewahan itu tentu memiliki harga.
Dan harganya bukan main-main, 1 Triliun Rupiah.
Sejak saat itu, Blue Ocean Heart menjadi perbincangan hangat di kalangan elite. Tak terhitung berapa banyak wanita yang memimpikan sekadar melihatnya secara langsung, apalagi memilikinya.
Namun siapa sangka, Kevin Sanjaya justru membelinya begitu saja, hanya untuk dijadikan hadiah bagi Nona Yati.
“Ini… ini benar-benar seperti cerita legenda.”
“Pria yang rela menghamburkan harta demi cinta.”
“Kevin sanjaya pantas jadi idola semua pria!”
Decak kagum terdengar dari segala arah.
Baik pria maupun wanita, semuanya menatap Kevin dengan rasa hormat dan kekaguman yang tulus.
Benarkah pria seperti ini, hanyalah seorang kurir Ojol pengantar makanan?
“Ini… Kevin yang memberikannya padaku…”
Nona Yati bergumam pelan.
Matanya terpaku pada permata yang berkilauan itu, hatinya masih sulit mempercayai kenyataan di hadapannya.
“Yati, biar aku kenakan untukmu,” ujar Kevin sambil tersenyum hangat.
Ia memberi isyarat pada pelayan untuk mengambil cermin besar, lalu dengan gerakan lembut dan penuh perhatian, Kevin Sanjaya mengalungkan Blue Ocean Heart di leher Nona Yati yang putih dan jenjang.
Saat itu juga, semua mata terbelalak.
Nona Yati yang sudah cantik, kini mengenakan gaun malam elegan dan kalung Blue Ocean Heart, tampak bersinar lebih terang dari selebritas mana pun.
“Wow…”
“Cantik sekali!”
“Dia benar-benar seperti dewi!”
Seruan kagum menggema di ruangan.
Nona Yati menatap pantulan dirinya di cermin, dan untuk sesaat, ia terdiam, terpesona oleh bayangan yang ia lihat.
Ia belum pernah melihat dirinya seindah ini.
Apakah itu benar-benar dirinya?
Kini, ia mengenakan Blue Ocean Heart.
Harta karun yang selama ini hanya hidup dalam mimpi para wanita.
Pipi Nona Yati memerah. Di bawah kilauan cahaya permata biru itu, kecantikannya tampak semakin memikat, seolah seluruh dunia berputar mengelilinginya.
Tiba-tiba, seseorang berteriak,
“Cium dia! Cium dia!”
Teriakan itu segera diikuti sorakan ramai, membuat suasana semakin meriah.
Wajah Nona Yati memerah lebih dalam, sementara Kevin Sanjaya tertawa ringan.
“Yati, aku pasrah padamu,” katanya bercanda.
“Dasar usil!” Nona Yati membalas sambil tersenyum malu.
Ia lalu memeluk Kevin Sanjaya dan mengecup lembut pipinya yang tampan.
Adegan itu langsung membuat seluruh teman sekelas mereka iri setengah mati.
Kevin Sanjaya merasa dadanya dipenuhi kebahagiaan. Semua usaha yang ia lakukan malam ini, semuanya terasa sangat sepadan.
Dan tepat pada saat itu, suara sistem bergema di kepalanya:
“Host telah menerima ciuman dari pelanggan cantik dan mendapatkan penilaian lima bintang. Poin +20. Hadiah uang tunai: 10 Triliun. Kesempatan undian keberuntungan telah diaktifkan!”
Sepuluh Triliun?
Dan masih ditambah kesempatan lucky draw?
Tawa Kevin Sanjaya semakin lebar. Ia merangkul pinggang Nona Yati dan membalas dengan mengecup pipinya.
“Dasar bandel!”
Nona Yati mendorongnya pelan, namun sorot kebahagiaan di matanya tak bisa disembunyikan, bahkan lebih bersinar daripada siapa pun di ruangan itu.
Ia lalu menoleh ke arah Dewi Haryanto, menatapnya dengan senyum penuh kemenangan.
“Lumayan, kan, Dewi Haryanto?”
“Bagaimana menurutmu kalungku?”
Dewi Haryanto berdiri tak jauh dari sana, wajahnya menghitam seperti tertutup awan badai.
Ia merasa sangat malu.
Harga dirinya hancur berkeping-keping.
Bahkan, matanya memerah, seakan air mata siap jatuh kapan saja.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁