NovelToon NovelToon
Duka Yang Ternoda

Duka Yang Ternoda

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Janda / Obsesi / Keluarga / Trauma masa lalu / Penyelamat / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Kehidupan Swari hancur dua kali: pertama saat suaminya tewas, dan kedua saat seorang pria misterius merenggut kehormatannya di balik kegelapan kain penutup mata.
Swari yakin kalau mantan kakak iparnya yang memperkosanya, tapi ia tidak mempunyai bukti.
Di ambang keputusasaan untuk mengakhiri hidup, tangan seorang lelaki asing menyelamatkannya. Kini, Swari harus memilih: tenggelam dalam duka, atau bangkit bersama sang penyelamat untuk mengungkap siapa sebenarnya iblis yang telah mencuri jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Setelah makan siang yang mengenyangkan itu, mereka pun bersiap untuk kembali ke rutinitas masing-masing.

Ratri berpamitan lebih dulu karena sudah waktunya menjemput si kembar, Alex dan Alexandria, dari sekolah mereka.

"Aku jemput anak-anak dulu ya, Swa. Nanti mereka langsung aku bawa ke rumah agar mereka bisa istirahat sebelum besok kita semua berangkat ke Bandung," ucap Ratri sambil mencium pipi adiknya.

Swari mengangguk mantap. Meski tubuhnya terasa sedikit berat setelah porsi gado-gado dan es putar coklat tadi, semangatnya kembali terbakar.

Sebelum mereka menempuh perjalanan darat menuju lokasi proyek, Swari harus kembali ke perusahaan untuk menandatangani beberapa berkas final yang mendesak.

"Ayo, Bas. Aku ingin memastikan semua laporan keuangan dan izin operasional Mahameru sudah ditandatangani sebelum kita berangkat ke Bandung," ucap Swari sambil merapikan blazernya.

Baskara berdiri, memegang pinggang istrinya dengan protektif.

"Aku tidak menyangka semangat kerjamu bahkan lebih besar dari nafsu makanmu tadi. Baik, ayo kita selesaikan urusan kantor, lalu kita langsung meluncur ke lokasi."

Satu jam kemudian, mobil mewah mereka sudah membelah jalanan tol menuju arah Bandung.

Di sana, mahakarya yang mereka bangun dengan air mata dan perjuangan, Proyek Mahameru, sudah berdiri dengan megah menanti untuk diresmikan.

Swari menatap keluar jendela, melihat pemandangan hijau yang mulai muncul, merasa bahwa setiap detik perjuangannya selama ini akhirnya terbayar lunas.

Udara sejuk Bandung menyambut mereka saat mereka tiba di lokasi Proyek Mahameru.

Bangunan itu berdiri dengan megah, sebuah perpaduan arsitektur modern dan elemen alam yang menjadi visi besar Swari.

Sebelum keramaian besok dimulai, Baskara menuntun istrinya menuju bagian terdalam dari kompleks tersebut.

"Aku punya sesuatu yang tidak ada di dalam denah yang kamu buat, Swa," bisik Baskara sambil menuntunnya melewati deretan pohon pinus yang tertata rapi.

Di tengah-tengah kompleks, tersembunyi sebuah taman bunga lili putih dan mawar yang sangat indah dengan air terjun buatan yang mengalir tenang.

Di gerbang kecilnya, terdapat ukiran emas bertuliskan: "Taman Swari Aruna".

Swari menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca.

"Bas, ini indah sekali."

"Taman ini adalah jantung dari Mahameru, sama seperti kamu yang menjadi jantung di hidupku," balas Baskara lembut.

Mereka kemudian naik ke balkon tertinggi gedung Mahameru. Dari sana, sejauh mata memandang, lampu-lampu kota Bandung mulai menyala, bersaing dengan sisa-sisa cahaya matahari terbenam yang berwarna jingga keunguan.

Baskara memeluk Swari dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu istrinya saat mereka menikmati angin pegunungan yang menerpa wajah.

Malam itu ditutup dengan makan malam romantis berdua di atas balkon tersebut.

Hanya ada meja kecil dengan lilin, suara jangkrik, dan aroma tanah basah. Tidak ada staf, tidak ada dokumen, hanya ada mereka berdua.

"Kita berhasil, Bas," ucap Swari sambil menyesap teh hangatnya.

Baskara menggenggam tangan Swari, menciumnya dengan takzim di bawah sinar bulan.

"Bukan kita yang berhasil, tapi cintamu yang berhasil membawaku pulang, dan kekuatanmu yang berhasil mengalahkan maut. Mahameru adalah monumen kemenanganmu, Sayang."

Malam di Bandung terasa begitu hening dan menyejukkan.

Di dalam penthouse mewah yang terletak di lantai teratas gedung Mahameru, Swari masih sibuk bergerak ke sana kemari.

Ia memeriksa kembali daftar tamu VVIP, memastikan urutan pidato untuk besok pagi, hingga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Baskara dan anak-anak.

"Sepatu Alex sudah disemir, gaun Alen juga sudah siap..." gumam Swari sambil menata pakaian di atas sofa.

Baskara yang sedari tadi duduk di meja kerja sudut ruangan akhirnya menutup laptopnya dengan suara klik yang tegas.

Ia memperhatikan istrinya yang tampak tidak bisa diam meski jam sudah menunjukkan hampir tengah malam.

Baskara berdiri, melangkah mendekat, dan dengan lembut memegang kedua bahu Swari, menghentikan gerakan tangan istrinya yang sedang merapikan dasi.

"Cukup, Sayang. Semuanya sudah sempurna," ucap Baskara dengan nada rendah namun penuh penekanan.

"Tim lapangan sudah memastikan semuanya aman. Sekarang, yang paling penting adalah kesehatan pimpinan proyek Mahameru ini. Aku tidak mau pengantinku terlihat pucat besok di depan kamera."

Swari mengembuskan napas panjang, akhirnya menyerah pada rasa lelah yang mulai menyerang otot-ototnya.

"Aku hanya gugup, Bas. Ini proyek impianku."

"Dan impianmu sudah jadi kenyataan. Sekarang, biarkan tubuhmu mengisi energi," balas Baskara.

Ia membimbing Swari menuju tempat tidur besar yang sudah disiapkan dengan sprei sutra yang nyaman.

Baskara membantu Swari berbaring, menyelimutinya hingga sebatas dada, lalu ia ikut merebahkan diri di sampingnya.

Ia menarik Swari ke dalam pelukannya, memberikan rasa aman yang membuat kegugupan Swari perlahan sirna.

"Tidurlah, Nyonya Surya. Besok adalah harimu," bisik Baskara sambil mengecup keningnya.

Dalam dekapan hangat itu, di puncak gedung yang mereka bangun bersama, Swari akhirnya memejamkan mata dengan senyum tenang.

Esok akan menjadi hari bersejarah, namun malam ini, ia hanya ingin menjadi wanita yang dicintai seutuhnya oleh suaminya.

Di kediaman keluarga besar Surya, suasana tak kalah sibuk namun penuh dengan kehangatan.

Nyonya Widya tampak begitu telaten memeriksa setiap detail pakaian yang akan dikenakan oleh Alex dan Alexandria untuk acara peresmian Mahameru di Bandung besok.

Di atas tempat tidur besar, Nyonya Widya membentangkan setelan jas kecil untuk Alex dan gaun putih cantik yang senada dengan milik Swari untuk Alexandria.

Ia mengelus kain satin gaun itu dengan senyum haru yang tak kunjung hilang dari wajahnya.

"Siapa yang sangka, ya?" gumam Nyonya Widya pelan kepada Ratri yang sedang membantu melipat syal.

"Setelah semua badai itu, akhirnya kita bisa menyiapkan baju untuk mereka sebagai keluarga yang utuh."

Alex dan Alexandria sendiri sudah terlelap di kamar sebelah, kelelahan setelah seharian bermain dan bersemangat membicarakan "Gedung Tinggi Mama".

Nyonya Widya memastikan sepatu-sepatu kecil cucunya telah bersih mengkilap dan diletakkan di dekat koper.

"Mama harus terlihat paling cantik besok sebagai nenek dari pemilik Mahameru," goda Ratri sambil memasukkan perlengkapan mandi anak-anak ke dalam tas.

Nyonya Widya tertawa kecil. "Mama hanya ingin memastikan anak dan menantu Mama bahagia, Ratri. Melihat Baskara kembali tersenyum dan Swari sehat lagi, itu sudah lebih dari cukup bagi Mama. Besok adalah hari kemenangan bagi mereka berdua."

Nyonya Widya kemudian mengambil sebuah bros berlian antik dari kotak perhiasannya.

Ia berencana menyematkan bros itu di gaun Swari besok sebagai simbol bahwa ia telah sepenuhnya menerima dan menyayangi Swari sebagai putri kandungnya sendiri.

Malam itu, di bawah atap rumah Widya, doa-doa tulus mengalir untuk kelancaran acara besok.

Kebahagiaan bukan lagi sebuah impian yang jauh, melainkan kenyataan yang kini sudah terlipat rapi di dalam koper-koper mereka, siap untuk dibawa menuju Bandung.

1
Rina Arie
good book
my name is pho: Thanks 🥰
total 1 replies
Cheng Nyo
👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Rahmawati
swari di culik lagi sama bagaskara
Rahmawati
lah blm. tau juga to siapa yg udH km nodai
Rahmawati
bukan dimas toh,, km penjahatnya baskara
Rahmawati
benar si dimas yg perkosa swari ya
Rahmawati
siapa itu kok tega sekali, orang lagi berduka
Rahmawati
tadinya curiga sm navy kl dia punya rasa sm swari.
eh skrg muncul lagi mantan kakak ipar swari
Herdian Arya
Kuranginlah kisah sedih dan musibahnya,
my name is pho: siap kak
total 1 replies
Titin Nur
💪💪👍👍
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Ida Farida
Ceritanya bagus👍🏻👍🏻
my name is pho: Terima kasih kak
total 1 replies
اختی وحی
wah trnyta bneran bkn dimas ya yg memperkosa
my name is pho: bukan kak
total 1 replies
اختی وحی
udah suudzon sma suami ratri, eh trnyta ipar ny si dimas
Esti 523
lha ko bisa masuk rumah
kymlove...
sebagus ini kenapa sepi



kalau aku asal. konflik nya tidak menguras emosi udah pasti suka... semangat thor
my name is pho: terima kasih sudah mampir kak🥰
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kaka aku mampir 🤗
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!