NovelToon NovelToon
Aku Anak Siapa Ibu

Aku Anak Siapa Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Angst
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Amira harus menelan pil pahit, ketika seorang kekasih yang selama ini dia sayangi harus bersanding dengan sahabatnya sendiri, dengan alasan cintanya sudah habis dengannya, bahkan selama satu tahun ini sang kekasih bertahan karena berpura-pura dan tanpa terpikir panjang lelaki yang bernama Arya itu mengakhiri begitu saja hubungannya dengan Amira di saat yang bersamaan Amira ingin memberi kejutan kalau dia tengah mengandung benih kekasihnya itu. Akankah Amira sanggup membawa pergi benih dari mantannya itu? nantikan kisah selanjutnya hanya di Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Hari demi hari sudah terlewati, tidak terasa kandungan Amira sudah memasuki bulan ke sembilan, meskipun begitu perempuan hamil itu masih saja menjalankan aktivitasnya sebagai bakul sayur, yang selalu bangun di jam 02.00 dini hari, untuk datang ke pasar menjajakkan semua dagangannya.

  "Mbak kangkungnya dua ikat, kajang panjangnya tiga ikat," ucap seorang pembeli.

  "Baik Pak, silahkan di pilih dulu," sahut Amira dengan sopan.

 Pembeli tersebut mulai memberikan uang dengan jumlah belanjaan yang dia beli, tak jarang banyak pembeli yang merasa iba karena sampai detik ini Amira masih kekeh untuk berjualan.

  "Mbak, kandungannya sudah berapa bulan?" tanya seorang pembeli.

  "Sembilan Pak," sahut Amira.

  "Semoga saja dedek baginya lahir dengan selamat, selama di kandungan anak Mbak sudah diajarkan berdagang, mudah-mudahan saja besarnya menjadi orang yang sukses," ucap pembeli itu.

  "Terima kasih Pak, untuk doa yang Bapak panjatkan," sahut Amira.

Setelah itu Amira langsung melanjutkan dagangannya lagi, dia mulai menawari setiap pembeli yang datang melewati jualannya, meskipun Amira sudah banyak pelanggannya tapi tetap saja perempuan ini tidak berhenti berusaha untuk menarik pembeli baru agar dagangannya habis tak tersisa.

  "Ayo Buk ibu Bapak-bapak, silahkan di pilih harga mura saja, biar sama-sama untung ya Pak Bu," ucap Amira yang sudah pasih dengan trik penjualannya.

  "Mbak, kol satu kilo nya berapa?" tanya pembeli tersebut.

  "Kok satu kilo 18 ribu Mbak, harganya lagi mahal-mahalnya ini Mbak," sahut Amira.

  "Iya Mbak, karena tidak ada musimnya makanya mahal," sahut pembeli tersebut yang memang sudah tahu dengan harga pasar.

  "Iya, Mbak, aku tuh kalau barang murah ya aku jual murah, kalau mahal ya aku jual mahal," ucap Amira.

  "Iya Mbak, masak murah di jual mahal, mau naik haji kali," canda pembeli tersebut.

  "He, he yang baik-baik saja diambil semoga aku bisa naik haji beneran ya Mbak," papar Amira.

  "Amiin," ucap pembeli tersebut.

  Selesai memilih aneka sayur mayur pembeli tersebut langsung membayar sesuai dengan harga yang sudah di total oleh Amira.

  Ibu hamil itu masih bersemangat, melayani para pembeli yang datang dari penjuru desa manapun, maklum lah pasar yang dia tempati berjualan merupakan pasar yang cukup besar sehingga tidak sulit untuk mendatangkan pembeli.

  Seperti biasa pukul setengah enam jualan Amira sudah mulai tinggal sedikit, sambil menunggu pembeli lagi perempuan itu sambil menikmati sedapnya nasi pecel di tengah pasar.

  "Alhamdulillah Ya Allah, engkau masih memberikan hamba, tenaga untuk bekerja dengan mental yang cukup bagus untuk berjualan, sehingga hamba tidak kesulitan untuk makan seperti ini, sungguh kenikmatan yang sangat luar biasa," ucap Amira sambil menikmati nasi pecel itu.

  Selesai makan tiba-tiba pelanggan mulai berdatangan satu persatu meskipun tidak sebanyak tadi, setidaknya dia pulang tidak terlalu membawa banyak bahan dagangannya.

  "Alhamdulillah sayurku sudah habis," ucap Amira sambil menggulung tikar tempatnya berjualan dan mengambil barang-barang lainnya untuk di letakkan di gerobak sepedanya.

  Sepeda Supra X keluaran lama siap melaju menuju pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari pasar.

  Sesampainya di rumah tiba-tiba saja Amira merasakan mulas, tapi perempuan itu tidak terlalu peduli dengan mulas yang tidak terlalu kencang, bahkan perempuan itu masih kuat untuk meletakkan kembali bahan-bahan yang tersisa sedikit itu di dalam kulkas.

Bahkan seperti biasa perempuan hamil itu masih kuat mencuci baju, piring dan juga membersihkan rumah.

"Ah sepertinya kontraksi mulai datang, apa aku bawa saja ya ke rumah bidan," ucap Amira sendiri.

"Eh, bentar dulu, kata tetangga kalau belum terlalu mulas jangan dibawa dulu tunggu sampai benar-benar mulas," pikirnya kembali, setelah itu masih dia lanjutkan tugasnya untuk menjemur pakaiannya.

Setelah satu jam lebih, melakukan aktivitas rumah, akhirnya Amira merasakan mulas yang lumayan membuat bibirnya meringis akibat menahan kontraksi yang datang, sehingga membuat perempuan itu sambil tertatih, menyiapkan keperluannya untuk bersalin sendiri, karena memang Amira tidak mau merepotkan siapa-siapa meskipun tetangganya baik semua.

"Ya Allah rasanya begitu sakit, Mas Arya, di sini aku mulai berjuang untuk mengeluarkan darah dagingmu lahir ke dunia," ucap Amira sambil meneteskan air matanya.

*****

Sedangkan di ibu kota sana seorang pria dengan mengenakan baju pengantin berwarna putih siap untuk mengucapkan ijab kabulnya, dengan begitu tegas dan lantang.

"Saudara Arya Sudibyo, saya nikahkan engkau dengan putri saya yang bernama Nadine Amalia Putri dengan mas kawin logam mulia seberat 50 gram dan uang sebesar 300 juta dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya saudari Nadine Amalia Putri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

"Gimana para saksi sah?" ucap pak penghulu.

"Sah ... Sah," sahut para keluarga dan sahabat yang menghadiri akad nikah tersebut.

"Alhamdulilah," ucap Penghulu tersebut.

Semua tamu undangan saudara kerabat dan juga teman dari Nadine dan juga Arya turut menyaksikan kebahagiaan pasangan pengantin baru tersebut, tapi diantara mereka yang dekat, begitu menyayangkan dengan sikap Nadine yang tega menikung sahabatnya sendiri demi seorang lelaki.

"Akhirnya kesampaian juga ya cita-cita Nadine untuk ngerebut Arya dari Amira," ucap salah satu teman.

"Sudah deh berarti jodohnya sama Amira sampai di situ saja," sahut yang satunya lagi.

"Ini nih modelan manusia yang tidak bertanggung jawab, dengan mengatakan takdir Tuhan, padahal kan kita sudah di kasih otak untuk berpikir, aku kurang setuju ya, dengan argumen orang-orang yang selalu membela perebut dengan alasan yang seperti itu, pakek bilang jodohnya gak ada, terus ada yang bilang paling menyakitkan, laki-laki tidak akan menikahi wanita yang menurutnya kurang begitu baik. Helo ... kalau merasa tidak baik kenapa harus pacarin anak orang dengan waktu yang cukup lama," berontak teman yang bernama Sindy itu.

"Idih elo kok ngegas orang yang jalanin santai saja," sahut Elma.

"Bukannya ngegas aku paling gak suka dengan orang yang suka ngebela perebut ataupun penikung, bahkan ada loh orang dengan bangganya bilang, kalau masih pacaran tuh sah sah saja kalau laki-laki mendua itukan untuk dia mempertimbangkan wanita yang mana yang pantas untuk dinikahi, helo! Kita ini manusia bukan barang yang harus butuh pertimbangan," sahut Sindy yang tidak mau kalah.

"Kayaknya ini masalah pribadimu deh, kok malah ngegasnya sama aku, sana kalau gak terima bilang sama Nadine nya sendiri," cetus Elma yang merasa geram.

"Iya memang ini masalah gue pribadi, dan gue gak suka sama modelan orang yang suka ngebela perebut seperti kamu ini," pungkas Sindy.

Para tamu undangan mulai naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada dua mempelai yang baru meresmikan pernikahannya ini dan tidak dibayangkan dengan santainya Sindy memberikan selamat kepada pengantin wanita sambil membisikkan sesuatu di telinga Nadine.

"Selamat ya sudah berhasil merebut pacar sahabatmu sendiri dasar perempuan ular, mau marah ayo marah saja biar semua orang yang ada di sini tahu dengan kebusukan mu," bisik Sindy sedangkan Nadine hanya menatap wajah Sindy penuh kebencian.

Siang kakak-kakak .... Semoga suka ya dengan kelanjutan bab ini terima kasih🥰🥰🥰🙏🙏🙏

1
Suanti
semoga aja aluna dpt hukuman setimpal biar rasain tuh keluarga toxin 😅
Galuh Setya
bagus thor aku suka alurmu... gak lambat and cepet... pas banget😍🤩
regan tambah keren aja bisa menghalau keluarga arya yg sok kaya itu... paling gak buat aluna dipenjara thor. biar jatuh nama baik n harga diri keluarga arya n nadine
Ayumarhumah: iya kakak makasih ya🙏🙏🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
mbok Darmi
kok arya ngga kenal rogan bukankah bisnisman hrs nya kenal minimal tau orang penting seperti rogan, jgn remehkan amira saat ini sdh beda jauh level nya dgn dulu semoga rogan menjadi garda terdepan buat afifah dan amira
Ayumarhumah: iya kakak🥰🥰🥰
Tiek: ok bagus bgt lanjut Thor
total 3 replies
Kasih Bonda
next thor semangat
Ayumarhumah: iya kakak🥰🥰🥰🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunda'nya Alfaro Dan Alfira
hanya memikirkan reputasi keluarga saja,dasar laki2 tak punya malu...semoga mendapatkan karma nya nanti
Ayumarhumah: iya kakak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Larasati
gak tau malu kalian datang ngajak damai,biar tau rasa anak kesayangan mu mendekam di penjara
Ayumarhumah: bener bgt kak, aku saja gemes sendiri🥰🥰🥰🙏🙏🙏
total 1 replies
aca
jangan bertele tele Thor pembaca males ribet klo gk sat set
Ayumarhumah: Iya sabar, tapi jangan di loncat dong bacanya😭😭😭 plis...
total 1 replies
aca
regan moga jodoh amira
aca
kasih jodoh donk Thor kesannya amira kek gk laku dan gk bs move on/Sweat/
Ayumarhumah: Iya OTW kok jodohnya.🥰🥰🥰
total 1 replies
aca
males klo ketemu pas lom nikah males klo balikan
aca
helehh semoga aja g balikan najis balikan ma laki kek loe
aca
awas aja balikan
Ayumarhumah: gak akan kakak, yuk di baca lebih lanjut🥰🥰🥰
total 1 replies
Larasati
semoga pa regan membantu Amira biar si Aluna mendekam di penjara

kayaknya pa regan jodohnya Amira 🤲
Ayesha Almira
Regan bantu Amira ,br Aluna dpt hukuman..enak ajak lolos gitu,br jera..jng senaknya berbuat jahat..
mbok Darmi
semoga regan pengaruh nya lebih tinggi dr mahesa biar tau rasa itu anak nadine dan arya songong banget merasa dimanja dan dilindungi blm tau dia siapa dibelakang afifah dan amira bisa membusuk kalian semua dipenjara kalau berani mengusik afifah
Kasih Bonda
next thor semangat
Galuh Setya
bagus regan... bantu amira penjarain aluna. and buat keluarga arya hancur...

nama baik kok dipertahanin dengan cara jahat....kakek sableng
Erna Fkpg
semoga regan mau bantu amira dlm kasus afif
Larasati
akhirnya ketangkap jg KA Aluna ,dan Nadine jngn harap minta ke Amira untuk membebaskan anakmu itu
Ayesha Almira
smga Amira mndptkn bantuan
Ayumarhumah: iya kak,🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!