Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuk Berita
Nurmala tidak pernah menyangka bahwa Klinik yang didirikannya untuk membantu pengobatan masyarakat sekitar yang tidak mampu ternyata mengundang banyak perhatian.
Bahkan, belum lama ini, Klinik Nurmala ini masuk dalam berita. Nurmala sebagai pemiliknya pun akhirnya harus bersedia diwawancarai.
Selain media berita, beberapa influencer yang bergerak dalam bidang sosial masyarakat pun datang secara khusus untuk mengetahui kegiatan kliniknya yang dinilai unik karena sistem pembayarannya yang unik.
Tidak gratis, tapi bisa dibayar dengan barang selain uang. Makanya saat para media dan influencer itu datang, Mereka sangat terhibur saat melihat para pasien yang datang dengan membawa berbagai macam sayuran, buah-buahan, makanan, bahkan ada yang membawa anak ayam atau itik.
Munculnya Nurmala dan Kliniknya tentu mengundang banyak reaksi positif, apalagi saat di wawancara, Nurmala juga di dampingi Dewangga. Banyak orang yang menduga bawa Nurmala dan Dewangga adalah sepasang suami-istri karena terlihat sangat serasi dan juga harmonis.
"Jadi, awalnya Saya diajak oleh dokternya Dewangga ini untuk mengikuti kegiatan flying doctor, saat itu, kegiatan pertama Saya dilakukan di desa Barusel Jawa Barat, dan saya sangat menikmatinya. Terus kebetulan juga, Saya sering nonton konten-konten rekan dokter yang bertugas di pedalaman, di toktok, yang mana masyarakat nya tuh bayarnya ada yang pake sayur, ikan hasil buruan dan lain-lain, jadi Saya terinspirasi dari sana sih, dan.... Mmmm, berkat bantuan dari dokter Dewangga, dokter Hapsari, dokter Aliyah serta rekan dokter yang lainnya, klinik ini bisa berjalan dengan lancar dan semakin dikenal, Alhamdulillah..."
Itulah salah satu cuplikan wawancara Nurmala dan Dewangga di salah satu media berita nasional yang tidak hanya muncul di televisi, tapi juga di akun-akun sosial media seperti toktok, yutub dan juga instagram.
Tentu saja kemunculan Nurmala mencuri perhatian para dokter di kota, terutama rekan-rekan Yusuf. Mereka semua mengirim cuplikan video wawancara itu pada Yusuf dan ada juga yang mengirimkannya pada Niken.
Saat melihatnya Yusuf dan Niken sama-sama jengkel.
Bedanya, Yusuf jengkel karena keberadaan Dewangga, sementara Niken jengkel karena kehidupan Nurmala malah lebih baik darinya.
Kedua orang itu diam-diam memiliki rencana masing-masing.
Yusuf semakin bersemangat untuk datang ke reuni akbar universitasnya. Sementara Niken mulai mencari tahu keberadaan Klinik Nurmala itu melalui bantuan temannya yang ada di Bandung.
Tidak hanya Niken dan Yusuf yang merasa jengkel, Ada juga seorang wanita yang menatap kedua orang di layar ponselnya itu dengan tatapan membara.
Dia adalah Anya. Adik ipar Dewangga yang telah lama menaruh hati pada Kakak iparnya itu.
Namun semenjak Kakaknya, Revalina, meninggal, Dewangga sangat menjaga jarak dengannya. Padahal, Anta berharap setelah kematian Revalina, Dia bisa mendapatkan Dewangga. Tapi ternyata... malah wanita tua bernama Nurmala itu yang dilirik oleh Pria pujaan hatinya itu.
"Nurmala.... Nurmala...Nurmala..." Anya terus menggunakan nama Nurmala dengan wajah muram dan dingin.
"Kak Dewa, kenapa sih Kamu itu nggak bersyukur banget. Udah ada Aku yang lebih dari segalanya dari perempuan tua itu, Kamu malah memilih Dia, dasar bodoh!"
Anya menggerutu. Setelahnya Dia berteriak dan melempar gelas yang ada di tangannya ke dinding hingga pecah tak beraturan.
Setelah puas mengamuk. Anya meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Selidiki tentang perempuan bernama Nurmala yang muncul saat wawancara dengan Kak Dewa. Cari informasinya sedetail mungkin, jangan sampe ada yang terlewat!" Ucapnya. Kemudian Ia menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa...
"Kak Dewa... Kak Dewa sayangnya Aku.... Hihihi, Kamu harus jadi milikku, apapun yang terjadi"
****
"Kak Nurma, mau makan malam sama Aku nggak?" Tanya Dewangga, di tengah-tengah kegiatan Mereka membereskan barang-barangnya dari meja rapat yang baru saja selesai.
"Boleh. Dimana?"
"Terserah, Kak Nurma mau makan apa?"
"Seafood enak kali ya"
"Bagus, Aku juga lagi pengen makan seafood"
"Okelah, gaskeun... Kita ajak Hapsari nggak?" tanya Nurmala, Dewangga terdiam sesaat. Sebenarnya Ia hanya ingin makan berdua dengan Nurmala saja. Tapi, jika berkata demikian, Dewangga takut Nurmala merasa tertekan dan akhirnya menghindarinya.
"Terserah Kak-"
"Nggak usah, Gue makan ama laki Gue, Kalian enjoy aja berdua" Sambar Hapsari yang kebetulan masuk kembali ke ruang rapat karena barangnya ada yang tertinggal.
"Oh gitu, Aliyah gimana?"
"Aliyah udah cabut, udah kalian berdua aja. Enjoy! Gua duluan yak, udah di tungguin" Ucap Hapsari seraya mengedipkan sebelah matanya pada Dewangga.
Dewangga tersenyum puas. Hapsari memang sangat peka.
"Jadi... Nggak apa-apa kan kalau Kita berdua aja Kak?"
"Ya udah, nggak apa-apalah... Emangnya kenapa?"
"Hehe, ya udah ayo berangkat...."
"Oke..."
Nurmala dan Dewangga pun berjalan beriringan keluar dari ruang rapat menuju ke parkiran. Saat Mereka baru pergi, Anya sampai di depan rumah sakit.
Dia melihat mobil Dewangga yang baru saja meninggalkan tempat parkir, dan Anya yakin Dewangga pergi dengan wanita bernama Nurmala itu.
Dia membeku di tempat seraya meremas kunci mobilnya dengan penuh amarah.
Ia pun kembali masuk ke mobilnya. Namun sudah terlambat kalau ingin mengikuti mobil Dewangga yang sudah terlanjur melaju jauh darinya.
"Sialan! Kenapa sih janda tua itu, kegatelan banget sama Kak Dewa! Nggak ngaca apa sama umurnya yang udah bangkotan! Brengsek!" Anya memukul setirnya dengan keras.
Dia sudah tahu semua informasi tentang Nurmala.
Janda 2 anak, umurnya 45 tahun, beda 6 tahun dengan Dewangga.
Nggak tahu malu. Batin Anya.
Dia pun melajukan mobilnya dengan kencang keluar dari tempat parkir rumah sakit milik Dewangga itu.
"Ergi di rumah sama Baby sitter aja ya?" Tanya Nurmala tiba-tiba. sudah 2 hari ini Nurmala tidak bertemu Ergi karena anak itu baru pulang sekolah pukul 4 sore.
"Iya, kadang sama Omanya"
"Mama Kamu?"
"Bukan, Mama mertua, Ibunya Reva"
"Oh... Hubungan Kamu sama Mama mertuamu kayaknya baik banget ya, bagus deh" Ucap Nurmala. Tiba-tiba teringat hubungannya dengan Orang tua Yusuf yang tidak menyukainya selama Nurmala menjadi menantu Mereka karena Nurmala dinilai tidak sederajat dengan keluarga Yusuf.
"Ya, lumayan. Tapi sebenarnya nggak deket-deket banget sih"
"Oh ya, kenapa?"
"Ini agak pribadi, tapi kalo sama Kak Nurma nggak apa-apa deh kalo Aku ceritain"
"Eh, jangan dong, Aku nggak enak nantinya"
"Nggak apa-apa. Jadi, Aku sama Mama mertua mulai renggang karena Mama mertuaku pengen Aku turun ranjang, alias nikahin Adeknya Reva kak"
"Oh gitu..." Nurma terkejut, entah kenapa perasaannya sedikit terganggu mendengar informasi itu.
"Tapi Aku nggak mau. Aku nggak suka sama Dia, Dia juga kelihatannya agak aneh sikapnya sama Aku"
"Aneh gimana?" Tanya Nurmala, ucapan Dewangga justru membuatnya penasaran...
"Mmmm gimana ya bilangnya... Jadi, untuk ukuran adik ipar, Dia terlalu posesif sama Aku"
"Posesif?" Nurmala berkedip-kedip karena bingung. Posesif sama kakak ipar? Emang ada yang begitu? Nurmala bertanya-tanya sendiri dalam hati.
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸