terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
mobil mewah milik Gama telah sampai di depan gedung Sigama group, Gama tampak tenang sampai ke depan ruangannya. Seth membukakan pintu ruangan Gama pelan, memastikan Gama duduk dengan nyaman dan memberikan berkas laporan yang harus di periksa Gama, Gama menerimanya "Seth apa kau sudah mengurus semua yang di butuhkan Bila? Aku tidak ingin ada kesalahan", Seth memberikan laptopnya dan membiarkan Gama memeriksa sendiri hasil kerjanya.
Gama memastikan, dan menganggukkan kepalanya. "bagus Seth, kau bisa pergi untuk menjemputnya, aku akan menyelesaikannya tepat waktu". Gama mulai bekerja dengan cepat, agar dia bisa mengantar Bila pergi belanja keperluan kampusnya, dan itu adalah hal baru untuk Gama. dia bertindak tidak sesuai dengan kebiasaannya, bahkan ketika Gama memberikan perintah untuk menjemput Bila karena dia ingin menemani Bila belanja, Seth sampai menanyakan dua kali untuk memastikan bahwa yang dia dengar tidak salah.
Setelah Seth memberikan instruksi pada jajaran sekretaris Gama untuk selalu standby jika Gama memerlukan sesuatu ketika dia pergi. Seth tampak menelepon kepala pelayan agar memberitahukan Bila bahwa dia akan menjemputnya.
Bila memilih rok berwarna nude, dengan rambut tergerai, make up tipis dan flatshoes yang membuat dirinya tampak cantik dan anggun. Bila menuruni tangga, dan tampak sekretaris Seth telah menunggunya di depan sedang berbincang dengan kepala pelayan. Menunduk hormat ketika melihat Bila dan membukakan pintu mobil, Bila duduk dengan tenang di kursi belakang.
Sepanjang perjalanan yang awalnya tenang dan damai, berubah menjengkelkan karena Bila yang banyak bertanya di mulai dari tujuan Seth menjemputnya, sampai bertanya tentang kehidupan pribadi Seth yang tentu saja tidak akan Seth jawab. menurut Seth, Bila adalah sosok yang merepotkan.
Bila terlihat gugup, karena saat pertama dia masuk ke gedung Sigama group dia bukanlah siapa siapa, tapi kini statusnya telah berbeda. sepanjang perjalanan para karyawan membungkuk hormat pada sekretaris Seth dan Bila yang berjalan di depan.
Seth mengetuk pintu ruangan Gama, "masuklah!"
tampak Gama masih sibuk membolak balikkan berkas, "duduklah dulu, aku akan selesai sebentar lagi". Bila berjalan pelan ke arah sofa takut mengganggu Gama yang tengah bekerja. Sekretaris Seth memerintahkan staf untuk membawakan minum dan cemilan untuk Bila, Bila tampak sedang membuat list apa saja yang dia perlukan untuk kuliah, dan tanpa sadar mengarahkan handphone nya ke arah Gama bagaimana bisa dia tampak menawan ketika bekerja. sudah mengambil beberapa potret Gama sebelum dia tersadar apa yang terjadi, Gama sudah meliriknya di balik berkas.
Bahkan cemilan di meja sudah tandas, Bila tampak menguap menahan kantuk, sampai tiba tiba dia sudah tertidur di sofa. Gama bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Bila maafkan aku membuatmu menunggu lama Bila mengambil bantal dan selimut di kamar pribadi gama yang ada di ruang samping, membenarkan posisi Bila agar nyaman dan mengecup bibir Bila sekilas.
walaupun Gama berusaha untuk tepat waktu, tapi berbagai laporan datang bertubi tubi dan urgent. Hingga waktu sudah sore Gama tampak mendekati Bila, menggendongnya ala bridal style memindahkan Bila ke tempat tidurnya dan ikut berbaring di sampingnya.
Bila merasakan pinggangnya di peluk dari belakang , Bila diam saja takut membangunkan gama . Gama mengerjapkan mata dan mempererat pelukannya, " apa yang kau fikirkan". "maaf tuan saya ketiduran, bisakah tuan menggeser tangan tuan pasti sakit menopang Kapala saya", " diamlah Bila, aku sedang menahan diri". Bila menurut, entah sejak kapan tangan Gama sudah ada di area favoritnya dan hanya nafas keduanya yang ter engah mengisi kamar tidur pribadi di ruang kerja Gama.