NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengintip selir Jia.

Permaisuri Ling berpesan kepada dayang Jung kalau dirinya dan Yura akan berjalan-jalan di sekitar paviliun kosong tempatnya dahulu, dia tidak bilang kalau dia akan mengintip ke tempat permaisuri Jia.

"Nyonya kita mau apa ke sini?" tanya Yura ketika melihat permaisuri Ling berhenti di suatu tempat.

"Ya tentu saja kita panjat tempat tembok ini, lalu kita akan mengintip Apa yang terjadi di dalam paviliun wanita pelakor itu." jawab permaisuri Ling.

"Memanjat tembok? kita berdua mau memanjat tembok nyonya?" tanya Yura yang sedikit kebingungan.

"Ya tentu saja, kenapa kamu terkejut seperti itu? memangnya kamu tidak pernah memanjat tembok?" permaisuri Ling. Dia menatap ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Yura pelayannya.

"Hehehe... Saya tidak pernah memanjat tembok nyonya." jawab Yura dengan nada bingung sekaligus dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh junjungannya itu.

"Aissss..., gitu aja kamu tidak pernah melakukannya padahal cuma memanjat tembok kan tidak sulit sama sekali Ling Xu-mei (Winny/permaisuri Ling) kemudian mempraktekkan bagaimana caranya memanjat tembok.

Gerakan yang begitu lincah membuat Yura terbelalak tidak percaya, wanita yang selama ini dia ikuti semenjak dia dijual ke keluarga Zhao ketika usianya baru 8 tahun itu sekarang ini memanjat tembok dengan begitu mudahnya. Padahal dulu Ling Xu-mei adalah wanita yang begitu lembut dan begitu santun. Namun sekarang di depannya malah si permaisuri itu memanjat tembok dengan begitu mudahnya, sesaat kemudian dia mengulurkan tangan kepada Yura dan mengajaknya untuk memanjat tembok. Di depan mereka ada pohon yang sedikit besar yang mampu menutupi tubuh mereka.

"Nyonya, apa semuanya akan baik-baik saja?" tanya Yura yang sedikit ketakutan, dia takut jika tiba-tiba ada prajurit yang akan menangkap mereka.

"Kamu tenang saja, kalau ditangkap Ya sudah ngapain sih takut." jawab ringan Ling Xu-mei yang kemudian memperhatikan Apa yang dilakukan oleh selir Jia.

Ling Xu-mei dan Yura melihat salah satu pelayan pria yang memberikan karung untuk selir Jia.

"Apa ini?" tanya selir Jia kebingungan ketika salah satu pelayan pria memberikan sebuah karung padanya.

"Tidak tahu, selir." jawab pelayan.

Di tempat itu ada selir Me-ang yang sedang bergosip dengan selir Jia, kedua wanita itu sedang membicarakan mengenai permaisuri Ling yang konon katanya hidup kembali. "Lalu, apa yang akan dilakukan wanita itu?" tanya selir Me-ang yang kemudian menyeruput teh yang sudah dihidangkan oleh pelayan. mulutnya mengerucut sembari meniup teh yang masih panas itu.

Sedangkan selir Jia dia tersenyum sembari mengatakan kalau dia pasti akan membuat permaisuri Ling keluar dari istana dan dia yang akan dijadikan permaisuri selanjutnya.

"Aku tidak akan membiarkan wanita itu hidup tenang, lihat saja sebentar lagi aku pasti akan membuat wanita itu menangis histeris jawab dia yang kemudian mengambil karung yang diberikan oleh pelayan pria dia tidak curiga dengan apa yang ada di dalam karung. Dia mengira kalau Kaisar sedang bercanda dengannya, memberikan dia sesuatu di dalam karung itu. suara canda tawa dari dua istri Kaisar Han itu terdengar begitu keras, Ling Xu-mei dan Yura yang berada di balik pohon nampak mereka tersenyum sembari menunggu reaksi selanjutnya dari selir Jia dan selir Me-ang.

Detik selanjutnya setelah selir Jia membuka karung yang diberikan oleh pelayan pria itu. seketika pula itu suara jeritan terdengar begitu keras, di dalam karung itu ada dua kucing miliknya dan milik selir Me-ang, 2 kucing itu sekarang penampilannya sudah berubah. mulutnya diberi pewarna merah alisnya sudah digambar dengan warna hitam kelam seperti kobaran api yang berbekas di batu arang. bulunya sedikit botak karena Ling Xu-mei sengaja mencukur habis bulu kedua kucing selir kesayangan Kaisar Han.

Melihat reaksi dari kedua selir Kaisar itu tentu saja Ling Xu-mei dan Yura yang berada di balik pohon mereka tersenyum cengengesan agar tidak mengeluarkan suara.

"Reaksi mereka sangat lucu nyonya." ucap Yura yang menahan tawa.

"Hati-hati nanti perutmu itu sakit, bagaimana jika tiba-tiba kamu kentut tidak terkendali?" kata Ling Xu-mei. hal itu membuat Yura mukanya sedikit merah karena malu.

"Nyonya kok seperti itu sih, aku ini sedang bahagia." ucap Yura yang kemudian melihat ekspresi selanjutnya dari selir Jia dan selir Me-ang.

"Kenapa tiba-tiba kucing kita jadi seperti ini selir?!" tanya selir Me-ang yang nampak terkejut. dia bahkan langsung melompat ke atas kursi yang dia duduki.

"Siapa yang berani melakukan hal ini pada kucing peliharaanku?!" teriak selir Jia yang terkejut. 2 kucing yang bulunya sudah rontok habis itu seperti penampakan makhluk astral, mulut kucing tak berbulu itu sudah merah merona sedangkan alisnya hitam kelam

"Mereka sangat menakutkan selir, mereka seperti setan!" seru selir Me-ang yang ketakutan ketika melihat kucingnya berbentuk aneh. biasanya kucing kesayangan mereka berbulu lebat beraroma wangi karena para pelayan memandikan kedua kucing itu. Namun sekarang bulu kucing itu sudah habis tak tersisa dari ujung kepala sampai ekor. kucing itu bulunya sudah hilang yang tertinggal hanya warna merah dan hitam yang menghiasi wajah kedua kucing.

"Ibarat kata kucing-kucing ini adalah cerminan dari para wanita pelakor itu." ucap Ling Xu-mei yang kemudian tertawa.

Ketika Ling Xu-mei dan Yura tertawa melihat apa yang terjadi kepada dua kucing kesayangan dua selir Kaisar, di bawah mereka ada dua pria yang dari tadi memperhatikan mereka berdua. Sorot mata yang begitu tajam, Kaisar Han menatap dua wanita yang sedang bersembunyi di balik pohon sembari memperhatikan paviliun selirnya.

"Berani sekali ada orang yang memata-matai paviliun selirku." ucap Kaisar Han yang masih memperhatikan dua orang yang masih belum sadar akan kehadirannya.

"Saya akan memenggal kepala mereka yang mulia." jawab Jenderal Tanzo.

Ketika Ling Xu-mei masih asik memperhatikan ketakutan dan kelucuan dari dua selir Kaisar Han, tiba-tiba saja sebuah pedang langsung menempel di leher Ling Xu-mei, hal itu membuat Ling Xu-mei yang tadi tertawa itu seketika raut wajahnya ketakutan. Tangannya menyentuh pedang yang begitu keras itu.

Yura menoleh dia menatap Jenderal kerajaan Hanzo pria yang terkenal kejam itu sudah berada di belakang tubuh mereka. kedua tangan Yura langsung menutup mulutnya, ekspresi takut itu benar-benar terlihat nyata. namun berbeda dengan Ling Xu-mei, dia malah memegang pedang yang berkilau di lehernya itu.

"Yura, ini pedang beneran ya?" tanya Ling Xu-mei yang kemudian mengetok pedang itu, suaranya nyaring terdengar seperti pisau yang ada di rumahnya.

Trakk..

bunyi besi padat itu membuat kedua bola mata Ling Xu-mei terbelalak, setelahnya dia menoleh dengan cepat dan menatap pria yang sudah berdiri di sampingnya. "Oh my God... ini pedang beneran bukan pedang mainan atau pedang-pedangan." ucap Ling Xu-mei yang menata pria di sampingnya. Dia mendongakkan wajahnya menatap pria bertubuh tinggi dan berbadan kekar itu. "Yura, kita beneran ketahuan." ucap Ling Xu-mei sembari menatap jenderal Tanzo.

"Gawat gawat... pasti nyawa kita tidak akan selamat nyonya." nada suara Yura sedikit gemetar hal itu membuat Ling Xu-mei wajahnya kebingungan.

"Apa yang kalian lakukan di sini? Cepat turun." perintah Jenderal Tanzo. sesaat kemudian Ling Xu-mei menatap pria yang menurutnya tampan itu, hal itu membuat Jenderal Tanzo nampak terkejut melihat sosok di depannya.

*Bersambung*

1
Nurmalasari
Luar biasa
Suzana Diro
ibunda bar²
Yuliana Tunru
mantap ling basmi.orang2 yg sok dan menindas ank2 mu bisa1 mrķ di tindas padahal ank kaisar ..apa kaisar selama ini tak.oersuli pd ank2 x kaisar bodoh
Yulya Muzwar
keren ceritanya thor ⭐5 untukmu
semangat berkaryaa
Yuliana Tunru
bagus hajqr guru tua tqk tau adab putra kqisar di olok2 tunggu kau akan di gantikan dgn guru laiin silqhkan ajari ank2 pejabat.lain yg bermukq dua
Ma Em
Biarkan permaisuri Ling dgn kaisar Qin saja daripada tinggal di istana Han cuma dihina dan di rendahkan dan juga permaisuri Ling sdh dibuang sama kaisar Han .
Rizky Fathur
Thor itu kaisar seperti orang yang tidak mengenal cinta Thor
Yuliana Tunru
ayo permaisuri hajqr kaisar sok.itu aplg sidampingi selir jalqbg apa hebat x cm di ranjang dan dibibir beracun penuh dusta tak usah oersuli kan cari bahagia mu.klo oerlu hajqr kqisar seperti dia dulu menyiksamu biar kapok
Rizky Fathur
cepat buat cerai dari kaisar itu Thor
kaylla salsabella
aku mampir thor semangat berkarya😍😍
shafrilla
terima kasih kak
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!