Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.
"Nih liat tangan gue udah bau kena jigong elo! Ter cetak gambar naga lagi. Elo pasti enggak gosok gigi kan ngaku!" Ucap Aron menggoda. Baru kali ini Aron ber interaksi langsung dengan Naura. Hati Aron terasa Ter gelitik melihat tingkah perempuan seperti Naura. Yang memang tidak lemah dan tidak canggung dengan lawan jenis. Tidak ada niatan juga Naura tebar pesona dengan menjaga sikap.
Naura yang memang anak nya asyik pun juga gampang sekali dekat dengan orang orang.
"Maksud elo bekap mulut gue apa?" Tanya Naura sinis.
"Elo gak liat jam?"
"Hais, kenapa elo tanya jam sama gue. Itu di tangan elo udah ada jam" ucap Naura sinis.
"Ck. Gitu aja galak. Pantes selama ini jomblo" ucap Aron mengejek.
"Biarin nyata nya duluan gue yang nikah dari pada elo. Dah gak usah basa basi ini kan jam setengah 8. Dan sekolah kita masuk jam 8" ucap Naura santai setelah melirik ke arah jam yang ada di dinding garasi rumah Liam.
"Bego" ucap Aron langsung menarik tangan Naura dan memasuk kan Naura ke dalam mobil dengan paksa.
"Apaan sih, gue mau berangkat ma Liam" ucap Naura sembari berusaha membuka pintu mobil yang sudah di kunci. Aron malah dengan santai memakai kan sabuk untuk Naura.
"Udah gak ada waktu. Kita harus sampai dalam waktu 15 menit. Keburu bis yang membawa kita ke lomba antar sekolah ngilang" ucap Aron tanpa ba bi bu be bo. Langsung melajukan mobil nya setelah memasang kan sabuk pengaman untuk Naura.
Naura mematung bingung dengan apa yang Aron ucap kan.
"Udah gak usah jadi orang sok bodoh. Elo lupa kemarin niat gue ke kamar elo mau ngasih kertas. Malah gue kena tinju sama Monster elo yang posesif itu" ucap Aron memanyunkan bibirnya sembari menyetir.
plakkk
Dengan keras Naura memukul bahu Aron.
"Jaga mulut elo Liam itu suami gue" ucap Naura jengkel mendengar ucapan Aron.
"Iya iya . kertas itu isinya menyatakan bahwa elo jadi perwakilan lomba matematika di sekolah kita. Vince sendiri perwakilan lomba biologi. Gue sama Ronald ikut lomba renang. Sama temen Lo tuh si Gilang dia yang mewakili lomba kimia" ucap Aron panjang lebar. Ntah kenapa Aron langsung cocok dengan Naura tanpa canggung. Naura pun juga sama.
"Oh" Naura hanya merespon oh ria ucapan Aron.
Setelah 15 menit perjalanan Naura dan Aron pun melihat ada 2 bis yang Ter parkir di aula SMA Nusa bangsa. Dan satu bis terlihat mulai ber jalan. Dan bis yang ada di belakang nya terlihat akan menutup pintu nya.
Naura langsung keluar dari mobil dan berlari.
"Pak tunggu" ucap Naura ber lari.
Brukk
Naura malah Ter jatuh. Aron pun buru buru memarkir kan mobil nya di parkiran aula sekolah SMA Nusa bansa. Para murid yang menjadi perwakilan disuruh kumpul di aula SMA Nusa bangsa.
Aron setelah keluar dari mobil. Langsung menghampiri Naura yang kaki nya ber darah.
Tanpa basa basi Aron pun ber jongkok.
"Itu bis nya dah berhenti nunggu kita. Buruan elo naik" ucap Aron cool sembari memberi kode dengan tangan nya. Agar Naura naik ke punggung nya.
"Gak usah gue bisa jalan sendiri" ucap Naura bangkit dan ber jalan melewati aron. dengan kaki ter pincang pincang.
"Dih cewek resek" ucap Aron sembari Ter senyum manis menampil kan sebuah lesung pipi di sebelah kanan.
Melihat Naura berjalan seperti siput dan Ter lihat menahan sakit pun . membuat Aron semakin ter pesona ke pada Naura.
Aron pun langsung menggendong Naura ala bridal style dan buru buru masuk ke dalam bis. Membuat para murid perempuan yang melihat Aron Naura menjadi berteriak histeris.
Yang mana mendapat sebuah tatapan tajam dari Vince yang sejak kelas X terang terangan mencintai Naura. Tepat nya obsesi sih. Dan Aron tau itu.
Vince kepalang jengkel pun mengepal tangan nya. Dia ingin sekali menonjok pipi sahabat nya itu. Awal nya Vince mencoba menahan amarah saat Aron dan Naura keluar dari mobil yang sama. Tapi melihat Aron yang senyam senyum ke arah Naura dan malah menggendong tubuh Naura. Membuat Vince sudah tidak bisa menahan amarah nya lagi.
Dia yang sudah duduk di kursi bis dengan marah bangkit. Dan ber jalan menuju ke arah Aron yang sedang membantu Naura duduk.
**
"elo tuh tanggung jawab. Buat mereka ber tengkar" ucap Gilang yang sekarang duduk di samping Naura. Di bis posisi duduk nya kanan 2 bangku dan kiri 2 bangku. Naura tetap saja memilih dengan Gilang.
Gilang laki laki berwajah bule dan bermata biru. Berambut ikal.
"Dih kok gue yang tanggung jawab, emang apa salah gue? Elo bawa makanan gak sih! Gue tiba tiba laper lagi" ucap Naura sembari menarik tas Gilang yang sedang di pangku.
"Lah, emang elo gak sarapan? Masih saja ganggu makanan gue" Ucap Gilang dengan jengkel mengambil kan sepotong sandwich yang ada di bekal kotak makan nya.
"Nih ..." Ucap Gilang sembari menyodorkan sepotong sandwich.
"Elo bodoh apa gimana sih, mereka berdua bertengkar karena berebut elo anjir!" Ucap Gilang geleng geleng kepala. Dengan kepolosan dan kerandoman Naura.
Naura hanya tersenyum dengan tangan buru buru mengambil sandwich dari kotak yang Gilang pegang. seperti orang yang kelaparan.
"Bodoh amat ... Dih elo baik hati sekali, kalau baik gini ketampanan kamu ku akui menjadi 10 persen tampan" ucap Naura dengan mulut penuh dengan sandwich. Naura langsung memasuk kan sepotong sandwich ke dalam mulut nya.
"Maksud elo biasa nya gue gak tampan gitu" ucap Gilang sinis. Dengan mata melotot tajam ke arah Naura.
Glek
Cuman 3 kali kunyahan Naura menelan semua sandwich yang ada di mulut nya.
"Gimana mau tampan. Noh liat mata elo kayak mau lepas aja. Ha ha ha ha" ucap Naura tertawa melihat Gilang melotot jengkel ke arah nya.
Uhhuk uhhuk uhhuk "minum cepet!" ucap Naura batuk batuk minta minum.
"Nih nih ... Karma di balas kontan kan," ucap Gilang tersenyum miring sembari memencet hidung Naura yang kecil.
Glek glek glek Naura meminum air mineral dari botol Gilang.
"Gue heran deh kenapa semua orang hobi banget mencet hidung gue" ucap Naura jengkel sembari membenarkan hidung nya.
"Soalnya elo itu gemesin" ucap Gilang mencubit pipi Naura.
Naura kaget. Baru kali ini Gilang pegang pegang wajah nya. Sebelum nya Naura dan Gilang paling kalau saling jengkel hanya memukul bahu. Tapi ini.