NovelToon NovelToon
Menikahi Cewek Pesantren

Menikahi Cewek Pesantren

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Obsesi / Teen School/College / Bad Boy / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

TAMAT 02 NOVEMBER 2023

Ning Aisha menangis setelah King tak sengaja menciumnya. "Jangan dekati aku lagi!"

"Terus, gimana cara Gue jagain Lo, Cengeng?"

"Nggak perlu, aku bisa jaga diri baik-baik! Kita bukan mahram, jangan deket-deket! Setan pasti suka godain Kita, terutama kamu yang nggak kuat iman! Nggak mau shalat. Pasti jadi temen setan!"

"Lo mau dihalalin sama temen setan ini? Bilang! Besok Daddy sama Mom biar ngelamar Lo buat Gue!"

"Sinting..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB DUA-SATU

Setelah mengetahui Aisha dan King masuk ke sebuah hotel. Liam memutar kembali arah motornya menuju kota tinggalnya.

Sederet pertanyaan memenuhi isi kepala yang bingung. Apa iya gadis seperti Aisha mau King rusak dengan segampang itu?

Liam yakin Aisha hanya wanita taruhan King yang ke sekian kalinya. Ah, kenapa pula dia harus repot-repot menguntit di belakang King.

Apa ruginya jika memang benar Aisha dan King akan melakukan kegiatan intim? Apa urusannya? Bodoh, buang-buang waktu saja!

"Liam, kamu kok puter puter Flo di Jakarta? Sebenarnya kamu mau bawa Flo ke mana?"

Sontak, Liam mengerem laju motornya. Suara dari belakang membuat Liam sadar akan keberadaan gadis berambut emas itu.

"Turun!" Liam bertitah, dan Flory turun dengan polosnya bahkan menyengir. "Kok Flory turun di sini? Liam mau kasih Flo surprise?"

Liam menghela napas berat. Kesialan telah berpihak padanya malam ini hingga pagi.

Gadis stalker yang sangat amat dia benci berhasil mengikutinya kembali.

Saat polisi menggerebek arena balap liar, Flory naik ke motornya dan Liam terpaksa harus membawa gadis itu detik itu pula.

"Kamu pulang pakai taksi!" ketus Liam.

"Flo nggak punya uang. Kan tas Flory di Glory. Flo nggak punya uang buat naik taksi, Liam."

Gadis itu memeluk lengan Liam. Berharap Liam masih memiliki hati untuk tidak pergi meninggalkannya di kota ini.

Hari ini sudah cukup melelahkan. Mencoba lebih sabar, Liam meraih ponselnya untuk segera memesan taksi online.

Tak lama taksi terdekat segera datang bahkan sudah bayar dimuka. "Masuk taksi!" titahnya.

"Nggak mau!" Bahkan, Flory mengusir driver dengan wajah memelas. "Pak, Bapak, pergi ajah. Kami cuma berantem sebentar kok. Pacar Flo emang doyan ngambek."

Liam menghela napas. Jika bukan wanita, mungkin Liam sudah menonjok wajah gadis menyebalkan ini. "Gue udah bayar taksinya, Lo tahu!" gregetnya.

"Iya, nanti Flo ganti deh." Flory mempererat pelukan di lengan Liam. Sayangnya, Liam menepis hingga Flory terhuyung ke belakang.

"Gue udah berbaik hati mau ngasih taksi buat Lo ya. Sekarang, Lo pulang jalan kaki!" Liam menyalakan starter motornya.

"Nggak mau. Flo takut... Flo nggak tau jalan pulang, Liam!"

Liam dan dingin satu kesatuan. Pemuda itu benar-benar tega meninggalkan Flory sendiri di tempat yang sangat sepi.

Entah berada di mana Flory bahkan tak tahu arah mata angin. Flory mulai berkaca-kaca.

Gadis itu mencebik bibirnya. Kemudian berjalan ke kanan untuk meraih kembali dompet kecil berisi ponsel dan uang cash yang dia buang hanya demi meraih belas kasihan Liam agar mau mengantar pulang.

Sedari belasan tahun lalu, Liam tak pernah tersisih. Selalu bermukim di hatinya yang tulus.

Berawal dari saat Flory ikut Om Axel-nya mengambil raport King. Di TK elit Millers corpora, saat itu Liam sudah sangat tampan.

Beranjak ke SD, cinta Flory semakin bertambah besar karena Liam dan King begitu akrab. Bahkan, tak jarang Liam menginap di kamar King begitu pula sebaliknya.

Sayangnya, Liam tetaplah Liam. Ketus, dingin, dan tak menganggap cintanya ada, sedari dulu hingga kini.

Entah ada masalah apa, semenjak King jauh dari Liam, semakin sulit saja langkah Flory menggapai cinta Liam yang belum pernah terbalaskan.

Jatuh cinta sedari bayi. Mungkin begitu definisi Flory pada Liam. Setiap pulang ke Indonesia, hanya rumah Liam yang jadi target wisata wajibnya.

Flory tak segan masuk kamar Liam, meski sambutan Liam tak pernah berbeda. Selalu jutek diiringi hinaan sarkas.

Beruntung, Om Ray Bagaskara sangatlah ramah. Setiap kali datang, Om Ray yang membuatnya betah.

"Sendirian saja Neng?" Flory menoleh ke jalan, berjajar lima motor metik yang diisi dengan penumpang. Yang itu berarti ada sepuluh pemuda yang menghampirinya.

"Mau Abang anterin?"

Flory terbiasa hidup di luar negeri, tapi untuk bersentuhan langsung dengan laki-laki. Alex sang Daddy tak pernah membiarkannya.

Berhadapan dengan stranger Flory takut, tapi harus ke mana dan meminta bantuan kepada siapa gadis itu bingung?

Flory berlari ke arah yang sama dengan arah motor Liam berlalu. Tak lama dari itu, motor Liam tampak dan menyatroninya, tentu saja untuk menjemputnya kembali.

"Liam!" Flory berlari lebih cepat dan menaiki kembali motor Liam yang lekas menancap gas sekencangnya.

Segerombolan para pemuda sempat bingung, tapi kemudian membiarkan mereka pergi tanpa halangan.

Lagi pula, mereka benar-benar tidak bermaksud menyakiti, hanya mungkin Flory yang terlalu takut orang asing.

Apa pun itu, Flory menyengir setelah Liam kembali, dua tangannya meraba dada bidang pemuda itu dan meletakkan pipi di punggung pria muda tersebut.

"Makasih udah tolong Flo, pacar." Liam diam dengan wajah esnya. Meski kesal dan merasa repot.

Liam Bagaskara tetap akan bertanggung jawab mengembalikan gadis menyebalkan ini ke rumah Miller yang telah lama tak dia singgahi.

Pagi-pagi sekali, terbit mentari, embun sejuk masih bersembunyi di balik dedaunan. Dan Flory turun dari motor Liam. "Makasih jodoh."

Liam hendak pergi lalu dihalau. "Et, mampir dulu yuk! Sarapan dulu," ajaknya. Liam berdecak malas tanpa berkata apa apa.

Flory mendengus. "Kamu kok nggak mau balas chat aku sih? Selama ini Flo nunggu kabar dari kamu loh."

Liam memutar bola matanya. "Lo pasti tahu, Gue nggak respect sama Lo! Kalo Lo peka, harusnya nggak usah chat Gue lagi! Lo tahu ditolak kan?"

"Tapi nomor kamu nggak pernah ganti, Flo pikir Liam juga nungguin chat Flo," sanggah Flory enteng.

"Lo bego apa apa sih!"

Flory menyengir. "Kan kalo cinta emang bikin bego. Kayak micin yang katanya nggak baik buat tubuh, tapi orang suka makan. Sama, kamu juga gitu, kamu sinis, tapi aku suka sama kamu."

Gadis itu memberikan love dengan dua tangannya. Liam ngeluyur tanpa hiraukan Flory yang selalu tersenyum nyengir.

Sementara Liam berlalu, Glory kembarannya datang dengan wajah jutek. "Kamu ngapain masih ngejar tuh cowok!" ketusnya.

"Biarin!" Meski King dan Glory menyuruhnya berhenti menyukai Liam, Flory tak peduli.

"King ke mana?" Glory menunggu hanya untuk menanyakan sepupunya yang tak pulang.

Flory menatap Glory datar. "Tadi sih Flo liat ke hotel sama Aisha. Mungkin mau bulan madu."

Glory tersentak. "Kamu yakin?" Anggukan kepala Flory membuat Glory mengepal kuat tangannya.

Dia raih ponsel dari saku celana. Kemudian melayangkan panggilan telepon pada nomor King. "Kamu becanda King?" gumamnya.

🖋️~

^^^🖋️~^^^

Di tempat yang berbeda. King meraba-raba gawai tipis yang bergerak dengan getaran di atas nakas.

Meski sulit meraih, King berusaha tak bergerak lebih karena tak ingin mengganggu tidur nyenyak istri yang memeluknya erat.

Di bawah selimut tebal keduanya tak memiliki jarak. Bahkan bagian atas tubuh mereka polos tak berbaju setelah bergulat bibir dengan napsu.

"Siapa?" Aisha belum tidur, Aisha tahu ada yang menelepon King. "Siapa yang telepon?"

"Daddy. Daddy yang telepon." King mematikan panggilan Glory yang menurutnya hanya akan membuat Aisha cemburu.

Beberapa waktu lalu, Aisha jujur tentang perasaannya. Gadis itu tak mau Glory membawa dirinya jika dia menang di arena.

Bukan karena Liam, tapi karena Glory yang hanya sepupunya. Gadis yang tidak akan mungkin King sukai sebagai seorang wanita.

1
Eni Susilowati
Uda baca tentang anaknya dulu sekarang orang tuanya lebih lucu😀
ayu cantik
🤭🤭🤭
Nona Sifa
semangat thor
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣
djerrih leni
buhahaha.. gagal cuekin sama Rosella.. om. oland pdhal dah di selamatkan dr mas liat Loch... 🤣😄😄
djerrih leni
🤣🤣🤣 untung banyak om oland, penghuni sana langsung antri pesan wkwkkwk
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 segera sadar ya om. oland.. dah di ingetin ama Alul🤭
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 sampe salah manggil ya Om oland saking banyaknya pacar
djerrih leni
buhahahahah.. Acha pinter banget akting, besar jd artis ya banyak followers nya 😄😄
djerrih leni
mas nya yg mau misahin tante Gladys sama om dewa, biar Jauhan wkwkwk
djerrih leni
astaghfirullah itu bocil tp mikirnya dah 100 langkah ke depan, bisa2 nya... ya hoolloo
djerrih leni
King gimana rasanya jd daddy ngurusin anak2nta yg duplikat banget dirimu
djerrih leni
Kiinggg wkwkwkk... gabung sama pelawak Cagur nih mesti nya
djerrih leni
emang dah somplak....bisa-bisa nya si King ngejain namanya, dokternya lg bantuin istrinya lahiran... ngakak habis Kk author
djerrih leni
emang enak di jawab gitu sama dokternya😄😄🤭
djerrih leni
/Facepalm//Facepalm/🤣🤣 Kiinngg
djerrih leni
ya ela.. King ngak liat sikon apa masih aja rusuh protes.. kan mau jadi bapaknya triple baby
djerrih leni
😄😄😄😄
djerrih leni
kontrakan... ngak tuch dengernya si Mahesa🤭🤣🤣
djerrih leni
astaghfirullah somplak nih pikiranmu Kiingg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!