Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Thirty-three
Putri kedua Kaisar Ling berjalan dengan lemah. ternyata lelaki yang dia hina itu pangeran Xiao Nam, Xiao Nam memang memakai pakaian sederhana. tapi terbuat dari sutra. sedangkan Xiao Nam, dia mengomel sepanjang jalan
"Aku yakin wanita itu yang di pilih oleh Xiao Xie, awas kau mei mei. Gege buat kau gatal-gatal nanti" gumamnya sambil pergi kearah pelatihan prajurit
"Hacim.... hacim...ciapa yang cedang memati Atu ya? cuhu di tamal ini telaca dingin" gumam Xiao Xie. bocah kematian itu tidak tahu bila Kakak lelakinya yang sedang mengomel dia
Saat ini Xiao Xie sedang membaca buku pengobatan, dan dia akan menyetorkan hapalan nya itu kepada Xiao Lin nanti
...****************...
Saat ini Xiao Lin masih mengatur keinginan kedua lelaki tua itu, Xiao Lin hanya mengangguk tanpa menjawab. dia mendengar kan konsep pernikahan yang ayah nya inginkan
"Sudah selesai? kalau kalian sudah selesai pergilah kekediaman kalian, aku pusing mendengar keinginan kalian yang tak ada habisnya" ucap Xiao Lin sambil mengusir para lelaki itu sedangkan bibi Juli dan Permaisuri Lu diminta untuk tetap disini
"Kenapa kau menahan calon istri ayah? biarkan dia istirahat Lin'er, nanti dia kelelahan" ucap Kaisar Zhao. Xiao Lin mengangkat kedua alisnya dan menatap penuh curiga kepada lelaki yang sudah di anggap ayah itu
"Hahaha.... jangan menatap ayah seperti itu, ayah janji tidak akan mengganggunya" ucap Kaisar Zhao dengan nada canggung. dia melihat mata putrinya itu seperti sedang menguliti kulitnya yang indah itu
"Aku tahu jalan pikiran anda Yang Mulia Kaisar Zhao... Jangan dipikir aku tak tahu akal bulus ayah? kau bisa masuk kedalam kamar Bibi Lu Xi, tanpa diketahui oleh orang lain" ucap Xiao Lin
"Hais... kau ini kenapa selalu sejojon sekali" jawab Kaisar Zhao
"Mohon maaf yang mulia, seuzon bukan sejojon" ucap Paman To Long
"Kau ini kenapa meributkan kata-kata ku sih? sama seperti pembaca author yang namanya Mama-Im pasti ngomel" jawab Kaisar Zhao
"Selalu salah padahal hanya ingin membenarkan kata, agar tidak di komplen pembaca lain. kalau mama-Im pasti terbiasa? kalau pembaca bayangan pasti memberikan ocehan" gumam paman To Long
"Paman bawa lelaki tua ini ke kediaman nya.... kalau dia bandel ikat saja di pohon mangga di belakang kolam itu" ucap Xiao Lin yang jengah dengan keributan keduanya
"Dengan senang hati Tuan putri mahkota" ucap paman To Long yang akan bersiap membawa Kaisar Zhao dengan teleportasi
"Ya.... aku bisa jalan sendiri... dasar pengawal kurang ajar" teriak Kaisar Zhao dan menghilang dari hadapan semua yang sedang duduk. Xiao Lin menatap Kaisar Zhang yang belum pergi juga
"Paman Zhang kau juga apa ingin aku menendang mu juga? agar kau kembali ke kediaman mu?" tanya Xiao Lin
"Eh... Zhen juga?" tanya balik Kaisar Zhang. ketiga perempuan yang di hadapan nya pun mengangkat kedua alisnya
"Eh.... Tidak perlu menatap tajam ke Zhen seperti itu" jawab Kaisar Zhang. dan dia pun segera berlari dari sana, sebelum naga hitam Xiao Lin menendang nya
"Punya sepuluh saja lelaki seperti mereka pasti aku tiap hari merasakan darah tinggi" gumam Xiao Lin
Xiao Lin sengaja membawa mereka berdua, agar tidak di ganggu oleh kedua lelaki tua itu. mereka berdua sangat tidak sabaran soal nya jadi Xiao Lin menyelamatkan kedua wanita cantik dari terkaman lelaki buas
"Kau sudah kembali?" tanya lelaki yang membuat Xiao Lin waspada
"Siapa kau?" tanya Xiao Lin. dia tertegun melihat wajah tampan dan cantik itu
Mata indah itu membuat Xiao Lin terpesona, lelaki itu tersenyum miring melihat wajah wanita yang di depan nya itu
"Kau masih bocah gadis nakal... tapi mata mu langsung berbinar saat melihat lelaki tampan" ucap nya sambil tersenyum miring
"Cih... percaya diri sekali anda tuan, siapa kau kenapa bisa ada di dalam kamar ku? dan apa mau mu" ucap Xiao Lin yang merasa kesal karena di bilang bocah
"Mau ku? kamu" ucap nya sambil menghilang dari hadapan Xiao Lin
"Ya... dasar lelaki tua nyebelin" teriak Xiao Lin
SLING
"Hadiah untuk mu gadis kecil
TBC