Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.
Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.
Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.
Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.
Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?
Terus ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
🌑 Kota Topaz
28 Januari 2026, tepat satu tahun Dhona menghilang. Zayyan sudah menyebar orang untuk mencari keberadaan Dhona. Tidak ada kabar dari Dhona. Zayyan memutuskan pergi ke kediaman kakek Dhona.
Zayyan pergi tidak sendirian. Zayyan ditemani mertua dan adik iparnya. Kakek Pasha, Nenek Hiza menerima kehadiran mereka.
Zayyan memperkenalkan dirinya sebagai suami Dhona. Zayyan juga mengenalkan Mavisha sebagai ibu kandung dari Dhona, Haikal suami Mavisha dan Athar anak mereka.
Kakek Pasha dan Nenek Hiza awalnya marah melihat Mavisha. Mereka mengusir Mavisha. Demi uang, Mavisha mendekati Ardian. Mavisha menelantarkan Dhona. Untung saat itu Ardian menemukan Dhona. Phia dengan penuh kasih sayang merawat dan membesarkan Dhona seperti anak kandungnya sendiri.
Mavisha membela dirinya. Yang jadi korban sebenarnya dirinya. Mavisha tidak terima difitnah. Mavisha menceritakan semuanya kepada kakek Pasha dan nenek Hiza. Kakek dan nenek terdiam.
Zayyan juga memberi tahu kakek dan nenek, Dhona tidak memiliki riwayat penyakit mental. Yang membuat Dhona kelihatan gila adalah ulah Alia. Alia memberikan obat halusinasi kepada Dhona. Dhona sering melihat penampakan di dalam kamarnya.
Berbagai macam cara dilakukan Alia untuk berbuat jahat kepada Dhona. Alia juga berhasil memfitnah Dhona. Alia pintar berakting untuk mencari simpati. Menjadi pribadi yang sering disakiti.
Untuk apa Alia melakukan itu semua? Alia ingin anak perempuan yang diakui Ardian adalah Alia satu-satunya bukan Dhona si anak wanita yang tidak jelas, begitu yang Alia dengar dari ibu kandungnya.
Nenek dan kakek terdiam. Cerita dari Mavisha sungguh jauh berbeda dengan cerita versi Ardian. Tapi setelah melihat Mavisha yang terus-menerus meyakinkan, mereka yakin Ardian lah yang telah menipu Mavisha. Tapi apa tujuan Ardian melakukan itu.
"Maaf sebelumnya Kek, Nek. Dhona pernah mendengar dari Ibu Phia, katanya dulu jika Pak Ardian tidak bisa memiliki keturunan, dia harus bercerai dengan Ibu Phia," Zayyan mencoba mengingatkan kakek dan nenek.
"Benarkah? Jadi itu tujuan Mas Ardian mendekatiku? Berpura-pura berstatus bujangan miskin untuk mendapatkan simpati. Setelah aku melahirkan, anakku diambil dan dipaksa menandatangani surat-surat memutuskan hubungan dengan Dhona," Mavisha memegang dadanya, sakit mengingat kejadian masa lalu.
Kakek dan nenek meminta maaf kepada Mavisha. Karena merekalah, Ardian nekat bertindak keterlaluan seperti itu. Mereka percaya apa yang dikatakan Ardian. Mereka juga mempercayai Alia, anak yang Ardian angkat dari panti asuhan. Alia bisa mengambil hati mereka berdua.
Alia juga sering bilang kepada mereka, Dhona sangat membencinya. Dhona tidak bisa menerima kehadiran Alia di rumahnya. Dhona sering membully Alia di sekolah.
Dan yang membuat kakek dan nenek marah, ketika mengetahui, Alia adalah anak kandung dari Ardian dan Rana. Ternyata selama ini, Ardian bermain di belakang Phia. Ardian bohong kepada kedua orang tuanya. Kakek dan nenek sungguh menyesali apa yang telah terjadi.
"Seharusnya kami tidak percaya begitu saja kepada Ardian dan juga Alia. Maafkan kami," ucap Nenek.
Kakek menanyakan di mana Dhona. Mengapa Dhona tidak ikut. Apakah Dhona masih marah kepada mereka.
Zayyan menyampaikan maksud kedatangan mereka saat ini, yaitu mencari keberadaan Dhona. Terjadi kesalahpahaman antara Zayyan dan Dhona. Sudah setahun Dhona menghilang. Selama itu pula, ponsel Dhona tidak bisa dihubungi.
Zayyan berkunjung ke rumah Ardian. Tapi menurut informasi yang Zayyan dapat dari tetangga Ardian, Ardian sudah lama tidak kelihatan.
"Apa hubungannya dengan Ardian?" tanya Kakek.
"Dhona tidak punya keluarga. Siapa tahu Dhona ingin mencari Ardian," jawab Haikal.
Nenek berdiri meninggalkan ruang tamu. Tidak berapa lama, nenek kembali membawa amplop coklat. Nenek duduk di samping kakek dan mengeluarkan surat yang ada di dalam amplop coklat.
Setahun yang lalu, pengacara Phia datang ke rumah kakek dan nenek. Pengacara Phia memberikan surat wasiat kepada mereka. Phia sempat membuat surat wasiat setelah Dhona dikirim ke rumah sakit jiwa.
Di dalam surat itu, Phia memberikan rumah yang mereka tempati untuk Dhona. Rumah itu sebelumnya Phia dapat dari hadiah pemberian orang tuanya sebelum mereka meninggal dunia.
Phia tidak rela rumahnya jadi tempat tinggal Ardian bersama Alia dan selingkuhannya. Phia juga memberikan tabungan kepada Dhona. Kartu ATM beserta nomor PIN yang sudah disiapkan Phia untuk Dhona.
Setelah mendapatkan surat wasiat dari Phia, kakek Pasha dan nenek Hiza memanggil Ardian. Mereka menyampaikan amanat Phia. Ardian disuruh keluar dari rumah itu karena Phia sudah memberikan rumah itu kepada Dhona.
Jika Ardian ingin tinggal di rumah Phia, Ardian harus tinggal bersama Dhona tanpa Alia dan Rana.
Kakek Pasha juga mengeluarkan dan memecat Ardian dari perusahaannya yang ada di kota Topaz. Kakek Pasha malu dengan skandal Ardian. Kakek takut, masalah Ardian bisa merugikan perusahaan. Kakek tidak mau, hasil kerja kerasnya selama ini hancur gara-gara masalah Ardian.
Kakek mencarikan Ardian pekerjaan di kota Garnet. Kakek Pasha mencoba menghubungi relasi bisnisnya.
"Ardian sekarang berada di kota Garnet. Tapi kalo ditanya di mana alamat Ardian, saya tidak tahu. Kami juga memutus kontak dengan Ardian," kata Kakek Pasha.
Zayyan dan keluarganya berterima kasih kepada kakek Pasha dan nenek Hiza. Mereka akan mencari Dhona di kota Garnet. Mereka juga berharap, kakek dan nenek akan menerima Dhona kembali.
Kakek dan nenek berjanji. Akan mencari bukti-bukti Phia yang diracuni Alia. Jika benar Alia dibalik semua kekacauan ini, mereka akan mengambil tindakan untuk Alia.
Zayyan dan keluarganya meninggalkan kediaman kakek Pasha. Di perjalanan mengantar mertuanya, Zayyan meminta izin untuk mencari Dhona ke kota Garnet.
"Bolehkah kami ikut? Kebetulan Papa ada kerjaan di kota Garnet," pinta Haikal.
"Boleh Pa, Bunda dan Athar juga bisa ikut. Saya akan minta orang-orang untuk mencarikan tempat tinggal untuk kita."
Zayyan menelpon orang-orang kepercayaannya. Zayyan minta disiapkan rumah di kota Garnet. Zayyan juga menghubungi kedua orang tuanya, memberitahu rencananya untuk tinggal di kota Garnet.
Zayyan terlebih dahulu mengantarkan Haikal, Mavisha dan Athar pulang ke rumah mereka. Setelah itu, Zayyan pergi ke rumah orang tuanya.
"Zayyan, apa Dhona berada di kota Garnet?" Papa Zayyan bertanya.
"Gak tau Pa. Tapi, Om Ardian dan keluarganya saat ini tinggal di sana. Saya yakin Dhona mencari mereka untuk balas dendam."
"Balas dendam?" Papa Zayyan mengernyitkan keningnya.
"Iya, Pa. Semoga saja Dhona memang ada di sana. Pa, saya akan mencari dan menjemput Dhona. Saya ingin kesalahpahaman ini cepat berakhir."
"Papa selalu mendukungmu."
Zayyan kembali mendapatkan informasi dari orang-orang yang telah disebar Zayyan di beberapa kota. Orang-orang Zayyan yang berada di kota Garnet melihat Ardian yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota Garnet.
Orang-orang Zayyan juga menemukan tempat tinggal Ardian di kota Garnet. Tidak hanya itu, mantan kekasih Dhona juga berada di kota Garnet.
Sayang, tunggu aku. Aku akan melakukan apa saja, aku akan membuatmu kembali padaku, batin Zayyan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...