NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Pertarungan terus terjadi di berbagai titik lokasi. Sayangnya, pasukan Xander mulai terdorong mundur sebab musuh yang terus berdatangan melalui portal. Satu per satu dari mereka terdorong, saling menabrak, ambruk di tanah hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Beberapa robot hancur setelah terkena serangan.

Seorang anggota Galata mendekati salah satu anggota pasukan Xander yang tidak sadarkan diri di tanah, mencengkeram kepalanya. Ia mengamati layar hologram yang tengah melakukan pemrosesan.

"Apa? Aku tidak mendapatkan informasi apa pun dari pria ini! Pikirannya seolah tertutup secara paksa," ujar anggota 0041.

Pasukan Xander mulai melakukan serangan balasan, tetapi serangan mereka mampu ditahan oleh pasukan Galata. Para robot tampak sibuk membantu sekaligus bertarung dengan sesama robot. Satu per satu mulai hancur dan berserakan.

Miguel melompat ke udara, memutar tubuh sembari mengeluarkan serangan melalui sarung tangannya. Anggota pasukan Galata berhasil menepis serangan dan kembali mengincarnya. Saat sudah mendekat, pasukan Xander berhasil menyerang dari belakang.

Pemimpin pasukan Galata melemparkan sebuah kotak yang kemudian berubah menjadi anjing berukuran sangat besar. Robot anjing itu mengeluarkan misil dari mulut, kaki depan dan belakang, dan juga punggung.

Pasukan Xander menahan serangan itu meski terdorong dan ambruk di tanah. Mereka segera bangkit, tetapi robot anjing itu mendadak menyerang kembali.

Edward memperhatikan pertarungan dari lokasi persembunyian, mengepalkan tangan erat-erat. Tatapannya tidak sedikit pun beralih dari Miguel yang tengah bertarung menghadapi enam lawan sekaligus.

"Miguel sangat terampil dalam menggunakan beragam alat canggih. Saat satu alat hancur, dia akan memanggil alat lain. Meski tanpa alat canggih sekalipun, dia sangat kuat." Edward menoleh pada ketiga anggota Galata di depannya. "Aku dan yang lain melawan salah satu dari mereka, dan hasilnya kami semua kalah telak."

Edward menoleh pada layar hologram yang mendadak terbuka. Ia mengentak tanah dan segera melesat bersama yang lain mengikuti ketiga anggota Galata. Anggota yang lain juga ikut bergerak ke arah yang sama.

Edward dan yang lain memasuki mode kamuflase. Mereka terbang di tengah pertarungan yang terjadi. Ledakan dan suara rintihan terdengar berkali-kali.

Miguel menghantam pukulan pada dua anggota Galata, menghancurkan alat mereka, dan menumbangkan mereka dengan cepat. Ia mendongak ke langit, melompat mundur.

"Dia menyadari pasukan pergi ke rumah itu!" Si pemimpin Galata melesat ke arah Miguel, menghantam pukulan.

Miguel menyambut serangan itu dengan pukulan yang sama kuat. Tumbukan dua serangan itu menghasilkan angin yang berembus kencang ke sekeliling.

Miguel dan si pemimpin pasukan saling bertatapan, dan tak lama setelahnya saling menyerang satu sama lain. Di saat yang sama, kedua pasukan ikut menyerang.

Satu pasukan Xander muncul dari arah hutan, melayangkan serangan pada pasukan Galata yang berada dalam mode kamuflase hingga keberadaan mereka terlihat.

"Dasar brengsek!" ketus Edward saat terdorong mundur. Ia menembakkan peluru pada pasukan Xander yang berdatangan. "Aku tidak akan kalah di tempat ini untuk kedua kalinya."

Robot anjing berukuran besar bergerak sembari mengeluarkan misil dan bola jaring listrik. Beberapa anggota pasukan Xander terdorong mundur, ambruk, hingga tidak sadarkan diri. Para robot pasukan Xander melayangkan serangan pada si robot anjing musuh, tetapi serangan itu mampu ditepis dan ditahan.

Robot anjing besar itu seketika melolong. Suaranya sangat keras hingga menimbulkan angin kencang. Beberapa robot mulai berjatuhan karena rusak, sedangkan pasukan Xander harus kembali mundur.

Sementara itu, Draco masih berada di ruangannya, mengamati pertarungan. "Mereka mampu bertahan dari dua pasukanku. Kau sudah menyiapkan diri dengan sebaik mungkin, Xander. Sayangnya, pasukan itu hanya pasukan lemah. Aku belum memerintahkan pasukan kuat untuk menghancurkan pasukanmu."

"Kau bisa lari sekarang, tetapi kau tidak akan bisa bersembunyi. Di mana pun kau berada, aku bisa menemukanmu."

Draco mengepalkan tangan erat-erat. "Sampai saat ini, orang-orang aneh itu masih belum muncul untuk menolong Xander. Aku juga belum .... ah."

Draco memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. Beberapa bayangan bergerak sangat cepat dalam kepalanya. Ia tersenyum saat melihat bayangan Xander dan pasukannya terbaring tidak sadarkan diri di tanah.

Draco menggeser layar, membaca informasi. "Alat-alat canggih mereka memiliki kemiripan dengan senjata UltraTech. Hanya seseorang yang mengetahui banyak hal mengenai Galata yang bisa membuat alat-alat itu. Apakah Xander juga bekerja sama dengan salah satu anggota Galata?"

"Aku tidak mendapatkan informasi apa pun dari para bawahannya yang sudah kalah sekalipun. Sepertinya orang-orang itu berada di balik semua rencana ini.”

Draco tersenyum bengis. "Aku tidak boleh membuang-buang waktu. Aku harus segera menangkap Xander agar aku segera menemukan orang-orang itu."

Draco menekan sebuah tombol, menghubungi seseorang. "Kirimkan pasukan berkemampuan khusus ke kediaman Alexander Ashcroft sekarang juga."

Sebuah portal mendadak terbuka di atas danau. Sepuluh anggota Galata mendadak muncul dan menyebar ke sekeliling.

Satu anggota tersenyum saat melihat Miguel. Ia mengumpulkan kekuatan di tangan kanan, melesat sangat cepat, lantas menghantam pukulan.

Miguel merasakan embusan angin kencang dari arah depan. Saat ia melihat notifikasi di layar hologram dan sistem masih dalam proses membentuk pelindung, sebuah pukulan sudah lebih mendarat di wajahnya.

Miguel sontak terdorong ke belakang, menabrak beberapa anggota pasukan, menubruk tiang hingga hancur lebur.

Miguel tumbang di tanah, menutup mata dengan darah bercucuran dari kepala.

Tumbangnya Miguel membuat pasukan Xander terkejut. Meski mereka kembali bangkit, tetapi musuh menjadikan hal itu sebagai celah untuk menyerang. Dalam satu arahan dari si pemimpin Galata, serangan berdaya ledak sedang dan tinggi seketika meluncur.

Ledakan terjadi berkali-kali, disusul oleh pasukan Xander yang mulai tumbang di tanah. Pepohonan, tiang, hingga beberapa bagian rumah tampak hancur.

Anggota Galata yang memukul Miguel tertawa terbahak-bahak di udara. "Meski kau sudah tua, kau bereaksi sangat cepat. Jika kau menjadi anggota Galata, kau pasti sudah menjadi salah satu pemimpin tertinggi sekarang. Sayangnya, kau hanya manusia sampah."

Anggota Galata itu tersenyum sinis saat melihat pasukan Xander dan beberapa robot masih menyerang dan bertahan dari serangan. "Kalian akan menyusul pemimpin kalian tidak lama lagi. Setelah kalian kalah, maka giliran Alexander dan keluarganya yang akan hancur."

Anggota Galata bernomor 001 segera meluncur ke arah pasukan Xander. Ia menghimpun kekuatan di tangan, lantas melayangkan serangan kuat.

Pasukan Xander segera berkumpul, membentuk pelindung bersama para robot. Sayangnya, serangan itu mendorong dan mementalkan mereka hingga menabrak bangunan rumah. Sebagian besar dari mereka tidak sadarkan diri, sedangkan sisanya meringis kesakitan saat memaksa untuk terus bergerak.

Anggota 001 terbang menuju pasukan Xander yang masih bertarung. Ia menghantam mereka dengan sekuat tenaga Tak hanya itu, ia juga menghancurkan beberapa robot.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!