NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: LELANG LUKA

Hujan London turun semakin deras, membasuh sisa jelaga di wajah Elara, namun tidak bisa mendinginkan amarah yang membara di matanya. Mereka kini berada di sebuah gudang tua di tepi dermaga, tempat persembunyian Kael yang berbau oli dan air laut.

Kael duduk di atas kotak kayu, memutar-mutar drive perak itu di antara jemarinya dengan gerakan yang santai, hampir mengejek. Julian berdiri di depan Elara, tangannya masih mengepal, siap menerjang jika pria di depannya melakukan gerakan mencurigakan.

"Jangan menatapku seolah aku adalah monster di sini, Julian," ucap Kael pelan, suaranya hampir tenggelam oleh deru hujan di atap seng. "Ingat, kau yang membiarkan data asli terbakar demi sebuah pelukan romantis. Aku hanya... menyelamatkan apa yang tersisa."

"Apa maumu, Kael?" Elara melangkah maju, mendorong bahu Julian agar menepi. Ia tidak ingin lagi dilindungi. Ia ingin bertransaksi.

Kael tersenyum, kilatan di matanya tampak berbahaya di bawah lampu bohlam yang bergoyang. "Uang? Aku punya cukup.

Informasi? Aku bisa mencarinya sendiri. Yang aku inginkan dari kalian adalah sesuatu yang jauh lebih... organik."

Julian menggeram. "Katakan saja harganya."

"Aku ingin akses administratif penuh ke sistem mata digital Elara," ucap Kael tenang. "Bukan sekadar melihat apa yang dia lihat, tapi akses ke black box memori yang tersembunyi di dalam chip Silk. Aku tahu di sana tersimpan kode enkripsi yang tidak bisa dibuka oleh siapa pun kecuali pemegang kunci biometriknya."

"Tidak," Julian menjawab seketika. "Itu berarti kau bisa mengendalikan sarafnya. Kau bisa membunuhnya dengan satu perintah suara."

"Atau," Kael mengabaikan Julian dan menatap langsung ke mata biru digital Elara, "aku bisa menukar data ini dengan sebuah rahasia yang disimpan Julian darimu. Rahasia tentang apa yang terjadi pada ibumu di laboratorium Moretti dua puluh tahun lalu."

Suasana di gudang itu mendadak sunyi. Begitu sunyi hingga suara detak jantung Julian seolah terdengar keras.

Elara menoleh ke arah Julian. Wajah Julian berubah pucat, lebih pucat daripada saat ia disiksa di sel isolasi. "Julian... apa yang dia bicarakan?"

"Elara, jangan dengarkan dia. Dia hanya mencoba mengadu domba kita," suara Julian bergetar.

"Apakah itu bohong, Julian?" Kael memiringkan kepalanya. "Katakan padanya. Katakan bahwa ibunya bukan mati karena sakit, tapi karena dia adalah subjek tes pertama yang gagal, dan ayahmu... serta kau, yang saat itu berusia sepuluh tahun, melihatnya mati di balik kaca tanpa melakukan apa pun."

"CUKUP!" teriak Julian.

Elara merasakan dunianya berputar. Luka di bahunya, kegagalan di galeri, dan kini... sebuah pengkhianatan sejarah. Ia menatap Julian, mencari bantahan, namun keterdiaman Julian adalah jawaban yang paling jujur.

"Jadi ini lelangnya," Kael berdiri, mendekati Elara. "Kau berikan aku akses ke sistem matamu, dan aku berikan drive ini beserta seluruh kebenaran tentang ibumu. Atau, kau tetap bersama Julian, hidup dalam kebohongan yang manis, dan membiarkan Baron Vane menang selamanya."

Julian memegang lengan Elara. "Elara, kumohon. Jika kau memberinya akses, kau bukan lagi manusia. Kau akan menjadi miliknya. Aku bisa menjelaskan semuanya—"

"Kau punya waktu sepuluh tahun untuk menjelaskan, Julian," Elara melepaskan tangan Julian dengan kasar. Tatapannya kini benar-benar kosong, seolah-olah cahaya di matanya telah padam secara permanen. "Tapi kau memilih untuk menjadikanku pajangan yang kau lindungi agar kau tidak perlu menghadapi dosamu sendiri."

Elara berbalik menghadap Kael. Ia mengangkat dagunya, menantang maut.

"Buka sistemnya," ucap Elara dingin.

"Elara, jangan!" Julian mencoba maju, namun Kael dengan cepat menodongkan pistol ke arah Julian tanpa melepaskan pandangannya dari Elara.

"Pilihan yang cerdas, Nona Vancroft," bisik Kael.

Kael mengeluarkan sebuah perangkat interface kecil dan menempelkannya ke pelipis Elara. Elara memejamkan matanya saat rasa sakit yang luar biasa menghujam otaknya. Prosedur itu paksa, kasar, dan melanggar privasi paling dasar dari keberadaannya.

Beberapa menit yang terasa seperti keabadian berlalu. Kael menarik perangkat itu kembali. Di layarnya, barisan data mengalir deras.

"Transaksi selesai," Kael melempar drive perak itu ke lantai, tepat di depan kaki Elara. "Ibumu tidak menderita di akhir hayatnya, Elara. Dia hanya... kecewa. Sama seperti kau sekarang."

Kael berjalan menuju pintu keluar, berhenti sejenak di samping Julian yang terduduk lemas di lantai. "Dia milikmu sekarang, Julian. Setidaknya, tubuhnya. Tapi jiwanya? Jiwanya baru saja kau lelang secara gratis."

Kael menghilang ke dalam kegelapan hujan.

Elara memungut drive itu, menggenggamnya hingga jemarinya memutih. Ia tidak menatap Julian. Ia tidak menangis. Ia hanya berdiri di sana, menjadi senjata yang kini memiliki penguasa baru di dalam kepalanya.

"Kita punya datanya sekarang," ucap Elara dengan suara yang tidak lagi terdengar seperti manusia. "Ayo pergi. Kita punya Baron yang harus dibunuh."

Julian menatap punggung Elara, menyadari bahwa ia baru saja memenangkan perang untuk wanita itu, namun kehilangan wanita itu selamanya.

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!