NovelToon NovelToon
Glitz And Glamour

Glitz And Glamour

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Fantasi Wanita / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."

Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klarifikasi

Situasi di Manhattan benar-benar mencapai puncaknya. Tekanan dari netizen membuat pihak manajemen Adeline tidak punya pilihan lain selain menyelamatkan citra artis mereka yang terus-menerus dijadikan tameng dan bahan ejekan.

Sore itu, Adeline mengunggah sebuah pernyataan resmi di akun media sosialnya. Wajahnya tampak sedikit tegang namun tegas.

"Halo semuanya. Saya merasa perlu meluruskan berita yang beredar. Hubungan saya dengan Leo Abelano murni profesional sebagai rekan kerja dalam drama kami. Kami tidak memiliki hubungan spesial apa pun. Dan mengenai tanda atau gosip lainnya... itu sama sekali bukan saya. Saya sangat menghormati Leo dan... siapa pun wanita yang sebenarnya ada di sampingnya."

Pernyataan "siapa pun wanita yang sebenarnya" itu seolah menjadi bensin yang menyiram api. Netizen langsung yakin bahwa Adeline pun tahu siapa pemilik asli punggung penuh cakaran itu.

Di luar studio syuting iklan kemeja, puluhan wartawan sudah menunggu Leo. Begitu Leo keluar dengan kacamata hitam dan aura bintangnya, ia langsung diserbu mikrofon.

"Leo! Benarkah tanda cakaran di punggung Anda adalah bukti hubungan Anda dengan Claire Aimo?"

"Leo, Claire terlihat sangat lelah saat live pagi ini, apa kalian menghabiskan malam bersama?"

"Apa alasan Anda menolak adegan ciuman di drama baru karena larangan dari Claire?"

Leo menghentikan langkahnya sejenak. Ia menurunkan sedikit kacamata hitamnya, menatap kerumunan wartawan itu dengan seringai nakal yang membuat para jurnalis wanita tertahan napas. Ia tidak membantah, tidak juga mengiyakan. Ia hanya tersenyum simpul, tipe senyuman pria yang sedang jatuh cinta dan memiliki rahasia besar.

"Kalian punya imajinasi yang sangat bagus," jawab Leo singkat sebelum masuk ke mobilnya yang mewah, meninggalkan para wartawan tanpa jawaban pasti namun dengan spekulasi yang makin liar.

Meskipun semua kepingan sudah terlihat cocok (kuku Claire, suara serak, kantung mata, dan punggung Leo), netizen tetap merasa belum puas. Mereka butuh satu bukti fisik yang tidak bisa dibantah, foto mereka dalam satu bingkai secara intim.

@Manhattan_Spies: "Senyum Leo itu senyum pemenang! Tapi kita butuh bukti akurat! Kita butuh foto mereka gandengan tangan atau setidaknya keluar dari gedung yang sama di jam yang sama!"

@TheHacker_NY: "Gue lagi pantau CCTV sekitar Park Avenue. Kalau sampai ada foto Leo keluar dari penthouse Claire dengan baju yang berbeda dari saat dia masuk, itu adalah bukti sah!"

Di dalam mobil, Leo menatap ponselnya yang penuh dengan notifikasi. Ia kemudian menelepon Claire yang mungkin sedang menonton berita tersebut.

"Odette," panggil Leo lembut. "Dunia sedang memburu kita. Adeline sudah menyerah, dan para wartawan tadi hampir memakan mobilku."

"Aku tahu," jawab Claire di seberang telepon, suaranya sudah sedikit lebih jernih namun tetap lembut. "Mereka ingin bukti, Leo. Mereka ingin kita mengaku, Aku akan tidur aku benar benar lelah."

Leo terdiam sejenak, lalu matanya berkilat penuh rencana dibalik istirahat nya Claire. "Baiklah istrahat sayangku"

Malam itu, jagat maya New York dan seluruh dunia seolah berhenti berputar sejenak.

Tanpa peringatan, notifikasi Live Instagram muncul dari akun resmi Leonard Abelano.

Bukannya di studio atau lokasi syuting, latar belakang video itu adalah sebuah kamar mewah dengan pencahayaan remang yang sangat intim, kamar utama di penthouse Claire.

Leo memegang ponselnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengarahkan kamera ke arah tempat tidur. Di sana, Claire sedang terlelap, wajahnya terlihat sangat damai namun jejak kelelahan masih terlihat jelas.

Leo tidak berkata apa-apa ke arah kamera, ia hanya memberikan senyum tipis yang penuh kemenangan kepada jutaan penonton yang langsung bergabung dalam hitungan detik.

Leo kemudian mendekat, duduk di tepi ranjang, dan mulai mengusap lembut rambut Claire.

"Odette... bangun," bisik Leo dengan suara yang sangat rendah dan penuh kasih sayang.

"Kamu harus makan sedikit. Siska sudah mengirimkan makanan."

Claire yang tidak sadar bahwa jutaan mata sedang menontonnya, hanya menggeliat kecil. Ia menarik selimutnya lebih tinggi, menutupi sebagian wajahnya, lalu bergumam dengan suara serak yang sangat manja—sisi yang tidak pernah ia tunjukkan pada dunia.

"Nanti saja, Leo... aku benar-benar lelah," rintih Claire sambil meraih tangan Leo dan memeluknya seperti guling.

"Badanku pegal semua gara-gara kamu semalam. Biarkan aku tidur sebentar lagi."

Mendengar pengakuan jujur dan melihat sikap manja sang "Ratu Es", kolom komentar langsung membludak hingga aplikasi sempat lag.

@Manhattan_Lover: "OH MY GOD!!! Claire Aimo manja banget! 'Badanku pegal semua gara-gara kamu semalam'?! Gue butuh oksigen sekarang juga!"

@TeamLeoClaire: "Ini bukan lagi klarifikasi, ini pengumuman perang kemesraan! Adeline siapa? Kita butuh drakor asli mereka!"

@Detective_Netijen: "Coba lihat tangan Leo yang dipegang Claire, itu jam tangan yang sama dengan yang ada di live kafe kemarin! Fix, sejarah mencatat hari ini sebagai hari patah hati sekaligus baper nasional!"

Leo terkekeh pelan, ia mencium kening Claire dengan lama, lalu berbisik lagi, "Sayang, bangunlah. Kamu tidak mau kan jutaan orang melihatmu sedang mengiler?"

Claire perlahan membuka matanya. Ia mengerjap beberapa kali, lalu fokusnya tertuju pada ponsel di tangan Leo. Saat ia melihat angka penonton yang mencapai jutaan dan komentar yang berjalan sangat cepat, mata Claire langsung membelalak.

"Sayang! Kamu... kamu sedang live?!" seru Claire, seketika ia duduk tegak dan mencoba merapikan rambutnya dengan panik.

Leo hanya tertawa lepas, ia mematikan ponselnya tepat setelah mencium pipi Claire sekali lagi, meninggalkan netizen dalam kegelapan yang penuh dengan rasa iri dan baper yang luar biasa.

Setelah malam itu, tidak ada lagi wartawan yang berani bertanya apakah mereka pacaran. Foto-foto screenshot dari live tersebut menjadi bukti abadi. Brand-brand besar dunia langsung berebut ingin menjadikan mereka couple ambassador.

Leo dan Claire tidak perlu lagi kucing-kucingan.

Mereka tetaplah sang aktor papan atas dan sang pengusaha hebat, namun kini semua orang tahu bahwa di balik tirai besi Manhattan, sang Ratu Es telah menemukan kehangatannya pada sang Duta Kokop.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰😍

1
Retno Isusiloningtyas
happy ever after
Retno Isusiloningtyas
aku kok blm nerima undangannya yaaa🤭
ros 🍂: Ntar dikirimin ya kak undangannya 🤣
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
wow...
keren....
Retno Isusiloningtyas
seruuuuuu👍
Retno Isusiloningtyas
😍
Sweet Girl
Buktikan. Claire... dr pada mati penasaran.
Sweet Girl
Bwahahaha dibilang Duta Kokop.🤣
sasip
ngeri loh kalimat pernyataan leo: "satu²nya skenario yg ingin dipelajari sampe mati".. mantab jiwa.. 👍🏻🫣😉🤭😅
sasip
enggak nyangka ei.. novel sebagus ini masih sepi pembaca.. sy yg awalnya cuma iseng mampir gegara liat cover yg provokatif pun terhipnotis & kepengen baca terus, tapi sempetin mampir deh buat memberi semangat othor keren.. 👍🏻 TOP pake banged.. lanjut ya thor.. 🫶🏻💪🏻🫰🏻
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampirr😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!