NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:53.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IKATAN BATIN

"Jasmine..." rintihnya.

Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Lucas merasa kekuatannya kembali sedikit demi sedikit, darah Jasmine yang menyentuh lencana itu telah menjadi jembatan energi yang tak disengaja.

Lucas mencengkeram rantainya, dan kali ini, rantai itu bergetar hebat.

"Aku... akan... pulang..."

Jasmine masih terpaku di kursi dekat jendela, menatap lencana perak di telapak tangannya yang masih berpendar biru pucat.

Rasa panas yang menjalar dari logam itu tidak membakar kulitnya, melainkan terasa seperti aliran listrik yang menyengat langsung ke jantungnya.

"Ini tidak mungkin..." gumam Jasmine dengan suara gemetar.

Jasmine menoleh ke arah ranjang, memastikan Lucian dan Leo masih tertidur lelap. Napas mereka teratur, namun Jasmine menyadari sesuatu yang janggal, suhu di dalam kamar itu mendadak meningkat.

Salju yang menempel di bingkai jendela luar mulai mencair dengan cepat, menetes seperti air mata.

Tiba-tiba, lencana itu bergetar hebat, sebuah suara, sangat halus hampir seperti embusan angin, berbisik di telinga Jasmine.

"...Tetaplah... hidup..."

Jasmine tersentak hingga lencana itu terjatuh ke lantai.

Trang

Suara itu, di mengenalnya, walapun sudah lima tahun pemilik suara itu pergi, tapi Jasmine masih ingat jelas, setiap helaan nafas nya.

Suara itu adalah suara berat yang selalu menghangatkannya di malam-malam dingin Alistair. Itu suara Duke Lucas.

"Lucas? Kau di sini?" tanya Jasmine berdiri dengan lutut lemas, menoleh ke sekeliling kamar yang remang-remang.

"Jangan mempermainkan ku! Jika kau sudah tiada, jangan muncul sebagai hantu yang menyiksaku!" teriak Jasmine, menangis tersedu-sedu.

Namun tidak ada jawaban, cahaya biru pada lencana itu perlahan meredup, kembali menjadi logam dingin yang kusam.

Di saat yang bersamaan, di lorong luar kamar, Nyonya Kimberly yang baru saja melangkah beberapa meter dari pintu kamar Jasmine, tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Deg

"Tidak mungkin," bisik Nyonya Kimberly, menyentuh dadanya.

Nyonya Kimberly memegang dadanya yang bergemuruh, sebagai seseorang dengan darah predator, dia bisa merasakan perubahan energi yang drastis di dalam kediaman nya.

"Ikatan batin itu, sudah tersambung?" bisik Nyonya Kimberly dengan mata membelalak.

"Darah Jasmine... bagaimana bisa?" tanya Nyonya Kimberly, entah pada siapa.

Kimberly segera berbalik, hendak masuk kembali ke kamar Jasmine, namun langkahnya terhenti saat melihat Lucian berdiri di ambang pintu kamar yang sedikit terbuka.

Bocah kecil itu tidak tidur, dia berdiri di sana dengan mata hitamnya yang tajam, menatap lurus ke arah tangan Nyonya Kimberly yang gemetar.

"Nenek merasakannya juga, kan? Suara Ayah," tanya Lucian pelan.

Nyonya Kimberly terpaku, dia tidak bisa lagi mengelak di hadapan cucu tertuanya.

"Lucian, masuklah ke dalam, jangan katakan apa pun pada ibumu," ucap Nyonya Kimberly, dengan perasaan bergemuruh.

"Ibu sudah tahu, Nenek, dan ibu sedang menangis di dalam," jawab Lucian dengan ketenangan yang mengerikan.

"Kenapa Nenek membiarkan Ibu percaya bahwa Ayah sudah mati jika Nenek tahu Ayah masih memanggil kami?" tanya Lucian, mengepal kan tangan kecil nya.

"Karena musuh yang mengurungnya bukan hanya manusia, Lucian!" desis Nyonya Kimberly, akhirnya meledak dalam bisikan penuh amarah.

"Jika ibumu pergi sekarang, dia hanya akan menyerahkan nyawanya secara cuma-cuma. Dan kalian adalah incaran utama mereka," lanjut Nyonya Kimberly, memanjakan mata nya, berusaha mengendalikan dirinya.

Di dalam kamar, Jasmine yang mendengar bisikan-bisikan dari balik pintu segera melangkah lebar dan menyentak pintu hingga terbuka sepenuhnya.

BRAK

Jasmine berdiri di sana dengan wajah yang basah oleh air mata, namun sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara, di tangan kanannya, dia mencengkeram lencana perak itu kuat-kuat.

"Apa yang baru saja Ibu katakan?" tanya Jasmine, suaranya rendah namun tajam seperti belati.

Deg

Nyonya Kimberly membeku, Tuan Steven, yang rupanya terbangun karena keributan itu, muncul dari ujung lorong dengan jubah tidurnya, wajahnya pucat melihat konfrontasi di depannya.

"Jasmine, tenanglah..." Tuan Steven mencoba menengahi.

"Jangan suruh aku tenang, Ayah!" teriak Jasmine, emosinya meledak.

"Lima tahun! Lima tahun aku meratapi makam kosong! Lima tahun aku membesarkan anak-anakku dengan dongeng tentang pahlawan yang sudah tiada! Dan sekarang aku mendengar kalian bicara seolah-olah dia masih hidup di suatu tempat?" teriak Jasmine, dengan air mata yang menetes dari mata tajam nya.

"Katakan ibu, katakan dimana suami ku! Dimana Lucas ku!" teriak Jasmine, dengan nafas memburu.

Jasmine melangkah maju, menatap tepat ke mata keemasan Nyonya Kimberly yang mulai muncul kembali karena tekanan emosi.

"Katakan padaku sekarang juga, Nyonya Kimberly Alistair! Di mana suamiku? Atau aku akan membawa kedua anakku keluar dari kastil ini sekarang juga dan tidak akan pernah membiarkan kalian melihat mereka lagi!" ancam Jasmine, dingin.

Suasana lorong itu menjadi begitu dingin hingga napas mereka memburu mengeluarkan uap.

Leo, yang terbangun karena teriakan ibunya, kini berdiri di samping Lucian, rambut hitam Leo seolah sedikit berdiri, dan suhu tubuhnya yang panas mulai membuat udara di sekitarnya terasa gerah.

Hah...

Nyonya Kimberly menghela napas panjang, bahunya merosot, rahasia yang dia jaga dengan taruhan nyawa itu akhirnya runtuh karena setetes darah dan sebuah lencana.

"Steven, kunci semua pintu keluar! Jangan biarkan satu pun pelayan atau prajurit mendekat ke lorong ini," perintah Nyonya Kimberly tanpa mengalihkan pandangan dari Jasmine.

Tuan Steven mengangguk patuh dan segera bergerak.

"Masuklah ke dalam, aku akan menunjukkan pada kalian apa yang sebenarnya terjadi lima tahun yang lalu," ucap Nyonya Kimberly menatap Jasmine, lalu ke arah Lucian dan Leo.

"Tapi Jasmine, setelah kau melihat ini, tidak akan ada jalan kembali, kamu tidak akan bisa lagi menjadi Duchess yang tenang. Kau akan menjadi mangsa, atau kau akan menjadi pemburu," lanjut Nyonya Kimberly, menatap tajam pada menantu nya.

Jasmine menghapus air matanya dengan kasar, tatapannya kini berubah menjadi sedingin es, mencerminkan jiwa Bianca Kingston yang tangguh.

Lima tahun kepergian Lucas, membuat Jasmine berubah menjadi pribadi yang berbeda, apalagi setelah dia mengetahui bahwa di dalam rahimnya tumbuh dua kehidupan yang mengikat dirinya dengan Duke Lucas.

Mulai saat itu Jasmine, selalu menekan jiwa membunuh nya, tapi malam ini, semua nya hancur, dia akan kembali menjadi predator kejam, kalau dengan hal itu dia bisa kembali bertemu dengan pria yang sangat dia cintai dan rindukan selama ini.

"Aku sudah lama berhenti menjadi mangsa sejak hari aku kehilangan Putra mu dan mengandung cucu Ibu. Sekarang, tunjukkan padaku di mana mereka menyembunyikan Lucas," jawab Jasmine tegas, jiwa seseorang Bianca Kingston, kembali menguasai Jasmine.

Klek

Pintu kamar Jasmine terkunci rapat dari dalam, di tengah ruangan yang hanya diterangi oleh temaram lilin, suasana terasa begitu berat.

1
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
renjani
ga bisa berhenti baca..lanjut thor👍💪
Chika Aulia
semoga kalian bisa bersatu/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
renjani
tegang..seru..luar biasa..👍👍 seakan ikut hanyut dalam cerita..👍👍 tks thor👍
Leni Ani
lanjut💪💪💪💪💪👍
Ayu Oktaviani
sungguh 😭😭 semoga aja Lucas bisa mengatasinya tanpa ada yg kurang,semoga bisa berkumpul, twins ayo bantu ayahmu dgn darah murni kalian. di tunggu up selanjutnya thor. makasih udah up banyak ,tp aplh dy driku in ttp merasa kurang🤭🙏 soal nya lagi seru² nya di gantung😭 hrs nggu bsk lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!