NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 28.

Kalian pasti pernah merasakan hal hal yang sering membuat dejavu dalam kehidupan baru yang kita jalani saat ini. Dan sekarang itu lah hal yang sering aku alami.

Mama mengajak Bumi untuk masuk dan berganti baju terlebih dulu di rumahku. Memang baju Bumi sudah basah kuyup. Di tambah lagi dia tidak memakai jaket miliknya. Karena jaket itu dia berikan kepadaku.

" Haeyla. Kamu siapkan baju untuk Bumi. Kasihan dia basah begitu "

" Ya ma " Aku tidak tahu pasti apa aku punya baju yang pas untuk Bumi pakai. Namun sepertinya akan ada beberapa.

" Bumi. Kamu mau minum apa biar tante buatkan " Mama menawarkan Bumi untuk minum sesuatu.

" Gak usah tante. kalau aku mau biar aku buat sendiri aja nanti. aku gak mau ngerepotin tante " Bumi menolak karena tidak ingin merepotkan mama.

" Bumi. Coba kamu pakai ini. Aku cuma punya celana pendek yang begini. Gak tahu pas atau engga untuk kamu " Aku keluar kamar dan memberikan pakaian dan celana pendek milikku untuk Bumi pakai.

" Kamu ganti di kamar Haeyla aja Bumi " Suruh mama .

Bumi berjalan menuju kamar Haeyla. Dia terkejut melihat kamar Haeyla yang sangat bersih dan harum. Kamar Haeyla bernuansa Biru. Biru langit. Warna yang cerah dan segar. Namun ada satu hal yang janggal di pengelihatan Bumi. Dia melihat satu foto. Foto itu adalah foto Haeyla bersama 2 orang lelaki.

' Dia. Dia bukannya orang yang tadi kita temui di tepi danau? Kenapa bisa foto sama Haeyla? Bukannya dia guru nya Cila? Dan kelihatan nya mereka dekat disini ' Entahlah. Mungkin Haeyla lupa kalau di kamar nya dia masih menyimpan foto itu. Dan dia tidak sadar kalau Bumi bisa saja melihat foto itu.

Bumi keluar dengan raut wajah yang datar. Dia masih bingung karena foto tadi. Banyak pertanyaan di dalam pikiran nya saat ini. Rasanya dia ingin menanyakan itu pada Haeyla. Tapi tidak. Sepertinya Haeyla tidak akan suka.

" Syukur deh kalau pas di kamu Bumi " ucapku sambil melihat pakaian dan celana yang aku berikan pas di pakai oleh Bumi.

" Ayo sini Bumi. Kita dinner bareng. Tante masak banyak hari ini "

" Iya tante. Makasih " Bumi duduk tepat di depanku. Entah kenapa dia terus memandangiku.

Kami bertiga menyantap makanan yang sudah mama masak tadi. Makanan nya semua adalah makanan kesukaan ku.

" Oh ya Bumi. Kamu satu sekolah sama Haeyla kan? Kaliam dekat? " Uhuk uhukkk. Aku tersedak mendengar itu.

" Sayang. Kenapa? Ayo minum minum " mama memberikan minum padaku.

" Dekat tante " Sudah aku duga. Bumi pasti akan menjawab begitu.

" Sedekat apa? " Mama malah bertanya lagi.

" Bisa di bilang. Masa pendekatan ke arah yang lebih pasti " Aku menatap Bumi dengan tatapan terkaget.

" Bumi! Kenapa kamu bilang begitu? Enggak ma. Aku sama Bumi itu dekat. Karena kita satu kelas dan kita juga duduk satu meja " Aku langsung mengelak.

" Ohhh. Mama pikir dekat yang lain " Ejek mama.

Entah apa yang ada di pikiran Bumi. Bisa bisa nya dia menjawab seperti itu di depan mama.

Cila dan Rakha.

Cafe Lembayung pukul 20:00.

" Gue boleh nanya sesuatu ga? " Cila memulai pembicaraan.

" Sure "

" Btw. Lo suka cewe yang kaya apa sih?" Tiba tiba sekali Cila menanyakan itu.

" Hmmm. Harus di jawab? "

" Ya. Iya dong "

" Saya suka gadis yang lembut tapi tegas. Yang tutur kata nya teratur. Dan one point. Cerdas " Jawaban Rakha sedikit membuat Cila menelan ludah.

" Wwahhh. Wahhh hahaha. Keren sih " Cila menjawab dengan terbata bata.

" Keren? "

" Yaa iya. Tipe cewe lo keren. High class banget kaya nya "

" Bukan. Lebih tepatnya agar kami setara nantinya. I like genius girl. Tapi bukan berarti saya gak suka gadis biasa yang ceria dan lucu kaya kamu " Damn! Perkataan itu bisa membuat Cila salah paham.

" Ehhh. Gimana gimana? " Cila memastikan.

" Saya bisa aja suka gadis yang tingkah nya seperti kamu. Tapi saya lebih suka gadis yang dewasa dan santai "

" Ada sih manusia begitu. Haeyla contohnya " Cila dengan sadar menyebutkan nama Haeyla. Karena memang semua ciri ciri itu mengarah kepada Haeyla saja.

' Kamu benar Cila. Dia adalah Rembulan. Bukan orang lain ' Batin Rakha sambil menatap Cila.

Cila tidak sadar bahwa gadis yang di maksud Rakha adalah seperti Haeyla. Cila sama sekali tidak curiga ataupun merasa aneh. Karena menurut nya siapa saja bisa menjuru ke arah tipe yang Rakha sebutkan barusan.

" Ayo kita pulang. Mama kamu pasti sudah menunggu di rumah " Rakha berdiri mengajak Cila untuk kembali ke rumah.

" Oke. Ayo kita pergi " Cila ikut berdiri mengikuti Rakha yang sudah berjalan di depan dirinya.

Namun sebelum Cila dan Rakha keluar dari cafe. Mereka berpapasan dengan seseorang.

" Divo! Lo disini sama siapa? " Cila kaget melihat Divo yang tiba tiba berpapasan dengan mereka.

" Lo Cila? Gue lagi nunggu temen gue disini " Divo menjawab sambil menatap ke arah Rakha.

" Yaudah kalau gitu. Gue duluan " Cila mengajak Rakha pergi meninggalkan cafe tersebut.

' Katanya masih cinta sama gue. Tapi baguslah kalau dia nemuin laki laki yang tulus sama dia. Gue ikut bahagia '

Bohong kalau perasaan Divo tidak terasa sakit walau sedikit. Rasanya masih aneh melihat Cila bersama lelaki lain. Namun di hati kecil nya dia senang jika Cila bahagia walau bukan bersama dengan dirinya.

Pukul 22:00.

Teras rumah Haeyla.

" Aku boleh duduk sebentar Haeyla? " Bumi menatapku penuh tanya.

" Silahkan. Tapi di luar udara nya dingin " Aku mengatakan yang sebenarnya. Udara terasa sangat dingin karena habis hujan.

" Kamu masuk aja. Nanti kamu masuk angin. Aku disini sebentar " Mana mungkin aku meninggalkan Bumi sendiri di teras rumahku. Aku langsung duduk di kursi sebelah Bumi.

" Aku temenin " Ucapku lalu duduk di sampingnya.

" Jangan pernah diam lagi La. Aku gak bisa "

" Maksud kamu? " Aku sedikit bingung dengan kata kata Bumi barusan.

" Lebih baik kamu marah daripada diam. Kalau aku salah atau kamu kecewa. Kamu harus bilang Haeyla. Jangan kamu biarin orang lain yang ngapus air mata kamu " Bumi menatap ku tegas namun juga sendu. Mata nya tampak berbinar. Ada genangan air yang akan jatuh disana.

" Maksud kamu gimana Bumi? " Jujur aku benar benar ambigu dengan perkataan Bumi. Semuanya.

" Aku dan kamu memang belum menjadi kita. Haeyla. Aku tahu kamu nangis kemarin malam. Aku cari kamu kemana mana. Rasanya aku kalah. Kalah karena gak ada di samping kamu saat kamu dalam keadaan seperti itu " Aku menatap Bumi dengan kelembutan. Berharap dia akan mengerti dengan apa yang akan aku katakan.

" Terkadang kita perlu kalah untuk lebih berjuang lagi. Kalah dulu dalam hidup ini adalah hal yang biasa. Tapi kalah berulang kali bisa membuat apa yang kita perjuangkan hilang. Bumi. Jangan jadikan aku alasan untuk kamu kalah. Karena aku gak akan jadi alasan itu " Aku sangat berhati hati menjawan kata kata Bumi barusan. Memang sepenuhnya aku belum tahu apa maksud dari perkataan nya. Tapi aku bisa merasakan kalau perasaan itu ada. Dia mulai ada diantara Bumi.

Dan juga aku sendiri.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!