kisah seorang Pria yang berdedikasi menjadi lebih keren namun salah jalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keterbukaan akan lebih baik meskipun hasilnya tidak pasti.
"krucuk....krucuk...krucuk...
"ting...ting...ting....
Suara kemricik air yang mengalir dari wastafel sedikit mengganggu telinga yuna yang sedang menikmati sarapan pagi,dengan wajah sedikit kesal yuna menegur runa yang sedang mencuci piring.
"hei...runa...!! Berapa kali kau membasuh piring dengan sabun itu ?? Apa kau akan menghabiskannya untuk satu piring saja..??
Runa yang tersadar,langsung mematikan air sebentar dan merapikan ulahnya yang membuat berantakan.
"ma...maaf bi...,,
"hah....apa mengerjakan skripsi sesusah itu sampai kau hilang fokus..??
"aahh...benar..,,maafkan aku..,,,
Runa bersikap biasa dan seolah tidak terjadi apa-apa,yuna yang memperhatikannya merasa terganggu dengan sikap diamnya didepannya.
"apa aku begitu menakutkan bagimu..?atau kau merasa tertekan hidup bersamaku..??
Dengan nada yang sedikit sedih yuna menanyakan hal yang aneh bagi runa,runa merasa tercengang dan sebisa mungkin tidak membuat yuna khawatir,
"kenapa bibi berkata seperti itu..??aku hanya sedikit lelah saja bi,,maaf membuatmu khawatir" ujar runa sedikit tersenyum pada yuna.
"haahh....."
Yuna menghela nafas dan membuang muka pada runa dan melanjutkan sarapan paginya.
hubungan keluarga yang sangat dingin,sejak kecil runa sudah ditinggalkan oleh ibunya,runa lahir dari wanita tanpa suami,status itu sudah menjadi aib bagi keluarga dan juga lingkungannya,dengan pikiran ibunya yang masih muda saat itu dia meninggalkan bayinya bersama orang tuanya dan pergi untuk mencari uang disuatu tempat,saat itu yuna masih usia 10tahun,pada akhirnya yuna bersama kedua orang tuanya mengurus runa sampai suatu ketika ibu runa tidak lagi mengirim uang dan hilang kontak dengan mereka,nenek runa merasa kesal dan melampiaskannya pada runa dengan melontarkan kata-kata menyakitkan,sampai akhirnya yuna seusia runa sekarang dan telah bekerja yuna memutuskan membawa runa bersamanya dan hidup bersama,yuna pikir setelah bekerja kehidupannya akan lancar dengan segala urusan pribadinya,ternyata tidak dan pada akhirnya yuna sama saja seperti nenek runa namun yuna tidak berkata didepan runa langsung,namun runa bukan anak-anak lagi dan dia mengerti situasi yang sedang dia alami itu dan membentuk pribadi yang seperti sekarang.
"heuukk.....
"bibi kenapa...??
Runa menghentikan aktifitasnya dan berjalan mendekati yuna dengan khawatir.yuna terus menutup mulutnya dan menahan rasa mual.
"apa makanannya tidak enak..??
suara lirih runa membuat yuna semakin merasa kesal dan menyingkirkannya dari hadapannya dan berlari ke toilet.
Tatapan mata runa menjadi sangat sedih,dan pikiran yang buruk selalu menghantuinya.
"apa bibi sakit,dia selalu bekerja untuku selama ini, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya.?"gumam runa.
runa berusaha agar tidak membebani bibinya lagi dengan mencari pekerjaan kesana kemari dan mengirim lamaran ke berbagai tempat.
Setelah memastikan bibinya baik-baik saja runa pergi ke kampus dan mencari lowongan dari berbagai sumber yang dia cari di kampusnya.
"dor....!!!
"aoi...kau membuatku terkejut..,,,
"apa yang sedang kau cari...?
Runa menutup bukunya dan menyembunyikannya dari aoi.
"aku sudah melihatnya,kenapa kau sembunyikan..?
Aoi duduk didepan runa yang sedang berada didalam perpustakaan.
"runa....kau ingin dengar sesuatu..??
"apa...??
"hah...pasti tentang naoya,dia kan kekasihnya" gumam runa.
"aku diterima dari salah satu agensi....!!!
"sungguh...??selamat ya aoi...,,eh bukankah kau belum audisi..??
runa tersenyum senang mendengar kabar baik dari seseorang yang dia anggap temannya itu.
"benar...aku memang mau audisi untuk masuk ke agensi A, tapi justru agensi B merekrutku terlebih dulu, apapun itu aku akan menerimanya dan berjalan lurus ke depan..!!!
"kau sangat optimis aoi.,,aku senang mendengarnya...,,
"hemmm,kau juga harus seperti itu,,, jadi aku mengundangmu ke pesta akhir pekan,kau datang ya bersama kekasihmu..,,
"aku....-
"aku tidak mau mendengar alasan darimu..!! Dah....
Aoi berjalan meninggalkan runa yang masih tercengang dengan perkataannya,dan merasa bingung.
"aku harus apa.?bagaimana caraku mengajak mas tsuki pergi .?pesta.?baju apa yang akan aku kenakan..?apa aku tidak datang saja,tapi aoi sudah mau bicara denganku saja membuatku bahagia,bagaimana aku bisa membalasnya dengan rasa kecewa."
Runa merasa buntu,menjadi pribadi yang introver memang sangat menyebalkan baginya,namun disisi lain dia juga tidak punya keberanian atau percaya diri yang maksimal untuk dirinya sendiri,
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Sejak 2 malam sebelumnya naoya melihat tsuki menggandeng runa keluar dari ruangan manager,naoya memastikan bahwa mereka memang sudah berkencan pada malam itu.
"hei tsuki....,,apa semuanya lancar..?
"apa..??
"hah...jangan pura-pura bodoh..!!
"ooh....iya aku sudah mengatakannya,
"lalu..??
"lalu apa lagi..?dia setuju, tapi aku tidak tau perasaannya.,,
"eh....,,kenapa..??
"entahlah...,,
"bodoh...!!
"kurang ajar kau...!! Kau yang bodoh..!!"teriak tsuki.
"pfftt....,,kau memang orang yang seperti itu tsuki..,,,syukurlah...,,
"mau merokok...?
"haa....tumben sekali..,,apa kau sedang jatuh cinta.?sikapmu sangat berbeda...!!
"diamlah...!!
Tsuki berjalan bersama naoya keluar bar untuk merokok bersama,setelah lewat tengah malam bar terasa sepi dan mereka memiliki waktu luang.
"fuhh.....,,uhuk...uhuk....
"bodoh...!!
"haaa....aku sudah lama sekali tidak menghisap ini tsuki...!!!
"lalu apa yang kau hisap...???
Dengan wajah polos,naoya memikirkan pertanyaan tsuki dan terbayang sesuatu dan mulai tersenyum tipis,
"hehe...
"buk...!!
Tsuki mendorong naoya sedikit keras dan sedikit tersungkur.
"kenapa mendorongku..!!"ucap naoya sedikit kaget.
"apa yang sedang kau pikirkan bodoh..??
"haha...maaf maaf...,,
Naoya memilih jongkok dan sedikit merasa bersalah karena memikirkan telah menghisap bibir runa sebelumnya.,gara-gara pertanyaan tsuki padanya.
"fuuhh.....
"hei...jangan lewat situ..,,
"kenapa...??kau tidak lihat mereka.,,ayo putar balik saja..,,
Seseorang dengan pakaian yang formal sambil menenteng tas kerja memilih putar balik setelah melihat tsuki dan naoya digang tersebut.
"hei tsuki...apa kita terlihat seperti preman..??
"entahlah....,,
"kau juga seorang yakuza kan..??
tsuki menatap wajah naoya yang melontarkan pertanyaan seperti itu dan membuatnya tidak bisa membohonginya lagi,
"siapa yang mengatakannya..??
"kak yuka...,
"cih...dasar jalang..!!
"bukan seperti itu,aku hanya terperangkap saja ,kebetulan aku diasuh oleh murayama,secara tidak langsung memang aku bagian dari mereka hanya saja masih tingkat paling bawah, apa kau mengerti.??
Tsuki menjelaskan dengan nada santai dan suasana yang membuatnya menjadi sedikit ramah pada naoya,naoya menatap tsuki dengan sorot mata kagum pada tsuki dan murayama.
"keren...!!!
"keren matamu..!!!kau tau resikonya seperti apa..??kau belum pernah dihajar habis habisan ya..??
"tidak mau..!!
"dasar..!!
"hehehe....
"kalian disini rupanya..!!
Tanpa mereka sadari kehadiran murayama membuat mereka salah tingkah dan berdiri tegap sambil menundukan kepala.
"kaku sekali...!! Aku hanya ingin katakan, kerja bagus..!! Akhir pekan kalian boleh libur.."
Tsuki dan naoya saling menatap satu sama lain.dan melihat murayama pergi meninggalkan mereka tanpa memaksa mereka kembali bekerja.
"apa yang akan kau lakukan akhir pekan tsuki...??
"tidur....!!!
"jawaban yang sangat klise...,,
tsuki menginjak puntung rokok dan berjalan masuk diiringi naoya yang berjalan dibelakangnya.