Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Pernikahan
Sebulan, telah berlalu sejak malam yang membara di bawah pengaruh zat Ambar. Natalie, yang biasanya memiliki energi meledak-ledak, mulai merasakan perubahan aneh pada tubuhnya. Ia sering terbangun dengan rasa mual yang hebat, dan indra penciumannya menjadi sangat sensitif terhadap parfum sandalwood favorit Giuliano.
Di dalam kamar mandi kampusnya di Sapienza, Natalie menatap dua garis merah pada benda plastik di tangannya. Jantungnya berdegup kencang. Ia, sang putri bar-bar yang tak kenal takut, kini gemetar.
"Dua garis..." bisik Natalie. Ia segera menelepon Giuliano.
Giuliano datang dalam hitungan menit, mengabaikan rapat dewan direksi Medici Group. Saat Natalie menunjukkan hasil tes itu di dalam mobil, Giuliano terdiam. Matanya berkaca-kaca antara bahagia dan cemas. Namun, momen haru itu terputus saat ponsel Giuliano berdering. Layar menampilkan nama: ADRIAN ALISTAIR.
"Bawa Natalie ke kediaman Alistair di Jakarta. Sekarang," suara Adrian di seberang telepon terdengar sangat rendah, namun penuh ancaman maut. Ternyata, mata-mata Adrian telah melaporkan bahwa Julian dan Natalie menghabiskan malam-malam tanpa pengawasan sejak insiden Justin Moretti.
Sesampainya di Jakarta, suasana di kediaman Alistair lebih dingin daripada musim salju di Italia. Adrian berdiri di tengah ruangan, sementara Queen Elara duduk dengan wajah tenang namun mematikan.
"Kau melanggar janji, Giuliano," ucap Adrian, langkahnya mendekat seperti predator. "Aku memercayaimu untuk menjaganya, bukan untuk mengambilnya sebelum waktunya."
Giuliano tidak mundur. Ia berdiri tegak di depan Natalie, melindungi wanitanya. "Aku mencintainya, Tuan. Malam itu adalah kecelakaan karena sabotase Justin, tapi semua malam setelahnya adalah pilihanku. Dan ada sesuatu yang harus Anda ketahui..."
Natalie melangkah maju, menggenggam tangan Giuliano. "Aku hamil, Ayah. Pewaris Medici dan Alistair sedang tumbuh di sini."
Keheningan yang mencekam menyelimuti ruangan. Adrian mengepalkan tinjunya, namun Queen Elara bangkit perlahan. Sang Ratu mendekati putrinya, menyentuh perut Natalie, lalu menatap Adrian.
"Adrian," ucap Queen lembut namun tegas. "Sejarah berulang. Bukankah kita juga memulai semuanya di tengah badai? Jangan hukum mereka atas cinta yang sama kuatnya dengan milik kita."
Adrian menarik napas panjang, mencoba meredam amarahnya. "Pernikahan dalam 24 jam. Secara tertutup di kapel keluarga sebelum dunia tahu putriku hamil di luar nikah. Jika kau keberatan, Giuliano, aku akan memastikan Medici Group runtuh besok pagi."
"Saya tidak keberatan, Tuan," sahut Giuliano mantap. "Saya sudah menanti hari ini sejak pertama kali melihatnya."
Persiapan pernikahan dilakukan secara kilat dan rahasia. Natalie mengenakan gaun putih sederhana namun sangat elegan, menutupi rahasia kecil yang mulai tumbuh di rahimnya. Namun, di tempat lain, Justin Moretti sedang merencanakan serangan nekat terakhir.
Justin, dengan bantuan Ambar yang masih setia, berhasil melacak lokasi kapel keluarga Alistair yang terletak di sebuah tebing tersembunyi.
Saat upacara suci akan dimulai, tepat ketika Giuliano akan mengucapkan janji sucinya, suara ledakan terdengar di gerbang depan. Justin masuk dengan senapan di tangannya, wajahnya tampak gila dan berantakan.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, Natalie, maka tidak akan ada yang bisa!" teriak Justin.
Ia mengarahkan senjatanya ke arah Giuliano. Namun, Natalie Alistair membuktikan bahwa ia bukan pengantin biasa. Di bawah gaun pengantinnya yang indah, Natalie ternyata menyisipkan sebuah pisau kecil yang merupakan hadiah dari ibunya.
"Jangan pernah sentuh suamiku!" Natalie berteriak. Sebelum Justin sempat menarik pelatuk, tim keamanan Alistair yang dipimpin oleh Nathan sudah melumpuhkan Justin dengan tembakan peringatan di kaki.
Adrian Alistair melangkah maju, memegang leher Justin dengan satu tangan. "Kau mengganggu pernikahan putriku? Kau benar-benar ingin mencicipi neraka, Moretti."
Justin diseret keluar, mungkin untuk menghilang selamanya ke dalam sistem penjara bawah tanah yang dikelola secara pribadi oleh aliansi Alistair-Medici. Upacara dilanjutkan dengan suasana yang lebih emosional.
Giuliano mencium Natalie di depan altar, sebuah ciuman yang menandakan awal dari kehidupan baru yang akan mereka jaga dengan darah mereka sendiri.
Setelah drama yang melelahkan, malam pengantin mereka digelar di kapal pesiar mewah The Emerald Queen yang berlayar di perairan internasional. Malam itu, tidak ada lagi rasa takut atau obat-obatan. Hanya ada Giuliano dan Natalie yang kini telah sah secara hukum dan agama.
Giuliano menggendong Natalie ke dalam kamar utama kapal pesiar. Cahaya bulan memantul di permukaan laut, memberikan suasana magis.
"Sekarang kau benar-benar milikku, Natalie de Medici," bisik Giuliano, suaranya parau karena gairah yang sudah tertahan sejak keberangkatan dari Jakarta.
Ia melepaskan gaun pengantin Natalie dengan sangat perlahan, menghargai setiap inci tubuh istrinya yang kini membawa benih cintanya. Cumbuan mereka malam itu jauh lebih panas dan emosional. Giuliano melakukannya dengan sangat hati-hati, mengingat kondisi Natalie yang sedang hamil, namun Natalie yang bar-bar justru menuntut lebih.
"Cintai aku, Giuliano... jangan tahan dirimu," rintih Natalie, menarik Giuliano ke dalam dekapannya.
Mereka menyatu dalam ritme yang harmonis dengan ombak di luar sana. Setiap sentuhan Giuliano adalah janji untuk melindungi Natalie dan calon anak mereka. Penyatuan itu terasa begitu suci sekaligus liar, sebuah perayaan atas kemenangan mereka melawan dunia. Natalie mendesah, menyebut nama Giuliano berulang kali saat mereka mencapai puncak bersama.
Pagi harinya, Natalie terbangun di atas kapal yang masih berlayar tenang. Giuliano sedang berdiri di balkon, hanya mengenakan celana tidur, menatap matahari terbit.
"Kau memikirkan apa?" tanya Natalie, memeluknya dari belakang.
"Aku sedang memikirkan masa depan kita," Giuliano berbalik dan mencium dahi Natalie. "Dua dinasti besar kini bersatu dalam dirimu. Anak ini akan menjadi penguasa yang lebih hebat dari kita semua."
Natalie tersenyum, menyandarkan kepalanya di dada bidang Giuliano. "Dia akan memiliki kecerdasan Medici dan keberanian Alistair. Dia akan menjadi badai yang indah."
7 bulan kemudian, di Roma, lonceng gereja berdentang menyambut kelahiran Leonardo de Medici-Alistair. Bayi laki-laki itu lahir dengan mata setajam Giuliano dan senyum semanis Natalie.
Adrian dan Queen Elara hadir di Italia, berdiri di samping Don Lorenzo de Medici. Dua keluarga yang dulu hampir berperang kini bersatu di depan sebuah ranjang bayi. Ambarvella membusuk di penjara, Justin Moretti hanyalah kenangan pahit, dan yang tersisa hanyalah kekuasaan yang tak tergoyahkan.
Natalie menatap putranya, lalu menatap Giuliano. Topeng lugunya kini benar-benar telah digantikan oleh mahkota seorang Ibu dan Ratu. Ia adalah Natalie Alistair de Medici, wanita yang membuktikan bahwa di balik kelembutan seorang putri, tersimpan kekuatan seorang serigala yang siap mencabik siapa saja demi cinta dan keluarganya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading 😍😍